Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 38 - Kelahiran Dong Yue Ling


__ADS_3

Semakin mendekati saat


melahirkan, Zhe Yan semakin sering ke istana Tai Chen. Gun Gun pun sudah dibawa


ke istana Tai Chen. Feng Jiu sekarang merasa tubuhnya sangat sesak, tidak


nyaman dengan segalanya. Dong Hua selalu menemani dan memapahnya kemanapun.


Masih seminggu dari perkiraan Zhe Yan, Feng Jiu tidak dapat tidur nyenyak,


perutnya sangat tidak nyaman. Demi tidak membuat Dong Hua khawatir, Feng Jiu


memakaikan sihir tidur pada Dong Hua. Feng Jiu sendiri turun ranjang,


berjalan-jalan di sekitar kamar. Tiba-tiba ada seekor kupu-kupu yang terbang


mengelilinginya, Feng Jiu mengangkat tangan membiarkan kupu-kupu itu hinggap di


tangannya “Mu Feng Tie, kau sudah kembali…” Mu Feng Tie menari-nari


mengelilingi Feng Jiu” Feng Jiu mulai merasa perutnya sakit, mengeluarkan


keringat dingin, Mu Feng Tie berubah menjadi Mu Yun “dianxia, bagaimana


denganmu ?” Feng Jiu tersenyum “Mu Feng Tie, Mu Yun, kau sudah kembali dan


dapat berubah… argh… aku akan melahirkan, Mu Yun pergilah cari Chong Lin, suruh


dia memanggil Zhe Yan, cepat…” “dianxia, kau…” “aku masih bisa menahannya,


pergilah…’ Mu Yun segera berlari mencari Chong Lin.


          Feng Jiu perlahan berjalan masuk “Dong Hua… Dong Hua…”


bersandar di pinggir ranjang menahan sakit di perutnya, menghilangkan sihir


tidur dari tubuh Dong Hua “Dong Hua… Dong Hua…” menggoyangkan tangannya


perlahan. Dong Hua perlahan terbangun, terkejut melihat Feng Jiu yang kesakitan


disamping ranjang “Xiao Bai, ada apa denganmu ?” segera menggendong Feng Jiu ke


ranjang “Dong Hua, perutku sakit, aku akan segera melahirkan… argh…” Dong Hua


segera memanggil Zhe Yan lewat pesan suara “Xiao Bai, bertahanlah, aku disini


menemanimu…” “Dianxia… Dianxia…” dari luar terdengar suara. Feng Jiu memegang


Dong Hua “Dong Hua, panggil dia masuk, dia adalah Mu Yun - Mu Feng Tie, panggil


dia masuk… aaa…” Dong Hua segera membuka pintu “masuk…” Mu Yun segera berlari


masuk “dianxia… dianxia,,, Mu Yun sudah memberitahu Chong Lin Xian Guang, dianxia,


bagaimana denganmu ?”


          Zhe Yan segera datang bersama Bai Chen memeriksa Feng Jiu


“panggil bidan, Xiao Jiu akan melahirkan…” bidan segera datang bersama keluarga


Bai lainnya. Lian Song, Cheng Yu, Sie Ming, Sou Wan, Mo Yuan, yang mendengar


kabarpun segera datang. Zhe Yan menyuruh Dong Hua keluar hingga hari ke-3 Dong


Hua bersikeras masuk menetap disisi Feng Jiu. Selama 4 hari, Dong Hua terus


menemani Feng Jiu, mengelap keringatnya, memberi minum dan makan untuk mempertahankan


energi Feng Jiu. Di hari ketujuh, 889 burung berterbangan di langit istana Tai


Chen, semua bunga bermekaran. Bersamaan dengan bunga bermekaran, teriakan Feng


Jiu pun terdengar di istana Tai Chen disusul suara tangisan bayi ‘oek… oek…

__ADS_1


oek…’ yang nyaring.


          Dong Hua berkaca-kaca “lahir, sudah lahir… Xiao Bai, anak


kita sudah lahir…” Feng Jiu tersenyum lemah. Dong Hua segera memeriksa nadi


Feng Jiu, merasa tidak ada masalah selain tubuh yang melemah dan kelelahan,


Dong Hua lega. Wen Xin memeluk bayi imut yang terbungkus rapi dan


menyerahkannya pada Dong Hua “Di Jun, Xiao Jiu, putri yang sangat cantik…” Dong


Hua gemetar menggendongnya dengan kekakuan “Xiao Bai, lihatlah putri kita” Feng


jiu mencium pipi bayi imut “Xiao Bai, Ling Ling mirip denganmu, lihat rambutnya


keemasan” Feng Jiu “pasti pengaruh darahmu, tidak sangka rambut keemasan ini


sangat indah. Ling Ling, Dong Yue Ling” Feng Jiu tersenyum lembut “Dong Hua,


bawalah Ling Ling keluar, sudah banyak yang menunggu ingin melihatnya”. Dong


Hua “Xiao Bai, kau tidak apa-apa ?” mendapat anggukan dari Feng Jiu, Dong Hua pun


menurut, membawa Bai Ling Ling keluar untuk dilihat semuanya.


          Yang pertama menyambut mereka adalah Gun Gun yang paling


antusias “Fu Qin, meimei atau didi ?” Dong Hua tersenyum “Gun Gun, ini Ling


Ling meimei…” Gun Gun berbinar “yey, Gun Gun punya meimei. Ling Ling, ini Gun


Gun gege” mencium pipi bayi. Semua maju malihat bayi Ling Ling yang baru lahir


“Qin Jie, dulu kau begitu tak berperasaan, tak menyangka sekarang bukan saja


menikahi Xiao Jiu yang begitu baik, malah sudah mempunyai sepasang putra


putri…” Dong Hua tersenyum lembut mencium pipi bayi “semua ini Xiao Bai yang


menginginkannya, wei fu akan berusaha lebih keras lagi” wajah Sou Wan memerah


“kau… kau jangan dekat-dekat…”.


          Tidak lama, semua yang membantu persalinan dalam kamar


keluar “Di Jun, kami sudah membersihkan Xiao Jiu. Anda masuklah, Xiao Jiu sudah


beristirahat, berikan Ling Ling padaku, kami akan menjaganya” Dong Hua mencium


pipi dan kening bayi dan menyerahkannya pada Hu Hou, masuk ke kamar menemani


Feng Jiu. Dong Hua berbaring disamping Feng Jiu melihat wajah tidurnya yang


kelelahan ‘Xiao Bai, terima kasih, terima kasih sudah memberikanku segalanya.’


memeluk Feng Jiu tertidur bersama. Selama 3 hari, Dong Hua pun tidak


beristirahat terus menemani perjuangan Feng Jiu melahirkan.


          Dong Hua bangun, Feng Jiu masih tertidur, memeriksanya


sekali lagi, tidak menemukan ada kejanggalan. Dong Hua keluar mencari Zhe Yan,


menyuruhnya memeriksa Feng Jiu “tidak apa-apa, terlalu lelah, biarkan dia beristirahat,


makan bergizi, semuanya akan pulih”. Saat Feng Jiu terbangun, langsung melihat


Dong Hua yang tersenyum padanya “Xiao Bai, sudah bangun, sudah baikan ?” Feng


Jiu berusaha bangun “lebih baik, dimana Ling Ling ?” Dong Hua memapah dan


memberikan sandaran yang nyaman untuk Feng Jiu “bersama ibumu…” mendengar suara

__ADS_1


dari dalam, Gun Gun membuka pintu dan masuk bersama Wen Xin yang menggendong


bayi Ling Ling “Xiao Jiu, sudah bangun, bisa menyusui bayimu ?” Feng Jiu


mengangguk, menerima bayi Ling Ling “Dong Hua keluarlah, aku mau menyusui Ling


Ling” Dong Hua menggeleng “aku menemanimu…” Wen Xin sudah membawa Gun Gun


keluar, Feng Jiu masih protes “keluarlah dulu… aku…” dengan wajah memerah. Dong


Hua tersenyum melihat Feng Jiu yang malu “Fu Ren, tubuhmu yang mana belum


pernah weifu lihat dan sentuh…” Feng Jiu “tapi… tapi…” Dong Hua mencium


bibirnya “sudah susuilah, Fu Jun menemanimu… lihat Ling Ling sudah kelaparan…”


tidak dapat menyuruh Dong Hua keluar akhirnya pasrah.


          Feng Jiu membuka dadanya dan menempelkan Ling Ling, segera


Ling Ling membuka mulutnya mencari sumber makanannya. Dong Hua takjub melihat


bayi kecilnya dengan mulut bergoyang-goyang, menyedot air susu Feng Jiu. Dong


Hua terus melihat dan mulai penasaran “Xiao Bai, Gun Gun juga dulu seperti inikah


?” Feng Jiu tersenyum penuh kasih sayang melihat Ling Ling “iya, Gun Gun saat


kecil juga seperti ini... tapi lebih besar sedikit dari Ling Ling” Dong Hua


memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, aku juga ingin mencobanya…” Feng Jiu memerah


melihat Dong Hua “kau… kau mesum…” Dong Hua merengek “Fu Ren, kau tahu aku


tidak memiliki orang tua…” melihat tampang Dong Hua yang sedih, sifat keibuan


Feng Jiu pun keluar, akhirnya menuruti kemauan Dong Hua, menyusui kedua


bayinya.


          Dong Hua sangat puas, tidak tega mengambil jatah susu bayi


Ling Ling terlalu banyak pun menghentikan tindakannya “Xiao Bai, air susumu


sangat enak… Jika Ling Ling sudah tidak mau, weifu masih menginginkannya…” Feng


Jiu terbelalak “kau… mesum…” Dong Hua cekikikan “weifu hanya mesum padamu…”


mengecup singkat bibirnya. Bersama melihat bayi Ling Ling yang menyedot hingga


tertidur di pelukan Feng Jiu. Feng Jiu menggendongnya, menyandarkan pada


pundaknya, perlahan mengelus-ngelua punggungnya sampai terdengar sendawa “Xiao


Bai, apa yang kau lakukan ?” Dong Hua yang tidak mengerti tindakan Feng Jiu pun


bertanya. Feng Jiu dengan sabar menjelaskan “ini untuk mengeluarkan angin dari


perutnya, jadi tidak akan muntah” Dong Hua tersenyum “Fu Ren, kau sangat


hebat…”.


          Selama 3 bulan, pasangan Bai Yi tinggal di istana Tai Chen,


membantu Dong Hua – Feng Jiu merawat kedua anak dan membantu memasak makanan


yang bisa memulihkan tubuh Feng Jiu. Bayi Ling Ling termasuk anak yang tenang,


biasa terbangun di pagi hingga petang, malam tertidur nyenyak membuat semua


memiliki istirahat yang cukup. Dengan adanya bayi Ling Ling, membuat istana Tai


Chen sangat ramai akhir-akhir ini, disamping banyaknya hadiah yang dikirimkan

__ADS_1


dari seluruh Si Hai Ba Huang, teman dan keluargapun berdatangan setiap harinya.


__ADS_2