
Bab 26 –
“kalian,
keluar dari sini ! kalian berisik !” terdengar nada sinis yang lemah dari
ranjang. Dong Hua langsung melihat Huo Feng “Feng Wei, kau sudah sadar ! masih
tidak enak ?” membantu Huo Feng yang berusaha untuk duduk “mana ulat-ulat nakal
itu ?” ketujuhnya memeletkan lidah. Huo Feng melihat semua terdiam, mengerahkan
sihir. Segera sebuah bola jiejue terbentuk dengan ribuan kunang-kunang di
dalamnya.
Huo Feng
tersenyum menyeramkan “mengerjaiku ! kalian berani sekali !” semua
kunang-kunang menggeleng-geleng dan menciut, memeluk teman-temannya. Huo Feng
nyengir “Qi Hua kan !” menjentikkan jari. Dalam bola jiejue, muncul banyak
bunga, semua kunang-kunang berusaha menjauh dari bunga-bunga itu. Huo Feng
“bukankah kalian menyukainya… yang mulia memberi kesenangan ini selama 7 hari
kepada kalian ! bawa pergi !” menunduk dengan tubuh gemetar, Qing Yun segera
membawa bola jiejue pergi.
Dong Hua
memapahnya “Feng Wei, ada apa ? dimana yang sakit ?” Huo Feng ngos-ngosan dan
terbata-bata “semua sakit…” Dong Hua menarik Zhe Yan “Huo Feng, tubuhmu
kelelahan, makanlah sedikit !” Huo Feng menggeleng “perutku berputar… Hua Zi
gege, aku mau di gendong !” semua terpana mendengar permintaan Huo Feng.
Tanpa
membantah, Dong Hua langsung memberikan punggungnya “ayo… aku membawamu
jalan-jalan, menghirup udara segar…” Huo Feng dipapah Ling Ling dan Xin Xin,
naik ke atas punggung Dong Hua, memberikan jubah luar padanya. Dong Hua
berjalan, keluar dari kamar, berjalan di sekitar, hingga Huo Feng tertidur
kembali.
Zhe Yan
“bagaimanapun harus memaksanya makan sedikit… perutnya akan semakin sakit jika
tidak ada sesuatu yang masuk.” Wen Xin segera ke dapur. Ling Ling bersandar
pada Jin Cheng “Niang Qin sangat suka di gendong di punggung Fu Qin !” Jin
Cheng menyahut “karena Huo Feng niang tidak ingin Dong Hua die melihat
kesakitannya !” Ling Ling meneteskan air mata “penderitaan Niang Qin… Fu Qin
mengikuti semuanya !” Jin Cheng mengelap air mata Ling Ling “Dong Hua die
berusaha memahami Huo Feng niang. Keinginan die untuk selalu bersama niang,
memanjakan dan menyayanginya dengan caranya sendiri” Ling Ling mengangguk.
__ADS_1
Huo Feng
menaruh kepalanya di pundak Dong Hua “ugh… Hua Zi gege, nyanyikan sebuah lagu
untukku !” Dong Hua tersenyum “Feng Wei ingin mendengar lagu apa ?” Huo Feng
“lagu yang Di Jun nyanyikan di Dunia Mimpi Aranjo…” Dong Hua “baik, tapi Fu Ren
harus menyanyikan sebuah lagu untukku juga nanti !” Huo Feng mengangguk lemah.
Dong Hua mulai menyanyi. Dipertengahan lagu, Huo Feng sudah kembali tertidur.
Selama 5
hari, Huo Feng sakit. Setiap bangun, meminta Dong Hua menggendongnya dan
menyanyikan lagu untuknya. Dong Hua menyuapi Huo Feng cairan dengan mulutnya. Dong
Hua tersenyum memanjakan, demam Huo Feng sudah turun, tidak mual dan muntah lagi.
Huo Feng bersandar di pelukan Dong Hua “Hua Zi gege, kau ingin kemana ?” Dong
Hua membelai rambut Huo Feng “aku ingin melihat semua tempat yang pernah kau
lewati !” Huo Feng “hmm… itu akan sangat lama, semesta ini begitu luas !” Dong
Hua tersenyum “tidak masalah, kita mempunyai semua waktu !” Huo Feng mengiyakan
“baiklah… akan membawamu berputar… tapi yang pertama, kita akan ke Xing Shen Da
Lu…” Dong Hua langsung mengiyakan “baik…”.
Huo Feng
tersenyum manis, semakin merapatkan dirinya pada pelukan Dong Hua. Dong Hua
tersenyum manis, Huo Feng menjadi sangat manja padanya. Setelah Huo Feng
menemani, bersama 2 pasangan Zun Wang lainnya dan 2 pasang lainnya. Sementara
yang dari Si Hai Ba Huang, terkadang datang beberapa hari dan kembali sendiri.
Melihat tidak adanya penurunan pada tubuh Huo Feng, semua menghela nafas
kelegaan. Ada Dong Hua yang selalu siap sedia di samping Huo Feng dan 4 anak
yang bawel di sekitarnya. Huo Feng menikmati perhatian semua padanya. Sesuai
perkataannya, akan mendengarkan semua kata-kata Dong Hua dan anak-anak mereka.
3 bulan
setelahnya, Huo Feng membawa Dong Hua ke Xing Shen Da Lu. Semesta yang baru
diciptakan itu masih mengalami banyak pergolakan. Dong Hua nyengir “hampir sama
dengan Si Hai Ba Huang sebelumnya !” Huo Feng cekikikan “Hua Zi gege, bagaimana
kalau gege yang menjadi Tian Di Gong Zhu disini ?” Dong Hua menggeleng “tidak
berminat…” “ooo…” Huo Feng melihatnya dengan tampang usil.
Dong Hua
menyentil kening Huo Feng “kau ini ! kau sudah tahu yang kuinginkan, masih
mempermainkanku !” Huo Feng menggosok keningnya sambil cekikikan “Zhu Ren, Shen
Jun, kalian sudah datang !” Man Dong menghampiri. Huo Feng mengangguk,
mengikuti ke tempat Man Dong.
__ADS_1
Ketujuh
kesayangan segera berkumpul “Zhu Ren, apa kalian mau berputar ?” Huo Feng
mengangguk “kapan kalian mulai membenahi di sini ?” santai sambil melihat
catatan-catatan ketujuh kesayangan. Huo Fei “ah biarkan saja dahulu Zhu Ren.
Ini masih belum seberapa, mungkin masih 5.000 – 10.000 tahun lagi” Huo Feng
mengangguk “sudah berapa banyak yang menjelma ?” Shanguang “masih sekitar 40 %”
Huo Feng
mengerutkan kening “apa ada masalah ?” ketujuhnya menggeleng “Zhu Ren, pada
dasarnya sudah ada yang berusia ratusan ribu tahun dan ada yang berevolusi.”
Huo Feng mengangguk “kalian atur saja ! ini masih sebagian kecil…” ketujuhnya
mengangguk. Huo Feng beralih ke Dong Hua “Hua Zi gege, kita berganti pakaian…”
menarik Dong Hua.
Huo Feng
dan Dong Hua mengelilingi Xing Shen Da Lu selama 200 tahun. Keduanya melihat
kekacauan-kekacauan kecil yang terjadi tapi tidak memberi tangan. Dong Hua
mulai mempelajarinya “Feng Wei, apa Si Hai Ba Huang juga seperti ini sebelumnya
?” Huo Feng menggeleng “Si Hai Ba Huang kubiarkan berkembang sendiri… itu
adalah semesta baru…” Dong Hua “Bi Hai Cang Ling ?” bertanya.
Huo Feng
tersenyum “kau ingin bertanya sejarah penciptaanmu ?” Dong Hua mengangguk “saat
menciptakannya, aku hanya menambahkan batu ungu sebagai pusat Ling Chi dari Si
Hai Ba Huang. Bagaimanapun membiarkan sebuah semesta baru tanpa memiliki panutan,
mengandung resiko yang besar. Sementara yang terlahir dari rahim, tidak akan
setegar kelahiran sendiri”
Dong Hua
“bagaimana dengan Fu Shen ?” Huo Feng “hmm… Fu Shen, salah satu dari dewa yang
menyukai kedamaian awalnya. Sama seperti disini, saat itu Fu Shen lah yang
tampil membereskan kekacauan kecil. Hati seseorang tidak ada yang bisa
menebaknya, bisa atau tidak bertahan tergantung pribadi masing-masing”
Dong Hua
memeluk Huo Feng “terima kasih telah memberikanku segalanya !” Huo Feng
tersenyum “Hua Zi gege, apa impianmu ?’ Dong Hua tersenyum manis “selalu dan
selamanya bersama denganmu. Feng Wei, dari saat kau menciptakanku, aku hanyalah
sebongkah batu. Kehadiranmu yang menghembuskan nafas kehidupan padaku. Impianku
adalah dirimu.” Huo Feng memeluk Dong Hua “aku akan selalu bersamamu !” memberi
pernyataannya. Dong Hua terharu hingga meneteskan air mata “terima kasih Feng
__ADS_1
Wei… kata-katamu ini yang kutunggu, hingga mau gila.”