
Di
suatu tempat, seorang gadis bersenang-senang sendirian, tanpa siapapun di
sisinya, menikmati kebebasannya. Sesekali, gadis ini melakukan perjalanan,
menjenguk semua yang dahulu pernah mengenalnya tapi tidak ada yang menyadari kehadirannya.
Melihat semuanya dalam kondisi baik-baik saja, gadis ini pun tidak melakukan
apapun lagi, hanya mengawasi dari jauh. Janjinya akan selalu dijaganya. Di Bing
Yu Hai, istana kristal es yang menyimpan tubuh duplikatnya bersama Dong Hua
masih ada, hanya disamarkan.
Di suatu hari, Huo Feng berjalan-jalan ke Si Hai Ba Huang,
bertepatan dengan pernikahan Chang Chang dan salah satu putri suku Hong Hua. Sebagai
penerus termuda dari Tai Chen gong, Jun Wang dari segala penjuru Si Hai Ba
Huang datang memberi selamat termasuk dari Huang Jing bahkan dari Yu Zhou Da
Lu. Huo Feng memakai pakaian pria keemasan, membawa kipas, menghilangkan tanda
di keningnya, berjalan-jalan di Jiu Jong Tian.
Huo Feng hanya berjalan sesaat ke Tai Chen gong, melihat
kedua mempelai dan beralih pergi. Huo Feng menghindari kerumunan,
berjalan-jalan di Jiu Jong Tian. Semuanya sedang memberi selamat ke kedua
mempelai, bercengkrama di antara para Jun Wang, kumpul keluarga dan lain
sebagainya. Huo Feng memanfaatkan waktunya berjalan ke air terjun cermin Miao
Hua, duduk dan bersantai disana. Tidak sembarangan dewa dewi yang bisa berada
di sana karena kuatnya aura disana. Tidak mempunyai kemampuan yang kuat, akan
terluka oleh aura Miao Hua Jing.
Dong Hua yang juga tidak senang keramaian, menghindar
setelah melakukan semua tanggung jawabnya. Zuo Zun dan Budha pun ikut
bersamanya, berjalan bersama-sama. Mereka memilih ketempat yang tenang untuk
bercengkrama dan pilihan itu adalah air terjun Miao Hua Jing. Disaat mereka
tiba, melihat seorang pemuda yang sedang tertidur santai di depan air terjun.
Zuo Zun “siapa dia ? sama sekali tidak merasakan auranya !
bahkan keberadaannya pun tidak terasa sama sekali.” Dong Hua mengerutkan
kening, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Budha “hmm tampaknya Si Hai Ba Huang
sudah menghasilkan dewa-dewi berprestasi lagi !” Dong Hua mengangguk “tidak
pernah melihatnya !” Budha “beliau tidur dengan sangat nyenyak. Dengan
kemampuan seperti itu, harusnya menyadari keberadaan kita”.
Huo Feng tersenyum, membuka mata “lao yeye… berbicara di
belakang bukanlah hal yang baik !” Budha tersenyum “Shi Zhu, maafkan
kelancangan kakek ini !” Huo Feng tersenyum, memainkan wajahnya “lao yeye… ini
adalah tempat umum, siapapun bisa datang, anda tidak perlu meminta maaf. Karena
kalian sudah disini, yang mulia juga sudah saatnya pergi, permisi” berdiri,
menundukkan kepala tanda memberi hormat dan berjalan pergi.
Zuo Zun memandang punggung Huo Feng “kenapa kesan yang di
__ADS_1
berikannya terasa sangat familiar !” Budha mengangguk “sangat familiar. Shao
Yang, beliau bukanlah dewi Si Hai Ba Huang !” Dong Hua terus memandang arah Huo
Feng menghilang “familiar ! seorang dewi yang begitu muda tapi memiliki
kemampuan luar biasa sepertinya, tidak mungkin dari Si Hai Ba Huang” Zuo Zun “menurut
kalian, berapa usianya ?” Budha “tidak melebihi 50.000 tahun.”
Zuo Zun “bisa dengan mudah menyembunyikan auranya bahkan
kita tidak menyadarinya, kemampuannya tidak mudah” Dong Hua “dia tidak nampak
membahayakan !” Budha tersenyum “kalian seperti sangat penasaran padanya !” Zuo
Zun “penasaran dengan kemampuannya !” Dong Hua “seperti pernah bertemu tapi
entah dimana !” Budha tersenyum “jika kalian berjodoh, pasti akan bertemu lagi
!” Zuo Zun “Budha, jangan menjerumuskanku !” Budha cekikikan “Shao Yang belum memiliki
pendamping !” Dong Hua tersenyum, tidak membalas ‘dihatiku hanya ada Xiao Bai,
tidak tertarik pada lainnya lagi !’
Ingatan Dong Hua tentang Di Hou-nya hanya terbatas pada Bai
Feng Jiu hingga yuhua saat melawan Qing Cang. Adanya perbedaan dengan kenyataan
yaitu Bai Feng Jiu yuhua setelah melahirkan Xiong Xiong dan Xin Xin. Hal inilah
yang membuatnya tetap berhubungan dengan Yu Zhou Da Lu, walau tidak mengetahui
kisah sebenarnya di belakangnya.
Budha tersenyum “Shao Yang sudah berlalu begitu lama, sudah
saatnya kau merelakannya !” Dong Hua menggeleng “Xiao Bai selalu hidup dalam
hatiku !” Budha “baiklah, sudah lama tidak melihat anda mengajar di Huang Jing
!” Dong Hua tersenyum “setelah menyelesaikan Gui Zhu, akan menyempatkan waktu
menghadapi perubahan baru. Ada kekuatan-kekuatan baru yang bermunculan.” Budha
“setiap masa akan memunculkan pemimpin-pemimpin baru !”
Huo Feng berjalan-jalan, berkeliling di Jiu Jong Tian,
bernostalgia akan masa lalunya. Setelah dari Jiu Jong Tian, Huo Feng ke Qing
Qiu, bermain di Mo Gu Ci dan bersantai di atas gunung. Huo Feng tidak bertegur
sapa dengan siapapun, menikmati saat-saat sendirinya.
Setelah bertemu dengan Huo Feng, Dong Hua merasakan kejanggalan
pada dirinya. Tidak ingin larut memikirkan dewi yang baru saja bertemu
dengannya, Dong Hua mengingat Bai Feng Jiu. Dong Hua pun ke Qing Qiu, ke atas
gunung untuk menikmati langit berbintang Qing Qiu.
Dong Hua terkejut melihat pemuda yang mengisi kepalanya
seharian ini berada di tempat bersejarahnya bersama Bai Feng Jiu “anda disini
?” Huo Feng agak terkejut “hai… bertemu lagi !” bertegur sapa. Dong Hua hanya
menampilkan senyum dingin, duduk di salah satu sudut “apa yang membawa anda
kemari ?” Huo Feng tidak menutupi apapun “langit disini sangat indah. Kemari
menikmati langit berbintang” Dong Hua mengangguk “memang sangat indah !”
Dong Hua menatap pemuda di hadapannya “anda adalah ?” Huo
Feng “Cai Hong Huo Feng !” Dong Hua mengerutkan kening “anda berasal dari ?”
__ADS_1
Huo Feng “Dong Hua Di Jun, yang mulia hanya asal mampir, bukan berasal dari Si
Hai Ba Huang, bukan juga berasal dari Yu Zhou Da Lu” Dong Hua mengangguk “yang
mulia membawa arak, anda ingin mencicipinya !” memberikan sebuah kendi arak ke
Huo Feng “terima kasih ! hmm… arak Tao Hua, sudah lama tidak meminumnya !”
mencicipi arak dari Dong Hua. Dong Hua tersenyum “anda pernah mencicipinya ?”
Huo Feng “dulu pernah mencicipinya. Sudah sekian lama, sudah hampir melupakan
rasanya !” Dong Hua membenturkan kendinya “minumlah !” Huo Feng tersenyum,
meminum araknya lagi.
Huo Feng membaringkan tubuhnya di atas semak belukar “apa
yang membawa anda kemari ? cucu anda baru saja menikah, tidak mengikuti acara
?” Dong Hua tersenyum “yang mulia disini untuk mengenang seseorang. Yang
menikah bukan yang mulia, tidak memerlukan kehadiran yang mulia !” Huo Feng
mengangguk, meminum araknya “apa anda sering kemari ?” Dong Hua “lumayan
sering… ini adalah tempat kesukaan dewi yang terpenting untukku !”
Huo Feng tersenyum “Dong Hua Di Jun, anda memberikan yang
mulia arak. Bagaimana yang mulia membalas anda ?” Dong Hua “hmm… jika anda bisa
menyediakan makanan kecil untuk menemani menikmati langit berbintang maka ini
termasuk impas !” Huo Feng tersenyum “hmm… baiklah… kebetulan yang mulia
membawa beberapa cemilan, silahkan !” mengeluarkan beberapa kue kecil.
Dong Hua tersenyum “hmm rasa ini !” mencicipi dan merasa
sangat familiar dengan rasanya “dimana anda mendapatkannya ?” Huo Feng
tersenyum “yang mulia membuatnya sendiri ! ada apa ?” Dong Hua menggeleng “rasa
ini mengingatkanku padanya… Xiao Bai juga sangat pintar memasak…” Huo Feng
“Xiao Bai ?” Dong Hua “Di Hou yang mulia…” meminum araknya. Huo Feng tersenyum,
tidak lagi berbicara.
Keduanya berbaring, menatap langit berbintang ‘perasaan ini
sangat familiar. Aku pernah bersama Xiao Bai menikmati Yue Ling Hua di Fan Yin
Gu seperti ini. Xiao Bai, aku sangat merindukanmu !’ setetes air mata jatuh
dari mata Dong Hua. Huo Feng melihatnya, tersenyum lembut “yang sudah berlalu,
biarkan berlalu, untuk apa anda mengejarnya !” Dong Hua mengelap air matanya,
tersenyum “Xiao Bai selalu hidup dalam hatiku.”
Dong Hua meminum araknya “Xiao Bai-ku adalah yang terbaik…
Xiao Bai memberikanku rumah, memberikanku kehangatan, mengajarkanku tentang
cinta. Dia adalah segalanya bagiku. Dia meninggalkanku karena kesalahanku,
tidak bisa menjaganya dengan baik ! bersamaku, dia selalu terluka, akhirnya
yuhua dan meninggalkanku !” air mata menetes dari mata Dong Hua. Huo Feng
tersenyum sedih melihatnya ‘Dong Hua, hanya sedikit ingatan yang kutinggalkan
untukmu, tidak menyangka kau begitu keras kepala !’
hi....
Othor sedang menulis karya baru, hanya belum menemukan judul dan cover yang pas.
__ADS_1
semoga sebelum lebaran sudah bisa lounching, doakan othor ya...
thanks...