
Semenjak Dong Hua Di Jun
yuhua, Bi Hai Cang Ling tertutup, bahkan Gun Gun dan Ling Ling pun tidak dapat merasakan
dan masuk ke dalamnya. Batu cahaya ungu dan ling chi Bi Hai Cang Ling terus
menempa serpihan jiwa yang dibawa cahaya ungu kembali. Dengan adanya permata,
penyatuan jantung Dong Hua dan Feng Jiu dari kedua cincin sebelumnya, setelah
33.000 tahun, seorang anak laki-laki dengan tanda fuling hua dikeningnya, berusia
3.000 tahun menjelma dari batu cahaya ungu. Anak ini memakai nama Hua Zi karena
batu cahaya ungu dan tanda fuling hua dikeningnya. Hua Zi yang terlahir kembali
memiliki sifat seperti Dong Hua sebelumnya, tetapi belum cukup kuat, sehingga
menempa dirinya sendiri di Bi Hai Cang Ling. Semenjak Hua Zi menjelma, Bi Hai
Cang Ling pun sudah terbuka tapi tidak ada keluarga dan teman yang menyadari.
Kekuatan Hua Zi yang masih lemah menyebabkan jiejue Bi Hai Cang Ling melemah,
sehingga sering ada yao atau mo masuk kedalamnya. Hua Zi tidak suka ada yang mengganggu
ketenangannya, sehingga menghabisi semua pengganggu itu. Hua Zi juga berulang
kali mengalami cedera dalam perlawanannya. Hua Zi yang menyukai ketenangan
tidak pernah keluar dari Bi Hai Cang Ling.
2.000 tahun kemudian seorang anak perempuan dengan tanda fengwei
hua dikeningnya, berusia 2.000 tahun menjelma dari permata pelangi di Feng Huo
Cang Ling. Anak ini memakai nama Feng Wei dikarenakan tanda di keningnya. Feng
Wei yang terlahir kembali memiliki sifat seperti Bai Feng Jiu, sangat suka bermain.
Setelah berdiam di Feng Huo Cang Ling menempa ilmu selama 5.000 tahun, akhirnya
Feng Wei keluar dari Feng Huo Cang Ling. Feng Wei berkelana, berkelahi,
mempermainkan, mengusili, terluka, berteman kemana-mana. Si Hai Ba Huang
mengenal seorang anak laki-laki yang sangat nakal tetapi juga sangat baik,
sering memberi pertolongan dimanapun dia berada.
Suatu saat, dia mendengar tempat yang bernama Bi Hai Cang
Ling, yang ditempati oleh seorang anak yang menyeramkan. Membawa rasa
penasaran, Feng Wei pun pergi ke Bi Hai Cang Ling. Disaat dia tiba, melihat
seorang anak yang terluka, tidak berteriak sakit tapi terus melawan 5 iblis
dewasa. Feng Wei paling tidak suka penindasan, jadi segera mencabut pedang
menolong sang anak. Gabungan pedang Hua Zi dan Feng Wei akhirnya mengalahkan
kelima iblis dewasa. Hua Zi yang terluka, jatuh tidak sadarkan diri “wei… wei… haih
dia terlalu banyak kehilangan darah…” memapahnya masuk ke shi gong. Feng Wei
melihat-lihat Bi Hai Cang Ling setelah merawat luka Hua Zi “hmm… disini sangat
indah… aku seperti mempunyai perasaan familiar dengan tempat ini… ah sudahlah,
aku tidak pernah kesini, paling mirip dengan Feng Huo Cang Ling, jadi merasa
familiar”.
Feng Wei merawat Hua Zi yang demam dan terluka “hmm…
kasihan… anak ini sama sepertiku, hanya sendiri di dunia ini… dia cukup imut,
kelak pasti menjadi pria yang tampan…”. Selama Hua Zi sakit, Feng Wei memasak
__ADS_1
dan menyuapi Hua Zi, memberi obat dan saleb untuk lukanya. Hua Zi biasa
terbangun sesaat di malam hari, melihat wajah tidur Feng Wei. Awalnya terkejut,
beriringnya waktu Hua Zi menikmati perawatan Feng Wei. Hua Zi sadar dihari ke-5
“eh gege, kau sudah sadar…” Feng Wei berbinar melihat Hua Zi membuka
mata.”bagaimana ? masih ada dimana yang sakit ?” Hua Zi terduduk “kau siapa ?
kenapa disini ?” Feng Wei tersenyum manis “aku Feng Wei, aku yang merawatmu 5
hari ini… para iblis itu melukaimu dengan pedang beracun hingga kau demam… aku
sudah mengobatimu dan mengeluarkan racunnya… karena kau sudah bangun, ini
makanlah…” memberikan semangkuk bubur ikan. Hua Zi baru pertama kali merasa
diperhatikan seperti ini, diam-diam menerima dengan wajah merah “eh, kenapa
wajahmu merah ? apa demam lagi ?” Feng Wei langsung menaruh tangan kecilnya di
kening Hua Zi. Hua Zi terkejut tapi tidak menghindar “tidak demam, tapi kenapa
wajahmu merah… ah sudahlah, cepat dimakan buburnya, dingin tidak enak” Hua Zi pun
menurut, segera menghabisi bubur ikannya, sangat lezat, dia tidak pernah
merasakan makanan seenak ini.
Feng Wei tersenyum membereskan mangkoknya “gege, tempat
sebesar ini, apa kau tinggal sendiri ?” Hua Zi mengangguk, ada sedikit senyuman
di bibirnya. Feng Wei tersenyum manis “gege, kau sama denganku, tempat
tinggalku juga seperti ini dan juga tinggal sendiri.” Hua Zi segera membuka
suara “apa kau juga sendiri ?” Feng Wei mengangguk “gege, tempatmu ini sangat
indah, semua tersedia disini. Nanti saat aku kembali ke tempatku juga akan
merubahnya menjadi seperti ini hihihi…” Hua Zi “kau suka disini ?” Feng Wei
tinggal dengannya. Disaat pertama kali melihatnya, Hua Zi seperti merasa akrab
dengannya, dia bisa mempercayai Feng Wei. Beberapa malam ini, melihat wajah
tidur Feng Wei dengan tanda fengwei hua di keningnya, Hua Zi merasa tertarik. Hua
Zi sangat senang dengan perawatan dan bantuan Feng Wei, ingin selalu
bersamanya.
Feng Wei berfikir “hmm… lagipula aku tidak ada yang harus
dikerjakan… hihihi gege, apa aku bisa tinggal disini sementara ?” Hua Zi agak
kecewa “sementara ?” Feng Wei mengangguk “kita bisa bermain bersama selama
beberapa bulan… aku juga agak lelah berkelana, istirahat sejenak nanti teruskan
lagi hihihi…” Hua Zi “berkelana ?” Feng Wei mengangguk “aku suka melihat
hal-hal diluar, banyak yang menarik diluar sana. Gege, apa kau tidak pernah
keluar ?” Hua Zi menggeleng “aku tidak suka pengganggu” buru-buru melihat Feng
Wei dengan mulut ooo-nya sebesar sebutir telur “wah gege, kalau begitu Feng Wei
mengganggumu dong… hihi maaf gege, Feng Wei janji hanya beberapa bulan, nanti
Feng Wei akan pergi ya…” Hua Zi merasa bersalah “ehm kau tidak mengganggu…”
Feng Wei tersenyum polos “gege, jangan marah ya, aku melihat tempatmu indah,
hanya ingin bermain sebentar… aku janji tidak akan merepotkanmu bagaimana ?” Hua
Zi hanya mengangguk, dalam hatinya bingung mencari cara untuk mempertahankan
__ADS_1
Feng Wei di Bi Hai Cang Ling.
Feng Wei tersenyum manis “oh ya gege, apa namamu ?” Hua Zi menjawab
dengan senyum tipis “Hua Zi…” Feng Wei mengangguk “Hua Zi gege…” tersenyum
manis. Hua Zi senang melihat senyum manis Feng Wei, ini pertama kalinya ada
yang memperlakukannya dengan begitu tulus “Hua Zi gege, apa kau keberatan kalau
aku memetik tanamanmu ? aku bisa masak, selama aku disini akan memasak untukmu
bagaimana ? anggap saja pengganti aku mengganggumu” Hua Zi mengangguk “kau bisa
memakai semua yang ada” Feng Jiu bersorak “yey… terima kasih Hua Zi gege” Hua Zi
tersenyum manis melihat binar kebahagiaan diwajah Feng Wei.
Selama 6 bulan Feng Wei tinggal di Bi Hai Cang Ling,
sifatnya yang ceria membawa kebahagiaan dalam hidup kesepian Hua Zi. Mereka
segera menjadi akrab, walau kebanyakan Feng Wei yang berkomat kamit. Hua Zi tidak
banyak berbicara tapi menuruti semua kemauan Feng Wei. Selama ada Feng Wei,
mereka berlatih bersama, bermain bersama, belajar bersama. Dikala ada yang
datang mengganggu, Feng Wei tidak akan segan membantunya menghadapi pengganggu.
Feng Wei menceritakan segala hal yang dilihatnya diluar pada Hua Zi “Hua Zi gege,
Feng Wei sudah mau pergi… sudah 6 bulan Feng Wei mengganggu Hua Zi gege disini
hihi… untung Hua Zi gege tidak mengusirku dengan keributan yang kubuat…” Hua Zi
sedih mendengar kata-kata Feng Wei “Feng Wei tidak suka disini ?” Feng Wei asal
menggoyangkan tangannya “suka, disini sangat indah… Feng Wei pasti akan
merindukan disini… Hua Zi gege, jika suatu hari kau keluar dari Bi Hai Cang
Ling, apa akan mencari Feng Wei ?” Hua Zi segera mengangguk “pasti mencarimu…
Feng Wei, apa harus pergi ? apa aku ada melakukan hal yang salah ?” Feng Wei
tidak melihat raut kesedihan Hua Zi “hmm… sudah waktunya pergi… aku juga sudah
lama tidak kembali…” matanya tiba-tiba berbinar “ehm… Hua Zi gege, apa Feng Wei
boleh meminta bibit tanaman-tanamanmu ?” Hua Zi “Feng Wei bisa mengambil
apapun…” “benarkah ?” Hua Zi mengangguk, Feng Wei sangat senang, tiba-tiba
berdiri, berlari memeluk Hua Zi “Hua Zi gege sangat baik…” melepasnya dan pergi
memetik bibit tanaman, meninggalkan Hua Zi yang terkejut dengan pelukannya.
Hua Zi menyentuh dadanya, tubuhnya masih bisa merasakan kehangatan
pelukan Feng Wei. Hua Zi berjalan menemani Feng Wei memetik tanaman yang
diinginkannya. Keesokan paginya, sebelum Hua Zi bangun, Feng Wei sudah pergi,
hanya meninggalkan sebuah surat ‘Hua Zi gege, aku pergi, maaf Feng Wei tidak
menunggumu bangun. Feng Wei tidak suka perpisahan, terlalu menyedihkan. Hua Zi gege,
terima kasih untuk 6 bulan ini, maaf Feng Wei sering mengganggu Hua Zi gege. Hua
Zi gege pasti terganggu dengan cerewetnya Feng Wei hihihi… Hua Zi gege, saran
Feng Wei, sekali-kali keluarlah dari Bi Hai Cang Ling. Hua Zi gege adalah pria
yang hebat, diluar gege bisa menempa ilmu gege lebih baik lagi. Hua Zi gege,
Feng Wei tidak mempunyai apapun, hanya bisa meninggalkan beberapa permen dan
kue ini. Pohon fuling hua gege sangat bagus, jika bisa disandingkan dengan
__ADS_1
fengwei hua, tidak akan kesepian. Hua Zi gege, terima kasih, sampai jumpa !
Feng Wei…’