
Putri
Huang Hong Yu yang akhirnya mengetahui kebenaran identitas putri Huang Qiang
Liu, berada dalam penyesalan selama sisa hidupnya. Di beberapa tahun terakhir sisa
hidupnya, putri Huang Hong Yu membangun monumen untuk putri Huang Qiang Liu
dalam balutan jubah kebesarannya dengan taman bunga disekitarnya. Sesaat
setelah monumen itu selesai dibangun, putri Huang Hong Yu pun menghembuskan
nafas terakhirnya diusia 27 tahun. Seiring dengan kematiannya, seluruh bunga di
taman bermekaran dan aurora kuning berpendar di langit selama 3 hari.
Dong
Hua, Lian Song, dan lainnya melihat penderitaan kultivasi Feng Jiu dari awal
hingga akhir. Beberapa kali, Dong Hua hampir tidak dapat menahan diri, ingin
menyelamatkan Feng Jiu atau sekedar memberinya bahu untuk bersandar. Keluarga
Bai yang datang hanya sekedar melihat pun menitikkan air mata melihatnya “Xiao
Jiu, tidak peduli di alam dewa ataupun alam fana, sifatmu yang diam-diam
berkorban demi yang lain itu tidak pernah berubah. Apa kau tahu melihatmu
seperti itu, hati gugu sangat sakit!” Ye Hua memeluk Bai Qian “Qian Qian, kau
harus bangga pada Xiao Jiu, segala sifat dan tindakannya itu yang membuatnya
seluar biasa sekarang. Lihatlah, entah di alam dewa maupun alam fana, semua
menghormat padanya. Dimanapun dia berada, segala berkah kebahagiaan dan
kedamaian selalu besertanya.”
Mengetahui kultivasi Feng Jiu di alam fana sudah meninggal,
Dong Hua segera kembali, menunggu putri tidurnya untuk membuka mata. Dong Hua
duduk disamping ranjang, melihat dan mengharapkan mata yang sudah tertutup 24
hari itu terbuka. Mata itu terbuka 3 hari kemudian, seiring dengan adanya 981
burung yang beterbangan dan mekarnya seluruh bunga kuning di alam dewa. Tubuh
Feng Jiu memancarkan cahaya merah keemasan yang menyilaukan mata sesaat “Dong
Hua, aku sudah kembali !” Dong Hua melihatnya dengan mata berkaca-kaca,
langsung memeluk Feng Jiu. Selama 3 hari ini, Dong Hua sangat cemas, tidak
menemukan ada kesalahan dimanapun pada kultivasi Feng Jiu, tapi Feng Jiu tidak
sadar juga. Zhe Yan berulang kali memeriksa, tidak menemukan adanya masalah.
Sie Ming juga sudah hampir menghancurkan gudang bukunya mencari adanya
kemungkinan Feng Jiu kembali berkultivasi. Dong Hua memeluk erat Feng Jiu “Xiao
Bai, kau mengagetkanku…” Feng Jiu tersenyum “Zu Zhe Shen sudah kembali…” Dong
Hua mencium kening Feng Jiu “sudah… Xiao Bai, tidak usah memikirkan lainnya.
Bagaimana denganmu ? tubuhmu ?” Feng Jiu mengerahkan sihir memeriksa kondisinya
sendiri, senyumnya merekah indah “sangat baik…”.
Selama seminggu, Dong Hua menutup gerbang istana Tai Chen,
tidak menerima siapapun. Dong Hua ingin Feng Jiu pulih sepenuhnya, sebelum
dipusingkan dengan yang lain. Selama seminggu ini juga, Dong Hua terus meracau
dan menempel pada Feng Jiu. Melihat kehidupan kultivasi Feng Jiu yang penuh
__ADS_1
penderitaan, membuatnya sakit hati. Dong Hua berjanji akan membahagiakan Feng
Jiu selamanya, agar Feng Jiu dapat melupakan seluruh penderitaan yang pernah
dialaminya.
Feng Jiu merebahkan dirinya di pelukan Dong Hua, setelah
aktivitas mereka yang hampir meremukkan seluruh tubuhnya “Dong Hua, apa yang
terjadi di 360.000 tahunmu sebelumnya ? bagaimana bisa kau menahan diri selama
itu ?” Dong Hua tersenyum “menunggumu. Xiao Bai, terhadap lainnya aku tidak
pernah menaruh minat sama sekali, tapi denganmu, ketenanganku selama 360.000
tahun hancur berantakan” ‘Xiao Bai, segala hal dalam dirimu membangkitkan
hasratku. Semua tindakanmu, kata-katamu, gerakanmu, bahkan satu lirikan mata
saja sudah menghancurkan diriku. Xiao Bai, dihadapanmu aku sama sekali tidak
mempunyai kekuatan untuk menahan atau melawan.’ Feng Jiu mencibir “menungguku !
kau bahkan sangat dingin ketika aku masih sebagai pelayan istana Tai Chen” Dong
Hua tersenyum “Xiao Bai, kau satu-satunya pelayan yang membekas di ingatanku.
Tanpa mengetahui kau adalah xiao hu li, aku masih menyuruh Zhi He untuk
memanggilmu secara khusus menangani makanan xiao hu li”.
Feng Jiu sudah tertidur di pelukan Dong Hua “haih kau ini…
saat aku berbicara serius, bisa-bisanya kau tertidur” mengelus hidung Feng Jiu
dengan senyum memanjakan ‘Xiao Bai, aku akhirnya berhasil menunggumu.
Sebelumnya, aku mengira akan hidup sebagai bujang lapuk hingga saatnya yuhua
tiba. Saat kecil, aku pun sering iri melihat keluarga lain, kehangatan, cinta
Bertahun-tahun sudah berlalu, akupun sudah tidak mengharapkan apapun hanya
menunggu saat itu tiba. Tidak pernah menyangka, suatu hari, ada xiao hu li yang
masuk kemataku, ke pelukanku, ke hatiku, ke kehidupanku. Xiao Bai, dirimulah
yang memberikan segalanya, rumah yang hangat, kasih sayang yang tulus, cinta
tanpa tuntutan, perhatian yang menyeluruh, pelindung tanpa batas. Xiao Bai, kau
sangat sempurna, melainkan aku, aku tidak bisa apapun. Dihadapanmu, kepercayaan
diri, kesombongan, kewibawaanku hancur berkeping-keping. Aku tidak tahu harus
bagaimana padamu, sangat ingin melakukan apapun untukmu. Disaat yang lain
selalu meminta dan mengharapkan perlindunganku, kau selalu memberi, menjaga,
dan melindungiku. Yang dikatakan Sou Wan, betul sekali, kau adalah malaikat
yang diutus langit untuk mengembalikan dan mengumpulkan kami semua. Aku yang
sebelumnya akan yuhua di selamatkan olehmu, Sou Wan yang sudah yuhua pun
dipulihkan olehmu, Meng Hao yang sudah yuhua disembuhkan olehmu, sekarang Zu
Zhe Shen yang tertidur panjangpun dikembalikan olehmu. Kami semua hanya dapat
melihatmu melakukan semuanya, tidak dapat melakukan apapun, bahkan tidak dapat
meringankan sedikit bebanmu. Xiao Bai, apa aku begitu tidak berguna ? status
Tian Di Gong Zhu ku, tidak memiliki arti apapun dimatamu. Semenjak bertemu,
selalu kau yang menjaga dan melindungiku. Xiao Bai, kumohon padamu, berikan aku
kesempatan untuk melakukan sesuatu untukmu. Biarkah aku membuktikan, aku juga
__ADS_1
berguna untukmu, aku dapat menjaga dan melindungimu, Xiao Bai’ mencium kening
Feng Jiu. Semakin lama bersama Feng Jiu, Dong Hua semakin tergila-gila padanya.
Feng Jiu semakin cantik dan semakin sempurna dimatanya, tidak dapat mengalihkan
pandangan ke tempat lain.
Di pagi hari ke-8, Dong Hua yang bangun, tidak menemukan
Feng Jiu disisinya. Dong Hua segera mengingat kejadian 800 lebih tahun lalu,
panik segera mencari “Chong Lin… Mu Yun… Xiao Bai ? mana Xiao Bai ?” Chong Lin
dan Mu Yun saling menatap sebelum menjawab “Di Jun, kami tidak melihat Di Hou,
kami baru masuk, belum bertemu Di Hou” Dong Hua tercengang, takut sesuatu
terjadi lagi, segera mencari berdasarkan aura Ban Xin Liu Li Jie. Dong Hua
menemukan Feng Jiu di Liu Jiao Ting sedang berdiri berbicara dengan 4 dewa dewi
yang tidak dikenal Dong Hua. Feng Jiu berdiri membelakanginya dengan kedua
tangan terpaut dibelakangnya, sangat berwibawa. Keempat dewa dewi berlutut
memberi hormat dan menghilang, sebelum Dong Hua tiba di Liu Jiao Ting. Feng Jiu
masih dalam posisinya diawal, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Dong Hua perlahan mendekat dan memeluknya dari belakang
“Xiao Bai, kau kemana ? kau tahu betapa paniknya aku tidak melihatmu berbaring
disisiku !”dengan tampang tertindas. Feng Jiu berbalik dengan senyuman “teman-temanku
datang berkunjung, aku tidak tega membangunkanmu jadi keluar berjalan sendiri.
Lihatlah, bukankah dengan mudah kau dapat menemukanku” mengangkat tangannya
yang tersemat Ban Xin Liu Li Jie. Dong Hua tersenyum, mencium bibir Feng Jiu
“Xiao Bai, siapa mereka ?” Feng Jiu “teman-temanku…” Dong Hua “untuk apa mereka
kemari ?” Feng Jiu “menanyakan kabar dan membawa beberapa berita. Mereka
mengoceh ingin aku mengunjungi mereka, membuat kepalaku sakit” Dong Hua “kenapa
sakit ? hanya mengunjungi, tidak ada masalah” Feng Jiu cemberut “haih, kau bisa
mengatakan seperti itu karena tidak mengenal mereka. Aku mengunjungi mereka !
sama saja memakankan diriku pada singa kelaparan !” Dong Hua menegang “apa
mereka berbahaya ?” Feng Jiu menggeleng “tapi kegilaan mereka untuk menempel
dan meracau membuatku ngeri. Aku sebaiknya lebih menjauhkan diri dari mereka”
sewot sendiri.
Dong Hua melihat Feng Jiu yang sewot, sangat imut, tidak
tahan memangut bibirnya “Xiao Bai, tidak pergi ya tidak pergi. oh dari mana kau
mengenal mereka ?” Feng Jiu mengingat-ingat “bertemu tanpa disengaja…” Dong Hua
terbengong “pertemuan tak disengaja !” Feng Jiu mengangguk “tidak usah
memikirkan mereka. Dong Hua, mana Ling Ling ? aku merindukan Gun Gun dan Ling
Ling”. Dong Hua membelai kepalanya “Qing Qiu” ‘Xiao Bai, kau lagi mengalihkan
pembicaraan’ menghela nafas. Chong Lin datang menghadap “Di Jun, Di Hou, keluarga
Bai, Zhe Yan Shan Shen, Tian Jun, Tian Hou, Lian sandianxia…” Dong Hua
menggoyangkan tangan “sudah tahu, pergilah…” Chong Lin memberi hormat dan
pergi. Dong Hua menggandeng tangan Feng Jiu, berjalan perlahan menemui yang
__ADS_1
lain.