Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 308 - Bau Tajam


__ADS_3

            Dong Hua menikmati saat-saat berduanya bersama Huo Feng


di Tai Chen gong. Tidak melihat adanya perubahan pada Tai Chen gong, tidak ada


yang mencurigai mereka sudah kembali, hingga Gun Gun membawa keluarganya


kembali ke Tai Chen gong “Fu Qin – Niang Qin, kapan kalian kembali ? kenapa


tidak ada yang memberitahu…” duduk disamping Dong Hua, melihat Huo Feng yang


berkutat dengan kuas dan kertasnya. Huo Feng tidak mempedulikan mereka, fokus mencorat-coret


kertasnya. Gun Gun “Niang Qin, apa yang sedang kau gambar ?” tidak mendapat


jawaban, melihat ke arah Dong Hua. Dong Hua pun acuh tak acuh, tidak menjawab


Gun Gun.


            Setelah mengetahui kembalinya Dong Hua dan Huo Feng,


semua berbondong-bondong ke Tai Chen gong. Agar tidak mengganggu Huo Feng, Dong


Hua membuat sebuah tempat melukis untuknya di udara terbuka, sementara menerima


tamu di paviliun. Ling Ling “apa Niang Qin sedang merancang dunia baru ?” Dong


Hua mengangguk “Fu Qin, kenapa kau terluka lagi ?” Zhe Yan sudah memeriksa


keduanya “shu… jangan terdengar Feng Wei…” semua mengerutkan kening, melihat


Dong Hua dan Huo Feng “Fu Qin, kau bukan membuat Niang Qin marah dan melukaimu


kan ?” Dong Hua acuh tak acuh.


            Lian Song “wah Dong Hua, bisa juga kau menyinggung Huo


Feng !” Xin Xin “Fu Qin, apa yang kau lakukan ?” Dong Hua “kalian terlalu


banyak berfikir…” Gun Gun “Fu Qin, kau menempa diri menggunakan metode Niang


Qin tanpa sepengetahuannya ?” Dong Hua mengangguk “Fu Qin, bagaimana Bing Huo


Dao ?” “sangat berbeda, kondisi alam yang tidak menentu… yang dihadapi adalah kehancuran


alam itu sendiri…” kata-kata Dong Hua membawa rasa penasaran dari semua.


            Zhe Yan “berapa lama kau menempa diri hingga mendapat


luka seperti ini ?” Dong Hua “ini sudah pulih… luka yang diterima sama dengan


luka rintangan, tidak bisa diobati dengan sihir. Mengenai waktu, yang terakhir


ini baru berjalan 8 bulan !” Xiong Xiong “Fu Qin, apa kau menempa diri dengan


menggunakan tubuh fana ?” Dong Hua mengangguk “tidak bisa membayangkan


bagaimana Feng Wei menempa diri selama 5.000 tahun itu. Dengan menggunakan


tubuh fana, sangat susah bertahan dengan kekacauan seperti itu” Xin Xin “Fu


Qin, bagaimana kau menutupinya dari Niang Qin ?” Dong Hua “tidak membiarkan


luka terlalu parah, Feng Wei tidak akan curiga !”


            Sou Wan “jadi dia menemukanmu terluka !” Dong Hua


mengangguk, cemberut “karena itu, Feng Wei kembali menggunakan darahnya

__ADS_1


menyembuhkanku haih…” menghela nafas. Ling Ling “haih Fu Qin… kami saja terluka


tidak mendapat perhatian begitu besarnya dari Niang Qin !” kesal. Gun Gun


mengejek “Jin Cheng, dengarkan istrimu…” Jin Cheng merangkul Ling Ling,


mengecup pundaknya “aku akan lebih memperhatikanmu !” Ling Ling cemberut “ah


aku mau kembali menjadi anak kecil bersama Niang Qin !” mengerahkan sihir


berubah menjadi rubah emas ekor sembilan, berlari ke Huo Feng, tanpa bisa


dicegah.


            Ling Ling melompat naik ke pangkuan Huo Feng, membuatnya


terkejut hingga mencoret gambar yang sudah dibuatnya “aaa… Nu Di, apa yang kau


lakukan ?” Ling Ling mengeluarkan suara rubahnya, memelas pada Huo Feng. Huo


Feng cekikikan “hihihi Nu Di, kau sudah sebesar ini, masih merengek…” “auw…


auw… auw…” berbicara bahasa rubah dengan mata berkaca-kaca “hmm… baiklah Nu


Di-ku yang manja…” melepaskan kuasnya dan berdiri “aku membawa Nu Di manja ini


berjalan-jalan, tidak perlu menemani…” tersenyum lembut membelai bulu halus


rubah emas ekor sembilan di dalam gendongannya.


            Xin Xin cemberut “aku juga mau digendong Niang Qin…”


melihat punggung Huo Feng yang keluar dari Tai Chen gong. Gun Gun membelai


kepala Xin Xin “biarkan saja, kau bertumbuh bersama Niang Qin…” Xiong Xiong


“Jin Cheng gege, bagaimana kau bisa tahan dengan sifat manjanya itu !” Jin


tersenyum nakal, segera berubah menjadi rubah perak berekor sembilan dan berlari


keluar “Fu Qin, tunggu aku…” Ching Ching pun berubah menjadi rubah abu berekor


sembilan dan mengikuti Gun Gun. Xin Xin “ah Fu Qin, mereka mengejek kami…”


kesal, membuat semua cekikikan.


            Huo Feng berjalan-jalan dengan 3 rubah ekor sembilan di


Jiu Jong Tian. Banyak yang ingin menghampiri tapi was-was melihat kegarangan


ketiga rubah. Huo Feng cekikikan “hmm… sudah lama tidak menjadi rubah…


bagaimana kalau kita bermain ?” melihat ketiga rubahnya dengan tatapan


berbinar. Ketiganya mengangguk sambil melompat-lompat. Segera dihadapan mereka


muncul rubah merah ekor sembilan. Keempat rubah berlarian di Jiu Jong Tian,


melewati banyak dewa dewi.


            Setelah perutnya berbunyi, rubah merah memimpin semua


kembali ke Tai Chen gong, langsung meloncat ke pelukan Dong Hua. Rubah Ling


Ling masuk ke pelukan Jin Cheng, Ching Ching masuk ke pelukan Long Nu,


sementara Gun Gun berubah kembali ke wujud manusia. Dong Hua menangkap rubah

__ADS_1


merah dan tersenyum lembut, membelai bulu halusnya. “Huo Feng, kenapa kau masih


sekecil ini !” Sou Wan berbinar menatap rubah merah kecil di pelukan Dong Hua.


Tangannya sudah mulai terjulur, Dong Hua memeluk erat rubah merah dan melirik


dingin Sou Wan.


            Rubah merah memanjat tubuh Dong Hua dan mencakar-cakar


lembut bajunya. Dong Hua mengecup kening berbulunya, menuangkan teh dan menaruh


di depan rubah merah. Rubah merah, meminum tehnya perlahan “bulunya halus


sekali…” Sou Wan tidak mendapat rubah merah, mengambil rubah Ching Ching dari


pelukan Long Nu “pantas kau tertarik pada bulu lebat… Ching Ching, kau begini


saja…” baru mengeluarkan kata, rubah Ching Ching sudah berubah kembali “waipo,


bukannya kau juga memiliki bulu !” dengan kesal. Sou Wan “aiyo Ching Ching,


berubah kembali, biarkan waipo memeluk sehari ya !” Ching Ching menggeleng


“waigong, urus waipo !” semua cekikikan melihatnya.


            Semua sudah berubah kembali, kecuali rubah merah ekor


sembilan di pangkuan Dong Hua “Niang Qin, kau imut sekali… tidak saja menjadi


wanita tercantik, bahkan berubah menjadi rubahpun sangat cantik” Xin Xin


mengelus bulu rubah merah “bulu Niang Qin lebih halus dari Ching Ching…”. Lian


Song “tentu saja, jika tidak, bagaimana ayah batu esmu ini bisa begitu mudah


mencair” Dong Hua menyuapi rubah merah kecil dan mengelus bulu-bulunya “achu…”


rubah merah bersin dan menggosok hidungnya “Feng Wei, tidak sehatkah ?” Zhe Yan


memeriksa “tidak ada masalah…” “achu… achu…” rubah merah terus bersin. Rubah


merah melompat turun dari pangkuan Dong Hua, menjauh dan berubah kembali.


            “achu… achu… Sou Wan, apa yang kau bawa ? achu…” Huo Feng


tidak berhenti bersin dan menggosok hidungnya. Sou Wan “apa yang kubawa ? oh, maksudmu


inikah ?” mengeluarkan sebuah bungkusan. Huo Feng menjauh tapi masih bersin


“Feng Wei, kau baik-baik saja ?” Dong Hua cemas “achu… achu… baunya sangat


tajam ! achu…” Huo Feng terus bersin hingga hidungnya mulai memerah. Zhe Yan


mengeluarkan sebuah botol, memberikannya pada Huo Feng “Huo Feng, ini bisa


menetralisir bau…” Dong Hua membawa Huo Feng menjauh dari Sou Wan.


            Zhe Yan “dari dulu penciumannya sangat tajam, tidak tahan


pada bau tajam dan bunga ! Sou Wan, apa itu ?” Sou Wan mengeluarkan isi


bungkusan, terlihat beberapa bunga “sebenarnya, aku ingin berdiskusi dengan


kalian tentang ini ! melihat rubah hingga melupakannya !” Bai Qian “shiniang,


bunga apa ini ?” Sou Wan “aku juga tidak tahu ! beberapa saat lalu, aku ke suku

__ADS_1


iblis, menemukan bunga ini ! bunga ini tumbuh sendiri di Bai Shui Shan dan gua


jasad yang ditemukan Xiao Yan dulu !”


__ADS_2