Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 364 - Ketakutan


__ADS_3

Bab 364 –


          Segala persiapan di persiapkan oleh masyarakat Yu Zhou Da


Lu untuk menghormati The Supreme Emperor. Dong Hua lah yang merancang jubah The


Supreme Emperor, tanpa sepengetahuan Huo Feng. Huo Feng hanya diberitahu


susunan acara tanpa mengijinkannya melihat tempat penobatan. Mendekati hari


penobatan, Dong Hua bermimpi buruk yang membuatnya was-was. Walau berusaha


menekan ketakutan di hatinya, tapi semakin mendekati hari penobatan, mimpinya


semakin sering, membuatnya tidak bisa tertidur nyenyak. Dong Hua takut, saat


dia membuka mata, sudah tidak dapat melihat Huo Feng.


          Dong Hua tidur di pelukan Huo Feng bagai tanaman merambat,


membuat Huo Feng tak nyaman “Hua Zi gege, aku tidak dapat bernafas !” Dong Hua


melonggarkan sedikit pelukannya “Feng Wei, kau tidak akan meninggalkanku kan !”


Huo Feng “Hua Zi gege, hanya upacara penobatan, tidak ada bahaya apapun. Kenapa


kau sampai setakut ini ?” Dong Hua sangat cemas “Feng Wei, aku bermimpi kau


menghilang… saat kau berdiri di puncak dan tersenyum, cahaya melingkupimu,


silau sesaat, saat membuka mata, kau sudah menghilang… Feng Wei…”


          Huo Feng menggelengkan kepala “Hua Zi gege, kekhawatiranmu


terlalu berlebihan…” Dong Hua menutup mata, memegang erat tangan Huo Feng “Feng


Wei, kita sudah berapa kali terpisahkan ! aku sudah tidak sanggup lagi… aku


sudah takut, sangat takut…” Huo Feng membelai kepala Dong Hua “Hua Zi gege, aku


mengira membuat janji dengan Ikatan Tubuh Suci sudah bisa menenangkanmu… tidak


menyangka penyakit hatimu begitu parah !”


          Dong Hua “Feng Wei, gunakan jantungku ya ! bisakah ?”


mengangkat kepala menatap Huo Feng yang mengerutkan kening padanya “gunakan


jantungku ! aku ingin membuat Ikatan Tubuh Suci denganmu ! Feng Wei, aku ingin


kau memiliki hidupku ! aku ingin selalu bersamamu ! Feng Wei…” Huo Feng


menghela nafas “Hua Zi gege…” Dong Hua menggeleng “Feng Wei, aku tidak bisa


tenang ! jika ada masalah denganmu, aku tidak bisa hidup lagi ! Feng Wei, aku


ingin selalu bersamamu… kumohon gunakan jantungku, biarkan kita bersama selamanya…


Feng Wei !” dengan nada memohon.


          Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege, kau sudah membaca


penjelasan di buku yang ditemukan Ho Huang kan ! saat kau menusuk jantungku,

__ADS_1


kau sudah membuat ikatan lainnya. Disini bukan lagi hanya jantungku melindungi


jantungmu, tapi kedua jantung sudah menyatu. Ikatan Tubuh Suci sudah utuh di


dalam dirimu. Sekarang kau ingin memberi jantungmu hanya akan menyebabkan


kematian kita berdua, apa kau mengerti ?” Dong Hua “tapi… tapi jika kau tidak


ada, aku…” Huo Feng membelai kepala Dong Hua “bodoh, bukankah sudah kukatakan


akan selalu bersamamu ! begitu tidak percayanya padaku !”


          Dong Hua melihat Huo Feng mulai kesal, segera menggeleng


“aku percaya ! aku sangat percaya dan yakin padamu ! aku hanya takut…” Huo Feng


tersenyum “tidak apa ! katakan semua ketakutanmu, akan kita patahkan satu


persatu !” Dong Hua mengangguk “aku sangat mencintaimu !” Huo Feng tersenyum


“aku juga mencintaimu…” Dong Hua mengangkat tangan Huo Feng, memasukkan sebuah


sihir lagi ke cincin jiwa di jari Huo Feng “jangan melepas sihirnya !” Huo Feng


mengangguk, Dong Hua menghela nafas, berbaring di pelukan Huo Feng, mencoba


tidur dan menenangkan diri.


          Tibalah hari penobatan, Dong Hua tidak melepas Huo Feng.


Dong Hua yang membantu memakaikan jubah kebesarannya, mengawasi  persiapan Huo Feng. Untuk pertama kalinya


dalam 1 tahun, Huo Feng melangkahkan kaki keluar Cai Hong gong. Huo Feng di


sambut oleh jembatan bunga, mulai dari gerbang Cai Hong gong.


Zhu, silahkan !” mempersila dengan tangan terbuka dan senyuman. Huo Feng tidak


langsung melangkah tapi mengamati sejenak situasi. Hanya ada 1 jembatan bunga,


semua rakyat Yu Zhou Da Lu – baik tetua, jenderal, maupun rakyat biasa termasuk


yang dari Si Hai Ba Huang berdiri di tiap sisinya “apa ini ? apa setiap yang


mulia melangkah, akan jatuh segerombolan dewa ?” menatap kedua Zun Wang dengan


sinis. Kedua Zun Wang tersenyum “Shen Zhu, silahkan !” sekali lagi mempersila.


          Huo Feng menggeleng-gelengkan kepala, mulai melangkah. Dong


Hua entah sejak kapan sudah tidak berada di sisinya. Jubah kebesaran yang di


rancang Dong Hua, memakai bahan terbaik berunsur warna perak dan emas. Setiap


cahaya yang terkena jubah akan memantulkan cahaya pelangi. Di ujung jubah, ada


hiasan-hiasan yang di bentuk menyerupai ekor rubah. Terdapat gambaran 7 hewan


mistis yang kabur. Setiap Huo Feng melangkah, gerakannya akan menghidupkan


gambaran-gambaran itu. Di bagian dada terdapat fengwei hua dan fuling hua yang


terikat menjadi 1.

__ADS_1


          Setiap Huo Feng melangkah, yang berdiri di sisi-sisi


jembatan, berlutut tanpa mengeluarkan suara. Huo Feng memandang lurus ke depan,


berjalan dengan anggun menelusuri jembatan bunga. Di ujung jembatan bunga


adalah sebuah panggung megah berada dekat Bing Yu Hai, terdapat tangga yang


menjulang tinggi dengan singgasana giok yang memancarkan cahaya pelangi. Di


sisi ujung jembatan, sudah ada anak-anak beserta pasangan dan cucu-cucunya,


tujuh kesayangan, Budha, Bie Sheng, dan Dewi Kwam In, kedua Zun Wang dan 3


asisten beserta Xiao Hua, paling ujung adalah Dong Hua.


          Semua berlutut bersamaan memberi hormat “Selamat Shen Zhu


sudah mencapai kesempurnaan… selamat datang The Supreme Emperor of all Realms…


berjaya selamanya… berjaya selamanya… berjaya selamanya…”. Budha memberikan


mahkota permata berlian yang memancarkan cahaya pelangi “Shen Zhu, silahkan !”


mempersila Cai Hong Huo Feng menapakkan kakinya pada tangga penobatan. Cai Hong


Huo Feng mengangguk tanda berterima kasih dan memulai pendakiannya.


          Mata Dong Hua terus mengikuti Cai Hong Huo Feng, takut


mimpinya akan menjadi kenyataan. Menggenggam erat tangannya hingga kuku menancap


ke daging, berusaha menahan diri untuk tidak menarik Sang Supreme Emperor ke


pelukannya. Semakin Cai Hong Huo Feng mendekati singgasana giok, hati Dong Hua


semakin takut, matanya berkaca-kaca. Angin lembut bertiup, membelai wajah Dong


Hua, mengeringkan air matanya. Dong Hua tersenyum dengan penuh kasih, memandang


sang ratu hati yang bahkan tidak berbalik sedikitpun.


          Kecantikan remaja yang sedang berada di masa-masa


peralihannya dari bocah. Walaupun sudah pernah melihat kecantikan Huo Feng


dewasa, tapi setiap saat, Cai Hong Huo Feng Shen Zhu selalu membawa warna baru.


Kecantikan dan keanggunan yang selalu membuat mata yang memandang terpana dan


membuat hati berdebar-debar. Sang empunya bahkan tidak menyadari pesonanya


sendiri, bergerak bebas tanpa beban.


          Cai Hong Huo Feng sampai pada anak tangga teratas,


memandang jauh ke atas langit. Dong Hua menahan nafasnya, menunggu Cai Hong Huo


Feng berbalik padanya hampir meruntuhkan seluruh ketahanannya. Langit


bergemuruh, Dong Hua was was, semua menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Perlahan langit terbuka, menampilkan puluhan ribu hewan-hewan mistis yang

__ADS_1


berlarian dalam kelompok, menari dan mengeluarkan auman membentuk musik merdu


dalam satu harmoni.


__ADS_2