
Semakin mendekati saat
melahirkan, Zhe Yan semakin sering ke istana Tai Chen. Gun Gun pun sudah dibawa
ke istana Tai Chen. Feng Jiu sekarang merasa tubuhnya sangat sesak, tidak
nyaman dengan segalanya. Dong Hua selalu menemani dan memapahnya kemanapun.
Masih seminggu dari perkiraan Zhe Yan, Feng Jiu tidak dapat tidur nyenyak,
perutnya sangat tidak nyaman. Demi tidak membuat Dong Hua khawatir, Feng Jiu
memakaikan sihir tidur pada Dong Hua. Feng Jiu sendiri turun ranjang,
berjalan-jalan di sekitar kamar. Tiba-tiba ada seekor kupu-kupu yang terbang
mengelilinginya, Feng Jiu mengangkat tangan membiarkan kupu-kupu itu hinggap di
tangannya “Mu Feng Tie, kau sudah kembali…” Mu Feng Tie menari-nari
mengelilingi Feng Jiu” Feng Jiu mulai merasa perutnya sakit, mengeluarkan
keringat dingin, Mu Feng Tie berubah menjadi Mu Yun “dianxia, bagaimana
denganmu ?” Feng Jiu tersenyum “Mu Feng Tie, Mu Yun, kau sudah kembali dan
dapat berubah… argh… aku akan melahirkan, Mu Yun pergilah cari Chong Lin, suruh
dia memanggil Zhe Yan, cepat…” “dianxia, kau…” “aku masih bisa menahannya,
pergilah…’ Mu Yun segera berlari mencari Chong Lin.
Feng Jiu perlahan berjalan masuk “Dong Hua… Dong Hua…”
bersandar di pinggir ranjang menahan sakit di perutnya, menghilangkan sihir
tidur dari tubuh Dong Hua “Dong Hua… Dong Hua…” menggoyangkan tangannya
perlahan. Dong Hua perlahan terbangun, terkejut melihat Feng Jiu yang kesakitan
disamping ranjang “Xiao Bai, ada apa denganmu ?” segera menggendong Feng Jiu ke
ranjang “Dong Hua, perutku sakit, aku akan segera melahirkan… argh…” Dong Hua
segera memanggil Zhe Yan lewat pesan suara “Xiao Bai, bertahanlah, aku disini
menemanimu…” “Dianxia… Dianxia…” dari luar terdengar suara. Feng Jiu memegang
Dong Hua “Dong Hua, panggil dia masuk, dia adalah Mu Yun - Mu Feng Tie, panggil
dia masuk… aaa…” Dong Hua segera membuka pintu “masuk…” Mu Yun segera berlari
masuk “dianxia… dianxia,,, Mu Yun sudah memberitahu Chong Lin Xian Guang, dianxia,
bagaimana denganmu ?”
Zhe Yan segera datang bersama Bai Chen memeriksa Feng Jiu
“panggil bidan, Xiao Jiu akan melahirkan…” bidan segera datang bersama keluarga
Bai lainnya. Lian Song, Cheng Yu, Sie Ming, Sou Wan, Mo Yuan, yang mendengar
kabarpun segera datang. Zhe Yan menyuruh Dong Hua keluar hingga hari ke-3 Dong
Hua bersikeras masuk menetap disisi Feng Jiu. Selama 4 hari, Dong Hua terus
menemani Feng Jiu, mengelap keringatnya, memberi minum dan makan untuk mempertahankan
energi Feng Jiu. Di hari ketujuh, 889 burung berterbangan di langit istana Tai
Chen, semua bunga bermekaran. Bersamaan dengan bunga bermekaran, teriakan Feng
Jiu pun terdengar di istana Tai Chen disusul suara tangisan bayi ‘oek… oek…
__ADS_1
oek…’ yang nyaring.
Dong Hua berkaca-kaca “lahir, sudah lahir… Xiao Bai, anak
kita sudah lahir…” Feng Jiu tersenyum lemah. Dong Hua segera memeriksa nadi
Feng Jiu, merasa tidak ada masalah selain tubuh yang melemah dan kelelahan,
Dong Hua lega. Wen Xin memeluk bayi imut yang terbungkus rapi dan
menyerahkannya pada Dong Hua “Di Jun, Xiao Jiu, putri yang sangat cantik…” Dong
Hua gemetar menggendongnya dengan kekakuan “Xiao Bai, lihatlah putri kita” Feng
jiu mencium pipi bayi imut “Xiao Bai, Ling Ling mirip denganmu, lihat rambutnya
keemasan” Feng Jiu “pasti pengaruh darahmu, tidak sangka rambut keemasan ini
sangat indah. Ling Ling, Dong Yue Ling” Feng Jiu tersenyum lembut “Dong Hua,
bawalah Ling Ling keluar, sudah banyak yang menunggu ingin melihatnya”. Dong
Hua “Xiao Bai, kau tidak apa-apa ?” mendapat anggukan dari Feng Jiu, Dong Hua pun
menurut, membawa Bai Ling Ling keluar untuk dilihat semuanya.
Yang pertama menyambut mereka adalah Gun Gun yang paling
antusias “Fu Qin, meimei atau didi ?” Dong Hua tersenyum “Gun Gun, ini Ling
Ling meimei…” Gun Gun berbinar “yey, Gun Gun punya meimei. Ling Ling, ini Gun
Gun gege” mencium pipi bayi. Semua maju malihat bayi Ling Ling yang baru lahir
“Qin Jie, dulu kau begitu tak berperasaan, tak menyangka sekarang bukan saja
menikahi Xiao Jiu yang begitu baik, malah sudah mempunyai sepasang putra
putri…” Dong Hua tersenyum lembut mencium pipi bayi “semua ini Xiao Bai yang
menginginkannya, wei fu akan berusaha lebih keras lagi” wajah Sou Wan memerah
“kau… kau jangan dekat-dekat…”.
Tidak lama, semua yang membantu persalinan dalam kamar
keluar “Di Jun, kami sudah membersihkan Xiao Jiu. Anda masuklah, Xiao Jiu sudah
beristirahat, berikan Ling Ling padaku, kami akan menjaganya” Dong Hua mencium
pipi dan kening bayi dan menyerahkannya pada Hu Hou, masuk ke kamar menemani
Feng Jiu. Dong Hua berbaring disamping Feng Jiu melihat wajah tidurnya yang
kelelahan ‘Xiao Bai, terima kasih, terima kasih sudah memberikanku segalanya.’
memeluk Feng Jiu tertidur bersama. Selama 3 hari, Dong Hua pun tidak
beristirahat terus menemani perjuangan Feng Jiu melahirkan.
Dong Hua bangun, Feng Jiu masih tertidur, memeriksanya
sekali lagi, tidak menemukan ada kejanggalan. Dong Hua keluar mencari Zhe Yan,
menyuruhnya memeriksa Feng Jiu “tidak apa-apa, terlalu lelah, biarkan dia beristirahat,
makan bergizi, semuanya akan pulih”. Saat Feng Jiu terbangun, langsung melihat
Dong Hua yang tersenyum padanya “Xiao Bai, sudah bangun, sudah baikan ?” Feng
Jiu berusaha bangun “lebih baik, dimana Ling Ling ?” Dong Hua memapah dan
memberikan sandaran yang nyaman untuk Feng Jiu “bersama ibumu…” mendengar suara
__ADS_1
dari dalam, Gun Gun membuka pintu dan masuk bersama Wen Xin yang menggendong
bayi Ling Ling “Xiao Jiu, sudah bangun, bisa menyusui bayimu ?” Feng Jiu
mengangguk, menerima bayi Ling Ling “Dong Hua keluarlah, aku mau menyusui Ling
Ling” Dong Hua menggeleng “aku menemanimu…” Wen Xin sudah membawa Gun Gun
keluar, Feng Jiu masih protes “keluarlah dulu… aku…” dengan wajah memerah. Dong
Hua tersenyum melihat Feng Jiu yang malu “Fu Ren, tubuhmu yang mana belum
pernah weifu lihat dan sentuh…” Feng Jiu “tapi… tapi…” Dong Hua mencium
bibirnya “sudah susuilah, Fu Jun menemanimu… lihat Ling Ling sudah kelaparan…”
tidak dapat menyuruh Dong Hua keluar akhirnya pasrah.
Feng Jiu membuka dadanya dan menempelkan Ling Ling, segera
Ling Ling membuka mulutnya mencari sumber makanannya. Dong Hua takjub melihat
bayi kecilnya dengan mulut bergoyang-goyang, menyedot air susu Feng Jiu. Dong
Hua terus melihat dan mulai penasaran “Xiao Bai, Gun Gun juga dulu seperti inikah
?” Feng Jiu tersenyum penuh kasih sayang melihat Ling Ling “iya, Gun Gun saat
kecil juga seperti ini... tapi lebih besar sedikit dari Ling Ling” Dong Hua
memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, aku juga ingin mencobanya…” Feng Jiu memerah
melihat Dong Hua “kau… kau mesum…” Dong Hua merengek “Fu Ren, kau tahu aku
tidak memiliki orang tua…” melihat tampang Dong Hua yang sedih, sifat keibuan
Feng Jiu pun keluar, akhirnya menuruti kemauan Dong Hua, menyusui kedua
bayinya.
Dong Hua sangat puas, tidak tega mengambil jatah susu bayi
Ling Ling terlalu banyak pun menghentikan tindakannya “Xiao Bai, air susumu
sangat enak… Jika Ling Ling sudah tidak mau, weifu masih menginginkannya…” Feng
Jiu terbelalak “kau… mesum…” Dong Hua cekikikan “weifu hanya mesum padamu…”
mengecup singkat bibirnya. Bersama melihat bayi Ling Ling yang menyedot hingga
tertidur di pelukan Feng Jiu. Feng Jiu menggendongnya, menyandarkan pada
pundaknya, perlahan mengelus-ngelua punggungnya sampai terdengar sendawa “Xiao
Bai, apa yang kau lakukan ?” Dong Hua yang tidak mengerti tindakan Feng Jiu pun
bertanya. Feng Jiu dengan sabar menjelaskan “ini untuk mengeluarkan angin dari
perutnya, jadi tidak akan muntah” Dong Hua tersenyum “Fu Ren, kau sangat
hebat…”.
Selama 3 bulan, pasangan Bai Yi tinggal di istana Tai Chen,
membantu Dong Hua – Feng Jiu merawat kedua anak dan membantu memasak makanan
yang bisa memulihkan tubuh Feng Jiu. Bayi Ling Ling termasuk anak yang tenang,
biasa terbangun di pagi hingga petang, malam tertidur nyenyak membuat semua
memiliki istirahat yang cukup. Dengan adanya bayi Ling Ling, membuat istana Tai
Chen sangat ramai akhir-akhir ini, disamping banyaknya hadiah yang dikirimkan
__ADS_1
dari seluruh Si Hai Ba Huang, teman dan keluargapun berdatangan setiap harinya.