Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 231 - Feng Wei Shen Gong


__ADS_3

Zhe Yan “hanya begini ?” Dong


Hua “arahat itu memang menunggunya…” Bai Ce “tidak ada perlawanan sama sekali…”


Budha tersenyum “gadis nakal itu…segala berasal dan berakhir olehnya…” Dong Hua


menyusul Xiao Zheng Zhu “Jiu er, bagaimana denganmu ?” Xiao Zheng Zhu


menggeleng dengan wajah agak pucat “tidak masalah, istirahat sejenak sudah


baik-baik saja…” Dong Hua menggendongnya “bukankah ingin melihat matahari


terbenam… aku akan membawamu…” Xiao Zheng Zhu “haih kau ini, kenapa tidak bisa


diberitahu…” Dong Hua tersenyum “Jiu er, aku akan selalu berada di sisimu…


apapun yang terjadi, tidak akan pernah meninggalkanmu lagi…” Xiao Zheng Zhu


menghela nafas, menutup mata lelah, membiarkan Dong Hua menggendongnya.


            Dong Hua membawanya ke atas gunung, tempat terbaik


melihat matahari terbenam di Huang Jing. Dong Hua tersenyum, berbisik di


telinganya “Jiu er, kau tidak bangun akan melewatkan matahari terbenam…” Xiao


Zheng Zhu perlahan membuka mata “aku tertidur berapa lama ?” Dong Hua “2 jam…


sudah baikan ?” membenahi rambutnya. Xiao Zheng Zhu bangun duduk dan mengangguk.


Dong Hua “Jiu er, setelah ini, apa yang ingin kau lakukan ?” Xiao Zheng Zhu


“kembali ke Feng Wei Shen Gong…” tersenyum menikmati semilir angin. Dong Hua


mengangguk “aku menemanimu…” Xiao Zheng Zhu tersenyum “Di Jun, apa anda tidak


mempunyai hal untuk dikerjakan ? sudah beberapa hari di Huang Jing, anda tidak


kembali ke Jiu Jong Tian ?” Dong Hua cemberut “Jiu er sedang mengusirku kah ?


bukankah sudah mengijinkanku menemanimu !” Xiao Zheng Zhu menggeleng “Di Jun,


terserah kau ingin melakukan apa, aku tidak akan menghalangimu…”.


            Dong Hua berbinar “kalau begitu, aku ingin menikahimu…”


Xiao Zheng Zhu terbelalak. Dong Hua mengambil tangan Xiao Zheng Zhu “Jiu er,


menikahlah denganku… aku tidak akan menghalangi misimu… aku akan selalu


mendukungmu…” Xiao Zheng Zhu “Di Jun, kau melakukan ini karena merasa bersalah


pada Bai Feng Jiu ! budi dan dendam diantara dirimu dan Bai Feng Jiu sudah


selesai di Xing Guang Jiejue, berakhir dengan yuhuanya Bai Feng Jiu.” Dong Hua


menggeleng “tidak, dulu ataupun sekarang, aku hanya tahu mencintaimu, hanya kau


seorang istriku, Tai Chen gong Di Hou. Jiu er, dulu aku tidak berani


mendekatimu karena takut melukaimu… kesalahan yang kubuat sangat menyiksaku,


aku yang tidak bisa tanpamu. Menahanmu di Tai Chen gong 100 tahun untuk


bersamamu, tidak rela berpisah darimu… tidak rela kau bersama yang lain…”


            Xiao Zheng Zhu “yang lain ?” Dong Hua cemberut “Wen Chang


Di Jun, namamu dan namanya muncul di San Sheng Shi. Aku takut kau sudah jatuh


cinta padanya dan melupakanku !” Xiao Zheng Zhu tidak mendengarkan Dong Hua,

__ADS_1


menunduk dan berfikir, berguman sendiri “Wen Chang Di Jun – San Sheng Shi… hmm…


tampaknya harus melihat sendiri…” Dong Hua “Jiu er… apa yang mau kau lihat ?”


Xiao Zheng Zhu tersadar “ah Di Jun… tidak apa… matahari sudah tenggelam, kita


kembali…” berdiri dan melangkah pergi. Xiao Zheng Zhu tidak mencampuri


penanganan arahat kecil. Keesokan harinya, langsung meninggalkan Huang Jing


menuju Feng Wei Shen Gong.


            Saat memasuki gerbang, tidak ada yang mengenali Xiao


Zheng Zhu. Zheng Zhu berpakaian pria, melangkah masuk tanpa penyambutan. Sepanjang


perjalanan, dibanding Xiao Zheng Zhu, ada yang mengenali Dong Hua Di Jun,


memberi hormat. Didepan gerbang istana Feng Wei Shen gong, para penjaga gerbang


segera berlutut “Zheng Zhu… Di Jun…” Xiao Zheng Zhu acuh tak acuh melangkah


masuk ke istananya. 5 dewa dewi segera menghampiri “Zheng Zhu… Di Jun…” Xiao


Zheng Zhu “panggilkan Nu Wa !” memberi beberapa perintah dan masuk ke salah


satu ruangan buku.


            Dong Hua “Jiu er, untuk apa kau mencari Nu Wa niangniang


?” Xiao Zheng Zhu “ada yang mau kupastikan ! ah sudah lama tidak kembali…”


sambil merenggangkan tubuh “Di Jun, duduklah… apa yang ingin anda lakukan ?”


Dong Hua “apa yang diaturkan Jiu er untukku…” Xiao Zheng Zhu cekikikan “hihihi


Di Jun, dulu kau tidak seperti ini… kenapa sekarang seperti anak kecil yang


ingin bersamamu dan menemanimu…” Xiao Zheng Zhu tertawa “hahaha… Dong Hua Di


Jun, jika dulu anda seperti ini, yang mulia sudah pasti menendang anda keluar


dari gerbang Feng Wei Shen Gong… yang mulia tidak pernah menyukai penguntit,


dan selalu bergerak bebas sendiri tanpa terikat… haih lao yeye terlalu banyak


berbicara… sudah, tidak bercanda denganmu lagi…”.


            Dong Hua mengangguk “jika begitu, sudah bisa


memberitahuku, apa yang akan Jiu er lakukan !” Xiao Zheng Zhu berubah serius


“Di Jun, kau sudah mengetahui misiku disini… kufikir, aku sudah menemukannya… selama


disini, aku akan mengatur seseorang untuk membawa anda berkeliling sementara


menyelesaikan beberapa urusan” Dong Hua cemberut “tidak usah cemberut seperti


itu, aku tidak akan kemana-mana… sudah menyetujuimu pasti kujalankan” Dong Hua


tersenyum, menarik Xiao Zheng Zhu ke pangkuannya “Jiu er, tidak perlu serepot


itu… aku akan menunggumu disini…” Xiao Zheng Zhu mengangguk “terserah padamu…”


ingin berdiri, ditahan Dong Hua yang memeluknya “jadi Jiu er, kapan akan


menerima lamaranku ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum, memasukkan kepalanya di dada


Dong Hua, menghirup bau cendananya “setelah memastikan segalanya. Jika tidak


ada masalah, selama sisa waktu ini, aku akan bersamamu…”” Dong Hua berkaca-kaca

__ADS_1


“kita akan selamanya bersama…” memeluk erat Xiao Zheng Zhu yang mengangguk.


            Nu Wa memberi hormat “Zheng Zhu…” Di Jun pun memberi


hormat pda Nu Wa. Xiao Zheng Zhu duduk santai “Nu Wa, apa yang terjadi pada San


Sheng Shi ?” Nu Wa menjawab “Zheng Zhu, disaat Shao Yang menghapus namanya,


nama Wen Chang Di Jun muncul secara tiba-tiba… setelah anda kembali, nama Bai


Feng Jiu kembali muncul di sisi Wen Chang Di Jun” Xiao Zheng Zhu terkejut “nama


Bai Feng Jiu kembali muncul ! hmm… selama 250.000 tahun ini, apa ada hal aneh


yang terjadi pada San Sheng Shi ?” Nu Wa menggeleng, memberi semua info yang


diketahuinya. Xiao Zheng zhu “baiklah yang mulia sudah tahu, pergilah…” Nu Wa


pamit undur diri. Dong Hua “Jiu er, ada apa ?” Xiao Zheng Zhu menggeleng “ada


aku, tidak akan ada masalah…” Dong Hua “Jiu er, kamu memilikiku… aku akan


membantu dan melindungimu, jangan mengambil semua tanggung jawab sendiri…” Xiao


Zheng Zhu menatap Dong Hua dan tersenyum “setelah memastikan segalanya, yang


mulia akan menempamu…” Dong Hua tersenyum “baik, apapun untukmu…”.


Setelahnya,


Xiao Zheng Zhu sibuk membahas banyak masalah bersama tetua dan menghadiri rapat


di Feng Wei Shen Gong. Sebagai Tian Di Gong Zhu, Dong Hua Di Jun menjadi tamu


kehormatan tapi tidak memberi suara sama sekali. Xiao Zheng Zhu juga jarang


membuka mulut, duduk dengan aura dingin dan mendominasinya dari atas singgasana.


Dong Hua yang tidak keberatan, dengan setia menemani Xiao Zheng Zhu hingga 3


bulan di Feng Wei Shen Gong. Xiao Zheng Zhu “Di Jun, urusanku sudah selesai,


apa kau mau berkeliling ?” Dong Hua memeluk Xiao Zheng Zhu “baik, mengikutimu…”


Xiao Zheng Zhu “besok akan membawamu berkeliling, hari ini lelah sekali…” Dong


Hua “apa tidak sehat ?” Xiao Zheng Zhu menggeleng “mengurus semua ini sangat


melelahkan…” Dong Hua tersenyum “tidurlah…” menggendong Xiao Zheng Zhu ke


kamarnya. Setelah membaringkan dan menyelimuti Xiao Zheng Zhu yang sudah


terlelap, Dong Hua duduk di tepi ranjang memandangnya “Jiu er, akhirnya aku


bisa bersamamu… setelah kembali ke Jiu Jong Tian, maukah menikah denganku ?”


tersenyum sambil menggelengkan kepala “cinta ini sangat indah tapi juga menakutkan…


Jiu er, seperti dulu kau mengejarku, pasti sangat melelahkan… aku hanya


menemanimu beberapa bulan, sudah tidak sabar ingin memilikimu… Jiu er…”


            Selama beberapa hari, Xiao Zheng Zhu membawa Dong Hua


berkeliling, sekalian menampakkan wajahnya pada masyarakat. Hubungan keduanya


semakin dekat setiap harinya, Dong Hua selalu mengambil kesempatan menggandeng


tangan Xiao Zheng Zhu. Sepanjang perjalanan, banyak hal yang mereka bicarakan,


bercanda tawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2