
Keesokan harinya, mereka
dibawa ke suatu arena yang berada di lembah yang diapit 3 gunung. Sama seperti
di aula, saat Feng Wei memasuki arena, semua berlutut menyambutnya. Yang
berbeda kali ini, sangat banyak yang mengangkat kepala menatap Feng Wei. Lian
Song “hei lihat mata para pemuda itu, mereka memuja Hong Ling…” Mei Shang
“tentu saja, sampai saat ini pesona Shen Zhu masih menempati posisi pertama…”
Qing Yun “shu… jangan sampai Shen Zhu mendengarmu, para pemuda itu harus
berhati-hati, tidak segera sadar diri, bisa saja mata mereka akan hilang
hahaha…”
Ling
Ling “kenapa Niang Qin memakai pakaian seperti itu ? apa Niang Qin juga akan
bertarung ?” Hao Lan “tentu saja… inti pertarungan ini adalah Shen Zhu. Shen
Zhu akan secara langsung mengetes semua… itulah sebabnya begitu banyak yang
ikut acara ini” Gun Gun “kenapa Jin Shan shushu dan Huo Huang ayi tidak ikut
bertarung” Qing Yun “kedua Zun juga ikut, tapi dihari terakhir... kedua Zun dan
5 jenderal tertinggi akan muncul di hari terakhir” Bai Qian “jadi Hong Ling
akan mengetes semua ? satu persatu ?” ketiganya menggeleng “mereka masih belum
layak bertarung satu persatu dengan Shen Zhu” Qing Yun menghela nafas “haih
semoga saja hasil kali ini lebih banyak…” Zhe Yan “lebih banyak ?” Hao Lun “yah
bisa mencapai 50% sudah sangat baik…” Qing Yun berdiri “kalian jaga mereka,
Shen Zhu sudah memanggilku…” meninggalkan mereka.
Qing
Yun mendekati Feng Wei, Feng Wei memberitahu sesuatu padanya, melirik yang dari
Si Hai Ba Huang. Qing Yun segera mengumumkan pertarungan dimulai. Feng Wei
berdiri di tengah arena, dengan sebuah pedang putih yang seperti terbuat dari
tulang. Qing Yun kembali ke rombongan Si Hai Ba Huang, memberi jiejue untuk
melindungi mereka “Shen Zhu mengatakan, kalian bisa ikut dalam pertarungan
tingkat aura di hari terakhir” Hua Zi “tingkat aura ?” Mei Shang “benarkah ?
asik sekali… Di Jun, kalian sangat beruntung, sudah lama tidak diadakan
pertarungan tingkat aura.” Gun Gun “apa itu ? seperti apa peratrungannya ?”
Qing Yun “di pertarungan tingkat aura, Shen Zhu akan memainkan sebuah alat
musik tapi bukan sembarang musik. Musik itu memiliki tingkatan energi, peserta
juga akan memainkan musik menyeimbangi musik Shen Zhu hingga tingkat tertinggi
yang bisa mereka capai. Jika beruntung, beberapa diantara peserta yang dianggap
layak oleh Shen Zhu, akan menerima pelatihan selama beberapa saat langsung oleh
Shen Zhu.” semua antusias.
Feng
Wei sudah memulai pertarungan di tengah arena, wajahnya masih santai meladeni
beberapa dewa dewi “siapa dewi itu ?” “oh dia putri Ding Zu, tampaknya dia
berhasil mendapat perhatian Shen Zhu…” “pertarungan pertama sudah mendapat
__ADS_1
pelatihan dari Shen Zhu, dia sangat beruntung” “lihat dua pemuda itu” “haih
masa depan suram…” ketiganya berdiskusi sambil melihat pertarungan. Yang lain
tidak mengerti apa yang mereka bicarakan “Qing Yun, apa yang terjadi dengan
kedua pemuda itu ?” disaat mereka berbincang, terlihat Feng Wei yang menyerang
kedua pemuda hingga masuk ke sebuah lingkaran cermin. “apa itu ?” “haih
tampaknya alam fana dan Di Yu akan penuh lagi…” “kalian lihat arena terbagi
menjadi beberapa jalan, jalan itu dibuka bukan tanpa maksud. Jalan itu untuk
membantu Shen Zhu menentukan hukuman dari para pengacau. Kedua pemuda itu hanya
tahu bersenang-senang, tidak mau belajar, menghalalkan nama baik orang tua
maupun ikatan untuk meningkatkan status mereka. Hari ini, mereka berani naik ke
atas panggung, sungguh cari mati. Bagi Shen Zhu, hanya ada layak dan tidak
layak.”
Mereka
dari luar arena, melihat Feng Wei melempar-lempar dewa dewi seperti melempar
bola saja. Semua membelalakkan mata, Long Jin Shan dan Feng Huo Huang terus
menggeleng-gelengkan kepala. Bai Qian “yang tertinggal hanya beberapa, yang
lain dihukum kemana ?” Qing Yun terus mengelap keringat “haih ini 10% saja tidak
sampai. Lihat wajah Shen Zhu sudah menahan emosi, hari ini sangat mengecewakan.
Shan Shen, apa ada makanan enak lagi hari ini ?” Xiao Long Nu “jiejie, disaat
seperti ini, anda masih memikirkan makanan !” menggelengkan kepala “tidak
seperti itu, suasana hati Shen Zhu sangat buruk, jika tidak ada yang
memperbaikinya, kita semua akan kena amarahnya” semua melihat ketiga dewa dewi
lihat Shen Zhu terhadap kalian begitu sabar dan ramah… Shen Zhu terkenal tidak
memiliki toleransi, dia adalah aturan hidup. Kalian juga sudah melihatnya di
aula, bukankah kalian juga tertekan oleh aura Shen Zhu !” semua mengangguk.
Feng
Wei mengakhiri pertarungan dengan memukul mundur semua peserta “tampaknya hidup
kalian terlalu enak hingga menjadi tidak berguna.” Menatap sinis semua peserta
yang muntah darah “serangan sekecil ini sudah membuat kalian terluka… kalian
fikir ini permainan anak kecil huh… sekali lagi seperti ini, kalian tidak perlu
ada di semesta” berjalan meninggalkan arena. Semua menahan luka, berlutut
berterima kasih dan memberi hormat pada Feng Wei. Lian Song “tidak berguna ?
tapi kemampuan mereka tidak buruk sama sekali !” Mei Shang “san dianxia,
kemampuan seperti itu, bahkan tidak layak menjadi di xian di Yu Zhou Da Lu”
semua terkejut. Kemampuan yang dibilang tidak berguna oleh Feng Wei, sudah
dianggap lumayan di Si Hai Ba Huang, melebihi Shan Xian, mendekati Shan Shen.
Qing Yun “ayo… ayo cepat, jangan membuat Shen Zhu menunggu, aku tidak mau menjadi
sasaran kemarahannya” Hao Lun “ayo cepat… cepat… lihat Yao Zun dan Zuo Zun juga
sudah jalan…” Mei Shang “dewa dewi, mari ikut kami…” segera kembali ke Cai Hong
gong.
__ADS_1
Begitu
masuk istana, Qing Yun bertanya pada seorang pelayan “mana Shen Zhu ?” “Da Ren,
Shen Zhu sedang berendam” Qing Yun menggosok-gosok dadanya “masih baik… masih
baik… Di Jun, tolong temani Shen Zhu, redakan emosinya… Shan Shen, tolong
buatkan kesukaan Shen Zhu…” Mei Shang “ayo… ayo cepat…” semua mengerutkan
kening, aneh melihat ketegangan ketiga dewa dewi. Tidak lama Long Jin Shan –
Feng Huo Huang, Jenderal Meng, dan Jenderal Han datang membawa
perkamen-perkamen “mana Huo Feng ?” bertanya pada Qing Yun “sedang berendam…”
“kita menunggunya di ruang kerja… Qing Yun, siapkan dupa penenang…” “baik…”
segera bergegas meninggalkan yang dari Si Hai Ba Huang.
Hua
Zi tidak dapat masuk ke permandian, tertahan jiejue Feng Wei, kembali menemui
Gun Gun dan Ling Ling “Fu Qin tidak bisa masuk…” “apa kemarahan Niang Qin
semenakutkan itu ?” “Jin Shan shushu dan Huo Huang ayi sampai tergesa-gesa
datang, ada apa ini ?”. “Da Ren… Da Ren…” dari luar, terdengar teriakan. Mei
Shang menatap ngeri pintu gerbang “sudah dimulai… bukankah Shen Zhu masih
didalam ?” Long Jin Shan dan Feng Huo Huang keluar, setelah mendengar keributan
“ada apa ?” teriakan yang terdengar dari luar gerbang, seketika hilang, Feng
Wei muncul dihadapan mereka dengan wajah menyeramkan, tidak ada yang berani
mengangkat kepala melihatnya “kemarikan !” Long Jin Shan menyerahkan perkamen
yang dibawanya, Feng Wei melihatnya sekilas, sebagian perkamen itu terbakar
“mau membentuk kaum baru, apa mereka layak…” berkata dengan penuh amarah.
Feng
Wei berjalan masuk ke ruang kerja di ikuti ketujuh dewa dewi. Sejam kemudian,
kelima dewa dewi keluar, meninggalkan Long Jin Shan dan Feng Huo Huang “Qing
Yun Da Ren, buatkan Shen Zhu air buah… semoga besok tidak separah ini…”
“bukankah karena tua bangka – tua bangka itu yang berulah” “harusnya jika
mereka sanggup, mereka saja yang maju, malah mengirim para kurcaci itu… mereka
terlalu menyepelekan Shen Zhu, akhirnya kaum mereka yang mendapat hukuman” kelimanya
menggelengkan kepala.
Hua
Zi “bagaimana Shen Zhu ?” Qing Yun “Di Jun, Shen Zhu mungkin akan menghabiskan
lebih banyak waktu dengan kedua Zun wang” Hua Zi “apa ada masalah ?” Qing Yun
“para tetua yang berulah hari ini memancing kemarahan Shen Zhu… dalam sekejab
18 kaum lenyap dari Da Lu” Bai Qian “lenyap ! apa maksudnya dengan lenyap ?”
Mei Shang “lenyap ! seluruh kaumnya dimusnahkan, area mereka diluluh lantakkan
Shen Zhu, kembali menjadi daratan kosong.” semua terkejut hingga tidak dapat
berkata-kata. Mei Shang “kasihan Shen Zhu, hari ini pasti sangat melelahkan
baginya…” Jenderal Meng “haih sudahlah… siapkan saja keperluan Shen Zhu…”
Jenderal Han “haih tidak tahu apa yang akan terjadi selajutnya ! apa tidak ada
__ADS_1
jalan lain ?” keempat lainnya menggeleng “hari-hari ini akan menjadi yang
terberat, bersiaplah !” kedua jenderal meninggalkan Cai Hong gong.