Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 122 - Makan malam bersama sebelum perang


__ADS_3

Selama


2 minggu sebelum perang, Feng Wei memanjakan Hua Zi dan anak-anaknya. Setiap


hari memasakkan kesukaan mereka, mengiyakan semua permintaan mereka. Feng Wei


pun memberikan liontin pada Xiong Xiong dan Xin Xin. Feng Wei “Gun Gun, Long


Nu, Jin Cheng, Ling Ling, apa kalian yakin ikut ke medan perang besok ?” “yakin


Niang Qin…” keempatnya kompak menjawab. Hua Zi “Feng Wei tidak masalah, mereka


juga bisa belajar” Feng Wei mengangguk “baiklah, ajaklah semua berkumpul hari


ini, aku akan memasak kesukaan semua… biarkan semua bersantai sebelum perang”


Gun Gun “baik, aku akan memanggil semua” tersenyum.


       Hua Zi “Feng Wei, kau mau memasak…


biarkan bagian dapur saja yang memasak, nanti kau kelelahan…” Feng Wei “Hua Zi


gege, kau melarangku ikut perang, jadi hanya ini yang bisa kulakukan hihihi…


tenang saja, hanya memasak…” Hua Zi tersenyum “baiklah…” Feng Wei mengecup


kening Hua Zi dan berbalik ke dapur. Hua Zi melihat punggung Feng Wei yang


menjauh ‘kenapa aku merasa Feng Wei sangat jauh ! beberapa hari ini hatiku


tidak tenang, apa akan terjadi sesuatu di perang besok ? tidak, Feng Wei sudah


berjanji tidak ikut campur, hanya memakai Suo Hun Yu, tidak akan ada masalah


pada Feng Wei.’


       Mendengar panggilan makan, semua segera


berkumpul di Tai Chen gong, termasuk Meng Hao, Mu Rong, dan Yan Ci Wu. Zhe Yan


melihat Hua Zi yang melamun melihat kearah dapur “Yu Huang, ada apa ? kenapa


melihat kedapur terus ?” Hua Zi “entah apa yang akan terjadi besok… hatiku


tidak tenang, aku merasa Feng Wei akan meninggalkanku…” Lian Song “kau terlalu


khawatir… bukankah Hong Ling sudah berjanji tidak akan ikut dalam perang, hanya


akan tampil menggunakan Suo Hun Yu” Ling Ling “Fu Qin, sebenarnya…” Gun Gun “Fu


Qin, aku dan Ling Ling bermimpi hal yang sama 3 hari berturut-turut” Hua Zi


mengkerutkan kening. Zu Zhe “mimpi apa ?” Ling Ling “kami bermimpi Niang Qin


yang bersimbah darah dan yuhua di hadapan semua” Gun Gun “Fu Qin, aku pernah ke


Ruo Shui He Phan, didalam mimpiku, Niang Qin yuhua dalam pelukan Fu Qin di Ruo


Shui He Phan”.


       Mo Yuan “inikan kejadian yuhua yang


lalu…” Ling Ling dan Gun Gun menggeleng “shifu, kami tidak tahu bagaimana dulu


Fu Qin Niang Qin yuhua, tapi di mimpi kami hanya Niang Qin yang yuhua dan…” Hua


Zi “dan apa ?” Gun Gun “setelah Niang Qin yuhua, Fu Qin melupakan Niang Qin


setelah kehilangan cincin itu” Hua Zi tercengang melihat cincin, menggeleng


“tidak, aku tidak akan pernah melupakannya, Feng Wei…” berjalan ke dapur. Zu


Zhe melamun, Lian Song “Zu Zhe, ada apa denganmu ?” Zu Zhe “Lian Song, aku juga

__ADS_1


bermimpi yang sama, tapi…” Lian Song mengkerutkan keningnya “tapi apa ?” Zu Zhe


“tempatnya berbeda… yang dalam mimpiku adalah Tian Ling Dong” semua terkejut.


Mimpi Zu Zhe biasanya akan menjadi kenyataan, karena kemampuan Zu Zhe bisa melihat


masa depan. Sou Wan “bukankah masih 8.000 tahun” Zu Zhe menggeleng. Meng Hao


“hal ini jangan sampai diketahui Di Jun. Di Jun memerlukan konsentrasinya di


medan perang besok” Mu Rong “tenang saja, Di Hou akan menenangkannya”.


       Hua Zi yang ke dapur segera memeluk Feng


Wei dari belakang, membuatnya terkejut “Hua Zi gege, apa yang kau lakukan


disini ?” Hua Zi “Feng Wei, aku tidak akan melupakanmu, tidak akan pernah…”


Feng Wei tercengang “apa yang kau katakan ?” berbalik melihat Hua Zi yang


cemberut “Ling Ling dan Gun Gun bermimpi, kau yuhua di Ruo Shui He Phan dan aku


melupakanmu…” Feng Wei tersenyum “bukankah itu sudah kejadian yang lalu…


setelah terlahir kembali memang kau melupakanku kan ! ingatan kita kembali di


Tai Chen gong. Tidak ada yang salah pada mimpi itu  !” Hua Zi “Gun Gun berkata cincin ini hilang


!” seperti anak tertindas. Feng Wei “bukankah kau yang menggabungkannya dengan


Ban Xin Liu Li Jie” Hua Zi mengangkat wajah melihat Feng Wei dan mengangguk.


Feng Wei tersenyum “sudah jangan sembarangan berfikir… keluarlah, sebentar lagi


selesai…” Hua Zi memeluk Feng Wei kembali “mengagetkanku…” Feng Wei mengelus


punggung Hua Zi “sudah, tidak usah memikirkan hal lain, kau memerlukan


konsentrasimu besok di medan perang, aku akan menemanimu” Hua Zi mengangguk,


       Melihat Hua Zi yang keluar, Feng Wei


menghela nafas dan menggelengkan kepala. Hua Zi yang kembali ke paviliun sudah


tidak setegang sebelumnya. Yang lain yang melihat tidak mengatakan apapun.


Mereka tidak mau konsentrasi Hua Zi terpecah, ada perang di depan mata yang


membutuhkannya. Setelah mendengar kata-kata Feng Wei, Hua Zi terus menekan


ketidak tenangan di hatinya. Semua kata-kata Feng Wei benar adanya, tapi


hatinya tetap tidak dapat merasa tenang. Difikiran Hua Zi, ingin segera


menyelesaikan perang dan terus bersama Feng Wei, untungnya Feng Wei sudah


berjanji menemaninya di medan perang. Hua Zi sangat takut Feng Wei akan


meninggalkannya, kemanapun ingin membawa Feng Wei. Sesaat tidak dapat melihat


Feng Wei, hatinya sangat gelisah dan ketakutan melandanya.


Feng


Wei bersama beberapa pelayan membawa masakan-masakan yang wanginya semerbak


kemana-mana ke pavilliun. Meng Hao membelalakkan matanya “wah Zheng Zhu,


benar-benar beruntung mengikutimu…” Mu Rong “Di Hou, apa setelah perang juga


akan mendapat sajian seperti ini ?” Hua Zi merangkul Feng Wei melirik dingin Mu


Rong, Feng Wei hanya tersenyum. Lian Song “wah Yu Huang, jangan picik begitu,

__ADS_1


kau dapat merasakan masakan Di Hou setiap hari… kami harus menunggu momen-momen


tertentu saja untuk mencicipinya” Hua Zi “suruh Zu Zhe memasak untukmu” Sou Wan


“haih batu es, tidak peduli dikehidupan manapun, kau tetap saja begitu picik


dan tidak tahu malu…” Hua Zi “untuk apa tahu malu, aku hanya tahu Feng Wei-ku


sudah cukup untukku” Feng Wei cekikikan.


Semua


bercanda tawa memakan hidangan sebelum perang. Sesudah semua berpamitan, Hua Zi


membawa Feng Wei ke kamar “Feng Wei, aku mencintaimu… setelah perang besok,


kita ke Bi Hai Cang Ling melewati waktu berdua bagaimana ? Xiong Xiong dan Xin


Xin sudah besar, sementara biarkan mereka dijaga keluarga Bai di Qing Qiu” Feng


Wei tersenyum “Hua Zi gege, permintaanmu sangat banyak, sebentar mau latihan


sebentar mau ke Bi Hai Cang Ling… tunggu tubuhmu pulih dibicarakan lagi…” Hua


Zi berbinar “hihihi bukankah ini karena aku sangat mencintaimu… ah… sebelum


besok ke medan perang, aku ingin pelayanan ekstra dahulu…” tidak menunggu


protes Feng Wei, Hua Zi langsung mencium bibir dan menggerayangi tubuh Feng


Wei.


Feng


Wei terbangun di tengah malam dan menangis ‘Hua Zi gege, maafkan aku… aku hanya


bisa menemanimu hingga perang selesai… Hua Zi gege, apa kau akan melupakanku ?


Hua Zi gege, aku sudah tidak memiliki banyak waktu… perang besok adalah bantuan


terakhirku untukmu… tapi tenanglah, walaupun aku sudah tidak ada, tapi


pelindung emas dan api abadi akan selalu melindungimu. Semua teman dan


anak-anak akan ada disisimu, kau tidak akan sendiri lagi. Hua Zi gege, walau


aku ingin kau selalu mengingatku, tapi jika untuk kebahagiaanmu, aku rela kau


lupakan dan memilih wanita lain. Semoga wanita lain bisa membahagiakanmu lebih


dari padaku.” Tersenyum mengecup bibir Hua Zi dan terlelap kembali.


Keesokan


harinya, Feng Wei menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarganya sebelum


berangkat perang. Sebelumnya Feng Wei sudah menyiapkan beberapa macam kue-kue


dan permen madu, menitipkannya pada Xiong Xiong dan Xin Xin untuk Hua Zi. Feng


Wei pun sudah menyiapkan surat untuk Hua Zi yang dititipkan pada Yan Ci Wu.


Feng Wei tahu, dia tidak akan dapat kembali lagi. Di wajahnya tampak senyuman


walaupun hatinya sangat sedih dan menangis darah. Hua Zi dan Feng Wei


menyerahkan Xiong Xiong dan Xin Xin ke Wen Xin dan Qing Cing. Feng Wei mencium


kedua anaknya “baik-baik dengan waipo dan lao lao, Niang Qin mencintai kalian”


memeluk erat keduanya. Wen Xin “Hong Ling, jaga diri dengan baik…” Feng Wei


tersenyum memeluk keduanya “terima kasih niang – nainai…” bergandengan tangan

__ADS_1


dengan Hua Zi ke medan perang.


__ADS_2