
“nona, ini ada kue jahe,
bisa untuk menghangatkan badan… sangat baik untuk pasangan muda seperti kalian,
apalagi sekarang sedang musim dingin… baru selesai dipanggang…” Feng Wei
mengangguk, Hua Zi “berikan 2” menerima dan membayar, setelah berterima kasih,
mereka berjalan lagi mencari lainnya. Feng Wei masih berusaha dengan kuenya
“hmm… enak… tidak terlalu manis… Hua Zi gege, ini cobalah…” menaruh didepan
mulut Hua Zi, Hua Zi langsung menggigitnya “hati-hati masih lumayan panas…”
“hmm… lumayan, tidak manis… mau beli lagi ?” Feng Wei menggeleng “aku mau
mencoba lainnya…” Hua Zi membelai kepalanya “baik…”. Sepanjang jalan sangat
ramai, tapi hanya terlihat pasangan atau lansia, tidak ada yang muda atau
anak-anak. Feng Wei dan Hua Zi terlihat paling muda di sepanjang jalan.
“Hua Zi gege lihat… aku mau main…” melihat permainan
melempar botol “shushu, jika bisa masuk, apa hadiahnya ?” Feng Wei berbinar,
bertanya pada pemilik permainan “nona, kalau bisa masuk 10 maka akan mendapat lampion
pasangan ini. jika masuk 9 bisa mendapat arak Nu er, dibawah itu tidak dapat
apa-apa, apa anda mau mencoba ?” Feng Wei bersorak “mau…” memberikan uang
diganti dengan 10 gelang. Feng Wei melemparkan semua gelang, hanya ada 1 yang
tidak masuk, jadi mendapat arak Nu er “nona, jangan berkecil hati, kuberitahu,
arak Nu er ini adalah harta karunku… ini arak yang kuramu sendiri, sebenarnya
disimpan untuk pernikahan putraku, hanya sayang…” bersedih “hah nona, ini arak
24 tahun, sangat wangi… ini, nikmati dengan suamimu…” Feng Wei tersenyum
“terima kasih shushu…” sempat melihat wajah sedih tadi.
Hua Zi tidak tertarik arak, tapi lampion, karena itu adalah
lampion berpasangan “shushu, kalau aku bisa memasukkan semua, bisa mendapat
kedua lampion itu ?” “tentu saja, ini adalah lampion berpasangan yang khusus
kumintakan di kuil dewa jodoh di kuil Lian Shi. Jimatnya sangat manjur, semua
pasangan yang mendapat jimat itu kononnya akan saling mencintai dan bersama
selamanya” “aku mau…” Hua Zi langsung memberikan uang yang diganti 10 gelang.
Hua Zi sangat bersemangat mendengar informasi lampion, segera melempar gelang
dan semuanya masuk ke mulut botol “wah kalian betul-betul beruntung… ini untuk
kalian… shushu doakan kalian diberkahi selamanya…” Feng Wei tersenyum manis
“terima kasih shushu…” membawa lampionnya pergi.
Setelah lelah, mereka kembali ke penginapan dengan kedua
tangan yang penuh barang “lelah ?” Feng Wei menggeleng “hmm aku mau mencicipi
arak Nu er…” meneguk araknya “hmm… wangi tapi masih kalah dengan arak Zhe Yan
Shan Shen… Hua Zi gege, cobalah…” Hua Zi pun meneguk beberapa tetes “ehm… arak
ini hanya seperti air…” Feng Wei cekikikan “Hua Zi gege, ini arak 24 tahun mana
bisa dibandingkan dengan arak ribuan tahun… tapi Hua Zi gege, kenapa kau terus
bergoyang ?” wajah Feng Wei sudah memerah. Hua Zi menggeleng “kau memakan kue
jahe, manisan plum dan anggur, sekarang minum arak, tentu saja cepat mabuk.”
Feng Wei tersenyum mendekati Hua Zi “kan ada Hua Zi gege yang menjagaku, aku
akan baik-baik saja” Hua Zi tersenyum “ya, aku akan selalu menjagamu…”.
__ADS_1
Mendengar kata-kata Hua Zi, Feng Wei cekikikan, duduk
dipangkuan Hua Zi “hmm… Hua Zi gege, dulu kau sangat dingin, sangat jarang
berbicara, kenapa sekarang mulutmu sangat manis ?” Hua Zi nyengir “Feng Wei
suka ?” Feng Wei mengangguk kuat “suka, bagaimanapun selama itu Hua Zi gege,
aku menyukainya, sangat menyukainya, karena… ehm karena aku mencintaimu hihihi…
tapi Hua Zi gege, apa kau menyukaiku ?” Hua Zi memeluk pinggang Feng Wei
menahannya agar tidak jatuh, mengangguk mendengar pertanyaan Feng Wei. Feng Wei
menyentuh wajah Hua Zi “hihihi Hua Zi gege. Kau akan menyukaiku sampai kapan ?
haih Hua Zi gege, walaupun suatu saat kau tidak menyukaiku lagi, aku akan tetap
menyukaimu hihihi…” Hua Zi “Feng Wei, aku mencintaimu, akan selalu
mencintaimu…” Feng Wei mengibas-ngibaskan tangannya “jangan berkata seperti
itu, nanti aku akan berharap terlalu banyak… nanti hatiku akan hancur lagi saat
kau pergi…” meneguk araknya. Hua Zi “Feng Wei, aku tidak akan pergi, akan
selalu bersamamu…”.
Feng Wei “ow benar, dulu aku yang pergi… Hua Zi gege maaf,
melihatmu saat itu, aku sudah jatuh cinta padamu… aku tahu kau tidak
menyukaiku, aku hanya mengganggumu tapi aku mau berusaha membuatmu menyukaiku… aku
tidak tahu bagaimana menyenangkan anak laki-laki, maaf sudah merepotkanmu…”
menunduk-nundukkan kepalanya “Feng Wei…” Feng Wei menutup mulut Hua Zi dengan
tangannya “shuuu… Hua Zi gege, setelah menjadi Shan Shen, aku kegirangan ingin
bertemu denganmu, tapi ternyata kau sudah tidak ada di Bi Hai Cang Ling. kau
sudah pergi, aku menunggumu 3 tahun tidak kembali-kembali. Pohon fengwei hua
kau bisa mencabutnya, menghancurkannya, aku akan mengerti…” menempelkan
keningnya ke punggung tangan di bibir Hua Zi.
Feng Wei “Hua Zi gege, aku sangat takut kehilanganmu, aku
lebih rela aku yang terluka daripada melihatmu terluka. Aku tak berdaya saat
itu, hanya bisa mengirim pelindungku untuk melindungimu. Maaf, aku sangat tidak
berguna… maaf… Hua Zi gege…” mendongak “jika suatu hari, kau menyukai gadis
lain, kau harus mengatakannya padaku… aku… aku tidak akan menyusahkanmu… walau
hatiku hancur, aku akan merestuimu, yang penting Hua Zi gege bahagia… ya Hua Zi
gege, tidak perlu merasa bersalah, aku akan baik-baik saja… baik-baik saja… aku
memang selalu sendirian… ada saatnya aku benar-benar sudah lelah dengan hidup
ini… hehehe… toh walaupun aku yuhua, tidak akan ada yang menyadarinya hihihi… lahir
sendiri, terluka sendiri, berlatih sendiri, belajar sendiri, berkelana sendiri,
berkelahi sendiri, sakit sendiri, semua sendiri, sudah terbiasa hihihi… eh
arakku habis, kenapa cepat begitu habis… haih sayang hanya dapat 1 botol…” Hua
Zi berkaca-kaca mendengar kata-kata Feng Wei tapi mulutnya tertutup tangan Feng
Wei.
Feng Wei berdiri dari pangkuan Hua Zi, berjalan sepoyongan
ke ranjang, langsung merebahkan badannya “haih… kepalaku pusing… Hua Zi gege,
tidurlah, tidak usah mempedulikanku” bangun menarik Hua Zi ke tempat tidur,
membaringkannya dan menyelimutinya “Hua Zi gege, tidurlah dengan baik… aku
__ADS_1
menjagamu, sama seperti pertama kali…” terduduk di tepi ranjang “haih… arak
sudah habis, shushu masih bersedih… shushu tenanglah, Feng Wei akan membantumu
hihihi… selama bertemu Feng Wei, tidak boleh ada orang tua yang bersedih karena
anaknya dan tidak boleh ada anak yang kehilangan orang tuanya… shushu a, sudah
meminum arakmu, Feng Wei juga akan membantumu… rupanya Dewi Hong Ling harus
beraksi lagi aih…” memegang kepalanya, bersandar di sisi ranjang “huh… arak ini
membuatku sakit kepala, Hua Zi gege sudah tidur… Hua Zi gege, tidurlah dengan
nyenyak, Feng Wei akan menjagamu… walau mengorbankan nyawa ini, akan menjaga dan
melindungimu… tidurlah dengan baik…” terdiam dengan mata terbuka menatap
langit-langit kamar. Hua Zi juga tidak tertidur, menatap wajah Feng Wei, tidak
bersuara. Perlahan kepala Feng Wei menyentuh tepi ranjang, matanya tertutup
“Hua Zi gege, aku mencintaimu, sangat mencintaimu… kau harus bahagia…”
tertidur.
Melihat Feng Wei sudah tertidur, Hua Zi mengangkatnya ke
ranjang, menyelimuti dan berbaring disampingnya. Hua Zi menatap wajah Feng Wei
“Feng Wei, aku juga sangat mencintaimu… tidak akan ada gadis lain… Feng Wei,
aku harus bagaimana untuk membuatmu menyadari keberadaanku ? Feng Wei, kau
tidak sendirian, ada aku bersamamu. Seperti kau yang sudah masuk ke
kehidupanku, akupun ingin masuk ke kehidupanmu. Feng Wei, aku bahagia saat
melihatmu bahagia. Feng Wei, aku selalu menyukaimu, dari pertama melihatmu,
sudah jatuh cinta padamu. Aku bukan dingin, hanya tidak tahu bagaimana bersikap
padamu. Kau begitu lincah, begitu ceria, begitu pintar, aku takut melakukan
kesalahan yang membuatmu pergi. Aku sangat menyukai pohon fengwei hua, aku
keluar Bi Hai Cang Ling untuk mencarimu, aku sangat merindukanmu. Feng Wei,
harus bagaimana, bagaimana membuatmu menyadari hatiku. Aku masih belum cukup
baik, belum cukup menyayangimu, belum cukup mencintaimu, Feng Wei, walau aku
membawa ingatan masa lalu, aku masih tidak tahu harus bagaimana bersikap padamu.”
Hua
Zi memegang tangan Feng Wei, menaruhnya di dadanya “Feng Wei, apa kau
merasakannya ? jantungku ini hanya berdetak untukmu, aku terlahir kembali hanya
untukmu. Feng Wei, aku tidak akan membiarkanmu pergi, kita sudah pernah
mengalami perpisahan kematian 2 x, aku tidak mau mengalaminya lagi. Feng Wei,
apa kau tahu, tidak ada dirimu disampingku, aku tidak bisa hidup. Apa kau tidak
menyadarinya ? aku tidak bisa tanpamu… aku bisa yuhua tapi tidak bisa tanpamu. Feng
Wei, apapun yang kau lakukan, yang kau inginkan, yang kau impikan, aku akan
menurutimu, akan selalu mendukungmu. Feng Wei, seumur hidup ini, aku tidak
berharap yang lain, hanya berharap selalu bersamamu, tidak terpisahkan lagi.
Feng Wei, tidak peduli ini kultivasi kembalimu atau apapun, walau keujung
dunia, aku akan menemanimu” memeluk erat
Feng Wei ‘jika benar kultivasi 100.000 tahun, maka tersisa 8.000 tahun lagi.
Apa yang akan terjadi setelahnya ? Feng Wei, akankah kau yuhua lagi ? akankah
kau mengingat identitas Zheng Zhu ?’
__ADS_1