
Bab 407 –
Shen Yao tersadar 5 hari kemudian “Shen Yao, kau sudah
sadar ?” Tian Guang memapahnya “shhh…” Shen Yao meringis kesakitan “maaf,
menyusahkanmu !” Tian Guang tersenyum lembut “Shen Yao, tidak menyusahkan…
dapat merawatmu adalah kebahagiaanku” Shen Yao mengangkat kepalanya, Tian Guang
merapikan rambut Shen Yao “Shen Yao, perasaanku padamu, kau pasti sudah
mengetahuinya.” Shen Yao terdiam.
Tian Guang menarik Shen Yao ke pelukannya “Shen Yao, aku
tidak akan meminta maaf… dari pertama bertemu denganmu, aku sudah jatuh cinta
padamu… aku tidak memintamu mencintaiku, hanya biarkan aku berada di sampingmu,
bisakah ?” Shen Yao menutup mata “kau sudah menolongku, aku tidak mau berhutang
budi. Apa yang kau inginkan ?” Tian Guang menunjuk dada Shen Yao “hatimu !”
Shen Yao terbelalak “biarkan aku yang menjaganya !” Shen Yao terdiam.
Tian Guang tersenyum lembut, mengecup kening Shen Yao “ini
sudah terlambat beberapa hari… Shen Yao, selamat ulang tahun !” memasukkan
sebuah cincin di jari manis Shen Yao, mengangkat dan mengecup tangannya. Tian
Guang tersenyum manis, menatap Shen Yao “Shen Yao, aku mencintaimu !” dengan
lembut memeluk Shen Yao “hatimu adalah milikku !” Shen Yao menghela nafas,
fikirannya kalut, bukan saja memikirkan kata-kata Tian Guang.
Shen
Yao memikirkan banyak hal “Shen Yao, tidak perlu memikirkan apapun, pulihkan
saja dulu lukamu” Tian Guang menasehati. Shen Yao mengerutkan kening “tolong
papah aku keluar !” Tian Guang “baik, perlahan…” memapah Shen Yao keluar. Shen
Yao melihat langit, bersiul. Tidak lama, seekor elang melesat turun ke hadapan
Shen Yao. Shen Yao membungkus sesuatu, menaruhnya di kaki elang dan melapasnya
pergi.
Tian
Guang “Shen Yao, istirahatlah kembali” Shen Yao mengangguk. Tian Guang
membaringkan Shen Yao “Tian Guang, bagaimana lukamu ?” Tian Guang menggeleng
“tidak masalah !” Shen Yao duduk, kemarikan tanganmu, memeriksa nadi Tian Guang
“ini minumlah…” mengeluarkan sebuah pil dari botol bawaannya. Tian Guang
meminum pilnya “Shen Yao, kau marah padaku ?” Shen Yao mengerutkan kening “Shen
Yao…”.
Tian
Guang mengambil tangan Shen Yao “Shen Yao, dengarlah… kau adalah milikku !
apapun yang akan kau lakukan nantinya, aku akan selalu bersamamu ! jika aku
tahu, kau melakukan hal berbahaya di belakangku dan meninggalkanku sendiri. Aku
__ADS_1
akan bunuh diri untuk menemanimu !” Shen Yao tercengang “Tuan Muda Chen…” Tian
Guang menutup mulut Shen Yao “Shen Yao, aku tidak mau mendengar bantahanmu… aku
tidak akan menang darimu, akupun tidak berniat menang. Sejak kau memasuki
hatiku, hidupku dan diriku sudah menjadi milikmu. Aku tidak akan bisa hidup
tanpamu. Aku tidak akan menerima alasan apapun, kau tidak akan bisa
membujukku.”
Shen
Yao menghela nafas, memijat pelipisnya “Tian Guang…” Tian Guang tersenyum manis
“sudah lelahkan ! berbaringlah…” membaringkan Shen Yao kembali. Tian Guang ikut berbaring disamping, menarik
Shen Yao ke pelukannya “shu… sudah terbiasa memelukmu tidur lima hari ini
! tutup matamu, tidurlah, aku akan
melindungimu” Shen Yao merasa kepalanya sangat berat, bagai lem, menutup mata
dan tertidur. Tian Guang tersenyum lembut, mengecup kening Shen Yao, memeluk erat
dan tertidur.
Paginya,
Shen Yao terbangung dengan patukan burung di tubuhnya. Di atasnya sudah berdiri
seekor elang “Fei Ye…” Tian Guang pun ikut terbangun “ada apa ?” melihat Shen
Yao yang sedang membaca surat dari kaki elang “mereka semua selamat, hanya luka
ringan… Tian Guang, apa kau sudah bisa berjalan ?” Tian Guang mengerutkan
kening “Shen Yao, lukamu belum pulih” Shen Yao “tidak masalah… kita harus
membawamu, tapi kau tidak boleh memaksakan diri” Shen Yao tersenyum manis “Tuan
Muda Chen, kau ini sedang mengatur Putri Mahkota !” Tian Guang menggeleng
“tidak, aku sedang menjaga gadis tercintaku” Shen Yao memainkan matanya.
Tian
Guang tersenyum, memeluk Shen Yao “kau… kau lepaskan aku !” Shen Yao meronta.
Tian Guang menaruh satu tangannya di belakang kepala Shen Yao “Shen Yao, kau
tidak menolakku, apa aku bisa menganggap kau menerimaku ?” Shen Yao “si… siapa
yang menerimamu !” wajahnya memerah. Tian Guang “Shen Yao-ku malu ?” menatap
wajah memerah Shen Yao “lepaskan aku !” “tidak lepas, tidak akan pernah
melepasmu !” Shen Yao mendengus kesal.
Tian
Guang melerai pelukan, mengarahkan wajah Shen Yao menatapnya. Tian Guang
menatapnya lembut, perlahan menempelkan bibir mereka. Mata Shen Yao terbelalak,
tidak sanggup bergerak sesaat, mendorong Tian Guang, menutup bibirnya “ciuman
pertamaku” Tian Guang menggeleng “ini sudah ciuman ke 8 kita…” mata ShenYao
terbuka lebar dengan keterkejutan. Tian Guang cekikikan “ciuman pertama saat
menyuapimu obat 6 hari yang lalu !” “mesum” Shen Yao memukuli Tian Guang
__ADS_1
membuat lukanya kembali sakit, meringis.
Tian
Guang segera memapahnya “sudah tidak bercanda lagi, bagaimana ?” Shen Yao
“sakit !” Tian Guang “duduklah… biarkan aku memeriksanya…” membuka pakaian Shen
Yao “apa yang mau kau lakukan ?” Tian Guang “melihat lukamu !” Shen Yao “ti…
tidak…” Tian Guang tersenyum mengecup keningnya “bukankah sudah terlambat kau
menutupinya ! aku akan bertanggung jawab padamu Fu Ren” Shen Yao tercengang
“si… siapa Fu Ren-mu !” Tian Guang “gadis cilikku yang sedang malu saat ini.
Ayo, aku akan melihat dan menaruh obat baru !”
Shen
Yao canggung, tidak berani bergerak. Tian Guang membersihkan luka Shen Yao
“masih baik, tidak berdarah lagi ! setelah tiba di kota, kita akan
memeriksakannya. Tahan sebentar, aku akan membersihkannya !” Tian Guang
membersihkan perlahan, sambil meniup-niup agar Shen Yao tidak kesakitan
“sakitkah ?” Shen Yao “pedih !” Tian Guang memelankan gerakannya lagi, memberi
obat baru dan memerbannya. Sebelum memakaikan pakaian Shen Yao kembali, Tian Guang
mengecup dada Shen Yao “tubuhmu adalah milikku !” Shen Yao tergagap “kau mesum
!” Tian Guang tersenyum, mengecup lembut bibir Shen Yao.
Tian
Guang memapah Shen Yao “kita jalan perlahan, disini sangat licin. Jika kau
lelah, jangan dipaksakan” Shen Yao mengangguk. Tian Guang lebih banyak
menggendong Shen Yao “Shen Yao, kita istirahat sebentar, wajahmu sudah memucat”
Shen Yao berbaring di pelukan Tian Guang. setelah 2 hari perjalanan, mereka
tiba di desa kecil, menyamar menjadi orang biasa, sepasang suami istri.
Mereka
tidak menunggu lama, keesokan harinya langsung menuju kota. Untuk tidak
mengundang kecurigaan, mereka tidak memakai kuda. Walaupun memerlukan waktu
lebih lama, tapi lebih aman untuk mereka. Setiap saat, Tian Guang memperhatikan
kondisi Shen Yao “bagaimana ? berjalan begini, 2 hari lagi akan sampai Kota
Luo. Aku mempunyai kenalan disana, kita bisa memeriksakanmu !” Shen Yao “tidak
masalah, aku bisa melakukannya. Sudah tidak sakit, jangan khawatir” Tian Guang
memegang tangan Shen Yao “maaf menyusahkanmu. Kau terkena panah beracun, aku
tidak tahu racunnya sudah keluar semua atau tidak. Saat di Kota Luo, kau harus
beristirahat dengan baik”
Shen
Yao “kita akan berkumpul bersama lainnya di Kota Luo.” Tian Guang “kau sudah
mengabari mereka ?” Shen Yao mengangguk “tabib juga akan ada !” Tian Guang “kau
__ADS_1
sudah mengatur semuanya, kita jalan perlahan” mereka mulai berjalan lagi.