
Bab 357 –
“Shen
Jun…” ketujuh kesayangan datang, saling bahu membahu, dengan tertatih-tatih
sampai ke hadapan Dong Hua “Shen Jun…” Dong Hua mengangguk. Xin Xin “kenapa
kalian datang ?” Shanguang “kami merasakan perubahan…” Gang Laba menitikkan air
mata “Zhu Ren…” langsung jatuh berlutut, diikuti keenam lainnya. Semua terkejut
melihatnya, tahu sesuatu yang buruk sudah terjadi “Zhu Ren…” ketujuhnya
menangis dan berteriak bersamaan.
Dong
Hua melihat ketujuhnya, ikut menitikkan air mata ‘Feng Wei, apa kau sudah pergi
?’ memegang dadanya yang berdetak teratur. Zuo Zun memegang bahu Shanguang
“Shanguang, bawa mereka semua pergi !” menunjuk ke para hewan mistis. Shanguang
menggeleng “Long Jin Shan Zuo Zun, Zuan Bao Shi Dao sudah musnah… sudah tidak
ada tempat kembali !” tidak ada candaan dalam suaranya. Zuo Zun terkejut “dunia
ilusi ?” Gang Laba “runtuh !” Xiong Xiong “bagaimana mungkin ? tiada suatu
apapun…” tidak menyelesaikan kata-katanya, melihat ke arah Bing Yu Hai.
Huo Fei
melihat keenam saudara “penentuan…” tersenyum kepada semuanya. Keenamnya
mengangguk, duduk membentuk lingkaran, meditasi. Dari tubuh keenamnya, keluar 7
warna cahaya. Ling Ling “mereka…” Jin Cheng tersenyum lembut “penentuan
terakhir…” membelai kepala Ling Ling “selalu bersama dalam kehidupan maupun
kematian…” menariknya ke dalam pelukan.
Xin Xin
“gege, jiejie, Xiong Xiong, ini juga adalah waktu kita bersama…” ketiga saudara
mengangguk, mengambil tempat masing-masing, mengeluarkan liontin, meditasi
dengan cahaya masing-masing. Dong Hua tersenyum lembut meneteskan air mata
“Feng Wei, mereka adalah anak-anak kita !” You Zun “mereka sudah memahami
segala situasinya !” Zuo Zun “sudah mengikutinya begitu lama, kurang lebih
sudah memahaminya…”.
You Zun
menghadap ke yang lainnya “Shan Shen sekalian, tiba saatnya, ikutlah Xiao Hua
kembali ke Cai Hong gong…” dengan tegas, tidak mau mendengar bantahan. Sou Wan
“Cai Hong gong ?” Qing Yun “Shan Shen, Cai Hong gong adalah tempat teraman di
Yu Zhou Da Lu… segala kehancuran tidak akan berpengaruh hingga Cai Hong gong…”
Bai Qian “Huo Feng sudah menyiapkan segalanya !” Bai Yi “apa kita hanya bisa
tinggal diam melihatnya pergi begitu saja ?” Bai Chen “sungguh berharap dapat
berjuang bersamanya, walaupun hanya sekali !”.
Zhe Yan
__ADS_1
“Dong Hua, perjalanan ini ! aku akan bersama denganmu” Dong Hua menggeleng “Di
Jun, tidak perlu membujuk… Zhe Yan sudah mengatakannya, akupun akan bersamanya”
Bai Chen sudah berdiri di samping Zhe Yan “Chen Chen… kau masih muda…” Bai Chen
“Zhe Yan, bukan hanya karena dirimu… dia adalah kemanakan kesayanganku, putri
yang kubesarkan dari kecil… berkali-kali melihatnya mengorbankan diri… jika
kali ini, aku meninggalkannya, aku tidak pantas menjadi xiao shu-nya…” Zhe Yan
“Chen Chen…”.
Bai
Chen “Zhe Yan, tidak perlu mengkhawatirkan Si Hai Ba Huang… mereka akan
kembali… bukankah aku selalu menganggur denganmu…” tersenyum mengejek. Zhe Yan
tersenyum, menggelengkan kepala “satu-satu sudah dewasa, sudah tidak menurut…”
Dong Hua tersenyum “kita dewa prasejarah sudah takluk pada dewa dewi kecil
ini…” tertawa bersama Zhe Yan.
Terlihat
petir-petir besar yang menghantam Cai Hong Huo Feng dan menimbulkan suara
ledakan. Semakin lama semakin nyaring bahkan menggetarkan Yu Zhou Da Lu. Cai
Hong Huo Feng mulai mengeluarkan cahaya merah kehitaman, membuat suasana
memanas. Sou Wan “ini terlalu panas !” Mo Yuan “Wan Wan, sebentar lagi… Huo
Feng sudah tersesat, akan sadar sesaat lagi !”
Cai
Hong Huo Feng membuka matanya yang bercahaya merah pekat, menggerak-gerakkan
menyeramkan dan terdengar seperti banyak suara yang menyatu. Perlahan, pakaian
ditubuhnya berubah merah pekat dengan jubah yang melayang ke belakangnya.
Penampilannya menyeramkan tetapi sangat berkharisma, pekat dengan aura
mengintimidasi dan membunuh.
Semua
tegang melihatnya, dapat mendengar suaranya yang menyeramkan, menunggu
petunjuk. “hahaha… lihatlah para hewan-hewan kecil itu… ingin menghalangi kita
hahaha…” mengibaskan tangan ringan, seluruh hewan mistis terpental. Zuo Zun
segera membuat jiejue, terdengar ledakan dari jiejue yang terkena hempasan
kekuatan Cai Hong Huo Feng.
Para
hewan yang terpental, berusaha keras berdiri dan kembali ke tempatnya
masing-masing, mengaum-ngaun “hmm… kalian sangat kecil, menjadi mainanku pun
tak pantas hahaha… karena kalian tidak berguna sama sekali, mati saja hahaha…”
kembali mengibaskan tangan. Kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya keluar
dari kibasannya. Para hewan mistis mengeluarkan auman dan berubah menjadi
tembok tinggi, membarikade lajur hempasan.
__ADS_1
“hahaha…
hanya tembok tipis ini, ingin menghalangi kami hahaha…” Cai Hong Huo Feng
tertawa mengerikan, menghentakkan kakinya… tanah bergemuruh dari dalam Bing Yu
Hai, terus menjalar, menghancurkan barikade para hewan mistis. “Amitabha… Shen
Zhu… kembalilah…” Budha tersenyum dan bersuara lembut. Cai Hong Huo Feng
mengangkat kepala, menatap Budha “Shen Zhu ? siapakah Shen Zhu ?” bertanya
dengan nada sinis. Budha “Cai Hong Huo Feng Shen Zhu, gadis kecil yang nakal
tetapi juga adalah yang terbaik…”.
Cai
Hong Huo Feng tertawa terbahak-bahak “satu orang tua, memanggil yang mulia
gadis kecil hahaha… orang tua, jiwamu lumayan bersih… tapi bersih akan dirimu
sendiri… satu orang tua, bahkan tidak bisa membimbing murid sendiri… bagaimana
kau bisa memperoleh kesucianmu cih…” Budha cekikikan, mengangguk-angguk “benar…
benar… dihadapan Shen Zhu, hamba masih tidak cukup suci hahaha… Shen Zhu,
kembalilah…” Cai Hong Huo Feng “kembali ? kami datang untuk membawa semuanya kembali…
kami yang memberi maka kami yang mengambil hahaha… hahaha… hahaha…” tertawa
terbahak-bahak.
Budha
“Shen Zhu, anda yang terbaik, kembalilah…” Cai Hong Huo Feng melayang, ke
hadapan Budha, menatap kiri ke kanan, kanan ke kiri “tidak ada yang bisa digunakan
darimu… apa ini pasukan yang kau bawa untuk kami ?” Budha “Shen Zhu, anda tahu,
hamba tidak memiliki pasukan !” Cai Hong Huo Feng “oh ya, kau hanya mempunyai
kelompok paduan suara hahaha… bernyanyilah…” bersuara menyeramkan dengan mata
tajam “jangan berhenti ! saat kalian berhenti adalah saat kematian kalian
hahaha…” mengibaskan tangan, Budha dan semua yang melayang muntah darah
“bernyanyi !” satu perintah tegas keluar dari bibir Cai Hong Huo Feng. Budha
mengangguk ke semua yang bersamanya datang dari Huang Jing, segera mulai
melantunkan mantra-mantra Dhamma.
Cai
Hong Huo Feng menggaruk telinganya “cih nyanyian kalian seperti semut di
telinga kami… lebih keras !” menghentak semua arahat. Berjuta-juta kata-kata
Dhamma melayang di angkasa, hancur meledak-ledak dengan sendirinya. Cai Hong
Huo Feng mencibir “cih… tidak menyenangkan !” berbalik melihat Bing Yu Hai “kita
membutuhkan tempat untuk ini… baik, disini saja ! hmm… apa-apaan ini !” tidak
senang melihat begitu banyak tubuh di Bing Yu Hai.
Cai
Hong Huo Feng mengangkat tangannya, segera sihir keluar, menghancurkan Bing Yu
Hai. Tanah bergetar, dari bawah, mencuat keluar secara perlahan, sebuah istana
__ADS_1
yang memiliki dasar warna merah kehitaman pekat. Tidak membutuhkan waktu lama,
sebuah istana megah sudah berdiri diatas Bing Yu Hai.