
Hari
ini Dong Hua tertidur sepanjang hari, berusaha menunggu dan mencari Bai Feng
Jiu di mimpinya. Bai Feng Jiu tidak kunjung datang ke mimpi Dong Hua. Dong Hua
tidak mau bangun tanpa bertemu Bai Feng Jiu. Dong Hua dibangunkan oleh Zhe Yan seminggu
kemudian. Selama beberapa bulan, Dong Hua kembali bersedih kehilangan Bai Feng
Jiu. Berulang kali ke San Sheng Shi melihat namanya dan nama kabur di
sampingnya, berharap dapat melihat nama Bai Feng Jiu kembali disana. Setelah 3
bulan, Dong Hua memutuskan biguang di Bi Hai Cang Ling. Dong Hua kembali ke Jiu
Jong Tian 3.000 tahun kemudian, tidak ada keceriaan di wajahnya, hanya
kehampaan dan kekosongan yang terlihat ‘Jiu er… dunia yang tanpa dirimu ini,
tidak ada artinya untukku…’.
Kepergian
Qing Qiu Nu Jun tanpa meninggalkan kata pesan sama sekali. Keluarga Bai berduka
untuk kepergian Bai Feng Jiu, menyesal dengan kecerobohan mereka. Setelah
banyak berdiskusi membahas peperangan sebelumnya, mereka baru mengerti jebakan
yang dibuat Bai Feng Jiu karena ketidakpuasannya pada Tian Jun dan para tetua.
Dengan kepergian Dong Hua Di Jun ke Bi Hai Cang Ling, Tian Jun tidak punya
pegangan yang bisa diharapkan. Setelah terdesak dan tidak dapat memberikan
solusi untuk semua masalah dan pertanyaan, akhirnya mengangkat Ye Hua untuk
menggantikannya sebagai Tian Jun. Kemenangan Bai Feng Jiu melawan Miao Luo dan
memenangkan peperangan dengan suku iblis, mampu mempertahankan kedamaian Si Hai
Liu He Ba Huang.
Berdasar pengalaman sebelumnya, Ye
Hua Tian Jun memperkuat pertahanan suku langit. Dengan adanya formasi jebakan
Bai Feng Jiu di Qing Qiu, membuat Qing Qiu aman dari segala bahaya untuk
puluhan ribu tahun. Perlahan semua menerima kepergian Bai Feng Jiu,
mempertahankan legasinya. Melewati waktu tenang, Tian Hou – Bai Qian Shan Shen
kembali melahirkan anak perempuan, dengan wujud rubah abu-abu ekor sembilan.
Qing Qiu bersuka cita dengan kelahiran anak Bai Qian, rubah ekor sembilan
kembali mempunyai penerus.
Dong Hua Di Jun yang keluar dari Bi Hai Cang Ling,
langsung ke batu 3 kehidupan disamping Chu Xin Tai. Dong Hua Di Jun melihat
namanya di batu 3 kehidupan masih tertera dengan jelas, nama disampingnya masih
kabur, tidak dapat membacanya, hanya bisa menebak sebuah huruf ‘Feng’. Dong Hua
Di Jun tersenyum ‘tidak tahu kali ini, takdir akan mengatur siapa untukku, aku
hanya menginginkan Jiu er…’. Segerombol dewa dewi berlarian datang memandang
tak percaya pada sosok dewa agung berjubah ungu berambut putih yang menghadap
batu 3 kehidupan. Semua segera berlutut memberi hormat “menghormat Dong Hua Di
Jun, selamat datang kembali…” keluarga Bai dan Zhe Yan pun tiba, melihat Dong
Hua Di Jun, segera memberi hormat.
Setelah 5.000 tahun ketenangan, segel Qing Chan kembali
bergejolak. Tian Hou – Bai Qian, mengkhawatirkan Ye Hua dan Mo Yuan yang belum
pulih dari tragedy sebelumnya. Tian Jun – Ye Hua bertamu ke Tai Chen gong
beserta Tian Hou, Mo Yuan, Bai Ce, dan beberapa keluarga Bai. Duduk bersama
mendengarkan cerita semuanya, Dong Hua Di Jun hanya santai seperti semua masalah
sudah tidak berhubungan dengannya, dia hanya sebagai pendengar asing. Dong Hua
Di Jun dengan santai “bagaimana Qing Qiu ?” Bai Ce “dengan adanya formasi
jebakan Xiao Jiu, Qing Qiu aman sampai saat ini !” Dong Hua Di Jun mengangguk
‘Jiu er, walau kau sudah tidak ada, kau masih menjaga Qing Qiu dengan baik…
walaupun aku Tian Di Gong Zhu pun kagum pada kepemimpinanmu. 1.000 tahun yang
singkat, sanggup menjaga Qing Qiu hingga puluhan ribu tahun. Wanita yang
kupilih adalah yang terbaik, sayang aku menyia-nyiakannya’ tertunduk sedih
“yang mulia akan berjalan ke Qing Qiu dan Ruo Shui He Phan. Mo Yuan, Ye Hua,
coba gabungkan kekuatan kalian” keduanya saling melihat, mengangguk kearah Dong
Hua.
Selanjutnya
Dong Hua Di Jun, berkeliling di Qing Qiu, Ruo Shui He Phan, dan tempat-tempat
yang menyimpan kenangannya bersama Bai Feng Jiu ‘Jiu er, tidak peduli takdir
mengatur siapa jodohku, dalam hatiku akan selalu tersimpan rubah merah berekor
__ADS_1
sembilan’. Dong Hua Di Jun memberi petunjuk untuk meningkatkan kemampuan Mo Yuan
dan Ye Hua. Setelah melihat kondisi Qing Chan di Ruo Shui He Phan, Dong Hua Di
Jun dapat mengukur kemampuannya. Qing Chan adalah cobaan Mo Yuan dan Ye Hua
sebagai putra dari Fu Shen.
100 tahun kemudian, lonceng sudah hampir hancur oleh
kekuatan Qing Cang, Mo Yuan dan Ye Hua pun sudah bersiap-siap. Saat semua
sedang tegang menunggu pertempuran dengan Qing Cang, datang 9999 burung
berterbangan Si Hai Liu He Ba Huang selama 3 hari. Lian Song “Dong Hua, ada Zun
Shen yang mana lagi yang kembali ?” Tanpa mereka sadari, batu 3 kehidupan
memancarkan sinar, nama yang kabur sebelumnya sudah terpapar dengan jelas di
samping nama ‘Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin’. Di hari ke-3, turun hujan Feng Wei
hua seharian. Dong Hua Di Jun menadah beberapa Feng Wei hua, tersenyum sedih
‘Jiu er, apa kau bisa kembali ? Jiu er, kembalilah, aku berjanji tidak akan
menyia-nyiakanmu lagi… jodoh apapun yang diatur takdir, aku hanya
menginginkanmu Jiu er…’.
Seorang gadis
berusia 30.000 tahun melangkahkan kaki dari sisi kristal dan pohon Feng Wei
hua, menari-nari dan bermain-main sendiri. Seorang gadis yang sangat cantik
dengan tanda feng wei hua di keningnya “haih… sudah lama disini, sudah waktunya
aku keluar melihat perubahan Si Hai Liu He Ba Huang ini… sudah sekian lama
berlalu, yang mengenalku mungkin sudah musnah semua kecuali lao yeye itu
hihihi… hmm… aku akan ke Jiu Jong Tian, wajahku dan wajah kultivasiku tidak
jauh berbeda, lihat mereka masih mengenalku atau tidak hihihi…”. Demikian yang
dikatakannya, demikian pula yang dilakukannya.
Banyak yang
melihat seorang gadis cantik berjalan-jalan di Jiu Jong Tian, gosip beredar
kemana-mana hingga ke telinga Sie Ming dan Lian Song. Membawa rasa penasaran,
mereka pun pergi menuju arah yang ditunjukkan. Saat mereka sampai, Dong Hua Di
Jun sudah terlebih dahulu berada disana, tercengang melihat sang gadis. Sang
gadis sedang melompat-lompat di tengah hamparan bunga, dengan tawa cerianya
Dari sisi Dong Hua Di Jun, Budha dan Dewi Kwam In datang
menghampiri sang gadis. Budha dan Dewi Kwam In tersenyum “gadis kecil, baru
kembali, sudah begitu nakal…”. Sang gadis melihat keduanya sambil cekikikan
“sudah ketahuan hahaha… lao yeye, jiejie… hanya sesaat sudah ketahuan kalian,
hebat…” Dewi Kwam In membelai kepalanya “akhirnya kau kembali Zheng Zhu…” gadis
cantik tersenyum, membaringkan tubuhnya di lautan bunga “hmm… lao yeye, jiejie,
selain kalian, rasanya sudah tidak ada yang mengenaliku lagi hihihi…” Budha
tersenyum “sudah begitu lama, kau masih saja begitu nakal… tenang saja, masih
banyak yang mengenalmu… Feng Wei Shen Gong-mu masih menunggumu…” Gadis kecil
itu mencibir “haih lao yeye, biarkan saja seperti ini… aku ingin bersantai
saja… bebas bermain dan bersenang-senang, hal yang sudah berlalu biarkan
berlalu saja…” Dewi Kwam In duduk disisi gadis itu “Zheng Zhu, kau bisa
melepaskannya, mereka tidak bisa melepaskanmu…” Budha ikut bercengkrama “gadis
nakal, kau masih berutang 1 porsi makanan pada yang mulia…” Gadis itu cemberut
“haih… lao yeye… itu janji kultivasi, kenapa membebani ke diriku…”.
Budha tersenyum “kultivasi atau apapun, pokoknya kau
harus memasakkanku makanan enak…” Gadis itu menghela nafas “haih… lao yeye…
menindas gadis kecil, membuatmu sangat bahagia kan !” Budha tertawa “hahaha…
tentu saja… kapan lagi memiliki kesempatan merasakan hidangan dari Zheng Zhu
terhebat ini” Gadis kecil “katakan… secepat ini mencariku, bukan hanya menyapa
kan !” keduanya tersenyum “memang tidak ada yang bisa ditutupi dari Zheng Zhu…”
Budha “yatou, kau sudah kembali, gua hitam huangjing sudah waktunya
diselesaikan” Gadis itu terduduk “sudah begini lama, yang mulia mengira sudah
dibereskan dari dulu !” Budha tersenyum santai “Zheng Zhu…” gadis itu
mengangguk “haih… sudah tahu… beberapa hari lagi, aku akan menemanimu
melihatnya…” Budha dan Dewi Kwam In tersenyum “kalau begitu, yang mulia ini
berterima kasih pada Zheng Zhu – Cai Hong Huo Feng atau harus memanggilmu Feng
Wei Hua Zun” gadis kecil itu terbelalak dengan tampang sewot “suaramu kurang
besarkah ! apa kau perlu mengumumkannya ke Si Hai Liu He Ba Huang…” Budha
__ADS_1
tertawa terbahak-bahak “hahaha Zheng Zhu… yang mulia ini berbaik hati
mengumumkannya…” gadis kecil yang disebut ‘Cai Hong Huo Feng’ itu membuang muka
dan menopang kedua tangan di dadanya “yang mulia tidak akan membantumu dengan
gua hitam cih…”
Budha tertawa terbahak-bahak, Dewi Kwam In tersenyum
menggelengkan kepala melihat keduanya. Yang lain tercengang mendengar kata-kata
Budha, Lian Song “gadis itu… ‘Zheng Zhu – Feng Wei Hua Zun’… fenomena itu
adalah kembalinya Feng Wei Hua Zun… tapi… tapi kenapa dia sangat mirip dengan
Bai Feng Jiu ?” Dong Hua Di Jun tidak mengalihkan pandangannya, gadis yang
disebut Zheng Zhu itu sangat mirip dengan Jiu er-nya, tiba-tiba teringat dengan
nama kabur di batu 3 kehidupan ‘Feng’. Dong Hua Di Jun melangkah maju mendekati
ketiga dewa dewi yang menjadi pusat perhatian. Budha yang menyadarinya “yatou,
apa yang akan kau lakukan padanya ?” gadis itu mengangkat bahu “semua hanya
kehidupan kultivasi, tidak berhubungan denganku…” Budha tersenyum “yang mulia
menunggu arak pernikahanmu…” gadis itu membelalakkan mata “lao yeye, jangan
omong kosong…” Budha tertawa “kau bisa membohongi yang lain, tapi tidak bisa
membohongi dirimu sendiri.” Gadis kecil menggoyang-goyangkan tangannya “haih
lao yeye, aku kembali hanya untuk menunaikan misiku…” Budha “jangan lupakan gua
hitamku…” gadis itu menghela nafas kasar “ck…” melirik Budha yang cekikikan.
Dong Hua Di Jun sudah sampai dihadapan mereka, Budha
menyapa dengan senyuman “Shao Yang,
begitu cepat sudah kemari…”. Dong Hua Di Jun melihat Budha dengan senyuman
“terima kasih atas kata-kata sebelumnya…” Budha mengangguk “yatou, kami juga
sudah waktunya pergi. kami menunggumu di huangjing… oh yang lain akan segera
datang…” gadis itu terbelalak “lao yeye, kau ini menjebakku ya !” Dewi Kwam In
tersenyum memegang tangan gadis “Zheng Zhu, orang tua itu tidak menjebakmu,
mereka akan datang sebentar lagi… sebelumnya fenomenamu sudah menggemparkan Si
Hai Liu He Ba Huang, tidak mungkin mereka tidak tahu… baik-baiklah berbicara
dengan Di Jun… jangan terlalu lelah, kau baru kembali, masih butuh banyak
istirahat… jiejie pergi dulu, menunggumu di huangjing…” Budha menatap Dong Hua
Di Jun “berusahalah, dia tidak mudah didapatkan… perhatikan dia baik-baik… Si
Hai Liu He Ba Huang sangat membutuhkan kalian…” gadis itu ngambek “lao yeye,
kau berbicara lagi, gua hitam, kau selesaikan sendiri…” Budha tertawa
terbahak-bahak “Shao Yang, maaf tidak dapat membantumu lagi, xiao Zheng Zhu
sudah ngambek… sudah, Zheng Zhu, jaga diri baik-baik, yeye menunggumu di
huangjing” Dewi Kwam In tersenyum “jaga diri…” gadis itu dan Dong Hua Di Jun
mengangguk, melihat kepergian keduanya.
Gadis itu ingin melangkah pergi, tangannya di tahan Dong
Hua Di Jun “Jiu er, tidak menjelaskan kah ?” gadis itu berhenti, memandang Dong
Hua Di Jun dengan santai “Dong Hua Di Jun, Bai Feng Jiu hanya kultivasiku…
sudah tidak ada Bai Feng Jiu di dunia ini… secara status, anda masih harus
memanggilku lao Zhu Zhong… lao Zhu Zhong tidak perlulah, anda harus memanggilku
Zheng Zhu…” Dong Hua Di Jun terkejut “Jiu er…” gadis itu menyingkirkan tangan
Dong Hua Di Jun “segala budi dan dendam kultivasi, sudah terselesaikan saat
kultivasi… anda tidak perlu mengingatnya lagi… yang mulia permisi…” ingin
berlalu. Zhe Yan berlari menghampiri mereka “Xiao Jiu, kau masih hidup !”
tercengang melihat gadis itu, gadis itu santai melihat Zhe Yan, tidak menjawab
sepatah kata. Lian Song menghampiri “Zhe Yan Shan Shen ada apa ?” Zhe Yan
segera tersadar “Qing Cang sudah kembali, sedang bertarung dengan Mo Yuan – Ye
Hua di Ruo Shui He Phan” gadis itu santai berjalan menjauh.
Dong Hua Di Jun tidak memperhatikan Zhe Yan tapi
memperhatikan gadis itu, melihatnya menjauh, segera menangkap tangannya “Jiu
er, kita ke Ruo Shui He Phan” tanpa menunggu bantahan langsung menghilang. Zhe
Yan, Lian Song, dan Sie Ming segera mengikuti, menghilang ke Ruo Shui He
Phan.
NB :
Hi my readers, mulai pertanggal 10 January 2022, tiap hari senin - jumat kembali update 3 bab perhari ya.
Untuk bonus bab per sabtu - minggu, othor usahakan update 1 - 2 bab ok.
Happy read...
__ADS_1