Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 133 - Liontin Feng Wei


__ADS_3

Perayaan bayi Feng Wei, semua


keluarga berbahagia. Long Jin Shan dan Feng Huo Huang juga bermain bersama. Hua


Zi mempertunjukkan tarian 1.000 burung dan hujan bunga Fuling. Kue ultah Feng


Jiu kali ini berbentuk permata berlian pelangi mirip dengan yang di Zuan Bao


Shi Dao. Zuo Zun dan You Zun juga menyumbang pertunjukan. Anak-anak menari


mengelilingi bayi Feng Wei, bayi Feng Wei duduk ditengah bertepuk tangan dan


tertawa riang.


        Hua


Zi duduk tersenyum lembut sambil melihat bayi Feng Wei. Hua Zi memikirkan


liotin itu, dia ingin mengganti liontin tapi belum menemukan yang cocok. Melihat


Bi Hai Cang Ling, Hua Zi teringat batu bercahaya ungu yang mengumpulkan aura


alam. Dari energi batu itu tercipta dirinya. Batu itu adalah hadiah paling


cocok untuk Feng Wei-nya. Hua Zi menitipkan bayi Feng Wei pada Bai Yi Fu Ren


dan pergi ke gua tertinggi di Bi Hai Cang Ling.


        Hua


Zi masuk ke dalam gua, melihat batu bercahaya ungu itu. Batu itu melambangkan


dirinya, semakin bercahaya semakin kuat dirinya. Hua Zi merapal sihir


mengarahkan ke batu, dari batu terbentuk sebuah giok bercahaya ungu “kamu akan


menemani Feng Wei-ku setiap saat”. Hua Zi tersenyum puas melihat giok itu


menyihirnya menjadi sebuah liontin dan keluar dari gua.


        Semua


sudah bersiap makan malam ketika Hua Zi kembali. Bayi Feng Wei menangis di


pelukan Xin Xin. Sudah sejam menangis, tidak ada yang berhasil menenangkannya. Hua


Zi segera menggendong bayi Feng Wei. Bayi Feng Wei terisak melihat Hua Zi,


memeluk lehernya dan menangis “hua… hua… hua…”. Hua Zi melihat lainnya, Xin Xin


menjelaskan “Niang Qin sudah menangis sejam, tidak tahu ada apa, mungkin tidak


melihat Fu Qin” Hua Zi menggosok-gosok punggung bayi Feng Wei “Feng Wei… Feng


Wei… Fu Jun sudah kembali, Fu Jun hanya pergi membuat hadiah untukmu” Seakan


mengerti, bayi Feng Wei berhenti menangis tetapi terisak melihat wajah Hua Zi.


        Hua


Zi mengelap air mata dan mengecup pipi bayi Feng Wei “ayo, Fu Jun punya hadiah


untukmu”. Hua Zi mendudukkan bayi Feng Wei di pangkuannya. Anak-anak berkumpul


mengelilingi mereka. Hua Zi mengeluarkan liontin giok ungu dan memakaikan ke


leher bayi Feng Wei. Seketika liontin giok mengeluarkan cahaya ungu terang,


pelan-pelan memudar. Bayi Feng Wei melihat liontin giok tersenyum manis, meraih


wajah Hua Zi dan mengecup pipinya. Xiong Xiong berkomentar “Fu Qin, Niang Qin


menyukainya”.


        Lian


Song menggoda “wah Hua Zi, walau masih bayi, Feng Wei sudah menyukaimu.


Sekarang hatimu dan sumber kehidupanmu ada padanya. Hati-hati kalau dia marah


dan membuang semuanya hahaha…” Hua Zi melirik Lian Song dan tersenyum bangga


pada bayi Feng Wei “tentu saja, Feng Wei paling mencintaiku. Feng Wei tidak


akan membuangku. Lian Song, kamu yang berhati-hati, Feng Wei marah bisa

__ADS_1


melemparmu kealam fana hahaha..” lainnya ikut tertawa.


        You


Zun mengeluh “haih Huo Feng, cepatlah besar, kamu tidak tahu para suku kecil


itu mencoba membuat kekacauan. Tidak seru sama sekali bermain dengan mereka,


sangat membosankan dan memusingkan” Hua Zi bertanya “ada apa di Yu Zhou Da Lu


?” Zuo Zun menghela nafas “ingat dulu ada yang ingin memanfaatkan aura Hei Ye


dan Huo Feng” semua mengangguk “banyak suku yang beranggapan Huo Feng sudah


yuhua setelah bertempur melawan Hei Ye. Suku-suku iblis kecil itu mulai mencari


masalah. Mengetahui Hei Ye sudah tidak ada, berlomba-lomba ingin menjadi


pemimpin utama suku iblis. Gampang diatasi tapi merepotkan karena jumlahnya


yang banyak. Sebagian dari mereka ribut di wilayah sendiri tetapi berdampak


pada kekacauan wilayah lain”. Bai Jin berdiri dan mendengus kesal, Feng Huo


Huang membelai bulunya “kau tidak bisa kesana, hingga jiwa dan kekuatanmu


pulih…” Bai Jin cemberut “jangan sampai perjuangan Huo Feng sia-sia” Bai Jin


mengangguk dan menghela nafas. Mo Yuan berkomentar “apa yang biasa dilakukan


Shen Zhu ?”


        You


Zun bersemangat “Huo Feng ? dia sangat pandai dalam bermain. Ada dia semua jadi


menyenangkan, tidak ada yang membosankan bersamanya. Dia selalu bisa


menghidupkan suasana”. Hua Zi tersenyum lembut menatap bayi Feng Wei “yah, dia


adalah segalanya. Dengan adanya dirinya, semua masalah bisa teratasi, masalah


besar menjadi kecil, masalah kecil jadi tak bermasalah. Kesedihan menjadi


kebahagiaan, ketidakberuntungan menjadi beruntung, kejahatan menjadi kebaikan.”


Dari tidak punya keluarga hingga menjadi keluarga besar. Cinta kasihnya,


kehangatannya, keceriaannya, kebaikan hatinya, perhatiannya, kecerdasannya,


bahkan kejahilannya bisa mengumpulkan kita semua” Hua Zi memeluk erat bayi Feng


Wei, bayi Feng Wei tertawa ‘kekekekeke…’


        Yan


Ci Wu penasaran “Jin Shan, Huo Huang, bagaimana Xiao Jiu bermain ? apa saja


yang sudah dilakukannya ?” Zuo Zun mengomentari “bukankah kalian sudah pernah


membaca kisahnya !” akhirnya Zuo Zun dan Yao Zun menceritakan kisah Feng Wei


terutama kejahilannya dalam menyelesaikan masalah. Yang lain mendengar dengan seksama,


cerita tentang Feng Wei sangat menarik. Mereka tidak sabar menunggu Feng Wei


besar dan bermain bersama.


        Bayi


Feng Wei tertidur di pelukan Hua Zi. Feng Huo Huang “Di Jun, sudah sampai mana


energimu ? apa sudah bisa mengeluarkan api abadi ?” Hua Zi “hanya bisa


mengeluarkan sebagian kecil...” Long Jin Shan “dengan waktu sesingkat ini, bisa


mengeluarkan sebagian kecil, sudah sangat baik. Jangan memaksakan diri, jangan


sampai tersesat didalamnya. Selain Huo Feng, tidak ada yang dapat membantumu


mengontrol api abadi.” Hua Zi mengangguk, mengeluarkan liontin batunya


“warnanya sudah lebih merah dari sebelumnya” Long Jin Shan “itu adalah giok Huo


Feng ‘giok wu chi’. Giok itu bisa menyerap 5 aura dan berubah menjadi 5 warna”

__ADS_1


Hua Zi “bagaimana bisa


berada di tangan Budha ?” Feng Huo Huang “demimu… Di Jun, disaat Huo Feng sudah


siap menghadapi Hei Ye, menitipkan semesta pada kami semua. Selain itu, Huo


Feng takut kau akan tersesat atau mencelakai dirimu sendiri, walaupun sudah ada


pelindung emas dan api abadi melindungimu. Huo Feng masih ada kekhawatiran akan


ada perubahan dengan pelindungnya disaat dirinya yuhua, jadi menitipkan giok


itu pada Budha” Hua Zi mengecup kening Feng Wei “masih demi diriku… Feng Wei,


bahkan kau sudah memikirkan begitu jauh… ada kau disisiku, aku tidak memerlukan


apapun… Feng Wei, satu-satunya yang bisa menyelamatkanku adalah dirimu.”


Long Jin Shan “Di Jun,


bukan hanya kau yang berfikir seperti itu… aku yakin kalian semua disini pun


memiliki pemikiran seperti itu !” tersenyum melihat semua “yang penting ada Huo


Feng, semua akan teratasi. Selama ada Huo Feng disisi kalian, kalian bisa


tenang menghadapi apapun” semua berfikir dan mengangguk. Feng Huo Huang “yang


kalian fikirkan dan rasakan, semua juga merasakannya… baik yang mengenal maupun


tidak mengenalnya, dalam hati semua, sudah menyimpan tempat khusus untuknya.


Siapapun yang bertemu dengannya, akan tertarik padanya. Di Jun, sebagai


pasangannya, kau akan selalu cemburu saat jalan bersamanya. Jangan melihat


kedatanganmu beberapa kali ke Yu Zhou Da Lu sebagai kondisi sebenarnya” Hua Zi


melihat Feng Huo Huang.


Feng Huo Huang melanjutkan


“tidak perlu melihatku seperti itu. Beberapa kali ini, Huo Feng selalu memasang


tampang serius dan dingin, membuat semua tidak dapat mendekat padanya. Semua


mengetahui masalah Hei Ye di Yu Zhou Da Lu, tidak mau membebaninya lagi dengan


hal lainnya. Saat tidak ada masalah dan Huo Feng berjalan santai hihihi…”


melihat Hua Zi. Sou Wan “apa ? apa yang akan terjadi ?” Long Jin Shan “Huo Feng


seperti madu yang menarik semua lebah. Dimanapun dia berjalan, akan ada banyak


yang mencari kesempatan dekat dengannya. Huo Feng tidak selalu mengeluarkan


aura mengintimidasi seperti yang kalian lihat di aula He. Selama tidak ada


masalah serius yang mengganggu ketenangannya, dia lebih banyak menjahili. Hanya


karena dia Shen Zhu, tidak ada yang berani marah padanya. Tapi lambat laun


kekesalan mereka berubah menjadi pemujaan, bahkan menjadi lalat-lalat


pengganggu”.


Lian Song “lalat-lalat


pengganggu…” melihat ke semua, kedua Zun Wang mengangguk. Feng Huo Huang


“disaat Huo Feng lagi senang, dia akan menjahili semua hanya untuk mendapatkan


ketenangannya. Tapi jika dia sedang tidak tenang, semua akan dihukum. Tapi


semuanya tidak ada kata menyerah, selalu kembali padanya hahaha…” Long Jin Shan


“hal itukan yang membuatmu marah hingga tersesat !” melihat ke Bai Jin yang


mengangguk padanya, menghela nafas “Di Jun, jika anda ingin bersamanya, anda


harus menggenggam erat dirinya… bukan saja waspada terhadap yang lain, tapi


terhadap dirinya sendiri juga. Da Hua ini sering kehilangan dirinya sendiri…


yang difikirkannya selalu yang lain, melupakan dirinya sendiri… selama ini kami

__ADS_1


semua sudah mencoba dan gagal… dewi satu ini terlalu licin…” Hua Zi mengangguk,


memeluk erat Feng Wei.


__ADS_2