Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 163 - Mabuk


__ADS_3

Yang Guang terpana disana


“kalian…” semua berlutut 1 kaki “Da Ren, terimalah hormat kami…” ketujuhnya


serentak memberi hormat. Yang Guang membelalakkan matanya “apa kalian sudah


gila ?” memarahi semua “aku tidak layak kalian perlakukan seperti ini ! aku


masih harus memulangkan kalian ke keluarga kalian. Selama bersama denganku,


kalian akan selalu berada dalam bahaya…” Jing Guang “Yang er, selama bersama


denganmu, bahaya apa yang bisa mengenai kami ?” Tian Ling “jangan kau fikir


kami tidak tahu tindakanmu selama ini… sebelum bahaya mengenai kami, kau sudah


memikirkan keselamatan kami jauh sebelumnya” Shui Lan “kau selalu sudah


menyiapkan jalan belakang untuk kami” Lu Teng “kau selalu berdiri di depan


kami, melindungi kami…” Ye Xing “kami membiarkanmu melakukan semuanya, tapi


bukan berarti kami tidak tahu…”.


          Yang Guang “kalian bahkan tidak tahu siapa aku ! yang


kalian katakan hanya omong kosong… bagaimana kalian bisa begitu yakin padaku ?


bisa saja aku menjual kalian ! apa kalian tidak tahu waktuku berkelana 5 tahun


untuk mencari kekuatan… bisa saja aku menggunakan kalian melakukan kejahatan


seperti mereka !” semua menggeleng “Yang er, kau tidak perlu mendorong kami…”


“kami bukan anak kecil yang bisa kau takuti” “kau tidak mengenal dirimu, tapi


kami mengenalmu…” “kau adalah Yang er kami…” “pemuda yang membuat kami rela


melakukan apapun untuk melindungimu…” “pemuda yang dari saat pertama bertemu,


kami sudah menyerahkan kesetiaan kami padamu”


          Yang Guang frustasi “aku tidak butuh belas kasihan kalian


cih…” memacu kudanya keluar dari hutan perburuan. Huang Guang “dia melarikan


diri lagi…” Ye Xing “sudah lama tidak mempraktekkan ilmu kaki seribunya


hahaha…” Jing Guang cekikikan “jika tidak seperti itu, maka dia bukanlah Yang


Guang hahaha…” terdengar tawa ketujuhnya hingga ke telinga Yang Guang “cih,


mereka mempermainkanku… brengsek…” jengkel.


          Disaat mereka keluar dari hutan perburuan, tidak menemukan


Yang Guang dimanapun “haih… dia menyembunyikan diri lagi…” “apa kita


keterlaluan ?” “ah sudahlah…” “bagaimana ini ? apa kita masih pergi makan mie


?” Jing Guang “ah aku malas… tunggu Yang er saja pergi bersama…” Huang Guang


“haih tidak tahu dia sekarang berada di gudang arak mana lagi…” Tian Ling “ah


dia selalu saja seperti itu, menikmati arak sendiri !” Shui Lan cekikikan


“itulah akibatnya kalau kita memaksanya hahaha…”. Dian Lan “haih dia pergi


sendiri, meninggalkan kita membereskan disini…” “ah sudahlah, cepat selesaikan,


cih aku malas melakukan hal seperti ini…”


          Seperti yang mereka tebak, Yang Guang sedang meminum arak


sendirian, di gudang arak istana kerajaan. Yang Guang duduk termenung


sendiriran sambil meminum araknya “Feng Wei, apa yang kau lakukan ?” Yang Guang

__ADS_1


memeluk Hua Zi “Hua Zi gege, aku sangat lelah…” Hua Zi memangku dan memeluknya


“kenapa ?” Yang Guang menggeleng “hanya lelah saja…” Hua Zi tersenyum mengecup


keningnya “tidak perlu difikirkan, mereka tulus padamu…” Yang Guang melihat Hua


Zi “tapi aku tidak mau mereka mengorbankan diri demiku… aku tidak mau berhutang


budi”


Hua Zi


“bagaimana dengan budimu pada mereka ?” Yang Guang mengibas-ngibaskan tangannya


“aku tidak mempunyai budi pada mereka…” Hua Zi “yang kau lakukan selama ini ?”


Yang Guang “Hua Zi gege, selama ini aku hanya melakukan apa yang kufikirkan


saja. Aku tidak pernah melakukan apapun untuk mereka, semua hanya untuk diriku


sendiri, rasa penasaranku dan keinginan bermainku. Aku tidak layak memiliki


kesetiaan mereka, kesetiaan mereka harusnya diberikan untuk yang berarti buat


mereka” Hua Zi tersenyum menggeleng ‘Feng Wei, fikiranmu yang spontan itu telah


menyelamatkan banyak nyawa. Yang mereka lakukan untukmu tidak sebanding dengan


yang kau lakukan untuk mereka’.


Hua


Zi “Feng Wei, mereka memilih orang yang paling berarti untuk mereka. Feng Wei,


fikirkan dari sisi lainnya, bersamamu mereka dapat berkembang hingga seperti


ini. Jika mengikuti yang lain, bisa saja mereka berakhir seperti para pembunuh


itu” Yang Guang tersenyum “Hua Zi gege, apa menurutmu aku yang salah ?” Hua Zi


berbicara. Hati nurani tidak pernah salah, saat hati sudah menentukan pilihan


maka itu tidak dapat diubah. Sama seperti hatiku padamu” Yang Guang cekikikan


“Hua Zi gege, kau berbeda dengan mereka, kau adalah malaikatku, sudah ada


semenjak aku belum mengenal dunia ini. Lagipula aku tidak mungkin mengusir


makhluk tak kasat mata kan hahaha…” Hua Zi “kau usirpun, aku tidak akan pernah


meninggalkanmu…”


Yang


Guang “ah masih setahun lagi… aku sangat bosan disini…” berdiri dari pangkuan


Hua Zi dan meneruskan meminum araknya. Hua Zi “Feng Wei, setelah ini semua


berakhir, kau ingin kemana ?” Yang Guang “kemana saja Fei Jiao membawaku… eh


tidak-tidak, aku ingin mencari makanan-makanan enak lainnya yang masih


tersembunyi hihihi…” Hua Zi “begitu menyukai makanan…” Yang Guang mengangguk


“makanan hanya perlu kumasukkan ke dalam mulutku dan semua akan hilang… jika


yang lain, tidak bisa hilang malah terus mengincarku dimana saja” dengan nada


ketus dan kesal. Hua Zi cekikikan “bukankah itu karena pesonamu yang luar biasa


!”


Yang


Guang kembali meminum araknya dan merebahkan kepalanya diatas pangkuan Hua Zi


“tapi Hua Zi gege, aku merasa tidak bisa keluar dari sini !” Hua Zi melihat

__ADS_1


gudang arak “ayo aku membawamu keluar” Yang Guang menggeleng “Hua Zi gege,


apakah malaikat bisa mati ?” Hua Zi mengangguk “ooo… kukira malaikat akan hidup


selamanya… Hua Zi gege, saat aku mati, apa kau akan mencari dan menjaga gadis


lain ?” Hua Zi menggeleng “tidak akan… Feng Wei, kau akan selalu menjadi


istriku satu-satunya, dimanapun kau berada !” Yang Guang “tapi kalau aku mati


bukannya Hua Zi gege akan kesepian ?” Hua Zi tersenyum “Feng Wei, disaat hal


itu benar terjadi, akupun akan mengikutimu pergi bersama” Yang Guang “sehidup


semati ! aku tidak pernah membaca di buku manapun, ada manusia dan malaikat


sehidup semati !” Hua Zi mengecup keningnya “kau adalah malaikatku !”


Yang


Guang “ah Hua Zi gege, kau membuatku bingung, bukankah kau yang malaikat !” Hua


Zi tersenyum “sama seperti ketujuh temanmu, kau adalah malaikatku. Tapi cintaku


padamu bukan hanya karena kesetiaan tapi seluruh hidup, jiwa ragaku adalah


milikmu…” Yang Guang memegang kepalanya “Hua Zi gege, apa yang kau katakan ?


kenapa aku tidak mengerti sepatah katapun !” Hua Zi “kau tidak perlu mengerti saat


ini. Feng Wei, kau sudah mabuk” Yang Guang mengangguk “sepertinya aku memang


mabuk, kepalaku pusing”.


Yang


Guang menutup mata “Hua Zi gege, jika aku tidak dapat melalui ini, bantu aku


melindungi mereka, bawa mereka kembali keasalnya !” Hua Zi mengerutkan kening


“Feng Wei, masalah di kerajaan…” Yang Guang mengangguk “kenapa ? apa ada yang


menyulitkanmu ?” Yang Guang “walau yakin tidak ada yang terlewat, aku memiliki


firasat akan berakhir disini !” Hua Zi berfikir ‘apa ini akhir kultivasi


pertama ?’ “usahakan semampumu saja… seperti yang kau katakan, hidup dinikmati


saja !” Yang Guang tersenyum “apa kau tidak mau kembali ke kamar ?” Yang Guang


menggeleng “disini saja, aku sudah mengantuk” Hua Zi memeluknya, memposisikan


tubuh Yang Guang “baik, tidurlah…”.


Zhe


Yan dan Bai Chen memunculkan diri “apa kultivasi ini akan berakhir ?” Hua Zi


“mungkin saja, firasatnya tidak pernah salah selama ini !” Bai Chen “bagaimana


dengan ketujuh lainnya ?” Hua Zi “kemungkinan akan pulang bersama. Mereka masih


memiliki 6 kultivasi, Feng Wei tidak mungkin meninggalkan ketujuhnya sendirian


!” Zhe Yan “sayang sekali jika hidupnya ini berakhirnya begitu cepat…” Bai Chen


“masih setahun lagi, entah apa yang terjadi !” Zhe Yan “jika mereka pulang


bersamaan, tentu akan kultivasi kembali di waktu yang sama” Hua Zi “tidak !


Feng Wei pasti menunggu ketujuhnya terlahir selamat sebelum dia turun !” Bai


Chen “kalau begitu, dia akan selalu menjadi yang termuda !” Hua Zi tersenyum


mengangguk. Zhe Yan “cih gadis nakal ini, bilangnya untuk kebaikan ketujuhnya,


kulihat dia hanya mau selalu jadi yang termuda dan mempesona” Hua Zi cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2