
Dong Hua “Xiao Bai, kita
akan di Bi Hai Cang Ling memulihkan tubuhmu, hawa disini murni, sangat baik
untuk membantumu pemulihan…” Feng Jiu “baiklah…” Dong Hua membelai kepala Feng
Jiu, mencium sudut bibirnya “Ye Hua, Bai Qian, bersiaplah, saat kami ke Jiu
Jong Tian, adalah saatnya kalian menjadi Tian Jun – Tian Hou” dengan dingin. Mo
Yuan mengangguk “memang sudah saatnya…” Ye Hua “Di Jun, ada yang perlu
kupersiapkan ?” Dong Hua dingin “masalah ini jangan sampai diketahui Tian Jun
dulu, yang mulia ingin melihat apa lagi yang ingin dilakukannya !” Feng Jiu
“kenapa ? apa ada masalah ?” Dong Hua langsung melembut “Xiao Bai, posisi Tian
Jun harus diduduki dengan yang berani dan bertanggung jawab” Feng Jiu
mengangguk, tidak bertanya lagi. Selesai bercengkrama, semuapun bubar,
memberikan waktu untuk Dong Hua – Feng Jiu berdua, memulihkan tubuh di Bi Hai
Cang Ling.
Selama 6 bulan, Dong Hua menikmati waktu berdua Feng Jiu
di Bi Hai Cang Ling walaupun yang lain juga sering datang. Meng Hao pun sudah
mendapat kesempatannya bertanding dengan Feng Jiu, termasuk keempat jenderal
lainnya. Semua takluk dengan Feng Jiu, bukan saja karena kekuatannya, tapi
kepintarannya, tanpa mengeluarkan banyak tenaga sudah mengalahkan mereka dengan
mudahnya. Satu persatu jenderal perang Dong Hua datang hanya untuk menemui xiao
Di Hou ini, Dong Hua satu sisi cemburu, satu sisi juga bangga, Feng Jiu dengan
sendirinya membangun kepercayaan semua pada dirinya. Di hadapan Feng Jiu,
mereka semua berubah menjadi anak kecil. Pada dasarnya Feng Jiu memang masih
kecil, masih sangat muda, masih kekanakan dan masih sangat senang bermain. Para
jenderal pun takluk di hadapannya, wanita sepintar, sehebat, dan sehangat ini
berada disisi Di Jun sungguh suatu keberuntungan. Dong Hua sangat memanjakan
Feng Jiu, menjaganya dengan baik, tentu saja tidak kurang memakan Zi Shu Bing.
Setelah dari Bi Hai Cang Ling, mereka ke Qing Qiu, Bai Yi
tidak berhenti meminta Feng Jiu untuk melakukan tugasnya sebagai Qing Qiu Nu
Jun. Feng Jiu pun memanfaatkan waktu di Qing Qiu mengkoordinasi Mi Gu untuk
membantunya membangun pondok bambu. Feng Jiu merubah semua system di Qing Qiu,
untuk memudahkan mengontrol segalanya. Setelahnya Feng Jiu ke klan siluman
beberapa hari, menstabilkan posisi Yen Ce dan Che Lan di klan siluman sayap
timur, dan mengangkat Lan Long menjadi Yao Jun, salah satu pemuda di klan
siluman yang menurut Meng Hao dan Che Lan bisa dipercaya dan bertanggung jawab,
untuk mengurus segala persoalan di klan siluman sayap barat.
Saat mereka kembali ke Jiu Jong Tian, sudah setahun
berikutnya, Tian Jun yang mendengar kembalinya Di Hou dan dengan kekuatan
seorang diri memenangkan peperangan menjadi was-was. Selain itu, Tian Jun juga
was-was karena pengaruh Qing Qiu semakin besar di klan langit, tidak saja anak
Bai Ce, Bai Qian yang menjadi Taizi fei, bahkan cucunya, Bai Feng Jiu juga
__ADS_1
sekarang menjadi Dong Hua Di Jun – Di Hou. Mengetahui Dong Hua yang begitu
menyayangi Di Hou bahkan selalu menemaninya, sudah sangat jarang berada di Jiu Jong
Tian, membuat Tian Jun memikirkan cara untuk menarik Dong Hua Di Jun kembali
dan menurunkan pengaruh Qing Qiu. Selain itu, Tian Jun juga mendengar Bai Feng
Jiu yang sekarang menjadi Yao Wang. Tian Jun awalnya tidak menganggap Bai Feng
Jiu sama sekali, baginya Bai Feng Jiu hanya anak-anak yang tidak tahu aturan.
Tian Jun pun sempat kurang menyukai Bai Feng Jiu, karena kasus ingin
mengembalikan Zhi He ke Jiu Jong Tian. Semenjak Xing Guang Jiejue, Bai Feng Jiu
terus mengharumkan namanya dimana-mana, berhasil memenangkan peperangan demi
peperangan dengan kekuatannya seorang diri.
Dong Hua menggandeng tangan Bai Feng Jiu, bercanda tawa
dari gerbang langit ke istana Tai Chen. Lian Song segera berkunjung “Dong Hua,
akhirnya kau kembali juga… Tian Jun mencarimu, sudah beberapa kali menanyakan
keberadaanmu” Dong Hua dengan santai meladeni Feng Jiu minum teh, tidak
menggubris Lian Song, Feng Jiu yang bertanya “Lian sandianxia, ada apa Tian Jun
begitu terburu-buru mencari Dong Hua, apa ada sesuatu yang terjadi ?” Lian Song
“aku juga tidak tahu, semenjak peperangan yang lalu, Tian Jun beberapa kali
bertanya” Dong Hua dingin “ingin segera menyerahkan posisinya !” Lian Song
“haih Dong Hua, di Jiu Jong Tian, selain kami, masih belum ada yang tahu
rencana pergantian Tian Jun” Feng Jiu memegang tangan Dong Hua “Dong Hua, besok
pergilah mengikuti rapat, mungkin ada sesuatu yang penting” Dong Hua mengangguk
“baik, dengarkan kata-kata Fu Ren, tapi Fu Ren ikut denganku” Feng Jiu
Dong Hua “baiklah, setelah rapat, aku akan menjemputmu…” Feng Jiu mengangguk.
Lian Song “Feng Jiu, aku akan menyuruh Cheng Yu menemanimu, dia juga
merindukanmu” Feng Jiu berbinar “bagus-bagus, sudah lama tidak minum arak bersama
Cheng Yu dan Sie Ming...” Dong Hua mengetuk keningnya “tidak boleh minum arak
tanpa aku disampingmu…” Feng Jiu cemberut menggosok keningnya “tunggu aku
kembali, akan menemanimu minum arak…” Feng Jiu kembali berbinar “Fu Jun paling
baik…” memeluk Dong Hua. Dong Hua tersenyum lembut dan mencium kening Feng Jiu.
Lian Song salah tingkah “kalian istirahatlah, besok
bertemu, aku permisi” Dong Hua dengan dingin “tidak mengantar…” Lian Song hanya
tersenyum, berbalik dan segera pergi. Feng Jiu melihat punggung Lian Song yang
menjauh “Dong Hua, menurutmu kenapa Tian Jun mencarimu ?” Dong Hua menggendong
Feng Jiu “haih… Fu Ren, Tian Jun itu mana ada hal baik… tidak usah
memikirkannya, sebaiknya kita berusaha saja membuat adik Gun Gun hihihi…”
segera membawanya ke kamar “kau… kau… ini masih terang !” Dong Hua segera
menyihir suasana menjadi gelap. Dong Hua mencium Feng Jiu dengan penuh kasih
sayang “Xiao Bai, aku mencintaimu… semakin hari semakin mencintaimu… kau ini
xiao hu li, sudah menggunakan ilmu pemikat apa padaku !” Feng Jiu terbengong “ilmu
pemikat ? apa kau masih memerlukan ilmu pemikat ?” mengibaskan tangan, mata Dong
__ADS_1
Hua berkedip beberapa kali.
Feng Jiu memegang pundak Dong Hua dengan mesra “Dong Hua…
Dong Hua… kau tidak apa-apa ?” Dong Hua membuka mata melihat Feng Jiu yang
sangat cantik, tidak mampu mengedipkan mata “kau sangat cantik…” ingin mencium,
bibirnya ditahan Feng Jiu “Dong Hua, siapa aku ?” badan Dong Hua mulai memanas,
memegang erat pinggang Feng Jiu “Xiao Bai-ku, Fu Ren-ku. wanitaku, Di Hou-ku,
cintaku, hidupku… Xiao Bai…” sekali lagi ingin mencium dan ditahan Feng Jiu
“apa kau mencintaiku ?” Dong Hua mengangguk berusaha menjawab “cinta” Feng Jiu
tersenyum “seberapa cinta ?” Dong Hua menambah kekuatan tangan ingin menarik
Feng Jiu mendekat “sangat cinta, mencintaimu hingga sanubariku, mencintaimu
dengan seluruh hidupku, mencintaimu dengan sepenuh jiwa ragaku… Xiao Bai, aku
sangat sangat mencintaimu… Xiao Bai, kemari, biarkan aku mencintaimu… Xiao Bai,
kemari…” Feng Jiu cekikikan mengibaskan tangan, Dong Hua kembali
mengedip-ngedipkan mata.
Dong Hua membuka mata melihat Feng Jiu yang tersenyum
padanya “Fu Jun, bagaimana ilmu pemikatku ?” Dong Hua tersenyum, menempelkan
tubuh Feng Jiu padanya “sangat hebat, Fu Jun tidak mampu melawannya… Xiao Bai,
cintai aku… kumohon cintai aku…” membalik Feng Jiu diranjang, menciumnya dengan
penuh hasrat “Xiao Bai, aku mencintaimu… sangat mencintaimu… Xiao Bai… cintaku
satu-satunya… aku mencintaimu…” menyatukan tubuh mereka. Mereka melakukannya
berulang kali hingga Feng Jiu tertidur kelelahan “xiao hu li, kau sangat
berani, bahkan mencoba sihir pemikat padaku…” tersenyum sambil menggelengkan
kepala “Xiao Bai, kau benar, aku tidak memerlukan ilmu pemikat, sudah
tergila-gila padamu… Xiao Bai, aku mencintaimu… aku akan mempertahankannmu
selalu disisiku… Xiao Bai, aku sangat mencintaimu…” mengecup kening dan hidung
Feng Jiu, perlahan masuk ke pelukan Feng Jiu “Xiao Bai, pelukanmu adalah tempat
ternyaman untukku… Xiao Bai, aku milikmu, sepenuhnya milikmu… kau juga milikku,
hanya milikku… Xiao Bai, aku sangat sangat mencintaimu… kadang aku takut suatu
saat kau mendapati aku tidak sebaik harapanmu dan meninggalkanku. Kau begitu
baik, begitu pintar, begitu hebat, begitu sempurna, begitu muda, semua
menyukaimu. Melihat tatapan mereka, aku sangat ingin memasukkanmu kedalam tubuhku,
menyembunyikanmu dari pandangan semuanya. Xiao Bai, kau milikku, hanya bisa
menjadi milikku. Xiao Bai, aku akan berusaha mengimbangimu, kau harus selalu
disisiku… Xiao Bai, aku mencintaimu” mengecup bibir Feng Jiu dan terlelap di
pelukan Feng Jiu.
Feng Jiu awalnya merasa gerah dan tak nyaman dengan Dong
Hua di pelukannya. Dong Hua memeluknya sangat kuat seperti tanaman merambat
hingga Feng Jiu terkadang susah bernafas. Tapi melihat Dong Hua yang sangat
nyenyak, tidak tega dan pasrah, akhirnya sudah terbiasa. Saat Dong Hua masuk ke
pelukannya, tanpa sadar, tangan Feng Jiu naik mengelus-ngelus punggung Dong
__ADS_1
Hua, memeluknya tidur. Dong Hua pun selalu tersenyum manis tidur dipelukan Feng
Jiu.