
Dong Hua terkejut,
segera mencari sumber yang mengurungnya. Semua pun terkejut, tidak pernah ada
yang bisa mengurung ataupun mencegah Dong Hua sebelumnya, kekuatan Dong Hua
adalah yang terhebat. Dong Hua perlahan membaik, dia merasakan kehangatan dan
kenyamanan didalam jiejue, seperti berada dalam pelukan yang akrab, berada
dalam perlindungan… Xiao Bai-nya. Semua melihat perubahan Dong Hua yang
perlahan kembali normal, tapi mata Dong Hua terus mencari sesuatu. Dong Hua
berteriak “Xiao Bai, kaukah ? Xiao Bai, aku tahu kau disini, keluarlah, Xiao
Bai…” semua mendengar teriakan Dong Hua dan ikut mencari.
Sebuah suara dingin datang entah darimana ‘Lian Cheng
wangzi, yang mulia ingat sudah pernah memperingatimu sebelumnya. 800 tahun
sudah berbuat onar, ckckckckck, coba katakan yang mulia harus bagaimana
menghukummu ?’ membuat yang mendengar merinding ketakutan. Lian Cheng pun
merasa getir ketakutan “jika berani tunjukkan wujudmu… yang mulia tidak takut
padamu… Yao Chu Xin sudah ada padaku, jiejuemu sama sekali tidak berguna…”
datang suara balasan ‘ooo… yang mulia tidak pernah memasang jiejue pada Yao Chu
Xin’ tiba-tiba dari tubuh Lian Cheng, 2 panglima, dan beberapa prajurit muncul
cahaya hijau seperti benang mengelilingi mereka. Lian Cheng “apa ? apa ini ?”
‘kau saja tidak tahu apa itu, masih berani berlagak dihadapan yang mulia. Hmm
sebelumnya yang mulia masih mempertimbangkan menjadikanmu yao jun untuk
mengurus klan siluman sayap barat, tapi melihat kemampuanmu ckckckckck…’
semakin banyak suara yang datang semakin mencekam suasana di medan perang.
Lian Cheng berteriak “keluar… tunjukkan wujudmu…” ‘cih
keberadaanku saja tidak dapat kau temukan, bagaimana menjadi yao wang ? kau
tidak tenang-tenang menjadi Mo Jun, tidur ditengah pulau bulumu, datang ke klan
siluman berbuat ulah… yang mulia ingin bertanya, dimana kalian menaruh otak
kalian ? demi obsesi, melakukan segala hal, tidak menikmati hidup malah kesini
mencari mati’ Lian Cheng terbelalak “kau ? bagaimana kau mengetahuinya ?”
terdengar suara tawa mengerikan ‘hahaha Nie Chu Ying, bahkan menutup matapun,
yang mulia bisa langsung mengenalimu… yang mulia melihat Su Yang Mo Jun sudah
menjadi bawahanmu… hmm… lumayan… katakan, apa sebenarnya yang kau inginkan ?’
Lian Cheng saling bertatapan dengan kedua panglimanya, merubah diri menjadi Nie
Chu Ying “Bai Feng Jiu, karena kau sudah mengetahuinya, tidak perlu lagi
menutupinya… mana Ji Heng ?” ‘hahaha… ternyata kalian kedua kakak ini datang
hari ini untuk Ji Heng hahaha… Nie Chu Ying a Nie Chu Ying, awalnya Ji Heng
yang tidak berotak, sekarang kau juga tidak berotak’ Lian Cheng marah “apa
maksudmu ? kembalikan Ji Heng ? dulu aku bisa mengambil bulumu, sekarangpun aku
bisa mengambil nyawamu…” ‘hahaha… mana ada yang meminta dengan ancaman
sepertimu !’
Lian Cheng “aku sudah menguasai Yao Chu Xin, aku akan
__ADS_1
mendapatkanmu, saat itu aku akan menyiksamu hingga hidup segan mati tak bisa”
‘hahaha… apa kau yakin, sudah menguasai Yao Chu Xin ? apa kau tahu kekuatan Yao
Chu Xin ?’ sebuah jiejue terbentuk mengelilingi seluruh pasukan yang dibawa
Dong Hua “Xiao Bai…” Dong Hua tidak dapat berbuat apapun terkurung dalam
jiejue, juga tidak dapat melihat Feng Jiu. Lian Cheng “kau yang bukan klan
siluman tahu apa ! lihatlah, aku sudah mengambil seluruh pengikut setiamu”
seluruh cahaya hijau itu terserap masuk dalam Yao Chu Xin ‘Nie Chu Ying, kau
dengan Ji Heng selalu membuat masalah, kau menyiksa kaum berbulu hanya untuk
memuaskan kesenanganmu, Ji Heng memelihara mereka untuk dimanfaatkan sebagai
mesin pembunuh. Kalian berdua membohongi dan memprovokasi Miao Luo hingga salah
paham pada Di Jun. Masih menggunakan tubuh Miao Luo sebagai perantara kalian
meningkatkan kemampuan. Sekarang kau ingin menghancurkan klan siluman. Sayang
klan siluman sekarang adalah milikku, obsesimu itu tidak akan pernah tercapai.
Su Yang, melihat dulu kau pun membantu Di Jun menjaga xue lei, yang mulia
memberimu 1 jalan hidup’ seorang panglima berdiri membuka topangnya “aku tidak
peduli kau Qing Qiu Nu Jun atau Yao Wang, kembalikan adikku Ji Heng padaku !
kau hanya rubah kecil, tidak akan menang melawan kami…” ‘Su Yang, apa kau tahu
adik tersayangmu itulah yang menyebabkan kematian wanita yang kau cintai !’ Su
Yang terkejut ‘yah Ji Heng tahu, kau dan Ming Su saling mencintai, takut tidak
dapat mengendalikanmu jadi memikirkan cara menghilangkan Ming Su’ “tidak… tidak
mungkin…” ‘haih, aku malas menjelaskannya… yang mulia bertanya padamu, hidup
merapal mantra, menggoyangkan Yao Chu Xin, asap hijau muncul dari Yao Chu Xin
mengelilingi medan perang. Jiejue menghalangi pasukan Dong Hua terkena efek
kekuatan Yao Chu Xing.
‘haih… kalian betul sama bodohnya dengan Ji Heng…’ semua
asap hijau kembali masuk ke Yao Chu Xin. Keduanya terkejut “bagaimana bisa !”
‘hari ini aku akan memperlihatkan pada kalian, kekuatan Yao Chu Xing
sebenarnya.’ Disatu titik diangkasa perlahan berkumpul cahaya merah keemasan,
semakin lama semakin besar dan pecah menyebarkan feng wei hua. Feng Jiu dengan
gagah berdiri di angkasa “Xiao Bai…” “Xiao Jiu…” “Feng Jiu…” “Di Hou…” “Zheng
Zhu” Che Lan dan seluruh prajurit klan siluman sayap timur berlutut menghormat
“salam hormat Yao Wang…” Feng Jiu hanya mengangkat tangan menyuruh mereka
berdiri, tidak ada senyum diwajahnya, melihat Dong Hua sejenak dan berbalik
kembali ke Lian Cheng. Wajah Feng Jiu saat ini sangat dingin terkesan
menakutkan, aura mengintimidasi yang dikeluarkannya membuat semua merinding.
Dong Hua, Lian Song dan Meng Hao yang sudah pernah merasakan aura Feng Jiu pun
tetap terkejut. Auranya kali ini jauh lebih kuat dibanding sebelumnya bahkan
dapat memaksa orang untuk menundukkan kepala di hadapannya.
Nie
Chu Ying “Bai Feng Jiu, akhirnya kau muncul…” Feng Jiu menggoyangkan tangannya,
__ADS_1
Yao Chu Xin dengan tenang masuk ke tangannya “Nie Chu Ying, kau hanya
mengetahui 0.01 % kemampuan Yao Chu Xin, hari ini yang mulia berbaik hati akan
memperlihatkan padamu, kekuatan Yao Chu Xin yang sebenarnya. Tubuh Feng Jiu mengeluarkan
aura merah pekat, rambutnya berubah merah darah. Semakin lama semakin besar.
Semua yang melihat merasa sesak didadanya, kecuali yang didalam jiejue hanya
merasa kepanasan. “Xiao Bai, jangan…” Dong Hua berusaha memanggil. Bai Yi “Xiao
Jiu menyesatkan diri… Xiao Jiu, berhenti…”
Dong
Hua berteriak “Xiao Bai, hentikan…” Feng Jiu hanya melirik Dong Hua dingin
“Xiao Bai, aku tidak bisa kehilanganmu… Xiao Bai, kau sudah berjanji padaku…
Xiao Bai…” Feng Jiu tersenyum mencibir “Dong Hua Di Jun, perhatikan baik-baik”
tidak menggubris semuanya kembali. Yao Chu Xin mengeluarkan cahaya hijau
semakin lama semakin pekat menyatu dengan aura merah Feng Jiu, berubah menjadi
cahaya ungu, semakin lama semakin besar, berputar mengelilingi dan mengurung
Feng Jiu. segera terdengar suara auman mengerikan dari dalam cahaya. Cahaya
ungu meledak menampilkan seekor singa naga bersayap dengan 9 kepala naga di
lehernya. Tiap kepalanya mengeluarkan nafas api, terbang melayang dan turun
kearah pasukan Nie Chu Ying. Kesembilan kepala mengeluarkan bola api dari
mulutnya, membunuh semua prajurit hanya menyisakan Nie Chu Ying dan Su Yang
yang terluka parah hingga muntah darah yang sangat banyak. Singa naga perlahan
menghampiri Nie Chu Ying dan Su Yang “pergi… pergi… jangan mendekat…” singa
naga menggunakan cakarnya mengurung Nie Chu Ying dan Su Yang dibawah kakinya.
“argh…
yao wang yao wang… jangan bunuh aku… yao wang, aku sudah tahu salah…” Nie Chu
Ying memohon. “Bai Feng Jiu, sebelum aku mati bisakah melihat Ji Heng” Su Yang
yang terluka parah memohon, salah satu kepala naga menyemburkan bola api yang
didalamnya menampakkan Ji Heng seperti sudah gila, tiba-tiba tersiksa hingga
meraung-raung, takut akan dirinya sendiri “Zhu Ren… Zhu Ren… tolong aku… tolong
aku… Zhu Ren…” Su Yang meneteskan air mata melihat “Ji Heng, maaf, kakak tidak
dapat menolong dan membantumu lagi” jiwa Su Yang masuk kedalam mulut salah satu
kepala naga beserta bola api. Nie Chu Ying terus memohon, mata naga semakin
emosi, menggigit dan melepaskan kepalanya dari raganya, jiwanya pun masuk ke
mulut salah satu naga. Medan perang bersih dari Lian Cheng dan pasukannya.
Singa
naga perlahan berbalik dan berjalan ke Dong Hua dan pasukannya, dengan mata
tajam melihat semuanya di bawah. Setiap kepala naganya menghembuskan nafas api,
matanya sangat tajam seperti dapat membunuh. Dong Hua memegang jiejue,
berkaca-kaca “Xiao Bai, kembali, kembalilah… kembali ke sisiku… Xiao Bai…”
melihat ke salah satu mata kepala singa naga. Semua memanggilnya dari arah
jiejue yang berbeda, sang singa naga hanya melirik sekilas kembali fokus pada
__ADS_1
Dong Hua.