
2 hari selanjutnya, Hua
Zi dan Feng Wei akhirnya menerima permintaan semua untuk tidur di gua rubah.
Ling Ling memaksa tidur dengan Feng Wei, Hua Zi akhirnya pasrah tidur dengan
Gun Gun. Walaupun Feng Wei dan Hua Zi lebih kecil dari keduanya, tapi Ling Ling
dan Gun Gun sangat manja pada mereka. Awalnya Feng Wei dan Hua Zi kebingungan
dengan tingkah keduanya, tapi akhirnya hanya bisa pasrah. Mereka bermain
bersama seperti anak kecil, berlarian di Mo Gu Jing, mencoba semua makanan, menonton
pertunjukan, dan lainnya. Di akhir acara, ada kembang api yang dibuat dari
sihir. Feng Wei melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil bersama Ling Ling.
Hua Zi pun tertawa lepas bersama mereka, menarik Feng Wei ke pelukannya “Feng
Wei, aku mencintaimu” langsung mencium bibirnya, tidak mempedulikan Gun Gun,
Ling Ling, dan lainnya yang sedang bersama mereka. Semua hanya menggelengkan
kepala melihat Hua Zi yang tidak tahu malu seperti Di Jun, mengumbar kemesraan
dimanapun. Belum menikah sudah seperti ini, apalagi sudah menikah haih…
Keesokan paginya, mereka menghadapi drama perpisahan “Hong
Ling, aku tidak rela kau pergi…” Ling Ling sudah menitikkan air mata. Feng Wei
menertawainya “aku betul-betul penasaran bagaimana kau bisa menjadi Nu Jun ?
kenapa begini manja dan cengeng ?” Ling Ling ngambek “aku hanya begini
terhadapmu !” Feng Wei menggoda “kau bukan sudah jatuh cinta padaku kan ?” Ling
Ling mengangguk, Hua Zi segera menarik Feng Wei ke pelukannya membuat Feng Wei
tertawa terbahak-bahak “Ling Ling, walau aku tidak punya orang tua, aku masih
normal…” Ling Ling menarik tangannya “aku tidak peduli, kalau bisa menahanmu
disini, tidak apa jadi tidak normal” semua membelalakkan matanya. Feng Wei
tertawa terbahak-bahak “mana ada Nu Jun seperti kau hahaha…” Ling Ling merengek
“Hong Ling…”
Feng
Wei berhenti menggodanya “Ling Ling, kau memiliki banyak keluarga yang
menyayangimu disini. Tidak perlu bersedih, kita akan tetap berteman, suatu saat
kita akan bertemu lagi.” Ling Ling menangis “tapi kau temanku satu-satunya hik…
kau… kau… bersama denganmu, aku merasa seperti bersama ibuku hiks… kau dan Yu
Huang seperti orang tua bagiku…” Hua Zi dan Feng Wei tercengang “apa karena
tanda fengwei hua ini ?” menunjuk tanda di keningnya. Ling Ling menggeleng “aku
tidak peduli pada tanda lahir kalian… kalian memberiku perasaan aman dan
disayangi, pelukanmu seperti pelukan seorang ibu…”
Hua
Zi saling menatap dengan Feng Wei, kemudian melihat yang lain yang berkaca-kaca
dan tidak tahu harus mengucapkan apa. Feng Wei menghela nafas, memegang tangan
Ling Ling “Ling Ling, kita sama-sama tidak mempunyai orang tua, aku juga tidak
tahu kasih sayang orang tua itu seperti apa. Tapi kau lebih beruntung, memiliki
keluarga yang menyayangimu, hargailah mereka yang ada di sekitarmu. Jika kau
mengingat orang tuamu, berbuatlah sesuatu yang bisa membuat mereka bangga. Kau
akan merasa bahagia saat melihat senyuman di wajah orang lain, yang menerima
manfaat dari perbuatanmu. Aku yakin orang tuamu melihatmu dari suatu tempat,
__ADS_1
melihat putri cantik mereka yang sudah sangat hebat sekarang.” Ling Ling
mengangguk. Feng Wei tersenyum “sedangkan aku, aku hanya seseorang yang lewat
dalam bagian kisah hidupmu… lagipula, aku masih begini kecil, mana ada anak
sebesar dan setuamu ini…” menggoda Ling Ling. Ling Ling langsung cekikikan
diikuti senyum dan tawa yang lain.
Gun
Gun mendekat “Yu Huang, bolehkah aku memeluk kalian ?” Hua Zi dan Feng Wei
terkejut lagi. Hua Zi tersenyum mendekati Gun Gun dan memeluknya “jaga diri
dengan baik, kita akan bertemu lagi…” tinggi mereka hampir sama. Gun Gun
berkaca-kaca mendengar kata-kata Hua Zi, memeluk erat Hua Zi. Disaat Hua Zi
melepas Gun Gun, Ling Ling menarik Feng Wei, berpelukan berempat. Semua terharu
melihat 1 keluarga ini, Ling Ling belum mengetahui yang sebenarnya. Ling Ling “kalian
harus segera kemari setelah chuguang” melerai pelukan, Hua Zi dan Feng Wei
tersenyum mengangguk.
Wen
Xin “Hong Ling – Yu Huang, ini ada bekal untuk kalian dijalan” Feng Wei
menerima “terima kasih Shan Shen…” Wen Xin tidak tahan, menarik Feng Wei ke
pelukannya “jaga diri, perhatikan kesehatan…” Feng Wei mengangguk. Bai Yi
“hati-hati dijalan… saat kalian sudah siap menikah, beritahukan pada kami, kami
akan menyiapkan pernikahan kalian…” Hua Zi mengangguk “terima kasih Shan Shen…”
menggandeng Feng Wei, memberi hormat pada semua “terima kasih atas keramahan
kalian, jaga diri dan sampai jumpa lagi” berbalik dan segera menghilang.
Ling
aku merasa mereka seperti Fu Qin Niang Qin” semua saling melihat, mengerti
dengan kesedihan Ling Ling. Gun Gun menghela nafas, membelai kepala Ling Ling,
akhirnya menceritakan kebenaran “Ling Ling, perasaanmu tidak salah, Yu Huang
dan Hong Ling adalah Fu Qin Niang Qin…” Ling Ling mendongakkan kepala “Fu Qin
Niang Qin ?” Gun Gun mengangguk “lebih tepatnya, mereka adalah kelahiran
kembali Fu Qin Niang Qin…” Ling Ling tertawa sambil menangis “aku tahu… aku
tahu… perasaanku selalu mengatakan Hong Ling adalah Niang Qin… aku mau mencari
mereka, mencari Fu Qin Niang Qin…” ingin segera pergi, dihalangi Gun Gun “Ling
Ling berhenti…”
Ling
Ling “gege, itu adalah Fu Qin Niang Qin, aku ingin bersama mereka…” Gun Gun
memegang tangan Ling Ling “Ling Ling, dengar ! hal ini jangan sampai tersebar
keluar, bisa berbahaya untuk mereka…” Ling Ling “aku akan melindungi mereka…”
Gun Gun menghela nafas “Ling Ling, kita semua ingin melindungi mereka, bukan itu
intinya. Dengar Ling Ling, Yu Huang dan Hong Ling sekarang tidak memiliki
ingatan kehidupan sebelumnya, mereka tidak tahu siapa kita. Jika kau memaksa
mereka, malah mereka bisa saja akan pergi bahkan mungkin melukai mereka, apa
kau faham ?”
Ling
Ling melihat Gun Gun dengan serius “mereka terlahir kembali, walau menjadi dewa
__ADS_1
dewi baru, mungkin saja mereka masih bisa mengingat kembali kehidupan
sebelumnya. Menurutmu apa yang terjadi, jika tiba-tiba ingatan sebelumnya masuk
ke diri mereka ? mereka akan kebingungan dan menderita. Kau lihat tadi waktu
kau mengatakan, merasa mereka seperti orang tuamu, wajah terkejut dan ketakutan
mereka yang sekilas, apa kau tidak menyadarinya ?” Ling Ling mengangguk. Gun
Gun “anak yang tidak memiliki orang tua dan sanak saudara, belajar menjaga diri
sendiri, menempa diri sendiri untuk mempertahankan hidupnya, tiba-tiba diakui
orang tua dengan orang yang lebih besar bahkan lebih tua darinya, bagaimana
menurutmu ?” Ling Ling berfikir dan mulai memahami “Ling Ling, kita hanya bisa
menjaga mereka dari jauh. Kehidupan mereka yang sebelumnya terlalu menderita,
semoga saja kehidupan baru mereka ini bisa bahagia.” Ling Ling mengangguk.
Gun
Gun “1 lagi, jangan membicarakan masalah orang tua lagi pada mereka” Ling Ling
“kenapa ?” Gun Gun menghela nafas “Ling Ling, kau mabuk saat itu mungkin tidak
menyadarinya. Setiap kali menyebut orang tua, raut wajah mereka selalu berubah
sedih, walau mencoba menutupinya tetap saja terlihat. Tiap kali mendengarmu mengungkit
orang tua, Hong Ling selalu meminum araknya” Wen Xin “dia sudah banyak
menderita…” Gun Gun “apa kau mengingat kata-kata Yu Huang ‘mereka hanya
memiliki satu sama lain’. Mereka sama-sama berasal dari Ling chi, membuat
mereka sendirian sejak lahir. Sebaik apapun kita ke mereka, mereka tetap
menjaga jarak pada kita. Selama 3 hari ini, kita sibuk mendapatkan kasih sayang
mereka, tidak memperhatikan perasaan mereka.”
Bai
Yi “Gun Gun, kau sudah dewasa. Ling Ling, jangan terlalu merasa bersalah.
Waigong percaya, dialam bawah sadar mereka, mereka mengenali kalian sebagai
anak-anak mereka” Bai Qian mengangguk dan memegang tangan Ling Ling dan Gun Gun
“saat malam diatas gunung, mereka tanpa sadar melindungi kalian yang tertidur
di pangkuan mereka. Paginya, melihat kalian yang masih tertidur pulas di
pangkuan mereka, walau menahan rasa sakit di kaki mereka, mereka menidurkan
kalian dengan posisi yang baik, masih menyelimuti kalian”. Ling Ling “aku akan
lebih memperhatikan mereka kelak… tidak akan membuat Niang Qin Fu Qin bersedih
lagi…” semua mengangguk.
Bai Ce “Zhe Yan,
menurutmu, berapa lama mereka akan biguang ?” Zhe Yan “dengan kemampuan mereka
yang sekarang, ingin menerobos pencapaian baru, apalagi energi sebesar itu,
akan membutuhkan waktu ribuan tahun” Lian Song “pantas Yu Huang mengatakan,
saat chuguang, sudah waktunya menikah, rupanya dia sudah memperhitungkan hal
ini…” Sou Wan “cih apanya melupakan, kulihat dia hanya berpura-pura… masih
begitu picik dan tak tahu malu…” Zhe Yan cekikikan “Sou Wan, dulu Dong Hua –
Feng Jiu yuhua, kau mabuk-mabukan sebulanan. Sekarang mereka kembali, baru
bertemu 3 hari, kau sudah tidak tahan mengumpat mereka” Sou Wan mencibir “ini
bukannya karena aku mengkhawtirkan mereka” Zu Zhe mencibir “mana ada kata-kata
mengkhawatirkan seperti kata-kata umpatanmu”.
__ADS_1