
Perayaan bayi Feng Wei, semua
keluarga berbahagia. Long Jin Shan dan Feng Huo Huang juga bermain bersama. Hua
Zi mempertunjukkan tarian 1.000 burung dan hujan bunga Fuling. Kue ultah Feng
Jiu kali ini berbentuk permata berlian pelangi mirip dengan yang di Zuan Bao
Shi Dao. Zuo Zun dan You Zun juga menyumbang pertunjukan. Anak-anak menari
mengelilingi bayi Feng Wei, bayi Feng Wei duduk ditengah bertepuk tangan dan
tertawa riang.
Hua
Zi duduk tersenyum lembut sambil melihat bayi Feng Wei. Hua Zi memikirkan
liotin itu, dia ingin mengganti liontin tapi belum menemukan yang cocok. Melihat
Bi Hai Cang Ling, Hua Zi teringat batu bercahaya ungu yang mengumpulkan aura
alam. Dari energi batu itu tercipta dirinya. Batu itu adalah hadiah paling
cocok untuk Feng Wei-nya. Hua Zi menitipkan bayi Feng Wei pada Bai Yi Fu Ren
dan pergi ke gua tertinggi di Bi Hai Cang Ling.
Hua
Zi masuk ke dalam gua, melihat batu bercahaya ungu itu. Batu itu melambangkan
dirinya, semakin bercahaya semakin kuat dirinya. Hua Zi merapal sihir
mengarahkan ke batu, dari batu terbentuk sebuah giok bercahaya ungu “kamu akan
menemani Feng Wei-ku setiap saat”. Hua Zi tersenyum puas melihat giok itu
menyihirnya menjadi sebuah liontin dan keluar dari gua.
Semua
sudah bersiap makan malam ketika Hua Zi kembali. Bayi Feng Wei menangis di
pelukan Xin Xin. Sudah sejam menangis, tidak ada yang berhasil menenangkannya. Hua
Zi segera menggendong bayi Feng Wei. Bayi Feng Wei terisak melihat Hua Zi,
memeluk lehernya dan menangis “hua… hua… hua…”. Hua Zi melihat lainnya, Xin Xin
menjelaskan “Niang Qin sudah menangis sejam, tidak tahu ada apa, mungkin tidak
melihat Fu Qin” Hua Zi menggosok-gosok punggung bayi Feng Wei “Feng Wei… Feng
Wei… Fu Jun sudah kembali, Fu Jun hanya pergi membuat hadiah untukmu” Seakan
mengerti, bayi Feng Wei berhenti menangis tetapi terisak melihat wajah Hua Zi.
Hua
Zi mengelap air mata dan mengecup pipi bayi Feng Wei “ayo, Fu Jun punya hadiah
untukmu”. Hua Zi mendudukkan bayi Feng Wei di pangkuannya. Anak-anak berkumpul
mengelilingi mereka. Hua Zi mengeluarkan liontin giok ungu dan memakaikan ke
leher bayi Feng Wei. Seketika liontin giok mengeluarkan cahaya ungu terang,
pelan-pelan memudar. Bayi Feng Wei melihat liontin giok tersenyum manis, meraih
wajah Hua Zi dan mengecup pipinya. Xiong Xiong berkomentar “Fu Qin, Niang Qin
menyukainya”.
Lian
Song menggoda “wah Hua Zi, walau masih bayi, Feng Wei sudah menyukaimu.
Sekarang hatimu dan sumber kehidupanmu ada padanya. Hati-hati kalau dia marah
dan membuang semuanya hahaha…” Hua Zi melirik Lian Song dan tersenyum bangga
pada bayi Feng Wei “tentu saja, Feng Wei paling mencintaiku. Feng Wei tidak
akan membuangku. Lian Song, kamu yang berhati-hati, Feng Wei marah bisa
__ADS_1
melemparmu kealam fana hahaha..” lainnya ikut tertawa.
You
Zun mengeluh “haih Huo Feng, cepatlah besar, kamu tidak tahu para suku kecil
itu mencoba membuat kekacauan. Tidak seru sama sekali bermain dengan mereka,
sangat membosankan dan memusingkan” Hua Zi bertanya “ada apa di Yu Zhou Da Lu
?” Zuo Zun menghela nafas “ingat dulu ada yang ingin memanfaatkan aura Hei Ye
dan Huo Feng” semua mengangguk “banyak suku yang beranggapan Huo Feng sudah
yuhua setelah bertempur melawan Hei Ye. Suku-suku iblis kecil itu mulai mencari
masalah. Mengetahui Hei Ye sudah tidak ada, berlomba-lomba ingin menjadi
pemimpin utama suku iblis. Gampang diatasi tapi merepotkan karena jumlahnya
yang banyak. Sebagian dari mereka ribut di wilayah sendiri tetapi berdampak
pada kekacauan wilayah lain”. Bai Jin berdiri dan mendengus kesal, Feng Huo
Huang membelai bulunya “kau tidak bisa kesana, hingga jiwa dan kekuatanmu
pulih…” Bai Jin cemberut “jangan sampai perjuangan Huo Feng sia-sia” Bai Jin
mengangguk dan menghela nafas. Mo Yuan berkomentar “apa yang biasa dilakukan
Shen Zhu ?”
You
Zun bersemangat “Huo Feng ? dia sangat pandai dalam bermain. Ada dia semua jadi
menyenangkan, tidak ada yang membosankan bersamanya. Dia selalu bisa
menghidupkan suasana”. Hua Zi tersenyum lembut menatap bayi Feng Wei “yah, dia
adalah segalanya. Dengan adanya dirinya, semua masalah bisa teratasi, masalah
besar menjadi kecil, masalah kecil jadi tak bermasalah. Kesedihan menjadi
kebahagiaan, ketidakberuntungan menjadi beruntung, kejahatan menjadi kebaikan.”
Dari tidak punya keluarga hingga menjadi keluarga besar. Cinta kasihnya,
kehangatannya, keceriaannya, kebaikan hatinya, perhatiannya, kecerdasannya,
bahkan kejahilannya bisa mengumpulkan kita semua” Hua Zi memeluk erat bayi Feng
Wei, bayi Feng Wei tertawa ‘kekekekeke…’
Yan
Ci Wu penasaran “Jin Shan, Huo Huang, bagaimana Xiao Jiu bermain ? apa saja
yang sudah dilakukannya ?” Zuo Zun mengomentari “bukankah kalian sudah pernah
membaca kisahnya !” akhirnya Zuo Zun dan Yao Zun menceritakan kisah Feng Wei
terutama kejahilannya dalam menyelesaikan masalah. Yang lain mendengar dengan seksama,
cerita tentang Feng Wei sangat menarik. Mereka tidak sabar menunggu Feng Wei
besar dan bermain bersama.
Bayi
Feng Wei tertidur di pelukan Hua Zi. Feng Huo Huang “Di Jun, sudah sampai mana
energimu ? apa sudah bisa mengeluarkan api abadi ?” Hua Zi “hanya bisa
mengeluarkan sebagian kecil...” Long Jin Shan “dengan waktu sesingkat ini, bisa
mengeluarkan sebagian kecil, sudah sangat baik. Jangan memaksakan diri, jangan
sampai tersesat didalamnya. Selain Huo Feng, tidak ada yang dapat membantumu
mengontrol api abadi.” Hua Zi mengangguk, mengeluarkan liontin batunya
“warnanya sudah lebih merah dari sebelumnya” Long Jin Shan “itu adalah giok Huo
Feng ‘giok wu chi’. Giok itu bisa menyerap 5 aura dan berubah menjadi 5 warna”
__ADS_1
Hua Zi “bagaimana bisa
berada di tangan Budha ?” Feng Huo Huang “demimu… Di Jun, disaat Huo Feng sudah
siap menghadapi Hei Ye, menitipkan semesta pada kami semua. Selain itu, Huo
Feng takut kau akan tersesat atau mencelakai dirimu sendiri, walaupun sudah ada
pelindung emas dan api abadi melindungimu. Huo Feng masih ada kekhawatiran akan
ada perubahan dengan pelindungnya disaat dirinya yuhua, jadi menitipkan giok
itu pada Budha” Hua Zi mengecup kening Feng Wei “masih demi diriku… Feng Wei,
bahkan kau sudah memikirkan begitu jauh… ada kau disisiku, aku tidak memerlukan
apapun… Feng Wei, satu-satunya yang bisa menyelamatkanku adalah dirimu.”
Long Jin Shan “Di Jun,
bukan hanya kau yang berfikir seperti itu… aku yakin kalian semua disini pun
memiliki pemikiran seperti itu !” tersenyum melihat semua “yang penting ada Huo
Feng, semua akan teratasi. Selama ada Huo Feng disisi kalian, kalian bisa
tenang menghadapi apapun” semua berfikir dan mengangguk. Feng Huo Huang “yang
kalian fikirkan dan rasakan, semua juga merasakannya… baik yang mengenal maupun
tidak mengenalnya, dalam hati semua, sudah menyimpan tempat khusus untuknya.
Siapapun yang bertemu dengannya, akan tertarik padanya. Di Jun, sebagai
pasangannya, kau akan selalu cemburu saat jalan bersamanya. Jangan melihat
kedatanganmu beberapa kali ke Yu Zhou Da Lu sebagai kondisi sebenarnya” Hua Zi
melihat Feng Huo Huang.
Feng Huo Huang melanjutkan
“tidak perlu melihatku seperti itu. Beberapa kali ini, Huo Feng selalu memasang
tampang serius dan dingin, membuat semua tidak dapat mendekat padanya. Semua
mengetahui masalah Hei Ye di Yu Zhou Da Lu, tidak mau membebaninya lagi dengan
hal lainnya. Saat tidak ada masalah dan Huo Feng berjalan santai hihihi…”
melihat Hua Zi. Sou Wan “apa ? apa yang akan terjadi ?” Long Jin Shan “Huo Feng
seperti madu yang menarik semua lebah. Dimanapun dia berjalan, akan ada banyak
yang mencari kesempatan dekat dengannya. Huo Feng tidak selalu mengeluarkan
aura mengintimidasi seperti yang kalian lihat di aula He. Selama tidak ada
masalah serius yang mengganggu ketenangannya, dia lebih banyak menjahili. Hanya
karena dia Shen Zhu, tidak ada yang berani marah padanya. Tapi lambat laun
kekesalan mereka berubah menjadi pemujaan, bahkan menjadi lalat-lalat
pengganggu”.
Lian Song “lalat-lalat
pengganggu…” melihat ke semua, kedua Zun Wang mengangguk. Feng Huo Huang
“disaat Huo Feng lagi senang, dia akan menjahili semua hanya untuk mendapatkan
ketenangannya. Tapi jika dia sedang tidak tenang, semua akan dihukum. Tapi
semuanya tidak ada kata menyerah, selalu kembali padanya hahaha…” Long Jin Shan
“hal itukan yang membuatmu marah hingga tersesat !” melihat ke Bai Jin yang
mengangguk padanya, menghela nafas “Di Jun, jika anda ingin bersamanya, anda
harus menggenggam erat dirinya… bukan saja waspada terhadap yang lain, tapi
terhadap dirinya sendiri juga. Da Hua ini sering kehilangan dirinya sendiri…
yang difikirkannya selalu yang lain, melupakan dirinya sendiri… selama ini kami
__ADS_1
semua sudah mencoba dan gagal… dewi satu ini terlalu licin…” Hua Zi mengangguk,
memeluk erat Feng Wei.