Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 344 - Kesal karena madu


__ADS_3

Bab 344 –


          Qing Yun masuk dan memberi hormat “Shen Zhu…” Huo Feng yang


masih cemberut, mengangkat wajah melihat Qing Yun. Qing Yun tersenyum lembut


padanya “ada yang ingin bertemu.” Huo Feng menggeleng, cemberut, merajuk “tidak


bertemu… siapapun tidak bertemu… kecuali ada madu…” Qing Yun maju, berbisik di


telinganya. Dong Hua hanya mendengar ‘Ren Zhu’, Huo Feng berdecak kesal,


menunjuk kedua Zun Wang “kalian ! selesaikan !”


          Kedua Zun Wang saling melihat, tidak mengerti, melihat Qing


Yun yang mengangkat bahu. Keduanya menghela nafas “masih dirimu lagi ! Huo


Feng, dari kau menikah, kami sudah membereskan sangat banyak untukmu…


keluarlah, buat mereka tidak berkutit lagi… kami sudah bosan bermain dengan


mereka”.


          Huo Feng berdiri, berdecak kesal “cih, mereka akan sial


bertemu denganku !” pergi bersama Qing Yun tanpa pamit dan dengan kekesalan.


Ketujuh kesayangan segera berdiri, setelah menghabiskan sup ginsengnya “ayo,


kita hilangkan kepahitan ini !” berjalan pergi, menyusul kearah Huo Feng pergi,


tanpa menoleh dan berpamitan. Kedua Zun Wang menggeleng dan menghela nafas


kasar “haih, ada yang akan sial lagi !” dengan tenang meminum tehnya.


          Ling Ling “shushu, ayi, kalian tidak ikut bersama Niang


Qin…” Zuo Zun menunjuk Dong Hua “Shen Jun saja tidak ikut, untuk apa kami ikut


?” Dong Hua segera berdiri. You Zun mengibaskan tangannya “jangan kesana, kau


akan kena amukan nanti !” Dong Hua mengerutkan kening. “buat apa memasang


tampang seperti itu, kalian yang membuatnya kesal !” Zuo Zun acuh tak acuh.


          You Zun “kuberitahu ya ! jangan membuat Shen Zhu kesal !


apalagi masalah madu dan gula batu !” semua mengerutkan kening. Zuo Zun “haih


kalian ini ! sudah sekian lama, apa masih belum mengerti ? madu dan gula batu


adalah kesukaan mereka. Dulunya, tidak dapat hidup tanpa madu.” Xin Xin “Niang


Qin, tidak akan karena tidak mendapatkan madu, memusnahkan dewa kan !” sendiri


ragu-ragu dengan ucapannya. You Zun “apa tidak mendengar ucapannya tadi ‘ada


yang akan sial’. Yah tunggu saja laporan dari Qing Yun, berapa korban kali ini


!”


          Bai Qian “tidak mungkin kan !” Zuo Zun “haih… makanya lain


kali membuat lelucon, lihatlah situasi… bahkan kami tidak berani berbuat


seperti itu padanya !” semua saling melihat. Xiong Xiong “apa Niang Qin semarah


itu ?” You Zun menghela nafas “Xiong Xiong, pahamilah sifat niang qin-mu. Jika


tadi, begitu Qing Yun datang, kalian langsung memberinya permen madu. Hal ini


tidak akan membesar.” Semua bergidik, Xiong Xiong “ayi, hanya karena madu ?”


You Zun


menjelaskan dengan lembut “Xiong Xiong, apa jadinya jika dari tercipta hingga


bisa berdiri sendiri, kau hanya bergantung hidup dengan madu ? mereka


berdelapan, bisa dikatakan tidak bisa hidup tanpa madu. Jadi jika ada yang


melarang mereka memakan madu, menurut kalian, apa yang akan terjadi ?” Bai Qian


“tapi tadi…”


Zuo Zun

__ADS_1


menggeleng “jika tidak ada masalah, kalian bisa bercanda dengannya. Tapi jika


ada masalah, jangan melarangnya, bahkan harus menyediakan semua keinginannya.


Huo Feng paling tidak suka, ada yang berulah hingga mengganggu privasinya. Ah


sudahlah, sudah cukup waktunya, kita pergi melihat mereka…” You Zun mengangguk


“jangan terlalu dekat dengan mereka nanti, biarkan mereka melakukannya hingga


berhenti sendiri” memperingati semua, yang segera mengangguk.


Semua


segera bergegas, terutama Dong Hua yang was was. Semua terbelalak ketika sampai


di tempat eksekusi. Huo Feng duduk diatas kursi dengan kaki diatas pundak


seseorang yang bergetar dibawahnya “apakah yang mulia terlalu membebaskan


kalian ? hingga memiliki keberanian seperti ini ?” dengan nada dingin. Dewa


dibawah kaki Huo Feng, tidak berani bersuara.


Kedua


Zun Wang menggelengkan kepala melihat keadaan disana. Lainnya yang mengikuti,


bergidik ngeri dengan keadaan disana. Hampir semua dikuliti, digunduli, dan


dibiarkan berlutut, dibawah panas matahari. Selain itu, tidak ada setitik


darahpun yang menetes, terlihat kulit tipis mereka. Itu membuat penderitaan


mereka, lebih berlipat daripada darah keluar. Ketujuh kesayangan, acuh tak acuh


dengan memegang pedang masing-masing yang masih menempel kulit-kulit dan


rambut.


Huo


Feng berdecak kesal “lempar mereka ke Jiu Tou Long Zi…” semua bergidik ngeri


“Shen… Shen Zhu…” dewa dibawah kaki Huo Feng memberanikan diri “masih terlalu


pergi tanpa menoleh lagi, bersama ketujuh kesayangan. Kedelapannya melewati


semua, tanpa bertegur sapa. Qing Yun segera memerintahkan para pengawal untuk


melakukan perintah Huo Feng. Huo Feng menghardik ketujuhnya “buang


pedang-pedang itu… sangat menjijikkan !” tanpa melihat ketujuhnya dengan nada


dingin memerintah.


Kedua


Zun Wang menghela nafas “sudah kukatakan, mereka tidak akan berkutik sementara


haih…” berbalik dan mengikuti rombongan Huo Feng dari belakang. Kedelapannya


langsung membersihkan diri kembali begitu sampai ke Cai Hong gong.


Xin Xin


“mereka begitu tidak menyukai darah ?” Zuo Zun “hei, kalian sudah menyadarinya


!” Xin Xin menggeleng dan menceritakan kejadian di alam fana “ooo… karena itu


kalian menyadarinya ! benar, mereka berdelapan tidak menyukai darah…


pertempuran mereka dulunya sangat berdarah, membuat mereka menganggap ‘darah


adalah kematian’. Semua berooo ria.


Zuo Zun


membelai kepala Xin Xin, tersenyum lembut “istirahatlah, kau juga masuk angin


tadi” Xin Xin mengangguk dengan senyuman manis. Zuo Zun tersenyum dan menghadap


lainnya “kalian juga beristirahatlah, hari ini sudah melelahkan… besok, aku


akan mengantar kalian kembali ke Si Hai Ba Huang” semua mengangguk dan


beristirahat.

__ADS_1


Dong


Hua menunggu di depan permandian, disebabkan Huo Feng yang kesal, memasang


jiejue hingga Dong Hua tidak bisa masuk. Huo Feng yang keluar dari permandian,


melihat Dong Hua, langsung memeluknya “lelah…” Dong Hua tersenyum, langsung


menggendongnya ke kamar, membaringkan dan memakaikan selimut “tidurlah, aku


menemanimu ! besok akan membakarkan ubi untukmu, jangan kesal lagi !” mengecup


kening Huo Feng yang mengangguk padanya, segera tertidur.


Setelah


sarapan, Zuo Zun “Huo Feng, aku akan membawa mereka kembali ke Si Hai Ba Huang.


Setelahnya, aku akan berkeliling !” You Zun “Huo Feng, aku juga akan


berkeliling… sebelum biguang, harus memastikan keadaan semua !” Huo Feng


mengangguk “pergilah, aku akan di Yu Zhou Da Lu !” Xin Xin “shushu, ayi, kalian


akan kemana ? apa bisa aku ikut bersama kalian ?” kedua Zun Wang melihat Huo


Feng yang tersenyum penuh arti pada mereka.


Xiong


Xiong “Niang Qin, aku juga mau ikut bersama ayi, bolehkah ?” Huo Feng tersenyum


membelai kepala Xiong Xiong “Niang Qin tidak akan melarang kalian… pergilah…


manfaatkan waktu kalian dengan baik…” kedua Zun Wang saling melihat “Huo Feng,


kami akan menjaga mereka… kau tenang saja !” Huo Feng mencibir “aku sangat


tenang, kalian yang tidak tenang !” keduanya menggaruk tengkuk yang tidak


gatal.


Dong


Hua “Xiong Xiong – Xin Xin, perhatikan dan belajar dengan baik ! jangan gegabah


!” keduanya mengangguk. Zuo Zun “baiklah, jika seperti itu, kita ke Si Hai Ba


Huang dan langsung mulai berkeliling !” melihat ke Xin Xin dan Xiong Xiong yang


mengangguk dengan mata berbinar. Huo Feng “kalian juga bisa mengajari mereka


selama perjalanan. Xin Xin – Xiong Xiong, belajarlah dengan baik pada kedua dewa


nakal ini… mereka masih bisa tergolong guru yang baik !” “hei, bilang nakal,


kaulah yang ternakal !” You Zun protes, Huo Feng memeletkan lidahnya dengan


usil.


Ching


Ching “nainai, ingat panggil kami saat akan menghadapi rintangan terakhir…”


Chang Chang melanjutkan “nainai, kami akan bersiap dan menemanimu 1.000 hari


itu !” Huo Feng menggeleng “apa perlu seperti itu !” Bai Qian “perlu… Huo Feng,


kami akan menunggu panggilanmu !” Wen Xin “Huo Feng, kau adalah anak kami… kami


ingin bersamamu menghadapi rintangan ini !” Huo Feng tersenyum “hmm… entah apa


yang kalian inginkan ! melihat saat terkacauku !” menggelengkan kepala.


Bai Yi membelai


kepala Huo Feng “putriku yang nakal, kau tidak harus berjuang sendiri… kami


semua adalah keluargamu, akan selalu mendukung dan ada untukmu !” Huo Feng


tersenyum “baiklah, akan ada yang menjemput kalian !” semua mengangguk. Zhe Yan


“Huo Feng, sebelum menerima rintangan, minumlah salah satu dari pil itu !” Huo


Feng mengangguk “terima kasih, jaga diri dan sampai jumpa !” berpamitan dengan


semua.

__ADS_1


          Q


__ADS_2