
“mereka melarikan diri…” Tian
Xing berteriak. Shanguang mengamuk “cih… sudah membuatku pusing seperti ini,
mau melarikan diri… tidak akan kubiarkan…” mengerahkan sihir, segera angin
berputar-putar membentuk tornado, menghisap semua sisa prajurit yang masih
aktif dan melemparnya, mempertinggi gunung tumpuan tubuh, yang sudah menjulang
tinggi. Bai Yin “heh… kenapa kau mengambil semua kesenangan !” menghardik
Shanguang. Man Dong menggoyang-goyangkan tangannya “biar… biar saja… perutku
sudah terobrak abrik…” “Zhu Ren… mana Zhu Ren ? mana Zhu Ren ?” ketujuhnya
mencari “tidak mau… tidak mau… tidak mau ramuan…” terlihat Dong Hua yang sedang
menggendong Cai Hong Huo Feng yang meronta. “eh Di Jun, mau membawa Zhu Ren
kemana ?” ketijuhnya mengikuti.
“ayo siapkan ramuannya…” You Zun segera memerintah ketiga
asisten. Semua penonton terbelalak, melihat medan perang yang tadinya di penuhi
prajurit, berubah menjadi sebuah gunung tubuh yang menjulang tinggi ke angkasa.
Begitu ketujuhnya mendekat dan melihat mangkok-mangkok ramuan, segera melarikan
diri “ramuan pahit… aaa… ramuan pahit… tidak mau pahit… aaa…” tingkahnya
membuat semua tergelak dan tertawa terbahak-bahak “tidak… tidak mau… tidak mau
ramuan pahit… Zhu Ren… mau madu… tidak mau pahit… aaa…” kedelapannya menolak
dan meronta-ronta. Dewa dewi dari Si Hai Ba Huang, kedua Zun Wang, ketiga
asisten, dan beberapa jenderal bahu membahu memberikan ramuan penghilang mabuk
ke ketujuh muda mudi mabuk.
Dong Hua dibantu Xin Xin dan Xiong Xiong meminumkan ramuan
penghilang mabuk hingga 3 mangkuk ke Cai Hong Huo Feng “hua… Hua Zi gege jahat…
tidak mau… tidak mau ramuan pahit… hua… hua… hua…” menangis seperti anak kecil.
Sou Wan “melihat mereka seperti ini, siapa yang bisa membandingkannya dengan
yang bertarung di medan perang tadi !” Dong Hua terus membujuk dengan lembut “jika
tidak minum, besok kau akan menderita sakit kepala…” Cai Hong Huo Feng “tidak
mau ramuan… makan madu saja, tidak sakit lagi… madu saja… tidak mau pahit…” Xin
Xin “Niang Qin, madu tidak bisa menghilangkan mabuk…” Cai Hong Huo Feng meronta
“bisa… bisa…. Madu penghilang mabuk… bisa…” semua tersenyum melihat tingkahnya.
Dong Hua “kesayanganku… ayo… bukankah mau melihat
matahari terbit ! kalau sakit kepala, nanti matahari terbitnya jadi tidak terlihat…”
Cai Hong Huo Feng “gunungku… hik… matahari terbit…” Dong Hua memapahnya “ayo,
sedikit lagi…” Cai Hong Huo Feng “hua… hua… Shanguang… mereka menindasku… hua…
hua…” ketujuhnya mendengar suaranya “Zhu Ren… hua… pahit sekali… hua… mereka
jahat…. Menindas kita hua… hua…” kedelapannya menangis seperti anak kecil.
Dong Hua “sayangku, mana mungkin aku menindasmu… ayo
kemarilah, kita pulang… Hua Zi gege menggendongmu pulang…” Cai Hong Huo Feng
ngambek “tidak mau… tidak mau denganmu… kau jahat… hua… Bai Yin… Bai Yin… aku
butuh pelukan hangat… Bai Yin-ku…” “Zhu Ren… Zhu Ren… aku disini… disini…
disini…” ketujuhnya meronta, dengan sepoyongan berdiri, berjalan mencari suara
__ADS_1
saudara-saudaranya “Bai Yin… Huo Fei… kemari… aku pusing… hua… mereka jahat…”
mencari ketujuh kesayangannya dengan isakan dan gerutuan.
Disaat Cai Hong Huo Feng akan memeluk Bai Yin, Dong Hua
langsung menariknya masuk ke pelukan hangatnya “Feng Wei, tidak boleh ke
pelukan lainnya… Feng Wei, aku memelukmu… memelukmu…” Cai Hong Huo Feng “tapi kau
jahat… kau memaksaku minum pahit hua… hua…” Dong Hua memeluk erat gadis
manjanya “tidak lagi… tidak paksa lagi… Feng Wei, kau milikku…” Cai Hong Huo
Feng mengangkat kepala, menatap Dong Hua, kembali memeluknya “tidak mau pahit…”
Dong Hua tersenyum “baik… baik… baik… tidak mau pahit… ini permen madu
untukmu…” memberikan satu permen madu rubah.
Cai Hong Huo Feng segera berbinar “yey… Hua Zi gege
paling baik…” segera mengambil dan memakan permen madunya. “mau… mau… aku mau
madu…” “Di Jun… mau madu…” ketujuhnya menyerang Dong Hua, menginginkan permen
madu. Ling Ling “ayo minum ramuan yang patuh, aku akan memberikan permen madu
untuk kalian…” semua mengumpulkan permen madunya. Ling Ling mengangkat permen
madu di hadapan semua “madu… madu… mau madu…” ketujuhnya seperti anak kecil,
menurut meminum ramuannya.
Setelah mendapat permen madu, semua menjadi tenang “Zhu
Ren… Zhu Rennn…” Gang Laba teriak. Cai Hong Huo Feng “jangan teriak, kau
mengganggu telingaku…” semua cekikikan melihat tingkah konyol kedelapannya “Zhu
Ren, gunung sudah jadi… tanpa noda hihihi…” Shanguang menunjuk gunung tubuh
senang. Semua melihat gunung tubuh para prajurit dan menyadari, tidak ada
setetes darah pun yang menodainya.
“mereka memang luar biasa…” Zuo Zun tersenyum melihat
gunung tubuh. Lian Song “disaat mabuk, masih bisa mengingat semua tujuan
mereka… dan melakukannya dengan sempurna…” Sou Wan “bagaimana mereka bisa
mengontrol hingga tanpa noda sama sekali ?” You Zun “bukan tanpa noda…
Shanguang sudah membersihkannya, bahkan muntahan mereka sudah bersih
semua…” Xin Xin “tidak, selain Fu Qin, gege
jiejie, tai lao ye, dan Mo Yuan Shan Shen bertarung dengan menorehkan luka dan
darah. Fu Qin Niang Qin dan ketujuhnya bertarung tanpa mengeluarkan darah sama
sekali…” Xiong Xiong membenarkan “benar, lawannya muntah tapi bukan muntah
darah… dari awal pertarungan mereka, tidak ternodai darah sama sekali…”
Cai Hong Huo Feng “aku mau siuuu…” menggerakkan
tangannya, seperti terbang ke puncak gunung “tidur diatasnya, menunggu matahari
terbit…” Dong Hua “tidak membersihkan diri ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng
“setelah matahari terbit, pulang tidur…” Tian Xing “Zhu Ren… lapar… Zhu Ren…”
merengek. Cai Hong Huo Feng memegang perutnya “eh aku juga lapar… makan…
makan…” berdiri sepoyongan.
Dong Hua memegangnya “Feng Wei, kau mau kemana ?” Cai
Hong Huo Feng “cari makan… lapar… mereka juga lapar…” sambil menunjuk
__ADS_1
ketujuhnya yang masih berbaring di atas tanah. Dong Hua tersenyum menggeleng
“kemarilah, makanan sudah disiapkan…” Cai Hong Huo Feng tersenyum manis “hei
dengar… makanan sudah siap…” ketujuhnya segera bangun “mana… mana… makan…
lapar… lapar sekali…”.
Qing Yun dan lainnya segera menyiapkan makanan, menggelar
kain besar untuk mereka duduk bersama. Mereka mengadakan piknik di medan perang
“ayo… makan…” semua meladeni kedelapan muda mudi yang belum sepenuhnya sadar
dari mabuk. Mereka makan bersama tanpa mempedulikan banyaknya pasang mata yang
menonton mereka dan menelan air liur.
Dong Hua membuat Cai Hong Huo Feng bersandar di
pelukannya dan menyuapinya. Semua yang menjadi penonton, terbelalak melihat
mereka, apalagi setelah menyadari ‘Yang Guang Da Ren adalah Shen Zhu’. Mereka
berusaha mencerna hubungan keduanya. Belum lagi mendengar beberapa kata ‘Niang
Qin’ dari mulut dewa dewi yang tidak mereka kenal. Mereka terus melihat,
berharap mendapatkan petunjuk lain yang bisa menjelaskan hubungan Shen Zhu
dengan dewa dewi baru ini.
Cai Hong Huo Feng “disini gelap sekali…” menyihir banyak
kunang-kunang untuk menerangi mereka. Ketujuhnya mengerahkan sihir, membentuk
gambaran-gambaran hewan mistis bermain-main diangkasa, mengejar kunang-kunang. Warna
warni dari sihir mereka membentuk aurora pelangi yang menerangkan langit malam.
Semua menikmati sihir mereka, menemani, menunggu matahari kembali terbit untuk
mereka. Cai Hong Huo Feng menguap “hoam…” mengucek-ucek matanya. Dong Hua
“tidurlah…” Cai Hong Huo Feng menggeleng “mau melihat matahari terbit dari
sana…” menunjuk puncak gunung. Dong Hua “tidur sejenak, aku akan
membangunkanmu…” Qing Yun “Shen Zhu, aku akan menyiapkan sarapan untuk menemani
anda melihat matahari terbit…” Cai Hong Huo Feng tersenyum mengangguk-angguk
“bangunkan aku… aku tidak mau melewatkan matahari terbit…” Dong Hua tersenyum,
membenahi posisi Cai Hong Huo Feng agar lebih nyaman “baik… tidurlah…” Cai Hong
Huo Feng memeluk Dong Hua dan tertidur.
“Di Jun, ada dirimu sungguh sangat baik…” Huo Fei maracau
“Zhu Ren seperti anak kecil hihihi…” Bai Yin cekikikan, lainnya ikut cekikikan
melihatnya “mereka tidak sadar, mereka semua bertingkah sama seperti anak kecil
hihihi…” Ling Ling menertawakan tingkah Bai Yin. “Zhu Ren sudah tidur, aku juga
mau tidur…” “tidur…” serempak menguap dan tertidur nyenyak. Semua menggelengkan
kepala melihatnya “mereka sangat imut jika seperti ini”.
Gun Gun “apa yang akan terjadi dengan gunung itu ?” Zuo
Zun “setelah Huo Feng mendapatkan matahari terbitnya, mereka semua akan
menerima hukuman…” Ling Ling “memusnahkan mereka ?” You Zun menggeleng “tidak…
hanya peringatan keras…” Qing Yun “Zhu Ren sudah tertidur… matahari terbit
masih beberapa jam lagi… kita persiapkan sarapan untuk membuka ulang tahun Zhu
Ren…” pergi bersama Mei Shang dan Hao Lun.
__ADS_1