Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 40 - Menunggumu


__ADS_3

Putri


Huang Hong Yu yang akhirnya mengetahui kebenaran identitas putri Huang Qiang


Liu, berada dalam penyesalan selama sisa hidupnya. Di beberapa tahun terakhir sisa


hidupnya, putri Huang Hong Yu membangun monumen untuk putri Huang Qiang Liu


dalam balutan jubah kebesarannya dengan taman bunga disekitarnya. Sesaat


setelah monumen itu selesai dibangun, putri Huang Hong Yu pun menghembuskan


nafas terakhirnya diusia 27 tahun. Seiring dengan kematiannya, seluruh bunga di


taman bermekaran dan aurora kuning berpendar di langit selama 3 hari.


Dong


Hua, Lian Song, dan lainnya melihat penderitaan kultivasi Feng Jiu dari awal


hingga akhir. Beberapa kali, Dong Hua hampir tidak dapat menahan diri, ingin


menyelamatkan Feng Jiu atau sekedar memberinya bahu untuk bersandar. Keluarga


Bai yang datang hanya sekedar melihat pun menitikkan air mata melihatnya “Xiao


Jiu, tidak peduli di alam dewa ataupun alam fana, sifatmu yang diam-diam


berkorban demi yang lain itu tidak pernah berubah. Apa kau tahu melihatmu


seperti itu, hati gugu sangat sakit!” Ye Hua memeluk Bai Qian “Qian Qian, kau


harus bangga pada Xiao Jiu, segala sifat dan tindakannya itu yang membuatnya


seluar biasa sekarang. Lihatlah, entah di alam dewa maupun alam fana, semua


menghormat padanya. Dimanapun dia berada, segala berkah kebahagiaan dan


kedamaian selalu besertanya.”


          Mengetahui kultivasi Feng Jiu di alam fana sudah meninggal,


Dong Hua segera kembali, menunggu putri tidurnya untuk membuka mata. Dong Hua


duduk disamping ranjang, melihat dan mengharapkan mata yang sudah tertutup 24


hari itu terbuka. Mata itu terbuka 3 hari kemudian, seiring dengan adanya 981


burung yang beterbangan dan mekarnya seluruh bunga kuning di alam dewa. Tubuh


Feng Jiu memancarkan cahaya merah keemasan yang menyilaukan mata sesaat “Dong


Hua, aku sudah kembali !” Dong Hua melihatnya dengan mata berkaca-kaca,


langsung memeluk Feng Jiu. Selama 3 hari ini, Dong Hua sangat cemas, tidak


menemukan ada kesalahan dimanapun pada kultivasi Feng Jiu, tapi Feng Jiu tidak


sadar juga. Zhe Yan berulang kali memeriksa, tidak menemukan adanya masalah.


Sie Ming juga sudah hampir menghancurkan gudang bukunya mencari adanya


kemungkinan Feng Jiu kembali berkultivasi. Dong Hua memeluk erat Feng Jiu “Xiao


Bai, kau mengagetkanku…” Feng Jiu tersenyum “Zu Zhe Shen sudah kembali…” Dong


Hua mencium kening Feng Jiu “sudah… Xiao Bai, tidak usah memikirkan lainnya.


Bagaimana denganmu ? tubuhmu ?” Feng Jiu mengerahkan sihir memeriksa kondisinya


sendiri, senyumnya merekah indah “sangat baik…”.


          Selama seminggu, Dong Hua menutup gerbang istana Tai Chen,


tidak menerima siapapun. Dong Hua ingin Feng Jiu pulih sepenuhnya, sebelum


dipusingkan dengan yang lain. Selama seminggu ini juga, Dong Hua terus meracau


dan menempel pada Feng Jiu. Melihat kehidupan kultivasi Feng Jiu yang penuh

__ADS_1


penderitaan, membuatnya sakit hati. Dong Hua berjanji akan membahagiakan Feng


Jiu selamanya, agar Feng Jiu dapat melupakan seluruh penderitaan yang pernah


dialaminya.


          Feng Jiu merebahkan dirinya di pelukan Dong Hua, setelah


aktivitas mereka yang hampir meremukkan seluruh tubuhnya “Dong Hua, apa yang


terjadi di 360.000 tahunmu sebelumnya ? bagaimana bisa kau menahan diri selama


itu ?” Dong Hua tersenyum “menunggumu. Xiao Bai, terhadap lainnya aku tidak


pernah menaruh minat sama sekali, tapi denganmu, ketenanganku selama 360.000


tahun hancur berantakan” ‘Xiao Bai, segala hal dalam dirimu membangkitkan


hasratku. Semua tindakanmu, kata-katamu, gerakanmu, bahkan satu lirikan mata


saja sudah menghancurkan diriku. Xiao Bai, dihadapanmu aku sama sekali tidak


mempunyai kekuatan untuk menahan atau melawan.’ Feng Jiu mencibir “menungguku !


kau bahkan sangat dingin ketika aku masih sebagai pelayan istana Tai Chen” Dong


Hua tersenyum “Xiao Bai, kau satu-satunya pelayan yang membekas di ingatanku.


Tanpa mengetahui kau adalah xiao hu li, aku masih menyuruh Zhi He untuk


memanggilmu secara khusus menangani makanan xiao hu li”.


          Feng Jiu sudah tertidur di pelukan Dong Hua “haih kau ini…


saat aku berbicara serius, bisa-bisanya kau tertidur” mengelus hidung Feng Jiu


dengan senyum memanjakan ‘Xiao Bai, aku akhirnya berhasil menunggumu.


Sebelumnya, aku mengira akan hidup sebagai bujang lapuk hingga saatnya yuhua


tiba. Saat kecil, aku pun sering iri melihat keluarga lain, kehangatan, cinta


Bertahun-tahun sudah berlalu, akupun sudah tidak mengharapkan apapun hanya


menunggu saat itu tiba. Tidak pernah menyangka, suatu hari, ada xiao hu li yang


masuk kemataku, ke pelukanku, ke hatiku, ke kehidupanku. Xiao Bai, dirimulah


yang memberikan segalanya, rumah yang hangat, kasih sayang yang tulus, cinta


tanpa tuntutan, perhatian yang menyeluruh, pelindung tanpa batas. Xiao Bai, kau


sangat sempurna, melainkan aku, aku tidak bisa apapun. Dihadapanmu, kepercayaan


diri, kesombongan, kewibawaanku hancur berkeping-keping. Aku tidak tahu harus


bagaimana padamu, sangat ingin melakukan apapun untukmu. Disaat yang lain


selalu meminta dan mengharapkan perlindunganku, kau selalu memberi, menjaga,


dan melindungiku. Yang dikatakan Sou Wan, betul sekali, kau adalah malaikat


yang diutus langit untuk mengembalikan dan mengumpulkan kami semua. Aku yang


sebelumnya akan yuhua di selamatkan olehmu, Sou Wan yang sudah yuhua pun


dipulihkan olehmu, Meng Hao yang sudah yuhua disembuhkan olehmu, sekarang Zu


Zhe Shen yang tertidur panjangpun dikembalikan olehmu. Kami semua hanya dapat


melihatmu melakukan semuanya, tidak dapat melakukan apapun, bahkan tidak dapat


meringankan sedikit bebanmu. Xiao Bai, apa aku begitu tidak berguna ? status


Tian Di Gong Zhu ku, tidak memiliki arti apapun dimatamu. Semenjak bertemu,


selalu kau yang menjaga dan melindungiku. Xiao Bai, kumohon padamu, berikan aku


kesempatan untuk melakukan sesuatu untukmu. Biarkah aku membuktikan, aku juga

__ADS_1


berguna untukmu, aku dapat menjaga dan melindungimu, Xiao Bai’ mencium kening


Feng Jiu. Semakin lama bersama Feng Jiu, Dong Hua semakin tergila-gila padanya.


Feng Jiu semakin cantik dan semakin sempurna dimatanya, tidak dapat mengalihkan


pandangan ke tempat lain.


          Di pagi hari ke-8, Dong Hua yang bangun, tidak menemukan


Feng Jiu disisinya. Dong Hua segera mengingat kejadian 800 lebih tahun lalu,


panik segera mencari “Chong Lin… Mu Yun… Xiao Bai ? mana Xiao Bai ?” Chong Lin


dan Mu Yun saling menatap sebelum menjawab “Di Jun, kami tidak melihat Di Hou,


kami baru masuk, belum bertemu Di Hou” Dong Hua tercengang, takut sesuatu


terjadi lagi, segera mencari berdasarkan aura Ban Xin Liu Li Jie. Dong Hua


menemukan Feng Jiu di Liu Jiao Ting sedang berdiri berbicara dengan 4 dewa dewi


yang tidak dikenal Dong Hua. Feng Jiu berdiri membelakanginya dengan kedua


tangan terpaut dibelakangnya, sangat berwibawa. Keempat dewa dewi berlutut


memberi hormat dan menghilang, sebelum Dong Hua tiba di Liu Jiao Ting. Feng Jiu


masih dalam posisinya diawal, seperti sedang memikirkan sesuatu.


          Dong Hua perlahan mendekat dan memeluknya dari belakang


“Xiao Bai, kau kemana ? kau tahu betapa paniknya aku tidak melihatmu berbaring


disisiku !”dengan tampang tertindas. Feng Jiu berbalik dengan senyuman “teman-temanku


datang berkunjung, aku tidak tega membangunkanmu jadi keluar berjalan sendiri.


Lihatlah, bukankah dengan mudah kau dapat menemukanku” mengangkat tangannya


yang tersemat Ban Xin Liu Li Jie. Dong Hua tersenyum, mencium bibir Feng Jiu


“Xiao Bai, siapa mereka ?” Feng Jiu “teman-temanku…” Dong Hua “untuk apa mereka


kemari ?” Feng Jiu “menanyakan kabar dan membawa beberapa berita. Mereka


mengoceh ingin aku mengunjungi mereka, membuat kepalaku sakit” Dong Hua “kenapa


sakit ? hanya mengunjungi, tidak ada masalah” Feng Jiu cemberut “haih, kau bisa


mengatakan seperti itu karena tidak mengenal mereka. Aku mengunjungi mereka !


sama saja memakankan diriku pada singa kelaparan !” Dong Hua menegang “apa


mereka berbahaya ?” Feng Jiu menggeleng “tapi kegilaan mereka untuk menempel


dan meracau membuatku ngeri. Aku sebaiknya lebih menjauhkan diri dari mereka”


sewot sendiri.


          Dong Hua melihat Feng Jiu yang sewot, sangat imut, tidak


tahan memangut bibirnya “Xiao Bai, tidak pergi ya tidak pergi. oh dari mana kau


mengenal mereka ?” Feng Jiu mengingat-ingat “bertemu tanpa disengaja…” Dong Hua


terbengong “pertemuan tak disengaja !” Feng Jiu mengangguk “tidak usah


memikirkan mereka. Dong Hua, mana Ling Ling ? aku merindukan Gun Gun dan Ling


Ling”. Dong Hua membelai kepalanya “Qing Qiu” ‘Xiao Bai, kau lagi mengalihkan


pembicaraan’ menghela nafas. Chong Lin datang menghadap “Di Jun, Di Hou, keluarga


Bai, Zhe Yan Shan Shen, Tian Jun, Tian Hou, Lian sandianxia…” Dong Hua


menggoyangkan tangan “sudah tahu, pergilah…” Chong Lin memberi hormat dan


pergi. Dong Hua menggandeng tangan Feng Jiu, berjalan perlahan menemui yang

__ADS_1


lain.


__ADS_2