
Bab 325 –
Si ulat
kecil naik kembali ke tangan Huo Feng, sementara ulat-ulat lainnya kembali ke
tangkai bunga mereka. Huo Feng melihat Xiao Qian “Xiao Qian, jaga mereka dengan
baik… para ular-ular itu juga sudah merindukan kalian… kau bisa mengatasinya
kan !” Xiao Qian berkaca-kaca, cemberut melihat Huo Feng “untuk apa memasang
tampang seperti itu… kau bisa menemuiku kapan saja !” mengangkat tusuk kondenya
“yang mulia meninggalkanmu dengan semua tanggung jawab disini ! lakukan tugasmu
! jangan mengecewakanku !”
Xiao
Qian menunduk, sambil sekali-kali melihat Huo Feng. Huo Feng cekikikan “masih
ada permintaan ?” Xiao Qian menggoyang-goyangkan ekornya, melirik ke kumpulan
bunga dan melirik Huo Feng. Huo Feng menghela nafas “melihat keimutanmu, yang
mulia akan mengabulkan keinginanmu…” Xiao Qian segera mendongak, menatap Huo
Feng dengan binar kebahagiaan. Huo Feng menurunkan Xiao Qian, mengeluarkan
sihir padanya dan semua bunga itu. Perlahan dari tubuh Xiao Qian dan
bunga-bunga, keluar cahaya merah yang berkumpul menjadi bola merah kecil. Saat bola
pecah, muncul seekor ulat berwarna merah, tampaknya seperti Xiao Qian hanya
lebih kecil sedikit.
Xiao
Qian segera menggerak-gerakkan kaki-kaki kecilnya memapah si ulat merah. Si
ulat merah membuka mata, melihat dan langsung memeluk Xiao Qian (si ulat hijau).
Semua melihatnya “wah ini bukan kembar, tapi mereka sepasang !” si ulat merah
akhirnya menyadari banyak pasang mata yang melihat mereka. Si ulat merah
memendarkan tatapannya ke semua dan berhenti di Huo Feng, berjalan perlahan ke
hadapan Huo Feng. Huo Feng mengulurkan tangannya, membiarkan kedua ulat naik ke
atasnya “nah kau juga sudah kembali… nikmatilah kebebasan kalian… jangan
nakal…” si ulat merah bercahaya dan mengeluarkan sebuah mutiara merah kecil,
memberikannya kepada Huo Feng. Huo Feng menerimanya, mutiara dan tusuk konde
bercahaya dan menyatu ‘Zhu Ren, dengan membawa ini, anda tidak akan terpengaruh
pada bau tajam kami lagi. Giok ini akan melindungi anda dari semua racun yang
terganas sekalipun’.
Huo
Feng “hmm… bagus sekali, aku tidak perlu menahan nafas lagi hihihi…” terlihat
wajah Huo Feng yang sudah mulai memucat. Huo Feng membelai kedua kepala ulat
“hmm… karena kalian sudah terpisah jadi yang mulia akan merubah nama kalian Gu
Cong dan Ping Hua, bagaimana ?” keduanya mengangguk. Huo Feng tersenyum “nah,
kalian kembalilah… disini serahkan pada kalian… tidak ada dendam lagi, jaga
jiwa murni kalian…” keduanya mengangguk. Huo Feng menurunkan kedua ulat,
melihat mereka berjalan ke kumpulan bunga-bunga.
Dong
Hua segera merangkul Huo Feng “Feng Wei, bagaimana denganmu ?” Huo Feng “agak
lelah… Hua Zi gege, masih harus mengurus klan Xixue !” Dong Hua “Mo Yuan, Ye
Hua, klan Xixue…” keduanya mengangguk “tenang saja, kami akan menanganinya !”
__ADS_1
Dong Hua menatap Huo Feng “kita kembali ke Tai Chen gong !”. Huo Feng
mengangguk “Hua Zi gege… aku…” muntah hebat. Semua makanan yang dimakan
sebelumnya, keluar hingga tak bersisa. Dong Hua segera menggendongnya, Zhe Yan
“Huo Feng, hirup aroma ini !” memberikan 1 bungkusan biji. Dong Hua langsung
menghilang, membawa Huo Feng kembali ke Tai Chen gong. Setelah membersihkan
diri dari semua bau dan bekas muntahan, Dong Hua membiarkan Huo Feng
beristirahat, memulihkan dirinya.
Ling
Ling “Fu Qin, bagaimana Niang Qin ?” Dong Hua “tidak apa, hanya sedikit
kelelahan…” Xin Xin “Niang Qin memberi kehidupan baru pada ulat Ping Hua…” Gun
Gun “Fu Qin…” Dong Hua melihat Gun Gun “sudah bukan urusan Feng Wei lagi !” Gun
Gun mengangguk “tapi hal ini harus tetap dibahas !” Dong Hua mengangguk “Ling
Ling, Xin Xin jaga Feng Wei !” Dong Hua menemui yang lainnya.
Sou Wan
“Dong Hua, aku sudah memeriksa suku iblis, semua bunga sudah bersih !” Dong Hua
menatap dingin Mo Yuan “sekali lagi ! yang mulia sendiri akan menghantarnya ke
neraka 18 !” Zhe Yan “apa yang sebenarnya terjadi dengan Ping Hua itu ?” Long
Nu “lihat dari situasinya, demi memaksa induk Gu Zu Hua mengabdi padanya,
mereka sudah menyiksa induk Feng Ping Hua. Induk Gu Zu Hua menyimpan sedikit
essensi pasangannya dan meminta Huo Feng niang meniupkan nafas kehidupan
kembali padanya” Zhe Yan “suatu keberuntungan, Huo Feng bersedia menyelesaikan
Du Hua. Lihat dari sini, selain Huo Feng, akan berpotensi membuat masalah
semakin besar kedepannya… jika sampai Ping Hua tidak kembali, maka dendam Gu
Ye Hua
“Di Jun, klan Xixue sudah tenang dan sudah terhukum…” Dong Hua mengangguk “Zhe
Yan, bagaimana Feng Wei ?” Zhe Yan “demi menyelesaikan misinya, Huo Feng
menahan nafas, yang menyebabkan kesesakan pada dadanya. Dibawah kondisi seperti
itu, masih mengeluarkan energi yang lumayan… untung saja, disaat terakhir, ada
mutiara dari Ping Hua. Huo Feng kelelahan karena mengeluarkan energi dan akan
sedikit pusing mungkin demam saat sadar nanti. Minum sup pemulih saja, istirahat
yang cukup, Huo Feng akan ceria kembali” Dong Hua “haih… dia terus berkorban !”
Gun Gun “Fu Qin, jangan sedih… hal ini sudah diketahui Niang Qin sejak awal…
tiada suatu apapun yang bisa ditutupi dari Niang Qin… Niang Qin sudah
mengetahui segala hal yang disembunyikan Mu Shen dari awal” Ling Ling “Niang
Qin sudah mengetahui akhirnya akan seperti ini. Apapun yang kita lakukan, tidak
bisa mempengaruhi penilaian dan prediksi Niang Qin”
Dong Hua menjaga istri kecilnya dengan baik, mengawasinya
meminum sup pemulih. Dong Hua “Feng Wei, setelah turun ke alam fana, kau masih
harus istirahat ! aku akan mengatur perburuan selama 2 minggu, tapi sebelumnya,
kau harus memiliki waktu untuk beristirahat !” Huo Feng “baiklah…
mendengarkanmu !” Xin Xin “Niang Qin, bagaimana keadaanmu ?” Huo Feng memegang
kepalanya “agak sedikit pusing…” Xin Xin memegang kening Huo Feng “Niang Qin,
kau demam ! apa Niang Qin sudah makan ?” Dong Hua menghela nafas, menggeleng
“hanya sup pemulih dan sedikit ubi bakar !”
__ADS_1
Huo Feng “bau itu masih tercium, membuatku mual dan
pusing !” Xin Xin “apa itu karena giok Du Hua ?” Huo Feng menggeleng “hanya
bentuk ikatan dan sensitivitas penciumanku terlalu tajam… istirahat beberapa
hari akan membaik…” mengalihkan wajahnya ke dada Dong Hua “Hua Zi gege, baumu
sangat nyaman !” Dong Hua tersenyum memanjakan, memeluk Huo Feng. Xin Xin
“Niang Qin, aku akan membuatkanmu bubur, jangan tidur dulu…” berlalu ke dapur.
Xin Xin kembali dengan dua mangkuk bubur “Niang Qin,
cobalah !” Dong Hua menyuapinya “emm… bubur cendana…” Huo Feng mencicipinya dan
tersenyum manis pada Xin Xin. Xin Xin tersenyum lembut padanya, Dong Hua “kau
menyukainya ?” Huo Feng mengangguk, mencicipi sesendok demi sesendok hingga
habis semangkuk. Xin Xin “Niang Qin, aku akan menyimpan bubur ini untukmu… saat
lapar, makanlah…” Huo Feng melihat semangkok bubur yang belum disentuhnya “emmm
fengwei hua ?” Xin Xin mengangguk “Niang Qin sudah menebaknya…” Huo Feng
tersenyum lembut “terima kasih…” Dong Hua “Feng Wei, tidurlah…” Huo Feng memasukkan
wajahnya ke dada Dong Hua dan terlelap.
Dong Hua melihat Xin Xin, tersenyum lembut “terima
kasih…” Xin Xin tersenyum “Niang Qin – ku begitu hebat, melindungi semesta… aku
hanya menjaga Niang Qin – ku, tidak terhitung apapun !” Dong Hua membelai
kepala Xin Xin “putriku sudah dewasa !” Xin Xin nyengir “Fu Qin, bawalah Niang
Qin beristirahat… diluar sini, Niang Qin akan kedinginan.” Dong Hua menggendong
Huo Feng kembali ke kamar. Setelah dapat mengisi perutnya, Huo Feng merasa
hangat di tubuhnya, tidak membuatnya mual dan muntah kembali. Dong Hua menjaganya
semalaman karena tidur Huo Feng yang tidak nyenyak dan sempat demam ringan.
Keesokan harinya, Hu Hou dan Wen Xin sudah menyiapkan
ramuan pemulih dan makanan sehari buat Huo Feng. Huo Feng sudah lebih
bersemangat, tapi cemberut karena dilarang makan ubi bakar untuk sementara
“Niang Qin…” Wen Xin menggeleng “kau harus memakan yang berkuah untuk
sementara. Lihat tubuhmu, bahkan jauh lebih kecil dibanding Xin Xin dan Long Nu.
Mulai saat ini, kau harus memakan makanan bergizi, agar tubuhmu kuat menghadapi
rintangan.” Huo Feng mencucu.
Xin Xin memeluknya “Niang Qin, kau betul-betul sangat
menggemaskan… tidak heran, begitu banyak yang menyukaimu, bahkan akupun
terpesona oleh Niang Qin-ku ini !” Huo Feng semakin cemberut, bukannya terlihat
kesal malah semakin menggemaskan. Dong Hua langsung menarik dan memeluknya,
kecupan demi kecupan turun di pipinya. Bukan hanya Dong Hua, Ling Ling dan Xin
Xin pun menyerbunya “aa… hentikan… hentikan… kalian membuat kecantikanku
berkurang dengan air liur kalian iuh…” Ling Ling dan Xin Xin cekikikan.
Dong Hua kesal “jangan mencium Feng Wei-ku…” mencium
seluruh tempat yang dicium Ling Ling dan Xin Xin sebelumnya. Membuat semua
tertawa terbahak-bahak, tapi Huo Feng meronta-ronta “aaa… Hua Zu gege,
hentikan… ah kalian menyebalkan…” memegang kedua pipinya, berdiri dan
menghentakkan kaki “menjengkelkan cih…” meninggalkan semua ke permandian. Semua
masih cekikikan memandangnya “Shen Zhu yang sangat menyeramkan itu sebenarnya
sangat menggemaskan hahaha…” Sou Wan menertawakannya.
__ADS_1