Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Extra Bab 26


__ADS_3

Bab 26 –


       “kalian,


keluar dari sini ! kalian berisik !” terdengar nada sinis yang lemah dari


ranjang. Dong Hua langsung melihat Huo Feng “Feng Wei, kau sudah sadar ! masih


tidak enak ?” membantu Huo Feng yang berusaha untuk duduk “mana ulat-ulat nakal


itu ?” ketujuhnya memeletkan lidah. Huo Feng melihat semua terdiam, mengerahkan


sihir. Segera sebuah bola jiejue terbentuk dengan ribuan kunang-kunang di


dalamnya.


Huo Feng


tersenyum menyeramkan “mengerjaiku ! kalian berani sekali !” semua


kunang-kunang menggeleng-geleng dan menciut, memeluk teman-temannya. Huo Feng


nyengir “Qi Hua kan !” menjentikkan jari. Dalam bola jiejue, muncul banyak


bunga, semua kunang-kunang berusaha menjauh dari bunga-bunga itu. Huo Feng


“bukankah kalian menyukainya… yang mulia memberi kesenangan ini selama 7 hari


kepada kalian ! bawa pergi !” menunduk dengan tubuh gemetar, Qing Yun segera


membawa bola jiejue pergi.


Dong Hua


memapahnya “Feng Wei, ada apa ? dimana yang sakit ?” Huo Feng ngos-ngosan dan


terbata-bata “semua sakit…” Dong Hua menarik Zhe Yan “Huo Feng, tubuhmu


kelelahan, makanlah sedikit !” Huo Feng menggeleng “perutku berputar… Hua Zi


gege, aku mau di gendong !” semua terpana mendengar permintaan Huo Feng.


Tanpa


membantah, Dong Hua langsung memberikan punggungnya “ayo… aku membawamu


jalan-jalan, menghirup udara segar…” Huo Feng dipapah Ling Ling dan Xin Xin,


naik ke atas punggung Dong Hua, memberikan jubah luar padanya. Dong Hua


berjalan, keluar dari kamar, berjalan di sekitar, hingga Huo Feng tertidur


kembali.


Zhe Yan


“bagaimanapun harus memaksanya makan sedikit… perutnya akan semakin sakit jika


tidak ada sesuatu yang masuk.” Wen Xin segera ke dapur. Ling Ling bersandar


pada Jin Cheng “Niang Qin sangat suka di gendong di punggung Fu Qin !” Jin


Cheng menyahut “karena Huo Feng niang tidak ingin Dong Hua die melihat


kesakitannya !” Ling Ling meneteskan air mata “penderitaan Niang Qin… Fu Qin


mengikuti semuanya !” Jin Cheng mengelap air mata Ling Ling “Dong Hua die


berusaha memahami Huo Feng niang. Keinginan die untuk selalu bersama niang,


memanjakan dan menyayanginya dengan caranya sendiri” Ling Ling mengangguk.

__ADS_1


Huo Feng


menaruh kepalanya di pundak Dong Hua “ugh… Hua Zi gege, nyanyikan sebuah lagu


untukku !” Dong Hua tersenyum “Feng Wei ingin mendengar lagu apa ?” Huo Feng


“lagu yang Di Jun nyanyikan di Dunia Mimpi Aranjo…” Dong Hua “baik, tapi Fu Ren


harus menyanyikan sebuah lagu untukku juga nanti !” Huo Feng mengangguk lemah.


Dong Hua mulai menyanyi. Dipertengahan lagu, Huo Feng sudah kembali tertidur.


Selama 5


hari, Huo Feng sakit. Setiap bangun, meminta Dong Hua menggendongnya dan


menyanyikan lagu untuknya. Dong Hua menyuapi Huo Feng cairan dengan mulutnya. Dong


Hua tersenyum memanjakan, demam Huo Feng sudah turun, tidak mual dan muntah lagi.


Huo Feng bersandar di pelukan Dong Hua “Hua Zi gege, kau ingin kemana ?” Dong


Hua membelai rambut Huo Feng “aku ingin melihat semua tempat yang pernah kau


lewati !” Huo Feng “hmm… itu akan sangat lama, semesta ini begitu luas !” Dong


Hua tersenyum “tidak masalah, kita mempunyai semua waktu !” Huo Feng mengiyakan


“baiklah… akan membawamu berputar… tapi yang pertama, kita akan ke Xing Shen Da


Lu…” Dong Hua langsung mengiyakan “baik…”.


Huo Feng


tersenyum manis, semakin merapatkan dirinya pada pelukan Dong Hua. Dong Hua


tersenyum manis, Huo Feng menjadi sangat manja padanya. Setelah Huo Feng


menemani, bersama 2 pasangan Zun Wang lainnya dan 2 pasang lainnya. Sementara


yang dari Si Hai Ba Huang, terkadang datang beberapa hari dan kembali sendiri.


Melihat tidak adanya penurunan pada tubuh Huo Feng, semua menghela nafas


kelegaan. Ada Dong Hua yang selalu siap sedia di samping Huo Feng dan 4 anak


yang bawel di sekitarnya. Huo Feng menikmati perhatian semua padanya. Sesuai


perkataannya, akan mendengarkan semua kata-kata Dong Hua dan anak-anak mereka.


3 bulan


setelahnya, Huo Feng membawa Dong Hua ke Xing Shen Da Lu. Semesta yang baru


diciptakan itu masih mengalami banyak pergolakan. Dong Hua nyengir “hampir sama


dengan Si Hai Ba Huang sebelumnya !” Huo Feng cekikikan “Hua Zi gege, bagaimana


kalau gege yang menjadi Tian Di Gong Zhu disini ?” Dong Hua menggeleng “tidak


berminat…” “ooo…” Huo Feng melihatnya dengan tampang usil.


Dong Hua


menyentil kening Huo Feng “kau ini ! kau sudah tahu yang kuinginkan, masih


mempermainkanku !” Huo Feng menggosok keningnya sambil cekikikan “Zhu Ren, Shen


Jun, kalian sudah datang !” Man Dong menghampiri. Huo Feng mengangguk,


mengikuti ke tempat Man Dong.

__ADS_1


Ketujuh


kesayangan segera berkumpul “Zhu Ren, apa kalian mau berputar ?” Huo Feng


mengangguk “kapan kalian mulai membenahi di sini ?” santai sambil melihat


catatan-catatan ketujuh kesayangan. Huo Fei “ah biarkan saja dahulu Zhu Ren.


Ini masih belum seberapa, mungkin masih 5.000 – 10.000 tahun lagi” Huo Feng


mengangguk “sudah berapa banyak yang menjelma ?” Shanguang “masih sekitar 40 %”


Huo Feng


mengerutkan kening “apa ada masalah ?” ketujuhnya menggeleng “Zhu Ren, pada


dasarnya sudah ada yang berusia ratusan ribu tahun dan ada yang berevolusi.”


Huo Feng mengangguk “kalian atur saja ! ini masih sebagian kecil…” ketujuhnya


mengangguk. Huo Feng beralih ke Dong Hua “Hua Zi gege, kita berganti pakaian…”


menarik Dong Hua.


Huo Feng


dan Dong Hua mengelilingi Xing Shen Da Lu selama 200 tahun. Keduanya melihat


kekacauan-kekacauan kecil yang terjadi tapi tidak memberi tangan. Dong Hua


mulai mempelajarinya “Feng Wei, apa Si Hai Ba Huang juga seperti ini sebelumnya


?” Huo Feng menggeleng “Si Hai Ba Huang kubiarkan berkembang sendiri… itu


adalah semesta baru…” Dong Hua “Bi Hai Cang Ling ?” bertanya.


Huo Feng


tersenyum “kau ingin bertanya sejarah penciptaanmu ?” Dong Hua mengangguk “saat


menciptakannya, aku hanya menambahkan batu ungu sebagai pusat Ling Chi dari Si


Hai Ba Huang. Bagaimanapun membiarkan sebuah semesta baru tanpa memiliki panutan,


mengandung resiko yang besar. Sementara yang terlahir dari rahim, tidak akan


setegar kelahiran sendiri”


Dong Hua


“bagaimana dengan Fu Shen ?” Huo Feng “hmm… Fu Shen, salah satu dari dewa yang


menyukai kedamaian awalnya. Sama seperti disini, saat itu Fu Shen lah yang


tampil membereskan kekacauan kecil. Hati seseorang tidak ada yang bisa


menebaknya, bisa atau tidak bertahan tergantung pribadi masing-masing”


Dong Hua


memeluk Huo Feng “terima kasih telah memberikanku segalanya !” Huo Feng


tersenyum “Hua Zi gege, apa impianmu ?’ Dong Hua tersenyum manis “selalu dan


selamanya bersama denganmu. Feng Wei, dari saat kau menciptakanku, aku hanyalah


sebongkah batu. Kehadiranmu yang menghembuskan nafas kehidupan padaku. Impianku


adalah dirimu.” Huo Feng memeluk Dong Hua “aku akan selalu bersamamu !” memberi


pernyataannya. Dong Hua terharu hingga meneteskan air mata “terima kasih Feng

__ADS_1


Wei… kata-katamu ini yang kutunggu, hingga mau gila.”


__ADS_2