
Cheng Yu yang melihat Feng
Jiu segera berlutut memberi hormat “Zu Zhe memberi hormat pada Zheng Zhu.
Terima kasih atas berkah bantuan Zheng Zhu…” Feng Jiu tersenyum mengangkat
Cheng Yu yang sekarang mengaku sebagai Zu Zhe Shen “sudah kembali… nah sekarang
aku harus memanggilmu Cheng Yu atau Zu Zhe Shen ?” Cheng Yu tersenyum “Zheng
Zhu, anda tidak berubah sedikitpun…” Feng Jiu tersenyum “Di Jun, apa aku bisa
berbicara berdua dengan Di Hou ?” Feng Jiu cemberut “haih Cheng Yu, baru
kembali, sudah mau mencari masalah denganku…” melepaskan Dong Hua berjalan
menjauh bersama Zu Zhe Shen. Dong Hua melihat punggung Feng Jiu yang
menjauhinya, seperti terbebani banyak hal. Punggung kecil dan rentan tapi
memikul beban yang banyak dan berat ‘Xiao Bai…’.
Lian Song mendekati Dong Hua “Dong Hua, Zu Zhe memanggil
Feng Jiu – Zheng Zhu” Dong Hua melihat Lian Song “Zu Zhe mengatakan sesuatu ?”
Lian Song menggeleng “saat kembali, Zu Zhe hanya bertanya keberadaan dan
kondisi Feng Jiu. Setelah gerbang istana Tai Chen terbuka, Zu Zhe segera
datang”. Keduanya memperhatikan Feng Jiu dan Zu Zhe yang berbicara serius, Zu
Zhe memberikan sesuatu pada Feng Jiu. Feng Jiu mendengarkan dengan serius,
seperti gadis manja kekanakan sudah tidak ada disana. Semua yang melihat
mereka, merasa Feng Jiu begitu jauh, begitu asing, sosok yang begitu agung dan
mulia.
Tidak lama, Feng Jiu dan Cheng Yu kembali, Feng Jiu penuh
senyuman menghampiri dan menggendong Ling Ling “Ling Ling, Niang Qin
merindukanmu. Terima kasih, sudah merepotkan niang qin die” Wen Xin “tidak
merepotkan, Ling Ling anak yang sangat baik, tidak rewel” Dong Hua tersenyum lembut
merangkul Feng Jiu, memegang wajah kecil Ling Ling. Feng Jiu mencium wajah Ling
Ling “Dong Hua, beberapa hari lagi bolehkah kita ke gunung Kun Lun ? kita pergi
melihat Gun Gun” Dong Hua membelai kepala Feng Jiu “baik…”.
Lian Song membawa penasaran “Zu Zhe, sebelum menjadi Cheng
Yu, kau sudah mengenal Feng Jiu ?” Zu Zhe melirik Feng Jiu, Feng Jiu tersenyum
mengangguk “san dianxia sangat penasaran denganku !” Lian Song salah tingkah
“hehehe Di Hou, semua yang disini pun sangat penasaran” Feng Jiu tersenyum
penuh arti melihat wajah penasaran semuanya “hihihi… ingin mengetahui kisah
yang mulia, kalian harus membayar harga yang sangat tinggi” Zu Zhe tersenyum.
Dong Hua “Xiao Bai, katakanlah, aku ingin mengetahui seluruhnya !” Feng Jiu
__ADS_1
“apa yang ingin Di Jun-ku ini ketahui ?” Dong Hua “segalanya, siapa Fu Ren-ku
sebenarnya ? kenapa mereka memanggilmu Zheng Zhu ?” Feng Jiu acuh tak acuh
mengangkat bahu “bukankah kau sudah mengetahuinya, aku adalah Qing Qiu – Bai
Feng Jiu. Zheng Zhu hanya nama yang mereka pasangkan padaku, sama seperti Di
Jun bagimu”. Lian Song memandang Zu Zhe, kemudian memandang Feng Jiu “siapa
Zheng Zhu ?” Feng Jiu tersenyum melihat Lian Song “Lian Song dianxia memang
raja penggosip”.
Chong Lin dari luar datang menghadap “Di Jun, Di Hou,
diluar ada beberapa dewa dewi meminta menghadap Di Hou” raut wajah Feng Jiu
langsung berubah. Dong Hua merasakan perubahan Feng Jiu “Xiao Bai, kau mengenal
mereka ?” Feng Jiu melihat Zu Zhe menghela nafas jengkel “haih kalian ini,
tidak bisa membiarkanku istirahat sejenak.” Zu Zhe segera berlutut dengan
penyesalan “Zheng Zhu maaf, kalau bukan karena membantuku, anda…” Feng Jiu
memegang tangan Zu Zhe “sudahlah, cepat lambat juga terjadi. Zu Zhe, yang mulia
tidak pernah menyalahkanmu, jangan sedikit-sedikit berlutut, kau tahu aku
paling tidak suka melihat kalian berlutut kiri berlutut kanan.” Lian Song
membantu mengangkat Zu Zhe, Dong Hua merangkul Feng Jiu “Xiao Bai, ada masalah
?” Feng Jiu melihat Dong Hua dan lainnya, menghela nafas “haih sudahlah, Chong
Chong Lin membawa 8 dewa dewi masuk menghadap Feng Jiu,
semua segera berlutut “salam hormat Zheng Zhu”. Feng Jiu memijat pelipisnya
melirik Dong Hua “berdirilah…” dari langit pun terdengar suara “xiao Zheng Zhu,
sudah lama tidak bertemu” Budha dan Dewi Kwam In perlahan turun. Semakin
jeleklah wajah Feng Jiu “kalian ini sedang bekerja sama menjebakku ya !” Dewi
Kwam In tersenyum membelai kepala Feng Jiu “xiao Zheng Zhu, sudah memutuskan ?”
Feng Jiu menghela nafas “bukankah aku tidak maupun, kalian akan tetap memaksa
!” Budha tersenyum “xiao Zheng Zhu, kau pergi juga sudah sangat lama, disini
sudah anda bereskan semua, bukankah sudah waktunya kembali ?” semua berdiri memberi
hormat pada Budha dan Dewi Kwam In. Budha dan Dewi Kwam In menganggukkan
kepala, tanda menerima hormat mereka.
Semua
melihat Feng Jiu dengan tampang penasaran, Feng Jiu membuang muka “kalian kira
bisa memaksaku kah ?” Budha tersenyum “tentu tidak bisa… xiao Zheng Zhu adalah
siapa, kami bersatupun tidak akan bisa memaksa anda…” Dewi Kwam In mengambil
lembut tangan Feng Jiu “Zheng Zhu, bergerak dalam bayangan terus bukankah
__ADS_1
melelahkan ! status anda begitu tinggi, dengan adanya anda memimpin bukankah semua
akan lebih baik. Lihatlah Shao Yang, hanya dengan keberadaannya membuat semua
sungkan dan was was. Dengan adanya anda membimbingnya, bukankah akan sesuai
dengan tujuan anda disini !” salah satu dewi itu memberi hormat pada Feng Jiu
“Zheng Zhu, kami membutuhkan anda, Tian…” “You Rue…” dewi belum menyelesaikan
kalimatnya, sudah dipatahkan oleh dewa lainnya. Hal ini tidak luput dari
perhatian Feng Jiu, memandang dewa dewi satu persatu dengan tampang menyelidik.
Lainnya saling memandang, berusaha mencerna kata-kata mereka semua.
Dong
Hua memberikan Ling Ling ke Wen Xin, menghampiri Feng Jiu “Xiao Bai…” Feng Jiu
melihat Dong Hua dengan tatapan rumit, mendapat senyuman lembut Dong Hua. Feng
Jiu melihat semuanya dalam diam, seperti sedang berfikir keras. Budha
melihatnya pun tersenyum lembut “Shao Yang, tidak mengundang kami dudukkah ?”
Dong Hua tersenyum mengangguk, menarik Feng Jiu memimpin ke aula “Xiao Bai,
apapun yang terjadi, aku akan selalu disisimu menemani…” berbisik di
telinganya. Feng Jiu “tanpa ijinku, tidak akan ada yang terjadi !” semua
mengikuti mereka ke aula.
Dong
Hua tersenyum melayani Feng Jiu meminum tehnya “katakan saja, ada masalah apa
dengan Tian Ling Dong ?” “Zheng Zhu, ada keretakan di Tian Ling Dong…” aura
Feng Jiu berubah, semua menyadari perubahannya, suasana sudah berubah dingin.
Feng Jiu dengan dingin “sejak kapan ?” “7 hari yang lalu…” dewa dewi yang baru
datang saling bersahutan. “Zheng Zhu, Hei Ye memanfaatkan aurora kultivasi anda
membangkitkan kekuatannya” Feng Jiu sinis “ooo… tampaknya kelicikannya
bertambah…” yang lain terkejut dengan nada Feng Jiu. Selama ini hanya melihat
Feng Jiu yang kekanakan dan mengintimidasi, sangat jarang melihatnya emosi
seperti saat ini. “siapa yang mengatur aurora itu bisa muncul di langit 13 Si
Hai Ba Huang ?” dengan aura menyeramkan. Kedelapan dewa dewi saling melihat
“Zheng Zhu, saat anda menggunakan Yao Chu Xin, Hei Ye menyadarinya” “Yao Chu
Xin ? cih, masalah kecil begini juga mau dipergunakan olehnya…” “Zheng Zhu,
dengan anda tampil sebagai pemilik Yao Chu Xin, bayangan Hei Ye sudah tidak
dapat kembali ke tubuhnya. Hei Ye memanfaatkan momen kembalinya Zu Zhe dan
ketidak stabilan Hei Dong mengumpulkan energi. Hei Ye menyerap energi pendukung
anda dari aurora itu” meja didepan Feng Jiu hancur lebur, membuat semua
__ADS_1
terkejut. Semua dapat merasakan emosi Feng Jiu yang sedang bergejolak.