Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 58 - Kelahiran Kembali


__ADS_3

Semenjak Dong Hua Di Jun


yuhua, Bi Hai Cang Ling tertutup, bahkan Gun Gun dan Ling Ling pun tidak dapat merasakan


dan masuk ke dalamnya. Batu cahaya ungu dan ling chi Bi Hai Cang Ling terus


menempa serpihan jiwa yang dibawa cahaya ungu kembali. Dengan adanya permata,


penyatuan jantung Dong Hua dan Feng Jiu dari kedua cincin sebelumnya, setelah


33.000 tahun, seorang anak laki-laki dengan tanda fuling hua dikeningnya, berusia


3.000 tahun menjelma dari batu cahaya ungu. Anak ini memakai nama Hua Zi karena


batu cahaya ungu dan tanda fuling hua dikeningnya. Hua Zi yang terlahir kembali


memiliki sifat seperti Dong Hua sebelumnya, tetapi belum cukup kuat, sehingga


menempa dirinya sendiri di Bi Hai Cang Ling. Semenjak Hua Zi menjelma, Bi Hai


Cang Ling pun sudah terbuka tapi tidak ada keluarga dan teman yang menyadari.


Kekuatan Hua Zi yang masih lemah menyebabkan jiejue Bi Hai Cang Ling melemah,


sehingga sering ada yao atau mo masuk kedalamnya. Hua Zi tidak suka ada yang mengganggu


ketenangannya, sehingga menghabisi semua pengganggu itu. Hua Zi juga berulang


kali mengalami cedera dalam perlawanannya. Hua Zi yang menyukai ketenangan


tidak pernah keluar dari Bi Hai Cang Ling.


          2.000 tahun kemudian seorang anak perempuan dengan tanda fengwei


hua dikeningnya, berusia 2.000 tahun menjelma dari permata pelangi di Feng Huo


Cang Ling. Anak ini memakai nama Feng Wei dikarenakan tanda di keningnya. Feng


Wei yang terlahir kembali memiliki sifat seperti Bai Feng Jiu, sangat suka bermain.


Setelah berdiam di Feng Huo Cang Ling menempa ilmu selama 5.000 tahun, akhirnya


Feng Wei keluar dari Feng Huo Cang Ling. Feng Wei berkelana, berkelahi,


mempermainkan, mengusili, terluka, berteman kemana-mana. Si Hai Ba Huang


mengenal seorang anak laki-laki yang sangat nakal tetapi juga sangat baik,


sering memberi pertolongan dimanapun dia berada.


          Suatu saat, dia mendengar tempat yang bernama Bi Hai Cang


Ling, yang ditempati oleh seorang anak yang menyeramkan. Membawa rasa


penasaran, Feng Wei pun pergi ke Bi Hai Cang Ling. Disaat dia tiba, melihat


seorang anak yang terluka, tidak berteriak sakit tapi terus melawan 5 iblis


dewasa. Feng Wei paling tidak suka penindasan, jadi segera mencabut pedang


menolong sang anak. Gabungan pedang Hua Zi dan Feng Wei akhirnya mengalahkan


kelima iblis dewasa. Hua Zi yang terluka, jatuh tidak sadarkan diri “wei… wei… haih


dia terlalu banyak kehilangan darah…” memapahnya masuk ke shi gong. Feng Wei


melihat-lihat Bi Hai Cang Ling setelah merawat luka Hua Zi “hmm… disini sangat


indah… aku seperti mempunyai perasaan familiar dengan tempat ini… ah sudahlah,


aku tidak pernah kesini, paling mirip dengan Feng Huo Cang Ling, jadi merasa


familiar”.


          Feng Wei merawat Hua Zi yang demam dan terluka “hmm…


kasihan… anak ini sama sepertiku, hanya sendiri di dunia ini… dia cukup imut,


kelak pasti menjadi pria yang tampan…”. Selama Hua Zi sakit, Feng Wei memasak

__ADS_1


dan menyuapi Hua Zi, memberi obat dan saleb untuk lukanya. Hua Zi biasa


terbangun sesaat di malam hari, melihat wajah tidur Feng Wei. Awalnya terkejut,


beriringnya waktu Hua Zi menikmati perawatan Feng Wei. Hua Zi sadar dihari ke-5


“eh gege, kau sudah sadar…” Feng Wei berbinar melihat Hua Zi membuka


mata.”bagaimana ? masih ada dimana yang sakit ?” Hua Zi terduduk “kau siapa ?


kenapa disini ?” Feng Wei tersenyum manis “aku Feng Wei, aku yang merawatmu 5


hari ini… para iblis itu melukaimu dengan pedang beracun hingga kau demam… aku


sudah mengobatimu dan mengeluarkan racunnya… karena kau sudah bangun, ini


makanlah…” memberikan semangkuk bubur ikan. Hua Zi baru pertama kali merasa


diperhatikan seperti ini, diam-diam menerima dengan wajah merah “eh, kenapa


wajahmu merah ? apa demam lagi ?” Feng Wei langsung menaruh tangan kecilnya di


kening Hua Zi. Hua Zi terkejut tapi tidak menghindar “tidak demam, tapi kenapa


wajahmu merah… ah sudahlah, cepat dimakan buburnya, dingin tidak enak” Hua Zi pun


menurut, segera menghabisi bubur ikannya, sangat lezat, dia tidak pernah


merasakan makanan seenak ini.


          Feng Wei tersenyum membereskan mangkoknya “gege, tempat


sebesar ini, apa kau tinggal sendiri ?” Hua Zi mengangguk, ada sedikit senyuman


di bibirnya. Feng Wei tersenyum manis “gege, kau sama denganku, tempat


tinggalku juga seperti ini dan juga tinggal sendiri.” Hua Zi segera membuka


suara “apa kau juga sendiri ?” Feng Wei mengangguk “gege, tempatmu ini sangat


indah, semua tersedia disini. Nanti saat aku kembali ke tempatku juga akan


merubahnya menjadi seperti ini hihihi…” Hua Zi “kau suka disini ?” Feng Wei


tinggal dengannya. Disaat pertama kali melihatnya, Hua Zi seperti merasa akrab


dengannya, dia bisa mempercayai Feng Wei. Beberapa malam ini, melihat wajah


tidur Feng Wei dengan tanda fengwei hua di keningnya, Hua Zi merasa tertarik. Hua


Zi sangat senang dengan perawatan dan bantuan Feng Wei, ingin selalu


bersamanya.


          Feng Wei berfikir “hmm… lagipula aku tidak ada yang harus


dikerjakan… hihihi gege, apa aku bisa tinggal disini sementara ?” Hua Zi agak


kecewa “sementara ?” Feng Wei mengangguk “kita bisa bermain bersama selama


beberapa bulan… aku juga agak lelah berkelana, istirahat sejenak nanti teruskan


lagi hihihi…” Hua Zi “berkelana ?” Feng Wei mengangguk “aku suka melihat


hal-hal diluar, banyak yang menarik diluar sana. Gege, apa kau tidak pernah


keluar ?” Hua Zi menggeleng “aku tidak suka pengganggu” buru-buru melihat Feng


Wei dengan mulut ooo-nya sebesar sebutir telur “wah gege, kalau begitu Feng Wei


mengganggumu dong… hihi maaf gege, Feng Wei janji hanya beberapa bulan, nanti


Feng Wei akan pergi ya…” Hua Zi merasa bersalah “ehm kau tidak mengganggu…”


Feng Wei tersenyum polos “gege, jangan marah ya, aku melihat tempatmu indah,


hanya ingin bermain sebentar… aku janji tidak akan merepotkanmu bagaimana ?” Hua


Zi hanya mengangguk, dalam hatinya bingung mencari cara untuk mempertahankan

__ADS_1


Feng Wei di Bi Hai Cang Ling.


          Feng Wei tersenyum manis “oh ya gege, apa namamu ?” Hua Zi menjawab


dengan senyum tipis “Hua Zi…” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege…” tersenyum


manis. Hua Zi senang melihat senyum manis Feng Wei, ini pertama kalinya ada


yang memperlakukannya dengan begitu tulus “Hua Zi gege, apa kau keberatan kalau


aku memetik tanamanmu ? aku bisa masak, selama aku disini akan memasak untukmu


bagaimana ? anggap saja pengganti aku mengganggumu” Hua Zi mengangguk “kau bisa


memakai semua yang ada” Feng Jiu bersorak “yey… terima kasih Hua Zi gege” Hua Zi


tersenyum manis melihat binar kebahagiaan diwajah Feng Wei.


          Selama 6 bulan Feng Wei tinggal di Bi Hai Cang Ling,


sifatnya yang ceria membawa kebahagiaan dalam hidup kesepian Hua Zi. Mereka


segera menjadi akrab, walau kebanyakan Feng Wei yang berkomat kamit. Hua Zi tidak


banyak berbicara tapi menuruti semua kemauan Feng Wei. Selama ada Feng Wei,


mereka berlatih bersama, bermain bersama, belajar bersama. Dikala ada yang


datang mengganggu, Feng Wei tidak akan segan membantunya menghadapi pengganggu.


Feng Wei menceritakan segala hal yang dilihatnya diluar pada Hua Zi “Hua Zi gege,


Feng Wei sudah mau pergi… sudah 6 bulan Feng Wei mengganggu Hua Zi gege disini


hihi… untung Hua Zi gege tidak mengusirku dengan keributan yang kubuat…” Hua Zi


sedih mendengar kata-kata Feng Wei “Feng Wei tidak suka disini ?” Feng Wei asal


menggoyangkan tangannya “suka, disini sangat indah… Feng Wei pasti akan


merindukan disini… Hua Zi gege, jika suatu hari kau keluar dari Bi Hai Cang


Ling, apa akan mencari Feng Wei ?” Hua Zi segera mengangguk “pasti mencarimu…


Feng Wei, apa harus pergi ? apa aku ada melakukan hal yang salah ?” Feng Wei


tidak melihat raut kesedihan Hua Zi “hmm… sudah waktunya pergi… aku juga sudah


lama tidak kembali…” matanya tiba-tiba berbinar “ehm… Hua Zi gege, apa Feng Wei


boleh meminta bibit tanaman-tanamanmu ?” Hua Zi “Feng Wei bisa mengambil


apapun…” “benarkah ?” Hua Zi mengangguk, Feng Wei sangat senang, tiba-tiba


berdiri, berlari memeluk Hua Zi “Hua Zi gege sangat baik…” melepasnya dan pergi


memetik bibit tanaman, meninggalkan Hua Zi yang terkejut dengan pelukannya.


          Hua Zi menyentuh dadanya, tubuhnya masih bisa merasakan kehangatan


pelukan Feng Wei. Hua Zi berjalan menemani Feng Wei memetik tanaman yang


diinginkannya. Keesokan paginya, sebelum Hua Zi bangun, Feng Wei sudah pergi,


hanya meninggalkan sebuah surat ‘Hua Zi gege, aku pergi, maaf Feng Wei tidak


menunggumu bangun. Feng Wei tidak suka perpisahan, terlalu menyedihkan. Hua Zi gege,


terima kasih untuk 6 bulan ini, maaf Feng Wei sering mengganggu Hua Zi gege. Hua


Zi gege pasti terganggu dengan cerewetnya Feng Wei hihihi… Hua Zi gege, saran


Feng Wei, sekali-kali keluarlah dari Bi Hai Cang Ling. Hua Zi gege adalah pria


yang hebat, diluar gege bisa menempa ilmu gege lebih baik lagi. Hua Zi gege,


Feng Wei tidak mempunyai apapun, hanya bisa meninggalkan beberapa permen dan


kue ini. Pohon fuling hua gege sangat bagus, jika bisa disandingkan dengan

__ADS_1


fengwei hua, tidak akan kesepian. Hua Zi gege, terima kasih, sampai jumpa !


Feng Wei…’


__ADS_2