Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 226 - Gadis Ceria


__ADS_3

Hari


ini Dong Hua tertidur sepanjang hari, berusaha menunggu dan mencari Bai Feng


Jiu di mimpinya. Bai Feng Jiu tidak kunjung datang ke mimpi Dong Hua. Dong Hua


tidak mau bangun tanpa bertemu Bai Feng Jiu. Dong Hua dibangunkan oleh Zhe Yan seminggu


kemudian. Selama beberapa bulan, Dong Hua kembali bersedih kehilangan Bai Feng


Jiu. Berulang kali ke San Sheng Shi melihat namanya dan nama kabur di


sampingnya, berharap dapat melihat nama Bai Feng Jiu kembali disana. Setelah 3


bulan, Dong Hua memutuskan biguang di Bi Hai Cang Ling. Dong Hua kembali ke Jiu


Jong Tian 3.000 tahun kemudian, tidak ada keceriaan di wajahnya, hanya


kehampaan dan kekosongan yang terlihat ‘Jiu er… dunia yang tanpa dirimu ini,


tidak ada artinya untukku…’.


Kepergian


Qing Qiu Nu Jun tanpa meninggalkan kata pesan sama sekali. Keluarga Bai berduka


untuk kepergian Bai Feng Jiu, menyesal dengan kecerobohan mereka. Setelah


banyak berdiskusi membahas peperangan sebelumnya, mereka baru mengerti jebakan


yang dibuat Bai Feng Jiu karena ketidakpuasannya pada Tian Jun dan para tetua.


Dengan kepergian Dong Hua Di Jun ke Bi Hai Cang Ling, Tian Jun tidak punya


pegangan yang bisa diharapkan. Setelah terdesak dan tidak dapat memberikan


solusi untuk semua masalah dan pertanyaan, akhirnya mengangkat Ye Hua untuk


menggantikannya sebagai Tian Jun. Kemenangan Bai Feng Jiu melawan Miao Luo dan


memenangkan peperangan dengan suku iblis, mampu mempertahankan kedamaian Si Hai


Liu He Ba Huang.


            Berdasar pengalaman sebelumnya, Ye


Hua Tian Jun memperkuat pertahanan suku langit. Dengan adanya formasi jebakan


Bai Feng Jiu di Qing Qiu, membuat Qing Qiu aman dari segala bahaya untuk


puluhan ribu tahun. Perlahan semua menerima kepergian Bai Feng Jiu,


mempertahankan legasinya. Melewati waktu tenang, Tian Hou – Bai Qian Shan Shen


kembali melahirkan anak perempuan, dengan wujud rubah abu-abu ekor sembilan.


Qing Qiu bersuka cita dengan kelahiran anak Bai Qian, rubah ekor sembilan


kembali mempunyai penerus.


Dong Hua Di Jun yang keluar dari Bi Hai Cang Ling,


langsung ke batu 3 kehidupan disamping Chu Xin Tai. Dong Hua Di Jun melihat


namanya di batu 3 kehidupan masih tertera dengan jelas, nama disampingnya masih


kabur, tidak dapat membacanya, hanya bisa menebak sebuah huruf ‘Feng’. Dong Hua


Di Jun tersenyum ‘tidak tahu kali ini, takdir akan mengatur siapa untukku, aku


hanya menginginkan Jiu er…’. Segerombol dewa dewi berlarian datang memandang


tak percaya pada sosok dewa agung berjubah ungu berambut putih yang menghadap


batu 3 kehidupan. Semua segera berlutut memberi hormat “menghormat Dong Hua Di


Jun, selamat datang kembali…” keluarga Bai dan Zhe Yan pun tiba, melihat Dong


Hua Di Jun, segera memberi hormat.


Setelah 5.000 tahun ketenangan, segel Qing Chan kembali


bergejolak. Tian Hou – Bai Qian, mengkhawatirkan Ye Hua dan Mo Yuan yang belum


pulih dari tragedy sebelumnya. Tian Jun – Ye Hua bertamu ke Tai Chen gong


beserta Tian Hou, Mo Yuan, Bai Ce, dan beberapa keluarga Bai. Duduk bersama


mendengarkan cerita semuanya, Dong Hua Di Jun hanya santai seperti semua masalah


sudah tidak berhubungan dengannya, dia hanya sebagai pendengar asing. Dong Hua


Di Jun dengan santai “bagaimana Qing Qiu ?” Bai Ce “dengan adanya formasi


jebakan Xiao Jiu, Qing Qiu aman sampai saat ini !” Dong Hua Di Jun mengangguk


‘Jiu er, walau kau sudah tidak ada, kau masih menjaga Qing Qiu dengan baik…


walaupun aku Tian Di Gong Zhu pun kagum pada kepemimpinanmu. 1.000 tahun yang


singkat, sanggup menjaga Qing Qiu hingga puluhan ribu tahun. Wanita yang


kupilih adalah yang terbaik, sayang aku menyia-nyiakannya’ tertunduk sedih


“yang mulia akan berjalan ke Qing Qiu dan Ruo Shui He Phan. Mo Yuan, Ye Hua,


coba gabungkan kekuatan kalian” keduanya saling melihat, mengangguk kearah Dong


Hua.


            Selanjutnya


Dong Hua Di Jun, berkeliling di Qing Qiu, Ruo Shui He Phan, dan tempat-tempat


yang menyimpan kenangannya bersama Bai Feng Jiu ‘Jiu er, tidak peduli takdir


mengatur siapa jodohku, dalam hatiku akan selalu tersimpan rubah merah berekor

__ADS_1


sembilan’. Dong Hua Di Jun memberi petunjuk untuk meningkatkan kemampuan Mo Yuan


dan Ye Hua. Setelah melihat kondisi Qing Chan di Ruo Shui He Phan, Dong Hua Di


Jun dapat mengukur kemampuannya. Qing Chan adalah cobaan Mo Yuan dan Ye Hua


sebagai putra dari Fu Shen.


100 tahun kemudian, lonceng sudah hampir hancur oleh


kekuatan Qing Cang, Mo Yuan dan Ye Hua pun sudah bersiap-siap. Saat semua


sedang tegang menunggu pertempuran dengan Qing Cang, datang 9999 burung


berterbangan Si Hai Liu He Ba Huang selama 3 hari. Lian Song “Dong Hua, ada Zun


Shen yang mana lagi yang kembali ?” Tanpa mereka sadari, batu 3 kehidupan


memancarkan sinar, nama yang kabur sebelumnya sudah terpapar dengan jelas di


samping nama ‘Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin’. Di hari ke-3, turun hujan Feng Wei


hua seharian. Dong Hua Di Jun menadah beberapa Feng Wei hua, tersenyum sedih


‘Jiu er, apa kau bisa kembali ? Jiu er, kembalilah, aku berjanji tidak akan


menyia-nyiakanmu lagi… jodoh apapun yang diatur takdir, aku hanya


menginginkanmu Jiu er…’.


            Seorang gadis


berusia 30.000 tahun melangkahkan kaki dari sisi kristal dan pohon Feng Wei


hua, menari-nari dan bermain-main sendiri. Seorang gadis yang sangat cantik


dengan tanda feng wei hua di keningnya “haih… sudah lama disini, sudah waktunya


aku keluar melihat perubahan Si Hai Liu He Ba Huang ini… sudah sekian lama


berlalu, yang mengenalku mungkin sudah musnah semua kecuali lao yeye itu


hihihi… hmm… aku akan ke Jiu Jong Tian, wajahku dan wajah kultivasiku tidak


jauh berbeda, lihat mereka masih mengenalku atau tidak hihihi…”. Demikian yang


dikatakannya, demikian pula yang dilakukannya.


            Banyak yang


melihat seorang gadis cantik berjalan-jalan di Jiu Jong Tian, gosip beredar


kemana-mana hingga ke telinga Sie Ming dan Lian Song. Membawa rasa penasaran,


mereka pun pergi menuju arah yang ditunjukkan. Saat mereka sampai, Dong Hua Di


Jun sudah terlebih dahulu berada disana, tercengang melihat sang gadis. Sang


gadis sedang melompat-lompat di tengah hamparan bunga, dengan tawa cerianya


Dari sisi Dong Hua Di Jun, Budha dan Dewi Kwam In datang


menghampiri sang gadis. Budha dan Dewi Kwam In tersenyum “gadis kecil, baru


kembali, sudah begitu nakal…”. Sang gadis melihat keduanya sambil cekikikan


“sudah ketahuan hahaha… lao yeye, jiejie… hanya sesaat sudah ketahuan kalian,


hebat…” Dewi Kwam In membelai kepalanya “akhirnya kau kembali Zheng Zhu…” gadis


cantik tersenyum, membaringkan tubuhnya di lautan bunga “hmm… lao yeye, jiejie,


selain kalian, rasanya sudah tidak ada yang mengenaliku lagi hihihi…” Budha


tersenyum “sudah begitu lama, kau masih saja begitu nakal… tenang saja, masih


banyak yang mengenalmu… Feng Wei Shen Gong-mu masih menunggumu…” Gadis kecil


itu mencibir “haih lao yeye, biarkan saja seperti ini… aku ingin bersantai


saja… bebas bermain dan bersenang-senang, hal yang sudah berlalu biarkan


berlalu saja…” Dewi Kwam In duduk disisi gadis itu “Zheng Zhu, kau bisa


melepaskannya, mereka tidak bisa melepaskanmu…” Budha ikut bercengkrama “gadis


nakal, kau masih berutang 1 porsi makanan pada yang mulia…” Gadis itu cemberut


“haih… lao yeye… itu janji kultivasi, kenapa membebani ke diriku…”.


Budha tersenyum “kultivasi atau apapun, pokoknya kau


harus memasakkanku makanan enak…” Gadis itu menghela nafas “haih… lao yeye…


menindas gadis kecil, membuatmu sangat bahagia kan !” Budha tertawa “hahaha…


tentu saja… kapan lagi memiliki kesempatan merasakan hidangan dari Zheng Zhu


terhebat ini” Gadis kecil “katakan… secepat ini mencariku, bukan hanya menyapa


kan !” keduanya tersenyum “memang tidak ada yang bisa ditutupi dari Zheng Zhu…”


Budha “yatou, kau sudah kembali, gua hitam huangjing sudah waktunya


diselesaikan” Gadis itu terduduk “sudah begini lama, yang mulia mengira sudah


dibereskan dari dulu !” Budha tersenyum santai “Zheng Zhu…” gadis itu


mengangguk “haih… sudah tahu… beberapa hari lagi, aku akan menemanimu


melihatnya…” Budha dan Dewi Kwam In tersenyum “kalau begitu, yang mulia ini


berterima kasih pada Zheng Zhu – Cai Hong Huo Feng atau harus memanggilmu Feng


Wei Hua Zun” gadis kecil itu terbelalak dengan tampang sewot “suaramu kurang


besarkah ! apa kau perlu mengumumkannya ke Si Hai Liu He Ba Huang…” Budha

__ADS_1


tertawa terbahak-bahak “hahaha Zheng Zhu… yang mulia ini berbaik hati


mengumumkannya…” gadis kecil yang disebut ‘Cai Hong Huo Feng’ itu membuang muka


dan menopang kedua tangan di dadanya “yang mulia tidak akan membantumu dengan


gua hitam cih…”


Budha tertawa terbahak-bahak, Dewi Kwam In tersenyum


menggelengkan kepala melihat keduanya. Yang lain tercengang mendengar kata-kata


Budha, Lian Song “gadis itu… ‘Zheng Zhu – Feng Wei Hua Zun’… fenomena itu


adalah kembalinya Feng Wei Hua Zun… tapi… tapi kenapa dia sangat mirip dengan


Bai Feng Jiu ?” Dong Hua Di Jun tidak mengalihkan pandangannya, gadis yang


disebut Zheng Zhu itu sangat mirip dengan Jiu er-nya, tiba-tiba teringat dengan


nama kabur di batu 3 kehidupan ‘Feng’. Dong Hua Di Jun melangkah maju mendekati


ketiga dewa dewi yang menjadi pusat perhatian. Budha yang menyadarinya “yatou,


apa yang akan kau lakukan padanya ?” gadis itu mengangkat bahu “semua hanya


kehidupan kultivasi, tidak berhubungan denganku…” Budha tersenyum “yang mulia


menunggu arak pernikahanmu…” gadis itu membelalakkan mata “lao yeye, jangan


omong kosong…” Budha tertawa “kau bisa membohongi yang lain, tapi tidak bisa


membohongi dirimu sendiri.” Gadis kecil menggoyang-goyangkan tangannya “haih


lao yeye, aku kembali hanya untuk menunaikan misiku…” Budha “jangan lupakan gua


hitamku…” gadis itu menghela nafas kasar “ck…” melirik Budha yang cekikikan.


Dong Hua Di Jun sudah sampai dihadapan mereka, Budha


menyapa dengan senyuman  “Shao Yang,


begitu cepat sudah kemari…”. Dong Hua Di Jun melihat Budha dengan senyuman


“terima kasih atas kata-kata sebelumnya…” Budha mengangguk “yatou, kami juga


sudah waktunya pergi. kami menunggumu di huangjing… oh yang lain akan segera


datang…” gadis itu terbelalak “lao yeye, kau ini menjebakku ya !” Dewi Kwam In


tersenyum memegang tangan gadis “Zheng Zhu, orang tua itu tidak menjebakmu,


mereka akan datang sebentar lagi… sebelumnya fenomenamu sudah menggemparkan Si


Hai Liu He Ba Huang, tidak mungkin mereka tidak tahu… baik-baiklah berbicara


dengan Di Jun… jangan terlalu lelah, kau baru kembali, masih butuh banyak


istirahat… jiejie pergi dulu, menunggumu di huangjing…” Budha menatap Dong Hua


Di Jun “berusahalah, dia tidak mudah didapatkan… perhatikan dia baik-baik… Si


Hai Liu He Ba Huang sangat membutuhkan kalian…” gadis itu ngambek “lao yeye,


kau berbicara lagi, gua hitam, kau selesaikan sendiri…” Budha tertawa


terbahak-bahak “Shao Yang, maaf tidak dapat membantumu lagi, xiao Zheng Zhu


sudah ngambek… sudah, Zheng Zhu, jaga diri baik-baik, yeye menunggumu di


huangjing” Dewi Kwam In tersenyum “jaga diri…” gadis itu dan Dong Hua Di Jun


mengangguk, melihat kepergian keduanya.


Gadis itu ingin melangkah pergi, tangannya di tahan Dong


Hua Di Jun “Jiu er, tidak menjelaskan kah ?” gadis itu berhenti, memandang Dong


Hua Di Jun dengan santai “Dong Hua Di Jun, Bai Feng Jiu hanya kultivasiku…


sudah tidak ada Bai Feng Jiu di dunia ini… secara status, anda masih harus


memanggilku lao Zhu Zhong… lao Zhu Zhong tidak perlulah, anda harus memanggilku


Zheng Zhu…” Dong Hua Di Jun terkejut “Jiu er…” gadis itu menyingkirkan tangan


Dong Hua Di Jun “segala budi dan dendam kultivasi, sudah terselesaikan saat


kultivasi… anda tidak perlu mengingatnya lagi… yang mulia permisi…” ingin


berlalu. Zhe Yan berlari menghampiri mereka “Xiao Jiu, kau masih hidup !”


tercengang melihat gadis itu, gadis itu santai melihat Zhe Yan, tidak menjawab


sepatah kata. Lian Song menghampiri “Zhe Yan Shan Shen ada apa ?” Zhe Yan


segera tersadar “Qing Cang sudah kembali, sedang bertarung dengan Mo Yuan – Ye


Hua di Ruo Shui He Phan” gadis itu santai berjalan menjauh.


Dong Hua Di Jun tidak memperhatikan Zhe Yan tapi


memperhatikan gadis itu, melihatnya menjauh, segera menangkap tangannya “Jiu


er, kita ke Ruo Shui He Phan” tanpa menunggu bantahan langsung menghilang. Zhe


Yan, Lian Song, dan Sie Ming segera mengikuti, menghilang ke Ruo Shui He


Phan.


NB :


Hi my readers, mulai pertanggal 10 January 2022, tiap hari senin - jumat kembali update 3 bab perhari ya.


Untuk bonus bab per sabtu - minggu, othor usahakan update 1 - 2 bab ok.


Happy read...

__ADS_1


__ADS_2