Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 250 - Cintaku adalah senjata terkuatmu


__ADS_3

Dong Hua menemani Xiao Shen Zhu


yang masih tertidur lelap, sambil membaca kitab dhamma. Xiao Shen Zhu


mengerjapkan-ngerjapkan matanya “Feng Wei, sudah bangun… laparkah ?” Dong Hua


memapahnya. Melihat Xiao Shen Zhu yang mengangguk, langsung membawanya keluar


mengisi perut kecilnya “Feng Wei, apa yang ingin kau lakukan pada perang ini ?”


menggandengnya berjalan ke Liu Jiao Ting. Dong Hua memangku Xiao Shen Zhu


“tentu saja bermain sampai puas… sudah 10.000 tahun… jika kali ini mereka masih


belum layak menjadi mainanku, betul-betul sangat bodoh…” Dong Hua tersenyum


“jangan kelelahan dan tidak boleh sampai sakit…”


Xiao


Shen Zhu “kukira di Yu Zhou Da Lu, lalat-lalat itu adalah yang terparah… tidak


menyangka disini lebih parah lagi…” Dong Hua “karena mereka hanya lalat, tidak


patut diperhatikan !” Xiao Shen Zhu mengangguk “tapi jika tidak ada lalat-lalat


itu, maka tidak akan seru hihihi… dengan kemampuan yang tidak seberapa tapi


kegilaan yang sampai ke ubun-ubun itulah membuat mereka menjadi menarik… Jika


selalu bertemu dengan yang tidak memiliki selera humor bukankah sangat


membosankan.” Dong Hua “apa dulu kau sering bermain ?” Xiao Shen Zhu “dulu ?”


mengingat-ingat kembali. Xiao Shen Zhu “kadang kalau lagi senggang, aku akan


menemani mereka bermain… berbeda dengan disini, lalat-lalat pengganggu itu


hanya menjadi lalat saat aku bosan saja… hmm… jika difikir-fikir mereka juga


bukan pengganggu hanya memberi diri mereka untuk menjadi alat bermainku saja…”


Dong Hua “jadi kau tahu mereka sengaja melakukannya ?” Xiao Shen Zhu


mengangguk.


Xiao


Shen Zhu “Hua Zi gege, sudah begitu lama, mana mungkin tidak bisa membedakan


yang betul dan bukan lalat pengganggu !” Dong Hua “apa kau pernah tertarik pada


mereka ?” Xiao Shen Zhu menatap Dong Hua dengan wajah kekanakannya “kenapa ?


cemburu lagi ?” Dong Hua cemberut, Xiao Shen Zhu cekikikan “Hua Zi gege,


sebelumnya aku tidak pernah memikirkan urusan perasaan ataupun cinta… terhadap


semuanya, aku tidak mempunyai perasaan khusus sama sekali…” Dong Hua tersenyum dengan


jawaban Xiao Shen Zhu “Feng Wei, siapa mereka bagimu ? semua yang ada di Yu


Zhou Da Lu bahkan semesta !” Xiao Shen Zhu tersenyum ringan “Hua Zi gege,


bagiku semua hanya kehampaan… kau boleh mengatakan aku kejam atau apapun, tapi


itulah yang kurasakan…” Dong Hua tersenyum sedih “kenapa seperti itu ?” Xiao


Shen Zhu “Hua Zi gege, aku tercipta dari kehampaan… apa bedanya dengan yang


lain ?”


Dong

__ADS_1


Hua membelai kepala Xiao Shen Zhu “sebelum bertemu denganmu, aku juga


berfikiran seperti itu. Tapi setelah bertemu denganmu, aku merasakan


kebahagiaan dalam kehidupan. Feng Wei, dalam hidup ini, dalam kehampaanmu ada


cintaku yang selalu menemani… saat kau terlahir dari suatu kehampaan sudah


menyatu dengan kehampaanku… kita akan berjalan bersama selamanya” Xiao Shen Zhu


tersenyum lembut “Hua Zi gege, semakin lama kau semakin pintar berkata-kata…”


Dong Hua memeluk erat Xiao Shen Zhu “Feng Wei, aku tahu kau sudah lelah… kita


tidak akan memikirkan semua masa lalu yang melelahkan itu… kita akan hidup


sebagai pribadi yang baru di dunia yang sama… dalam pribadi ini hanya ada kita


berdua… saat merasa lelah, kau bisa bersandar padaku… akupun akan selalu


bersandar padamu…” Xiao Shen Zhu menutup mata dalam pelukan Dong Hua.


Dong


Hua yang tidak mendapat jawaban, kembali berbicara “Feng Wei, bukan saja karena


janjimu… tapi aku… aku yang tidak bisa hidup tanpamu… Feng Wei, disaat kau


menciptakan Si Hai Ba Huang, takdirku sudah tertulis atas namamu… aku tidak


bisa berdiri sendiri… aku tercipta karenamu, olehmu, dan untukmu… jika kau


tidak ada, sama saja tidak ada diriku… Feng Wei, aku tahu kau menaruh sihirmu


di cincin ini untuk melindungiku… tapi sihir itu tidak akan mempengaruhiku,


disaat terjadi sesuatu padamu, aku…” “sudah mengikat jiwamu padaku…” Xiao Shen


Shen Zhu tersenyum “Hua Zi gege, jika kukatakan semua yang kau lakukan selama


ini sia-sia…” Dong Hua mengangguk “aku tahu… aku hanya ingin kau tahu, aku


bersungguh-sungguh dengan ucapanku…” Xiao Shen Zhu membuka mata, mengangkat


tangan kecilnya, memegang kedua pipi Dong Hua “tenangkan hatimu… aku memberimu


janji itu sudah menjadi penenang buatmu… kita akan bersama selamanya hingga


saatku harus meninggalkan semuanya, aku akan membawamu besertaku…” Dong Hua


tersenyum mengecup tangan kecil Xiao Shen Zhu “terima kasih…”


Xiao


Shen Zhu memeluk Dong Hua “aku mencintaimu… seperti kata-kata Song Xuan Ren,


cinta kasihku adalah senjata terkuatmu…” Dong Hua tersenyum manis memeluk Xiao


Shen Zhu “aku sangat mencintaimu… jiwa raga ini adalah milikmu… Cai Hong Huo


Feng, aku sangat sangat mencintaimu… jangan pernah mengingkari janjimu…” ‘Feng


Wei, jika suatu saat kau mengingkari janjimu dan meninggalkanku tanpa ingatan


tentangmu… aku sudah tidak dapat menjalani hidupku sendiri lagi… apa artinya


aku tanpa dirimu… kumohon jangan mengingkari janjimu…’ Xiao Shen Zhu mengangguk


“janji seorang Shen Zhu bukanlah kata-kata kosong…” Dong Hua menggeleng “bukan


Shen Zhu tapi wanitaku… Feng Wei-ku, aku mencintaimu,,, sangat mencintaimu…”


Xiao Shen Zhu mengecup lembut bibir Dong Hua. Dong Hua tersenyum “ah Feng Wei,

__ADS_1


cepatlah besar… aku hampir tidak tahan…” Xiao Shen Zhu cekikikan.


Xiao


Shen Zhu “bukankah sebelumnya kau menahan diri 360.000 tahun ? atau


jangan-jangan…” menatap sinis pada Dong Hua yang menggeleng-gelengkan kepalanya


“tidak pernah… aku menyerahkan tubuh suciku pertama kali padamu…” memeluk erat


Xiao Shen Zhu “awas jika aku menemukanmu berbohong…” dengan nada dingin. Dong


Hua cemberut menggelengkan kepala “yang kukatakan benar adanya… aku hanya berhubungan


denganmu, tidak ada lainnya… Feng Wei, jangan mencurigaiku… aku hanya milikmu…”


Xiao Shen Zhu “Zhe Yan pernah mengatakan saat kau di suku iblis, tiap hari ada


wanita iblis yang naik keatas ranjangmu…” Dong Hua mengingat-ingat “aku sudah


tidak mengingatnya…” Xiao Shen Zhu “kau menggendong mereka dengan lembut dan


mengeluarkannya… kenapa kau harus menggendongnya dengan lembut ? kenapa tidak


langsung menendangnya keluar ?” melihat Dong Hua dengan sinis. Dong Hua


tercengang “Fu Ren, aku tidak pernah menganggap mereka… jangan marah padaku,


aku tidak melakukan apapun… Fu Ren, aku hanya pernah dan akan selalu menjadi


milikmu… Fu Ren…” merengek.


Xiao


Shen Zhu melipat tangan di dada dan membuang muka. Dong Hua memeluknya erat “Fu


Ren, jangan marah… sebelum bertemu denganmu, aku hanyalah batu tak berperasaan…


kaulah yang telah meniupkan kehidupan dan cinta padaku… jangan marah, tidak ada


seorang pun yang perlu kau cemburui…” “Ji Heng… kau masih menggendongnya di


depan mataku…” Xiao Shen Zhu semakin dingin. Dong Hua mengingat-ingat tapi dia


tahu tidak boleh menyebut nama wanita itu lagi “Fu Ren… Fu Ren Fu Ren Fu Ren…


aku mencintaimu… hatiku hanya milikmu… orang lain tidak ada apa-apanya denganku


Fu Ren…” merengek. Xiao Shen Zhu tidak menjawab “Fu Ren… jangan mengabaikanku…


aku paling takut kau mengabaikanku dan meninggalkanku… Fu Ren…” dengan mata


berkaca-kaca.


Xiao


Shen Zhu cemberut melirik Dong Hua “awas saja kalau kau membohongiku… akan


kubakar Si Hai Ba Huang mu…” Dong Hua “Fu Ren, aku tidak akan berani


membohongimu… Fu Ren, kau ingin membakar Si Hai Ba Huang, bakar saja… aku tidak


mau Si Hai Ba Huang, aku hanya menginginkanmu Fu Ren…” “cih…” Xiao Shen Zhu


mencibir. Dong Hua membalikkan tubuh Xiao Shen Zhu, mengangkat dagunya dan


mengecup lembut bibir mungil itu “Fu Ren, cintaku, jiwaku, tubuhku, seluruh


ragaku hanya untukmu… hanya milikmu… tidak ada dan tidak akan pernah ada yang bisa


memilikinya selain dirimu… jangan marah lagi…” kembali mengecup bibir mungil


yang menjadi candunya.

__ADS_1


__ADS_2