Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 34 - Kembali ke Jiu Jong Tian


__ADS_3

Dong Hua “Xiao Bai, kita


akan di Bi Hai Cang Ling memulihkan tubuhmu, hawa disini murni, sangat baik


untuk membantumu pemulihan…” Feng Jiu “baiklah…” Dong Hua membelai kepala Feng


Jiu, mencium sudut bibirnya “Ye Hua, Bai Qian, bersiaplah, saat kami ke Jiu


Jong Tian, adalah saatnya kalian menjadi Tian Jun – Tian Hou” dengan dingin. Mo


Yuan mengangguk “memang sudah saatnya…” Ye Hua “Di Jun, ada yang perlu


kupersiapkan ?” Dong Hua dingin “masalah ini jangan sampai diketahui Tian Jun


dulu, yang mulia ingin melihat apa lagi yang ingin dilakukannya !” Feng Jiu


“kenapa ? apa ada masalah ?” Dong Hua langsung melembut “Xiao Bai, posisi Tian


Jun harus diduduki dengan yang berani dan bertanggung jawab” Feng Jiu


mengangguk, tidak bertanya lagi. Selesai bercengkrama, semuapun bubar,


memberikan waktu untuk Dong Hua – Feng Jiu berdua, memulihkan tubuh di Bi Hai


Cang Ling.


            Selama 6 bulan, Dong Hua menikmati waktu berdua Feng Jiu


di Bi Hai Cang Ling walaupun yang lain juga sering datang. Meng Hao pun sudah


mendapat kesempatannya bertanding dengan Feng Jiu, termasuk keempat jenderal


lainnya. Semua takluk dengan Feng Jiu, bukan saja karena kekuatannya, tapi


kepintarannya, tanpa mengeluarkan banyak tenaga sudah mengalahkan mereka dengan


mudahnya. Satu persatu jenderal perang Dong Hua datang hanya untuk menemui xiao


Di Hou ini, Dong Hua satu sisi cemburu, satu sisi juga bangga, Feng Jiu dengan


sendirinya membangun kepercayaan semua pada dirinya. Di hadapan Feng Jiu,


mereka semua berubah menjadi anak kecil. Pada dasarnya Feng Jiu memang masih


kecil, masih sangat muda, masih kekanakan dan masih sangat senang bermain. Para


jenderal pun takluk di hadapannya, wanita sepintar, sehebat, dan sehangat ini


berada disisi Di Jun sungguh suatu keberuntungan. Dong Hua sangat memanjakan


Feng Jiu, menjaganya dengan baik, tentu saja tidak kurang memakan Zi Shu Bing.


            Setelah dari Bi Hai Cang Ling, mereka ke Qing Qiu, Bai Yi


tidak berhenti meminta Feng Jiu untuk melakukan tugasnya sebagai Qing Qiu Nu


Jun. Feng Jiu pun memanfaatkan waktu di Qing Qiu mengkoordinasi Mi Gu untuk


membantunya membangun pondok bambu. Feng Jiu merubah semua system di Qing Qiu,


untuk memudahkan mengontrol segalanya. Setelahnya Feng Jiu ke klan siluman


beberapa hari, menstabilkan posisi Yen Ce dan Che Lan di klan siluman sayap


timur, dan mengangkat Lan Long menjadi Yao Jun, salah satu pemuda di klan


siluman yang menurut Meng Hao dan Che Lan bisa dipercaya dan bertanggung jawab,


untuk mengurus segala persoalan di klan siluman sayap barat.


            Saat mereka kembali ke Jiu Jong Tian, sudah setahun


berikutnya, Tian Jun yang mendengar kembalinya Di Hou dan dengan kekuatan


seorang diri memenangkan peperangan menjadi was-was. Selain itu, Tian Jun juga


was-was karena pengaruh Qing Qiu semakin besar di klan langit, tidak saja anak


Bai Ce, Bai Qian yang menjadi Taizi fei, bahkan cucunya, Bai Feng Jiu juga

__ADS_1


sekarang menjadi Dong Hua Di Jun – Di Hou. Mengetahui Dong Hua yang begitu


menyayangi Di Hou bahkan selalu menemaninya, sudah sangat jarang berada di Jiu Jong


Tian, membuat Tian Jun memikirkan cara untuk menarik Dong Hua Di Jun kembali


dan menurunkan pengaruh Qing Qiu. Selain itu, Tian Jun juga mendengar Bai Feng


Jiu yang sekarang menjadi Yao Wang. Tian Jun awalnya tidak menganggap Bai Feng


Jiu sama sekali, baginya Bai Feng Jiu hanya anak-anak yang tidak tahu aturan.


Tian Jun pun sempat kurang menyukai Bai Feng Jiu, karena kasus ingin


mengembalikan Zhi He ke Jiu Jong Tian. Semenjak Xing Guang Jiejue, Bai Feng Jiu


terus mengharumkan namanya dimana-mana, berhasil memenangkan peperangan demi


peperangan dengan kekuatannya seorang diri.


            Dong Hua menggandeng tangan Bai Feng Jiu, bercanda tawa


dari gerbang langit ke istana Tai Chen. Lian Song segera berkunjung “Dong Hua,


akhirnya kau kembali juga… Tian Jun mencarimu, sudah beberapa kali menanyakan


keberadaanmu” Dong Hua dengan santai meladeni Feng Jiu minum teh, tidak


menggubris Lian Song, Feng Jiu yang bertanya “Lian sandianxia, ada apa Tian Jun


begitu terburu-buru mencari Dong Hua, apa ada sesuatu yang terjadi ?” Lian Song


“aku juga tidak tahu, semenjak peperangan yang lalu, Tian Jun beberapa kali


bertanya” Dong Hua dingin “ingin segera menyerahkan posisinya !” Lian Song


“haih Dong Hua, di Jiu Jong Tian, selain kami, masih belum ada yang tahu


rencana pergantian Tian Jun” Feng Jiu memegang tangan Dong Hua “Dong Hua, besok


pergilah mengikuti rapat, mungkin ada sesuatu yang penting” Dong Hua mengangguk


“baik, dengarkan kata-kata Fu Ren, tapi Fu Ren ikut denganku” Feng Jiu


Dong Hua “baiklah, setelah rapat, aku akan menjemputmu…” Feng Jiu mengangguk.


Lian Song “Feng Jiu, aku akan menyuruh Cheng Yu menemanimu, dia juga


merindukanmu” Feng Jiu berbinar “bagus-bagus, sudah lama tidak minum arak bersama


Cheng Yu dan Sie Ming...” Dong Hua mengetuk keningnya “tidak boleh minum arak


tanpa aku disampingmu…” Feng Jiu cemberut menggosok keningnya “tunggu aku


kembali, akan menemanimu minum arak…” Feng Jiu kembali berbinar “Fu Jun paling


baik…” memeluk Dong Hua. Dong Hua tersenyum lembut dan mencium kening Feng Jiu.


            Lian Song salah tingkah “kalian istirahatlah, besok


bertemu, aku permisi” Dong Hua dengan dingin “tidak mengantar…” Lian Song hanya


tersenyum, berbalik dan segera pergi. Feng Jiu melihat punggung Lian Song yang


menjauh “Dong Hua, menurutmu kenapa Tian Jun mencarimu ?” Dong Hua menggendong


Feng Jiu “haih… Fu Ren, Tian Jun itu mana ada hal baik… tidak usah


memikirkannya, sebaiknya kita berusaha saja membuat adik Gun Gun hihihi…”


segera membawanya ke kamar “kau… kau… ini masih terang !” Dong Hua segera


menyihir suasana menjadi gelap. Dong Hua mencium Feng Jiu dengan penuh kasih


sayang “Xiao Bai, aku mencintaimu… semakin hari semakin mencintaimu… kau ini


xiao hu li, sudah menggunakan ilmu pemikat apa padaku !” Feng Jiu terbengong “ilmu


pemikat ? apa kau masih memerlukan ilmu pemikat ?” mengibaskan tangan, mata Dong

__ADS_1


Hua berkedip beberapa kali.


            Feng Jiu memegang pundak Dong Hua dengan mesra “Dong Hua…


Dong Hua… kau tidak apa-apa ?” Dong Hua membuka mata melihat Feng Jiu yang


sangat cantik, tidak mampu mengedipkan mata “kau sangat cantik…” ingin mencium,


bibirnya ditahan Feng Jiu “Dong Hua, siapa aku ?” badan Dong Hua mulai memanas,


memegang erat pinggang Feng Jiu “Xiao Bai-ku, Fu Ren-ku. wanitaku, Di Hou-ku,


cintaku, hidupku… Xiao Bai…” sekali lagi ingin mencium dan ditahan Feng Jiu


“apa kau mencintaiku ?” Dong Hua mengangguk berusaha menjawab “cinta” Feng Jiu


tersenyum “seberapa cinta ?” Dong Hua menambah kekuatan tangan ingin menarik


Feng Jiu mendekat “sangat cinta, mencintaimu hingga sanubariku, mencintaimu


dengan seluruh hidupku, mencintaimu dengan sepenuh jiwa ragaku… Xiao Bai, aku


sangat sangat mencintaimu… Xiao Bai, kemari, biarkan aku mencintaimu… Xiao Bai,


kemari…” Feng Jiu cekikikan mengibaskan tangan, Dong Hua kembali


mengedip-ngedipkan mata.


            Dong Hua membuka mata melihat Feng Jiu yang tersenyum


padanya “Fu Jun, bagaimana ilmu pemikatku ?” Dong Hua tersenyum, menempelkan


tubuh Feng Jiu padanya “sangat hebat, Fu Jun tidak mampu melawannya… Xiao Bai,


cintai aku… kumohon cintai aku…” membalik Feng Jiu diranjang, menciumnya dengan


penuh hasrat “Xiao Bai, aku mencintaimu… sangat mencintaimu… Xiao Bai… cintaku


satu-satunya… aku mencintaimu…” menyatukan tubuh mereka. Mereka melakukannya


berulang kali hingga Feng Jiu tertidur kelelahan “xiao hu li, kau sangat


berani, bahkan mencoba sihir pemikat padaku…” tersenyum sambil menggelengkan


kepala “Xiao Bai, kau benar, aku tidak memerlukan ilmu pemikat, sudah


tergila-gila padamu… Xiao Bai, aku mencintaimu… aku akan mempertahankannmu


selalu disisiku… Xiao Bai, aku sangat mencintaimu…” mengecup kening dan hidung


Feng Jiu, perlahan masuk ke pelukan Feng Jiu “Xiao Bai, pelukanmu adalah tempat


ternyaman untukku… Xiao Bai, aku milikmu, sepenuhnya milikmu… kau juga milikku,


hanya milikku… Xiao Bai, aku sangat sangat mencintaimu… kadang aku takut suatu


saat kau mendapati aku tidak sebaik harapanmu dan meninggalkanku. Kau begitu


baik, begitu pintar, begitu hebat, begitu sempurna, begitu muda, semua


menyukaimu. Melihat tatapan mereka, aku sangat ingin memasukkanmu kedalam tubuhku,


menyembunyikanmu dari pandangan semuanya. Xiao Bai, kau milikku, hanya bisa


menjadi milikku. Xiao Bai, aku akan berusaha mengimbangimu, kau harus selalu


disisiku… Xiao Bai, aku mencintaimu” mengecup bibir Feng Jiu dan terlelap di


pelukan Feng Jiu.


            Feng Jiu awalnya merasa gerah dan tak nyaman dengan Dong


Hua di pelukannya. Dong Hua memeluknya sangat kuat seperti tanaman merambat


hingga Feng Jiu terkadang susah bernafas. Tapi melihat Dong Hua yang sangat


nyenyak, tidak tega dan pasrah, akhirnya sudah terbiasa. Saat Dong Hua masuk ke


pelukannya, tanpa sadar, tangan Feng Jiu naik mengelus-ngelus punggung Dong

__ADS_1


Hua, memeluknya tidur. Dong Hua pun selalu tersenyum manis tidur dipelukan Feng


Jiu.


__ADS_2