
You Zun
“tampaknya harus menunggunya bangun untuk mengetahui hal sebenarnya !” Xiong
Xiong memegang You Zun “Feng er, bagaimana denganmu ? tadi mengeluarkan energi
tidak sedikit kan !” You Zun tersenyum manis “beliau tidak menerima semua energi
kami !” semua mengerutkan kening. Zuo Zun menyambung “beliau mengembalikan
semua energi kami. Kami tidak terluka sedikitpun, bahkan energi kami sangat
lancar”
Dong
Hua bersama Ling Ling menunggu Huo Feng sadar “emm…” Huo Feng menggerakkan
tangannya memegang kepalanya. Perlahan matanya terbuka, menatap keempat mata
yang sedang memandangnya “apa yang kalian lakukan disini ?” mendudukkan
tubuhnya sendiri. Dong Hua memegang tangan Huo Feng, menaruhnya di kepalanya.
Huo Feng menatap Dong Hua “kembalikan ingatanku !” Dong Hua meminta dengan
lembut.
Ling
Ling pun mengambil tangan Huo Feng yang satunya dan menaruh di kepalanya
“tolong kembalikan ingatan kami !” dengan nada sedih. Huo Feng tersenyum
lembut, menghela nafas “baiklah… haih, benar-benar tidak bisa mengabaikan
kalian !” dari tangannya keluar cahaya masuk ke kepala keduanya. Dong Hua dan
Ling Ling terkejut dengan kata-kata Huo Feng, mulai merasa berat pada
kepalanya, berbagai macam gambaran perlahan masuk ke kepala keduanya.
Disaat
bersamaan, semuanya yang diluar masuk dalam ruangan, mengikuti Zuo Zun dan You
Zun yang merasakan ada sihir yang bekerja di dalam hu li dong. Semua menunggu,
melihat Huo Feng terus mengalirkan cahaya masuk ke kepala Dong Hua dan Ling
Ling. Tubuh Dong Hua dan Ling Ling di selimuti cahaya pelangi yang lembut. Huo
Feng menghentikan aliran sihirnya dan membiarkan keduanya meresapi kembali
semua ingatannya.
Huo
Feng berdiri, merenggangkan tubuhnya “ah lapar sekali…” You Zun menghampiri,
mengambil tangan Huo Feng “sekarang, ingatan kami !” Huo Feng menggeleng
“kalian sangat merepotkan…” You Zun mengangguk, Huo Feng tersenyum miring
sambil menghela nafas “haih entah kenapa harus meladeni kalian lagi !” Zuo Zun
tersenyum lembut “kami sudah siap !” Huo Feng melirik Budha “lao hu tu, kau
tidak perlu kan !” Budha tersenyum “Shi Zu, tambah kakek tua satu, tidak akan
merepotkan anda kan !” Huo Feng cekikikan “kalian juga ?” menatap semua di
belakang Zuo Zun yang segera mengangguk.
__ADS_1
Huo
Feng menghela nafas “hari-hari tenangku akan berakhir lagi haih…”, mengibaskan
tangan, semua segera terselubungi dalam cahaya pelangi “hah… lapar sekali !”
meninggalkan hu li dong, meninggalkan semua yang tidak bisa bergerak dalam
cahaya pelangi, hanya melihatnya melangkahkan kaki, selangkah demi selangkah
meninggalkan mereka.
Dengan
adanya jiwa dan jantung Huo Feng, Dong Hua yang paling pertama merampungkan
seluruh ingatannya. Diikuti Budha, kedua Zun Wang dan lainnya “Feng Wei…” Dong
Hua menitikkan air mata “Huo Feng…” “Niang Qin…” “Shen Zhu…” semua berguman
“dimana ? dimana Feng Wei-ku ?”
Dong
Hua segera berlari keluar mencari. Semua mengikuti Dong Hua keluar hu li dong,
mencari Huo Feng. Huo Feng sedang tertidur di atas batu di depan hu li dong
dengan kedua tangan yang menjadi bantalnya. Dong Hua perlahan menghampirinya,
duduk disamping melihatnya. Dong Hua tidak melakukan pergerakan apapun, hanya
menatap seluruh diri Huo Feng ‘Feng Wei, apa yang terjadi ? penderitaan apa
lagi yang kau alami ?’. Semua berada di belakangnya, ikut melihat tanpa
menimbulkan suara.
Huo Feng
menoleh ke Dong Hua “sudah cukup melihat !” Dong Hua menggeleng, Huo Feng
tersenyum manis. Dong Hua maju memeluk Huo Feng, tanpa bersuara. Huo Feng juga
tidak bersuara, hanya membiarkan Dong Hua memeluknya. Dong Hua memeluk erat
tubuh Huo Feng sambil membelai kepalanya.
Semuanya
mengambil tempat mengelilingi mereka “Huo Feng, bisa membicarakannya ?” Zuo Zun
memecah keheningan. Dong Hua melerai pelukan dan mengecup kening Huo Feng “Feng
Wei…” hanya ucapan memanggil nama Huo Feng yang dikeluarkan Dong Hua. Huo Feng
tersenyum manis menatap Dong Hua, berbalik pada semua “hmm… apa yang ingin
kalian tanyakan ?” Dong Hua menyandarkan tubuh Huo Feng pada tubuhnya, menggenggam
erat tangannya.
Semua
saling melihat “Niang Qin…” Ling Ling bersuara, tidak tahu harus menanyakan
apa. Hasil pemeriksaan Zhe Yan dan Dong Hua sebelumnya terngiang-ngiang di
telinga mereka. Semua memiliki kecemasan sendiri dengan hal yang terjadi pada
dewi di hadapan mereka “Niang Qin, nadimu ?” Gun Gun bertanya perlahan. Huo
Feng tersenyum “kalian memeriksaku ?” Dong Hua mengangguk “Feng Wei…”
__ADS_1
Huo
Feng tersenyum “sudah kehilangan kata-kata ?” menatap Dong Hua yang
berkaca-kaca. Huo Feng mengangkat tangan dan membuka lengan bajunya,
memperlihatkan kulitnya yang putih mulus. Perlahan terlihat garis berwarna
pelangi yang muncul seperti urat nadi “hmm… periksalah…” mengkode Dong Hua
untuk memeriksa. Dong Hua langsung memeriksa nadi Huo Feng “ini…” Huo Feng
tersenyum dan menggeleng. Dong Hua langsung mengerti dan kembali memeriksa,
kembali memeluk Huo Feng.
Ling
Ling menuntut penjelasan “bagaimana ? Fu Qin ?” Dong Hua berguman “tubuh baru…”
Zhe Yan menghampiri “Huo Feng…” Huo Feng memberi tangannya pada Zhe Yan, Zhe
Yan langsung memeriksa, menghela nafas “kau memaksakan diri lagi !” Huo Feng
memainkan wajahnya “permintaan dan kenakalan kalian !” Zhe Yan tersenyum
lembut, mengangguk “aku akan bertanggung jawab…” “hmm…” Huo Feng berdehem
“tidak ada hal pahit !” Zhe Yan membelai kepala Huo Feng “baik, apapun untukmu…”.
You
Zun memulai pembicaraan “Huo Feng, apa yang terjadi ?” Huo Feng menutup kembali
lengannya “yuhua…” semua tercengang walau sebelumnya sudah menebak hal yang
terjadi. Zuo Zun melanjutkan “kapan kau kembali ?” Huo Feng meminum tehnya
dengan santai “200 tahun lalu…” Dong Hua menatap Huo Feng “saat yang sama kau
ke Si Hai Ba Huang !” Huo Feng mengangguk.
Ling
Ling “Niang Qin, kenapa saat itu tidak kembali pada kami ?” Huo Feng tersenyum
“kalian masih memiliki hal yang harus dilakukan !” Gun Gun “apa masalah Gui Zhu
?” Huo Feng mengangguk “dan naga terkutuk !” semua saling melihat. Bai Long
“nainai, kapan anda datang ?” Huo Feng “saat perang kalian bersama Gui Zhu !”
Chang Chang “jadi selama ini waipo mengawasi kami tanpa menampakkan diri !” Huo
Feng mengangguk.
Zhe
Yan “Huo Feng, tubuhmu ini adalah tubuh yang sama saat kau menghadapi ujian
terakhir, tubuh berusia 25.000 tahun kan !” Huo Feng mengangguk. Dong Hua
“ujian ketiga ?” mendapat pemahaman. Huo Feng tersenyum, membenarkan terkaan
Dong Hua.
Zuo
Zun “Huo Feng, apa yang terjadi ?” Huo Feng bersantai “terdapat tiga pecahan
kristal sebagai tanda ujian Supreme Emperor” You Zun “jadi ?” Xiong Xiong
meneruskan “Niang Qin, kapan kau menyadari ujian ketiga ?” Huo Feng “saat
__ADS_1
kembali dari kultivasi !” Xin Xin “Niang Qin, ada 27 ragamu yang muncul, dimana
Niang Qin saat itu ?” Huo Feng menggeleng “tidak dimana pun !”