Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
extra part 1 - Pertemuan


__ADS_3

Di


suatu tempat, seorang gadis bersenang-senang sendirian, tanpa siapapun di


sisinya, menikmati kebebasannya. Sesekali, gadis ini melakukan perjalanan,


menjenguk semua yang dahulu pernah mengenalnya tapi tidak ada yang menyadari kehadirannya.


Melihat semuanya dalam kondisi baik-baik saja, gadis ini pun tidak melakukan


apapun lagi, hanya mengawasi dari jauh. Janjinya akan selalu dijaganya. Di Bing


Yu Hai, istana kristal es yang menyimpan tubuh duplikatnya bersama Dong Hua


masih ada, hanya disamarkan.


Di suatu hari, Huo Feng berjalan-jalan ke Si Hai Ba Huang,


bertepatan dengan pernikahan Chang Chang dan salah satu putri suku Hong Hua. Sebagai


penerus termuda dari Tai Chen gong, Jun Wang dari segala penjuru Si Hai Ba


Huang datang memberi selamat termasuk dari Huang Jing bahkan dari Yu Zhou Da


Lu. Huo Feng memakai pakaian pria keemasan, membawa kipas, menghilangkan tanda


di keningnya, berjalan-jalan di Jiu Jong Tian.


Huo Feng hanya berjalan sesaat ke Tai Chen gong, melihat


kedua mempelai dan beralih pergi. Huo Feng menghindari kerumunan,


berjalan-jalan di Jiu Jong Tian. Semuanya sedang memberi selamat ke kedua


mempelai, bercengkrama di antara para Jun Wang, kumpul keluarga dan lain


sebagainya. Huo Feng memanfaatkan waktunya berjalan ke air terjun cermin Miao


Hua, duduk dan bersantai disana. Tidak sembarangan dewa dewi yang bisa berada


di sana karena kuatnya aura disana. Tidak mempunyai kemampuan yang kuat, akan


terluka oleh aura Miao Hua Jing.


Dong Hua yang juga tidak senang keramaian, menghindar


setelah melakukan semua tanggung jawabnya. Zuo Zun dan Budha pun ikut


bersamanya, berjalan bersama-sama. Mereka memilih ketempat yang tenang untuk


bercengkrama dan pilihan itu adalah air terjun Miao Hua Jing. Disaat mereka


tiba, melihat seorang pemuda yang sedang tertidur santai di depan air terjun.


Zuo Zun “siapa dia ? sama sekali tidak merasakan auranya !


bahkan keberadaannya pun tidak terasa sama sekali.” Dong Hua mengerutkan


kening, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Budha “hmm tampaknya Si Hai Ba Huang


sudah menghasilkan dewa-dewi berprestasi lagi !” Dong Hua mengangguk “tidak


pernah melihatnya !” Budha “beliau tidur dengan sangat nyenyak. Dengan


kemampuan seperti itu, harusnya menyadari keberadaan kita”.


Huo Feng tersenyum, membuka mata “lao yeye… berbicara di


belakang bukanlah hal yang baik !” Budha tersenyum “Shi Zhu, maafkan


kelancangan kakek ini !” Huo Feng tersenyum, memainkan wajahnya “lao yeye… ini


adalah tempat umum, siapapun bisa datang, anda tidak perlu meminta maaf. Karena


kalian sudah disini, yang mulia juga sudah saatnya pergi, permisi” berdiri,


menundukkan kepala tanda memberi hormat dan berjalan pergi.


Zuo Zun memandang punggung Huo Feng “kenapa kesan yang di

__ADS_1


berikannya terasa sangat familiar !” Budha mengangguk “sangat familiar. Shao


Yang, beliau bukanlah dewi Si Hai Ba Huang !” Dong Hua terus memandang arah Huo


Feng menghilang “familiar ! seorang dewi yang begitu muda tapi memiliki


kemampuan luar biasa sepertinya, tidak mungkin dari Si Hai Ba Huang” Zuo Zun “menurut


kalian, berapa usianya ?” Budha “tidak melebihi 50.000 tahun.”


Zuo Zun “bisa dengan mudah menyembunyikan auranya bahkan


kita tidak menyadarinya, kemampuannya tidak mudah” Dong Hua “dia tidak nampak


membahayakan !” Budha tersenyum “kalian seperti sangat penasaran padanya !” Zuo


Zun “penasaran dengan kemampuannya !” Dong Hua “seperti pernah bertemu tapi


entah dimana !” Budha tersenyum “jika kalian berjodoh, pasti akan bertemu lagi


!” Zuo Zun “Budha, jangan menjerumuskanku !” Budha cekikikan “Shao Yang belum memiliki


pendamping !” Dong Hua tersenyum, tidak membalas ‘dihatiku hanya ada Xiao Bai,


tidak tertarik pada lainnya lagi !’


Ingatan Dong Hua tentang Di Hou-nya hanya terbatas pada Bai


Feng Jiu hingga yuhua saat melawan Qing Cang. Adanya perbedaan dengan kenyataan


yaitu Bai Feng Jiu yuhua setelah melahirkan Xiong Xiong dan Xin Xin. Hal inilah


yang membuatnya tetap berhubungan dengan Yu Zhou Da Lu, walau tidak mengetahui


kisah sebenarnya di belakangnya.


Budha tersenyum “Shao Yang sudah berlalu begitu lama, sudah


saatnya kau merelakannya !” Dong Hua menggeleng “Xiao Bai selalu hidup dalam


hatiku !” Budha “baiklah, sudah lama tidak melihat anda mengajar di Huang Jing


!” Dong Hua tersenyum “setelah menyelesaikan Gui Zhu, akan menyempatkan waktu


menghadapi perubahan baru. Ada kekuatan-kekuatan baru yang bermunculan.” Budha


“setiap masa akan memunculkan pemimpin-pemimpin baru !”


Huo Feng berjalan-jalan, berkeliling di Jiu Jong Tian,


bernostalgia akan masa lalunya. Setelah dari Jiu Jong Tian, Huo Feng ke Qing


Qiu, bermain di Mo Gu Ci dan bersantai di atas gunung. Huo Feng tidak bertegur


sapa dengan siapapun, menikmati saat-saat sendirinya.


Setelah bertemu dengan Huo Feng, Dong Hua merasakan kejanggalan


pada dirinya. Tidak ingin larut memikirkan dewi yang baru saja bertemu


dengannya, Dong Hua mengingat Bai Feng Jiu. Dong Hua pun ke Qing Qiu, ke atas


gunung untuk menikmati langit berbintang Qing Qiu.


Dong Hua terkejut melihat pemuda yang mengisi kepalanya


seharian ini berada di tempat bersejarahnya bersama Bai Feng Jiu “anda disini


?” Huo Feng agak terkejut “hai… bertemu lagi !” bertegur sapa. Dong Hua hanya


menampilkan senyum dingin, duduk di salah satu sudut “apa yang membawa anda


kemari ?” Huo Feng tidak menutupi apapun “langit disini sangat indah. Kemari


menikmati langit berbintang” Dong Hua mengangguk “memang sangat indah !”


Dong Hua menatap pemuda di hadapannya “anda adalah ?” Huo


Feng “Cai Hong Huo Feng !” Dong Hua mengerutkan kening “anda berasal dari ?”

__ADS_1


Huo Feng “Dong Hua Di Jun, yang mulia hanya asal mampir, bukan berasal dari Si


Hai Ba Huang, bukan juga berasal dari Yu Zhou Da Lu” Dong Hua mengangguk “yang


mulia membawa arak, anda ingin mencicipinya !” memberikan sebuah kendi arak ke


Huo Feng “terima kasih ! hmm… arak Tao Hua, sudah lama tidak meminumnya !”


mencicipi arak dari Dong Hua. Dong Hua tersenyum “anda pernah mencicipinya ?”


Huo Feng “dulu pernah mencicipinya. Sudah sekian lama, sudah hampir melupakan


rasanya !” Dong Hua membenturkan kendinya “minumlah !” Huo Feng tersenyum,


meminum araknya lagi.


Huo Feng membaringkan tubuhnya di atas semak belukar “apa


yang membawa anda kemari ? cucu anda baru saja menikah, tidak mengikuti acara


?” Dong Hua tersenyum “yang mulia disini untuk mengenang seseorang. Yang


menikah bukan yang mulia, tidak memerlukan kehadiran yang mulia !” Huo Feng


mengangguk, meminum araknya “apa anda sering kemari ?” Dong Hua “lumayan


sering… ini adalah tempat kesukaan dewi yang terpenting untukku !”


Huo Feng tersenyum “Dong Hua Di Jun, anda memberikan yang


mulia arak. Bagaimana yang mulia membalas anda ?” Dong Hua “hmm… jika anda bisa


menyediakan makanan kecil untuk menemani menikmati langit berbintang maka ini


termasuk impas !” Huo Feng tersenyum “hmm… baiklah… kebetulan yang mulia


membawa beberapa cemilan, silahkan !” mengeluarkan beberapa kue kecil.


Dong Hua tersenyum “hmm rasa ini !” mencicipi dan merasa


sangat familiar dengan rasanya “dimana anda mendapatkannya ?” Huo Feng


tersenyum “yang mulia membuatnya sendiri ! ada apa ?” Dong Hua menggeleng “rasa


ini mengingatkanku padanya… Xiao Bai juga sangat pintar memasak…” Huo Feng


“Xiao Bai ?” Dong Hua “Di Hou yang mulia…” meminum araknya. Huo Feng tersenyum,


tidak lagi berbicara.


Keduanya berbaring, menatap langit berbintang ‘perasaan ini


sangat familiar. Aku pernah bersama Xiao Bai menikmati Yue Ling Hua di Fan Yin


Gu seperti ini. Xiao Bai, aku sangat merindukanmu !’ setetes air mata jatuh


dari mata Dong Hua. Huo Feng melihatnya, tersenyum lembut “yang sudah berlalu,


biarkan berlalu, untuk apa anda mengejarnya !” Dong Hua mengelap air matanya,


tersenyum “Xiao Bai selalu hidup dalam hatiku.”


Dong Hua meminum araknya “Xiao Bai-ku adalah yang terbaik…


Xiao Bai memberikanku rumah, memberikanku kehangatan, mengajarkanku tentang


cinta. Dia adalah segalanya bagiku. Dia meninggalkanku karena kesalahanku,


tidak bisa menjaganya dengan baik ! bersamaku, dia selalu terluka, akhirnya


yuhua dan meninggalkanku !” air mata menetes dari mata Dong Hua. Huo Feng


tersenyum sedih melihatnya ‘Dong Hua, hanya sedikit ingatan yang kutinggalkan


untukmu, tidak menyangka kau begitu keras kepala !’


hi....


Othor sedang menulis karya baru, hanya belum menemukan judul dan cover yang pas.

__ADS_1


semoga sebelum lebaran sudah bisa lounching, doakan othor ya...


thanks...


__ADS_2