
Yang Guang terpana disana
“kalian…” semua berlutut 1 kaki “Da Ren, terimalah hormat kami…” ketujuhnya
serentak memberi hormat. Yang Guang membelalakkan matanya “apa kalian sudah
gila ?” memarahi semua “aku tidak layak kalian perlakukan seperti ini ! aku
masih harus memulangkan kalian ke keluarga kalian. Selama bersama denganku,
kalian akan selalu berada dalam bahaya…” Jing Guang “Yang er, selama bersama
denganmu, bahaya apa yang bisa mengenai kami ?” Tian Ling “jangan kau fikir
kami tidak tahu tindakanmu selama ini… sebelum bahaya mengenai kami, kau sudah
memikirkan keselamatan kami jauh sebelumnya” Shui Lan “kau selalu sudah
menyiapkan jalan belakang untuk kami” Lu Teng “kau selalu berdiri di depan
kami, melindungi kami…” Ye Xing “kami membiarkanmu melakukan semuanya, tapi
bukan berarti kami tidak tahu…”.
Yang Guang “kalian bahkan tidak tahu siapa aku ! yang
kalian katakan hanya omong kosong… bagaimana kalian bisa begitu yakin padaku ?
bisa saja aku menjual kalian ! apa kalian tidak tahu waktuku berkelana 5 tahun
untuk mencari kekuatan… bisa saja aku menggunakan kalian melakukan kejahatan
seperti mereka !” semua menggeleng “Yang er, kau tidak perlu mendorong kami…”
“kami bukan anak kecil yang bisa kau takuti” “kau tidak mengenal dirimu, tapi
kami mengenalmu…” “kau adalah Yang er kami…” “pemuda yang membuat kami rela
melakukan apapun untuk melindungimu…” “pemuda yang dari saat pertama bertemu,
kami sudah menyerahkan kesetiaan kami padamu”
Yang Guang frustasi “aku tidak butuh belas kasihan kalian
cih…” memacu kudanya keluar dari hutan perburuan. Huang Guang “dia melarikan
diri lagi…” Ye Xing “sudah lama tidak mempraktekkan ilmu kaki seribunya
hahaha…” Jing Guang cekikikan “jika tidak seperti itu, maka dia bukanlah Yang
Guang hahaha…” terdengar tawa ketujuhnya hingga ke telinga Yang Guang “cih,
mereka mempermainkanku… brengsek…” jengkel.
Disaat mereka keluar dari hutan perburuan, tidak menemukan
Yang Guang dimanapun “haih… dia menyembunyikan diri lagi…” “apa kita
keterlaluan ?” “ah sudahlah…” “bagaimana ini ? apa kita masih pergi makan mie
?” Jing Guang “ah aku malas… tunggu Yang er saja pergi bersama…” Huang Guang
“haih tidak tahu dia sekarang berada di gudang arak mana lagi…” Tian Ling “ah
dia selalu saja seperti itu, menikmati arak sendiri !” Shui Lan cekikikan
“itulah akibatnya kalau kita memaksanya hahaha…”. Dian Lan “haih dia pergi
sendiri, meninggalkan kita membereskan disini…” “ah sudahlah, cepat selesaikan,
cih aku malas melakukan hal seperti ini…”
Seperti yang mereka tebak, Yang Guang sedang meminum arak
sendirian, di gudang arak istana kerajaan. Yang Guang duduk termenung
sendiriran sambil meminum araknya “Feng Wei, apa yang kau lakukan ?” Yang Guang
__ADS_1
memeluk Hua Zi “Hua Zi gege, aku sangat lelah…” Hua Zi memangku dan memeluknya
“kenapa ?” Yang Guang menggeleng “hanya lelah saja…” Hua Zi tersenyum mengecup
keningnya “tidak perlu difikirkan, mereka tulus padamu…” Yang Guang melihat Hua
Zi “tapi aku tidak mau mereka mengorbankan diri demiku… aku tidak mau berhutang
budi”
Hua Zi
“bagaimana dengan budimu pada mereka ?” Yang Guang mengibas-ngibaskan tangannya
“aku tidak mempunyai budi pada mereka…” Hua Zi “yang kau lakukan selama ini ?”
Yang Guang “Hua Zi gege, selama ini aku hanya melakukan apa yang kufikirkan
saja. Aku tidak pernah melakukan apapun untuk mereka, semua hanya untuk diriku
sendiri, rasa penasaranku dan keinginan bermainku. Aku tidak layak memiliki
kesetiaan mereka, kesetiaan mereka harusnya diberikan untuk yang berarti buat
mereka” Hua Zi tersenyum menggeleng ‘Feng Wei, fikiranmu yang spontan itu telah
menyelamatkan banyak nyawa. Yang mereka lakukan untukmu tidak sebanding dengan
yang kau lakukan untuk mereka’.
Hua
Zi “Feng Wei, mereka memilih orang yang paling berarti untuk mereka. Feng Wei,
fikirkan dari sisi lainnya, bersamamu mereka dapat berkembang hingga seperti
ini. Jika mengikuti yang lain, bisa saja mereka berakhir seperti para pembunuh
itu” Yang Guang tersenyum “Hua Zi gege, apa menurutmu aku yang salah ?” Hua Zi
berbicara. Hati nurani tidak pernah salah, saat hati sudah menentukan pilihan
maka itu tidak dapat diubah. Sama seperti hatiku padamu” Yang Guang cekikikan
“Hua Zi gege, kau berbeda dengan mereka, kau adalah malaikatku, sudah ada
semenjak aku belum mengenal dunia ini. Lagipula aku tidak mungkin mengusir
makhluk tak kasat mata kan hahaha…” Hua Zi “kau usirpun, aku tidak akan pernah
meninggalkanmu…”
Yang
Guang “ah masih setahun lagi… aku sangat bosan disini…” berdiri dari pangkuan
Hua Zi dan meneruskan meminum araknya. Hua Zi “Feng Wei, setelah ini semua
berakhir, kau ingin kemana ?” Yang Guang “kemana saja Fei Jiao membawaku… eh
tidak-tidak, aku ingin mencari makanan-makanan enak lainnya yang masih
tersembunyi hihihi…” Hua Zi “begitu menyukai makanan…” Yang Guang mengangguk
“makanan hanya perlu kumasukkan ke dalam mulutku dan semua akan hilang… jika
yang lain, tidak bisa hilang malah terus mengincarku dimana saja” dengan nada
ketus dan kesal. Hua Zi cekikikan “bukankah itu karena pesonamu yang luar biasa
!”
Yang
Guang kembali meminum araknya dan merebahkan kepalanya diatas pangkuan Hua Zi
“tapi Hua Zi gege, aku merasa tidak bisa keluar dari sini !” Hua Zi melihat
__ADS_1
gudang arak “ayo aku membawamu keluar” Yang Guang menggeleng “Hua Zi gege,
apakah malaikat bisa mati ?” Hua Zi mengangguk “ooo… kukira malaikat akan hidup
selamanya… Hua Zi gege, saat aku mati, apa kau akan mencari dan menjaga gadis
lain ?” Hua Zi menggeleng “tidak akan… Feng Wei, kau akan selalu menjadi
istriku satu-satunya, dimanapun kau berada !” Yang Guang “tapi kalau aku mati
bukannya Hua Zi gege akan kesepian ?” Hua Zi tersenyum “Feng Wei, disaat hal
itu benar terjadi, akupun akan mengikutimu pergi bersama” Yang Guang “sehidup
semati ! aku tidak pernah membaca di buku manapun, ada manusia dan malaikat
sehidup semati !” Hua Zi mengecup keningnya “kau adalah malaikatku !”
Yang
Guang “ah Hua Zi gege, kau membuatku bingung, bukankah kau yang malaikat !” Hua
Zi tersenyum “sama seperti ketujuh temanmu, kau adalah malaikatku. Tapi cintaku
padamu bukan hanya karena kesetiaan tapi seluruh hidup, jiwa ragaku adalah
milikmu…” Yang Guang memegang kepalanya “Hua Zi gege, apa yang kau katakan ?
kenapa aku tidak mengerti sepatah katapun !” Hua Zi “kau tidak perlu mengerti saat
ini. Feng Wei, kau sudah mabuk” Yang Guang mengangguk “sepertinya aku memang
mabuk, kepalaku pusing”.
Yang
Guang menutup mata “Hua Zi gege, jika aku tidak dapat melalui ini, bantu aku
melindungi mereka, bawa mereka kembali keasalnya !” Hua Zi mengerutkan kening
“Feng Wei, masalah di kerajaan…” Yang Guang mengangguk “kenapa ? apa ada yang
menyulitkanmu ?” Yang Guang “walau yakin tidak ada yang terlewat, aku memiliki
firasat akan berakhir disini !” Hua Zi berfikir ‘apa ini akhir kultivasi
pertama ?’ “usahakan semampumu saja… seperti yang kau katakan, hidup dinikmati
saja !” Yang Guang tersenyum “apa kau tidak mau kembali ke kamar ?” Yang Guang
menggeleng “disini saja, aku sudah mengantuk” Hua Zi memeluknya, memposisikan
tubuh Yang Guang “baik, tidurlah…”.
Zhe
Yan dan Bai Chen memunculkan diri “apa kultivasi ini akan berakhir ?” Hua Zi
“mungkin saja, firasatnya tidak pernah salah selama ini !” Bai Chen “bagaimana
dengan ketujuh lainnya ?” Hua Zi “kemungkinan akan pulang bersama. Mereka masih
memiliki 6 kultivasi, Feng Wei tidak mungkin meninggalkan ketujuhnya sendirian
!” Zhe Yan “sayang sekali jika hidupnya ini berakhirnya begitu cepat…” Bai Chen
“masih setahun lagi, entah apa yang terjadi !” Zhe Yan “jika mereka pulang
bersamaan, tentu akan kultivasi kembali di waktu yang sama” Hua Zi “tidak !
Feng Wei pasti menunggu ketujuhnya terlahir selamat sebelum dia turun !” Bai
Chen “kalau begitu, dia akan selalu menjadi yang termuda !” Hua Zi tersenyum
mengangguk. Zhe Yan “cih gadis nakal ini, bilangnya untuk kebaikan ketujuhnya,
kulihat dia hanya mau selalu jadi yang termuda dan mempesona” Hua Zi cekikikan.
__ADS_1