
Zhe Yan “hanya begini ?” Dong
Hua “arahat itu memang menunggunya…” Bai Ce “tidak ada perlawanan sama sekali…”
Budha tersenyum “gadis nakal itu…segala berasal dan berakhir olehnya…” Dong Hua
menyusul Xiao Zheng Zhu “Jiu er, bagaimana denganmu ?” Xiao Zheng Zhu
menggeleng dengan wajah agak pucat “tidak masalah, istirahat sejenak sudah
baik-baik saja…” Dong Hua menggendongnya “bukankah ingin melihat matahari
terbenam… aku akan membawamu…” Xiao Zheng Zhu “haih kau ini, kenapa tidak bisa
diberitahu…” Dong Hua tersenyum “Jiu er, aku akan selalu berada di sisimu…
apapun yang terjadi, tidak akan pernah meninggalkanmu lagi…” Xiao Zheng Zhu
menghela nafas, menutup mata lelah, membiarkan Dong Hua menggendongnya.
Dong Hua membawanya ke atas gunung, tempat terbaik
melihat matahari terbenam di Huang Jing. Dong Hua tersenyum, berbisik di
telinganya “Jiu er, kau tidak bangun akan melewatkan matahari terbenam…” Xiao
Zheng Zhu perlahan membuka mata “aku tertidur berapa lama ?” Dong Hua “2 jam…
sudah baikan ?” membenahi rambutnya. Xiao Zheng Zhu bangun duduk dan mengangguk.
Dong Hua “Jiu er, setelah ini, apa yang ingin kau lakukan ?” Xiao Zheng Zhu
“kembali ke Feng Wei Shen Gong…” tersenyum menikmati semilir angin. Dong Hua
mengangguk “aku menemanimu…” Xiao Zheng Zhu tersenyum “Di Jun, apa anda tidak
mempunyai hal untuk dikerjakan ? sudah beberapa hari di Huang Jing, anda tidak
kembali ke Jiu Jong Tian ?” Dong Hua cemberut “Jiu er sedang mengusirku kah ?
bukankah sudah mengijinkanku menemanimu !” Xiao Zheng Zhu menggeleng “Di Jun,
terserah kau ingin melakukan apa, aku tidak akan menghalangimu…”.
Dong Hua berbinar “kalau begitu, aku ingin menikahimu…”
Xiao Zheng Zhu terbelalak. Dong Hua mengambil tangan Xiao Zheng Zhu “Jiu er,
menikahlah denganku… aku tidak akan menghalangi misimu… aku akan selalu
mendukungmu…” Xiao Zheng Zhu “Di Jun, kau melakukan ini karena merasa bersalah
pada Bai Feng Jiu ! budi dan dendam diantara dirimu dan Bai Feng Jiu sudah
selesai di Xing Guang Jiejue, berakhir dengan yuhuanya Bai Feng Jiu.” Dong Hua
menggeleng “tidak, dulu ataupun sekarang, aku hanya tahu mencintaimu, hanya kau
seorang istriku, Tai Chen gong Di Hou. Jiu er, dulu aku tidak berani
mendekatimu karena takut melukaimu… kesalahan yang kubuat sangat menyiksaku,
aku yang tidak bisa tanpamu. Menahanmu di Tai Chen gong 100 tahun untuk
bersamamu, tidak rela berpisah darimu… tidak rela kau bersama yang lain…”
Xiao Zheng Zhu “yang lain ?” Dong Hua cemberut “Wen Chang
Di Jun, namamu dan namanya muncul di San Sheng Shi. Aku takut kau sudah jatuh
cinta padanya dan melupakanku !” Xiao Zheng Zhu tidak mendengarkan Dong Hua,
__ADS_1
menunduk dan berfikir, berguman sendiri “Wen Chang Di Jun – San Sheng Shi… hmm…
tampaknya harus melihat sendiri…” Dong Hua “Jiu er… apa yang mau kau lihat ?”
Xiao Zheng Zhu tersadar “ah Di Jun… tidak apa… matahari sudah tenggelam, kita
kembali…” berdiri dan melangkah pergi. Xiao Zheng Zhu tidak mencampuri
penanganan arahat kecil. Keesokan harinya, langsung meninggalkan Huang Jing
menuju Feng Wei Shen Gong.
Saat memasuki gerbang, tidak ada yang mengenali Xiao
Zheng Zhu. Zheng Zhu berpakaian pria, melangkah masuk tanpa penyambutan. Sepanjang
perjalanan, dibanding Xiao Zheng Zhu, ada yang mengenali Dong Hua Di Jun,
memberi hormat. Didepan gerbang istana Feng Wei Shen gong, para penjaga gerbang
segera berlutut “Zheng Zhu… Di Jun…” Xiao Zheng Zhu acuh tak acuh melangkah
masuk ke istananya. 5 dewa dewi segera menghampiri “Zheng Zhu… Di Jun…” Xiao
Zheng Zhu “panggilkan Nu Wa !” memberi beberapa perintah dan masuk ke salah
satu ruangan buku.
Dong Hua “Jiu er, untuk apa kau mencari Nu Wa niangniang
?” Xiao Zheng Zhu “ada yang mau kupastikan ! ah sudah lama tidak kembali…”
sambil merenggangkan tubuh “Di Jun, duduklah… apa yang ingin anda lakukan ?”
Dong Hua “apa yang diaturkan Jiu er untukku…” Xiao Zheng Zhu cekikikan “hihihi
Di Jun, dulu kau tidak seperti ini… kenapa sekarang seperti anak kecil yang
ingin bersamamu dan menemanimu…” Xiao Zheng Zhu tertawa “hahaha… Dong Hua Di
Jun, jika dulu anda seperti ini, yang mulia sudah pasti menendang anda keluar
dari gerbang Feng Wei Shen Gong… yang mulia tidak pernah menyukai penguntit,
dan selalu bergerak bebas sendiri tanpa terikat… haih lao yeye terlalu banyak
berbicara… sudah, tidak bercanda denganmu lagi…”.
Dong Hua mengangguk “jika begitu, sudah bisa
memberitahuku, apa yang akan Jiu er lakukan !” Xiao Zheng Zhu berubah serius
“Di Jun, kau sudah mengetahui misiku disini… kufikir, aku sudah menemukannya… selama
disini, aku akan mengatur seseorang untuk membawa anda berkeliling sementara
menyelesaikan beberapa urusan” Dong Hua cemberut “tidak usah cemberut seperti
itu, aku tidak akan kemana-mana… sudah menyetujuimu pasti kujalankan” Dong Hua
tersenyum, menarik Xiao Zheng Zhu ke pangkuannya “Jiu er, tidak perlu serepot
itu… aku akan menunggumu disini…” Xiao Zheng Zhu mengangguk “terserah padamu…”
ingin berdiri, ditahan Dong Hua yang memeluknya “jadi Jiu er, kapan akan
menerima lamaranku ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum, memasukkan kepalanya di dada
Dong Hua, menghirup bau cendananya “setelah memastikan segalanya. Jika tidak
ada masalah, selama sisa waktu ini, aku akan bersamamu…”” Dong Hua berkaca-kaca
__ADS_1
“kita akan selamanya bersama…” memeluk erat Xiao Zheng Zhu yang mengangguk.
Nu Wa memberi hormat “Zheng Zhu…” Di Jun pun memberi
hormat pda Nu Wa. Xiao Zheng Zhu duduk santai “Nu Wa, apa yang terjadi pada San
Sheng Shi ?” Nu Wa menjawab “Zheng Zhu, disaat Shao Yang menghapus namanya,
nama Wen Chang Di Jun muncul secara tiba-tiba… setelah anda kembali, nama Bai
Feng Jiu kembali muncul di sisi Wen Chang Di Jun” Xiao Zheng Zhu terkejut “nama
Bai Feng Jiu kembali muncul ! hmm… selama 250.000 tahun ini, apa ada hal aneh
yang terjadi pada San Sheng Shi ?” Nu Wa menggeleng, memberi semua info yang
diketahuinya. Xiao Zheng zhu “baiklah yang mulia sudah tahu, pergilah…” Nu Wa
pamit undur diri. Dong Hua “Jiu er, ada apa ?” Xiao Zheng Zhu menggeleng “ada
aku, tidak akan ada masalah…” Dong Hua “Jiu er, kamu memilikiku… aku akan
membantu dan melindungimu, jangan mengambil semua tanggung jawab sendiri…” Xiao
Zheng Zhu menatap Dong Hua dan tersenyum “setelah memastikan segalanya, yang
mulia akan menempamu…” Dong Hua tersenyum “baik, apapun untukmu…”.
Setelahnya,
Xiao Zheng Zhu sibuk membahas banyak masalah bersama tetua dan menghadiri rapat
di Feng Wei Shen Gong. Sebagai Tian Di Gong Zhu, Dong Hua Di Jun menjadi tamu
kehormatan tapi tidak memberi suara sama sekali. Xiao Zheng Zhu juga jarang
membuka mulut, duduk dengan aura dingin dan mendominasinya dari atas singgasana.
Dong Hua yang tidak keberatan, dengan setia menemani Xiao Zheng Zhu hingga 3
bulan di Feng Wei Shen Gong. Xiao Zheng Zhu “Di Jun, urusanku sudah selesai,
apa kau mau berkeliling ?” Dong Hua memeluk Xiao Zheng Zhu “baik, mengikutimu…”
Xiao Zheng Zhu “besok akan membawamu berkeliling, hari ini lelah sekali…” Dong
Hua “apa tidak sehat ?” Xiao Zheng Zhu menggeleng “mengurus semua ini sangat
melelahkan…” Dong Hua tersenyum “tidurlah…” menggendong Xiao Zheng Zhu ke
kamarnya. Setelah membaringkan dan menyelimuti Xiao Zheng Zhu yang sudah
terlelap, Dong Hua duduk di tepi ranjang memandangnya “Jiu er, akhirnya aku
bisa bersamamu… setelah kembali ke Jiu Jong Tian, maukah menikah denganku ?”
tersenyum sambil menggelengkan kepala “cinta ini sangat indah tapi juga menakutkan…
Jiu er, seperti dulu kau mengejarku, pasti sangat melelahkan… aku hanya
menemanimu beberapa bulan, sudah tidak sabar ingin memilikimu… Jiu er…”
Selama beberapa hari, Xiao Zheng Zhu membawa Dong Hua
berkeliling, sekalian menampakkan wajahnya pada masyarakat. Hubungan keduanya
semakin dekat setiap harinya, Dong Hua selalu mengambil kesempatan menggandeng
tangan Xiao Zheng Zhu. Sepanjang perjalanan, banyak hal yang mereka bicarakan,
bercanda tawa bersama.
__ADS_1