Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 273 - Madu Penghilang Mabuk


__ADS_3

“mereka melarikan diri…” Tian


Xing berteriak. Shanguang mengamuk “cih… sudah membuatku pusing seperti ini,


mau melarikan diri… tidak akan kubiarkan…” mengerahkan sihir, segera angin


berputar-putar membentuk tornado, menghisap semua sisa prajurit yang masih


aktif dan melemparnya, mempertinggi gunung tumpuan tubuh, yang sudah menjulang


tinggi. Bai Yin “heh… kenapa kau mengambil semua kesenangan !” menghardik


Shanguang. Man Dong menggoyang-goyangkan tangannya “biar… biar saja… perutku


sudah terobrak abrik…” “Zhu Ren… mana Zhu Ren ? mana Zhu Ren ?” ketujuhnya


mencari “tidak mau… tidak mau… tidak mau ramuan…” terlihat Dong Hua yang sedang


menggendong Cai Hong Huo Feng yang meronta. “eh Di Jun, mau membawa Zhu Ren


kemana ?” ketijuhnya mengikuti.


            “ayo siapkan ramuannya…” You Zun segera memerintah ketiga


asisten. Semua penonton terbelalak, melihat medan perang yang tadinya di penuhi


prajurit, berubah menjadi sebuah gunung tubuh yang menjulang tinggi ke angkasa.


Begitu ketujuhnya mendekat dan melihat mangkok-mangkok ramuan, segera melarikan


diri “ramuan pahit… aaa… ramuan pahit… tidak mau pahit… aaa…” tingkahnya


membuat semua tergelak dan tertawa terbahak-bahak “tidak… tidak mau… tidak mau


ramuan pahit… Zhu Ren… mau madu… tidak mau pahit… aaa…” kedelapannya menolak


dan meronta-ronta. Dewa dewi dari Si Hai Ba Huang, kedua Zun Wang, ketiga


asisten, dan beberapa jenderal bahu membahu memberikan ramuan penghilang mabuk


ke ketujuh muda mudi mabuk.


            Dong Hua dibantu Xin Xin dan Xiong Xiong meminumkan ramuan


penghilang mabuk hingga 3 mangkuk ke Cai Hong Huo Feng “hua… Hua Zi gege jahat…


tidak mau… tidak mau ramuan pahit… hua… hua… hua…” menangis seperti anak kecil.


Sou Wan “melihat mereka seperti ini, siapa yang bisa membandingkannya dengan


yang bertarung di medan perang tadi !” Dong Hua terus membujuk dengan lembut “jika


tidak minum, besok kau akan menderita sakit kepala…” Cai Hong Huo Feng “tidak


mau ramuan… makan madu saja, tidak sakit lagi… madu saja… tidak mau pahit…” Xin


Xin “Niang Qin, madu tidak bisa menghilangkan mabuk…” Cai Hong Huo Feng meronta


“bisa… bisa…. Madu penghilang mabuk… bisa…” semua tersenyum melihat tingkahnya.


            Dong Hua “kesayanganku… ayo… bukankah mau melihat


matahari terbit ! kalau sakit kepala, nanti matahari terbitnya jadi tidak terlihat…”


Cai Hong Huo Feng “gunungku… hik… matahari terbit…” Dong Hua memapahnya “ayo,


sedikit lagi…” Cai Hong Huo Feng “hua… hua… Shanguang… mereka menindasku… hua…


hua…” ketujuhnya mendengar suaranya “Zhu Ren… hua… pahit sekali… hua… mereka


jahat…. Menindas kita hua… hua…” kedelapannya menangis seperti anak kecil.


            Dong Hua “sayangku, mana mungkin aku menindasmu… ayo


kemarilah, kita pulang… Hua Zi gege menggendongmu pulang…” Cai Hong Huo Feng


ngambek “tidak mau… tidak mau denganmu… kau jahat… hua… Bai Yin… Bai Yin… aku


butuh pelukan hangat… Bai Yin-ku…” “Zhu Ren… Zhu Ren… aku disini… disini…


disini…” ketujuhnya meronta, dengan sepoyongan berdiri, berjalan mencari suara

__ADS_1


saudara-saudaranya “Bai Yin… Huo Fei… kemari… aku pusing… hua… mereka jahat…”


mencari ketujuh kesayangannya dengan isakan dan gerutuan.


            Disaat Cai Hong Huo Feng akan memeluk Bai Yin, Dong Hua


langsung menariknya masuk ke pelukan hangatnya “Feng Wei, tidak boleh ke


pelukan lainnya… Feng Wei, aku memelukmu… memelukmu…” Cai Hong Huo Feng “tapi kau


jahat… kau memaksaku minum pahit hua… hua…” Dong Hua memeluk erat gadis


manjanya “tidak lagi… tidak paksa lagi… Feng Wei, kau milikku…” Cai Hong Huo


Feng mengangkat kepala, menatap Dong Hua, kembali memeluknya “tidak mau pahit…”


Dong Hua tersenyum “baik… baik… baik… tidak mau pahit… ini permen madu


untukmu…” memberikan satu permen madu rubah.


            Cai Hong Huo Feng segera berbinar “yey… Hua Zi gege


paling baik…” segera mengambil dan memakan permen madunya. “mau… mau… aku mau


madu…” “Di Jun… mau madu…” ketujuhnya menyerang Dong Hua, menginginkan permen


madu. Ling Ling “ayo minum ramuan yang patuh, aku akan memberikan permen madu


untuk kalian…” semua mengumpulkan permen madunya. Ling Ling mengangkat permen


madu di hadapan semua “madu… madu… mau madu…” ketujuhnya seperti anak kecil,


menurut meminum ramuannya.


            Setelah mendapat permen madu, semua menjadi tenang “Zhu


Ren… Zhu Rennn…” Gang Laba teriak. Cai Hong Huo Feng “jangan teriak, kau


mengganggu telingaku…” semua cekikikan melihat tingkah konyol kedelapannya “Zhu


Ren, gunung sudah jadi… tanpa noda hihihi…” Shanguang menunjuk gunung tubuh


senang. Semua melihat gunung tubuh para prajurit dan menyadari, tidak ada


setetes darah pun yang menodainya.


            “mereka memang luar biasa…” Zuo Zun tersenyum melihat


gunung tubuh. Lian Song “disaat mabuk, masih bisa mengingat semua tujuan


mereka… dan melakukannya dengan sempurna…” Sou Wan “bagaimana mereka bisa


mengontrol hingga tanpa noda sama sekali ?” You Zun “bukan tanpa noda…


Shanguang sudah membersihkannya, bahkan muntahan mereka sudah bersih


semua…”  Xin Xin “tidak, selain Fu Qin, gege


jiejie, tai lao ye, dan Mo Yuan Shan Shen bertarung dengan menorehkan luka dan


darah. Fu Qin Niang Qin dan ketujuhnya bertarung tanpa mengeluarkan darah sama


sekali…” Xiong Xiong membenarkan “benar, lawannya muntah tapi bukan muntah


darah… dari awal pertarungan mereka, tidak ternodai darah sama sekali…”


            Cai Hong Huo Feng “aku mau siuuu…” menggerakkan


tangannya, seperti terbang ke puncak gunung “tidur diatasnya, menunggu matahari


terbit…” Dong Hua “tidak membersihkan diri ?” Cai Hong Huo Feng menggeleng


“setelah matahari terbit, pulang tidur…” Tian Xing “Zhu Ren… lapar… Zhu Ren…”


merengek. Cai Hong Huo Feng memegang perutnya “eh aku juga lapar… makan…


makan…” berdiri sepoyongan.


            Dong Hua memegangnya “Feng Wei, kau mau kemana ?” Cai


Hong Huo Feng “cari makan… lapar… mereka juga lapar…” sambil menunjuk

__ADS_1


ketujuhnya yang masih berbaring di atas tanah. Dong Hua tersenyum menggeleng


“kemarilah, makanan sudah disiapkan…” Cai Hong Huo Feng tersenyum manis “hei


dengar… makanan sudah siap…” ketujuhnya segera bangun “mana… mana… makan…


lapar… lapar sekali…”.


            Qing Yun dan lainnya segera menyiapkan makanan, menggelar


kain besar untuk mereka duduk bersama. Mereka mengadakan piknik di medan perang


“ayo… makan…” semua meladeni kedelapan muda mudi yang belum sepenuhnya sadar


dari mabuk. Mereka makan bersama tanpa mempedulikan banyaknya pasang mata yang


menonton mereka dan menelan air liur.


            Dong Hua membuat Cai Hong Huo Feng bersandar di


pelukannya dan menyuapinya. Semua yang menjadi penonton, terbelalak melihat


mereka, apalagi setelah menyadari ‘Yang Guang Da Ren adalah Shen Zhu’. Mereka


berusaha mencerna hubungan keduanya. Belum lagi mendengar beberapa kata ‘Niang


Qin’ dari mulut dewa dewi yang tidak mereka kenal. Mereka terus melihat,


berharap mendapatkan petunjuk lain yang bisa menjelaskan hubungan Shen Zhu


dengan dewa dewi baru ini.


            Cai Hong Huo Feng “disini gelap sekali…” menyihir banyak


kunang-kunang untuk menerangi mereka. Ketujuhnya mengerahkan sihir, membentuk


gambaran-gambaran hewan mistis bermain-main diangkasa, mengejar kunang-kunang. Warna


warni dari sihir mereka membentuk aurora pelangi yang menerangkan langit malam.


Semua menikmati sihir mereka, menemani, menunggu matahari kembali terbit untuk


mereka. Cai Hong Huo Feng menguap “hoam…” mengucek-ucek matanya. Dong Hua


“tidurlah…” Cai Hong Huo Feng menggeleng “mau melihat matahari terbit dari


sana…” menunjuk puncak gunung. Dong Hua “tidur sejenak, aku akan


membangunkanmu…” Qing Yun “Shen Zhu, aku akan menyiapkan sarapan untuk menemani


anda melihat matahari terbit…” Cai Hong Huo Feng tersenyum mengangguk-angguk


“bangunkan aku… aku tidak mau melewatkan matahari terbit…” Dong Hua tersenyum,


membenahi posisi Cai Hong Huo Feng agar lebih nyaman “baik… tidurlah…” Cai Hong


Huo Feng memeluk Dong Hua dan tertidur.


            “Di Jun, ada dirimu sungguh sangat baik…” Huo Fei maracau


“Zhu Ren seperti anak kecil hihihi…” Bai Yin cekikikan, lainnya ikut cekikikan


melihatnya “mereka tidak sadar, mereka semua bertingkah sama seperti anak kecil


hihihi…” Ling Ling menertawakan tingkah Bai Yin. “Zhu Ren sudah tidur, aku juga


mau tidur…” “tidur…” serempak menguap dan tertidur nyenyak. Semua menggelengkan


kepala melihatnya “mereka sangat imut jika seperti ini”.


            Gun Gun “apa yang akan terjadi dengan gunung itu ?” Zuo


Zun “setelah Huo Feng mendapatkan matahari terbitnya, mereka semua akan


menerima hukuman…” Ling Ling “memusnahkan mereka ?” You Zun menggeleng “tidak…


hanya peringatan keras…” Qing Yun “Zhu Ren sudah tertidur… matahari terbit


masih beberapa jam lagi… kita persiapkan sarapan untuk membuka ulang tahun Zhu


Ren…” pergi bersama Mei Shang dan Hao Lun.

__ADS_1


__ADS_2