
Dong Hua menemani Xiao Shen Zhu
yang masih tertidur lelap, sambil membaca kitab dhamma. Xiao Shen Zhu
mengerjapkan-ngerjapkan matanya “Feng Wei, sudah bangun… laparkah ?” Dong Hua
memapahnya. Melihat Xiao Shen Zhu yang mengangguk, langsung membawanya keluar
mengisi perut kecilnya “Feng Wei, apa yang ingin kau lakukan pada perang ini ?”
menggandengnya berjalan ke Liu Jiao Ting. Dong Hua memangku Xiao Shen Zhu
“tentu saja bermain sampai puas… sudah 10.000 tahun… jika kali ini mereka masih
belum layak menjadi mainanku, betul-betul sangat bodoh…” Dong Hua tersenyum
“jangan kelelahan dan tidak boleh sampai sakit…”
Xiao
Shen Zhu “kukira di Yu Zhou Da Lu, lalat-lalat itu adalah yang terparah… tidak
menyangka disini lebih parah lagi…” Dong Hua “karena mereka hanya lalat, tidak
patut diperhatikan !” Xiao Shen Zhu mengangguk “tapi jika tidak ada lalat-lalat
itu, maka tidak akan seru hihihi… dengan kemampuan yang tidak seberapa tapi
kegilaan yang sampai ke ubun-ubun itulah membuat mereka menjadi menarik… Jika
selalu bertemu dengan yang tidak memiliki selera humor bukankah sangat
membosankan.” Dong Hua “apa dulu kau sering bermain ?” Xiao Shen Zhu “dulu ?”
mengingat-ingat kembali. Xiao Shen Zhu “kadang kalau lagi senggang, aku akan
menemani mereka bermain… berbeda dengan disini, lalat-lalat pengganggu itu
hanya menjadi lalat saat aku bosan saja… hmm… jika difikir-fikir mereka juga
bukan pengganggu hanya memberi diri mereka untuk menjadi alat bermainku saja…”
Dong Hua “jadi kau tahu mereka sengaja melakukannya ?” Xiao Shen Zhu
mengangguk.
Xiao
Shen Zhu “Hua Zi gege, sudah begitu lama, mana mungkin tidak bisa membedakan
yang betul dan bukan lalat pengganggu !” Dong Hua “apa kau pernah tertarik pada
mereka ?” Xiao Shen Zhu menatap Dong Hua dengan wajah kekanakannya “kenapa ?
cemburu lagi ?” Dong Hua cemberut, Xiao Shen Zhu cekikikan “Hua Zi gege,
sebelumnya aku tidak pernah memikirkan urusan perasaan ataupun cinta… terhadap
semuanya, aku tidak mempunyai perasaan khusus sama sekali…” Dong Hua tersenyum dengan
jawaban Xiao Shen Zhu “Feng Wei, siapa mereka bagimu ? semua yang ada di Yu
Zhou Da Lu bahkan semesta !” Xiao Shen Zhu tersenyum ringan “Hua Zi gege,
bagiku semua hanya kehampaan… kau boleh mengatakan aku kejam atau apapun, tapi
itulah yang kurasakan…” Dong Hua tersenyum sedih “kenapa seperti itu ?” Xiao
Shen Zhu “Hua Zi gege, aku tercipta dari kehampaan… apa bedanya dengan yang
lain ?”
Dong
__ADS_1
Hua membelai kepala Xiao Shen Zhu “sebelum bertemu denganmu, aku juga
berfikiran seperti itu. Tapi setelah bertemu denganmu, aku merasakan
kebahagiaan dalam kehidupan. Feng Wei, dalam hidup ini, dalam kehampaanmu ada
cintaku yang selalu menemani… saat kau terlahir dari suatu kehampaan sudah
menyatu dengan kehampaanku… kita akan berjalan bersama selamanya” Xiao Shen Zhu
tersenyum lembut “Hua Zi gege, semakin lama kau semakin pintar berkata-kata…”
Dong Hua memeluk erat Xiao Shen Zhu “Feng Wei, aku tahu kau sudah lelah… kita
tidak akan memikirkan semua masa lalu yang melelahkan itu… kita akan hidup
sebagai pribadi yang baru di dunia yang sama… dalam pribadi ini hanya ada kita
berdua… saat merasa lelah, kau bisa bersandar padaku… akupun akan selalu
bersandar padamu…” Xiao Shen Zhu menutup mata dalam pelukan Dong Hua.
Dong
Hua yang tidak mendapat jawaban, kembali berbicara “Feng Wei, bukan saja karena
janjimu… tapi aku… aku yang tidak bisa hidup tanpamu… Feng Wei, disaat kau
menciptakan Si Hai Ba Huang, takdirku sudah tertulis atas namamu… aku tidak
bisa berdiri sendiri… aku tercipta karenamu, olehmu, dan untukmu… jika kau
tidak ada, sama saja tidak ada diriku… Feng Wei, aku tahu kau menaruh sihirmu
di cincin ini untuk melindungiku… tapi sihir itu tidak akan mempengaruhiku,
disaat terjadi sesuatu padamu, aku…” “sudah mengikat jiwamu padaku…” Xiao Shen
Shen Zhu tersenyum “Hua Zi gege, jika kukatakan semua yang kau lakukan selama
ini sia-sia…” Dong Hua mengangguk “aku tahu… aku hanya ingin kau tahu, aku
bersungguh-sungguh dengan ucapanku…” Xiao Shen Zhu membuka mata, mengangkat
tangan kecilnya, memegang kedua pipi Dong Hua “tenangkan hatimu… aku memberimu
janji itu sudah menjadi penenang buatmu… kita akan bersama selamanya hingga
saatku harus meninggalkan semuanya, aku akan membawamu besertaku…” Dong Hua
tersenyum mengecup tangan kecil Xiao Shen Zhu “terima kasih…”
Xiao
Shen Zhu memeluk Dong Hua “aku mencintaimu… seperti kata-kata Song Xuan Ren,
cinta kasihku adalah senjata terkuatmu…” Dong Hua tersenyum manis memeluk Xiao
Shen Zhu “aku sangat mencintaimu… jiwa raga ini adalah milikmu… Cai Hong Huo
Feng, aku sangat sangat mencintaimu… jangan pernah mengingkari janjimu…” ‘Feng
Wei, jika suatu saat kau mengingkari janjimu dan meninggalkanku tanpa ingatan
tentangmu… aku sudah tidak dapat menjalani hidupku sendiri lagi… apa artinya
aku tanpa dirimu… kumohon jangan mengingkari janjimu…’ Xiao Shen Zhu mengangguk
“janji seorang Shen Zhu bukanlah kata-kata kosong…” Dong Hua menggeleng “bukan
Shen Zhu tapi wanitaku… Feng Wei-ku, aku mencintaimu,,, sangat mencintaimu…”
Xiao Shen Zhu mengecup lembut bibir Dong Hua. Dong Hua tersenyum “ah Feng Wei,
__ADS_1
cepatlah besar… aku hampir tidak tahan…” Xiao Shen Zhu cekikikan.
Xiao
Shen Zhu “bukankah sebelumnya kau menahan diri 360.000 tahun ? atau
jangan-jangan…” menatap sinis pada Dong Hua yang menggeleng-gelengkan kepalanya
“tidak pernah… aku menyerahkan tubuh suciku pertama kali padamu…” memeluk erat
Xiao Shen Zhu “awas jika aku menemukanmu berbohong…” dengan nada dingin. Dong
Hua cemberut menggelengkan kepala “yang kukatakan benar adanya… aku hanya berhubungan
denganmu, tidak ada lainnya… Feng Wei, jangan mencurigaiku… aku hanya milikmu…”
Xiao Shen Zhu “Zhe Yan pernah mengatakan saat kau di suku iblis, tiap hari ada
wanita iblis yang naik keatas ranjangmu…” Dong Hua mengingat-ingat “aku sudah
tidak mengingatnya…” Xiao Shen Zhu “kau menggendong mereka dengan lembut dan
mengeluarkannya… kenapa kau harus menggendongnya dengan lembut ? kenapa tidak
langsung menendangnya keluar ?” melihat Dong Hua dengan sinis. Dong Hua
tercengang “Fu Ren, aku tidak pernah menganggap mereka… jangan marah padaku,
aku tidak melakukan apapun… Fu Ren, aku hanya pernah dan akan selalu menjadi
milikmu… Fu Ren…” merengek.
Xiao
Shen Zhu melipat tangan di dada dan membuang muka. Dong Hua memeluknya erat “Fu
Ren, jangan marah… sebelum bertemu denganmu, aku hanyalah batu tak berperasaan…
kaulah yang telah meniupkan kehidupan dan cinta padaku… jangan marah, tidak ada
seorang pun yang perlu kau cemburui…” “Ji Heng… kau masih menggendongnya di
depan mataku…” Xiao Shen Zhu semakin dingin. Dong Hua mengingat-ingat tapi dia
tahu tidak boleh menyebut nama wanita itu lagi “Fu Ren… Fu Ren Fu Ren Fu Ren…
aku mencintaimu… hatiku hanya milikmu… orang lain tidak ada apa-apanya denganku
Fu Ren…” merengek. Xiao Shen Zhu tidak menjawab “Fu Ren… jangan mengabaikanku…
aku paling takut kau mengabaikanku dan meninggalkanku… Fu Ren…” dengan mata
berkaca-kaca.
Xiao
Shen Zhu cemberut melirik Dong Hua “awas saja kalau kau membohongiku… akan
kubakar Si Hai Ba Huang mu…” Dong Hua “Fu Ren, aku tidak akan berani
membohongimu… Fu Ren, kau ingin membakar Si Hai Ba Huang, bakar saja… aku tidak
mau Si Hai Ba Huang, aku hanya menginginkanmu Fu Ren…” “cih…” Xiao Shen Zhu
mencibir. Dong Hua membalikkan tubuh Xiao Shen Zhu, mengangkat dagunya dan
mengecup lembut bibir mungil itu “Fu Ren, cintaku, jiwaku, tubuhku, seluruh
ragaku hanya untukmu… hanya milikmu… tidak ada dan tidak akan pernah ada yang bisa
memilikinya selain dirimu… jangan marah lagi…” kembali mengecup bibir mungil
yang menjadi candunya.
__ADS_1