Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 123 - Perang Fu Mo


__ADS_3

Di medan


perang, Hua Zi membawa Feng Wei ke barak Di Jun yang sudah disiapkan. Mo Yuan


“Yu Huang, pemimpinnya belum menampakkan diri… besok di medan perang, aku sudah


menyusun formasi” Hua Zi “Mo Yuan, formasimu ini, apa sebelumnya pernah


diterapkan ?” Mo Yuan mengangguk “saat menghadapi Qing Cang” Hua ZI “kalau


begitu tidak bisa digunakan !” Feng Wei “aku akan memberitahu kalian 1 formasi.


Lihat baik-baik…” semua memperhatikan Feng Wei yang merubah tatanan peta pasir


yang sudah dibuat Mo Yuan “nah bagaimana ?” Gun Gun “Niang Qin, bukankah ini


seperti labirin dialam fana ?” Feng Wei mengangguk “Gun Gun masih mengingatnya


!” Gun Gun mengangguk “hanya ada sedikit perbedaan dan sangat kuat” Feng Wei


tersenyum “Gun Gun sangat hebat”.


       Hua Zi membelai kepala Feng Wei “Fu


Ren-ku memang sangat hebat… Mo Yuan, terapkan formasi ini !” Meng Hao “Zheng


Zhu, dimana trik formasi ini ?” Feng Wei cekikikan “shushu, ini bukan trik tapi


perangkap… lihat baik-baik, disetiap sisi ada penolong tersembunyi… jalan


menuju keluar hanya ada di 3 cabang yang mengerucut menjadi 1 cabang. Kalian


hanya akan beradu kekuatan, selama bisa berfikir cepat dan tepat, tidak perlu


kekuatan banyak, kalian akan mengalahkan prajurit musuh. Yang tertinggal hanya


akan ada yang berenergi tinggi, nah itu adalah bagian kalian” semua mengangguk


“Siap, Shen Zhu…” Feng Wei tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya.


       Meng Hao “Zheng Zhu, kapan kau yang


memimpin peperangan ? shushu mau menjadi jenderalmu…” Mu Rong “Di Hou, aku juga


mau…” Feng Wei cekikikan “hihihi… kedua shushu, ini hanya permainan kecil


dialam fana… aku hanya merubahnya sedikit…” Sou Wan “hebat… Hong Ling, aku mau


belajar darimu… kau selalu menyelesaikan masalah dengan mudah, bagaimana kau


bisa mempunyai begitu banyak ide…” Feng Wei berlagak ketakutan dan menggeleng


“Shizu, aku tidak sanggup mengajarimu… kalian kasihanilah aku gadis kecil ini…”


bersembunyi di belakang Hua Zi, Hua Zi segera memeluk erat Feng Wei “eh kau


juga masih bisa disebut gadis kecil…” Feng Wei “tentu saja, aku hanya 27.245


tahun… dibanding kalian, umurku yang paling muda dan tubuhku yang paling kecil”


membuat wajah jenakanya sambil memeletkan lidahnya, membuat semua cekikikan


menggelengkan kepala. Ada Xiao Feng Wei bersama mereka, mereka bisa dengan


santai menghadapi segalanya. Segala ketegangan hilang hanya dengan melihat


senyum manisnya. Seakan-akan, kemenangan sudah ditangan mereka hanya dengan


adanya Feng Wei.


       Hua Zi mengecup bibir Feng Wei “sudah,


jangan nakal… serahkan semuanya pada kami… kau hanya perlu melihat weifu


membawa kemenangan kembali…” Feng Wei mengangguk-angguk antusias. Ling Ling


“Niang Qin, aku akan menemanimu…” Feng Wei menggeleng “aku akan ikut ke medan


perang, aku masih harus menyelesaikan jiwa-jiwa itu…” Gun Gun “baik, tapi Niang

__ADS_1


Qin tidak boleh terlibat perang” Feng Wei menundukkan kepala “menaati perintah


Xiao Di Jun…” membuat semua tersenyum lembut melihat tingkah kekanakannya.


       Semua sudah berkumpul di medan perang,


Hua Zi dan Feng Wei memimpin peperangan, berada di baris terdepan diatas kuda


langit berwarna putih. Dipihak lain, terlihat kuda hitam yang dari hidungnya


keluar nafas berasap. Yang menungganginya adalah seorang pria bertopeng dengan


tanduk di kedua sisi kepalanya. Mo Yuan memulai perbincangan “siapakah anda ?


kenapa mempunyai aura ayahanda Fu Shen ?” Fu Mo tertawa “Mo Yuan, Mo Yuan,


sudah selama ini, apa masih belum sadar akan diriku ? Aku Fu Mo, sangat


berkaitan dengan Fu Shen.” Hua Zi santai “Fu Shen sudah lama tiada, hal yang


samapun akan terjadi padamu”.


       Fu Mo tertawa mengerikan “Dong Hua Zi Fu


Shao Yang Jin, apa kamu kira dengan kekuatanmu bisa mengalahkanku ?” Ye Hua


berusaha mengorek keterangan “apa yang anda inginkan ? kenapa membuat kekacauan


di Si Hai Ba Huang ?” Fu Mo sempat terpana melihat Ye Hua (Fu Shen saat itu


tidak mengetahui kelahiran Ye Hua) “kamu… teratai emas ?”. Fu Mo mendeteksi


aura di tubuh Ye Hua, aura sempurna Fu Shen ada di tubuh Ye Hua langsung


tertawa “hahahahaha… bagus… bagus… ternyata seluruh aura Fu Shen ada di


tubuhmu”.


       Ye Hua melanjutkan “apa yang kamu ketahui


tentang teratai emas ?” Fu Mo berdehem “teratai emas menyimpan jiwa anak kembar


Fu Shen yang tidak selamat dalam rahim Mu Shen. Fu Shen memberikan separuh


Ternyata kamu adalah teratai emas. Aku tidak tahu bagaimana setengah aura Fu


Shen bisa menjadi sempurna di tubuhmu. Aku akan menyedot auramu dan Mo Yuan.


Dengan begitu aku akan menjadi tak terkalahkan hahahahaha…” tertawa mengerikan.


       Fu Mo beralih ke Hua Zi “Dong Hua Zi Fu


Shao Yang Jun, sangat disayang jika aku membunuhmu. Kemampuanmu sungguh sangat


langka. Bagaimana kalau kamu bergabung denganku menguasai Si Hai Ba Huang ?” Hua


Zi menatap sinis menjawab acuh tak acuh “Aku tidak sudi bekerjasama dengan


iblis sepertimu. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu apa tujuanmu. Berani


mengacau di Si Hai Ba Huang, maka kamu akan binasa.” Fu Mo tertawa sombong


“hahaha… Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin, masih saja dingin seperti dulu. Kudengar


kamu sekarang sudah memiliki cinta dan anak-anak. Aku sempat tidak percaya


dengan hal itu. Dari dulu begitu banyak dewi cantik yang menyukaimu, kamu tidak


tergoyahkan. Apa kelebihan seekor rubah kecil hingga bisa menaklukkanmu !”


       Wajah Hua Zi ketika mendengar ‘rubah


kecil’ sempat berubah lembut menatap Feng Wei, namun seketika berubah dingin


kembali. Hua Zi menghadap Fu Mo “aku tidak perlu menjawabmu apalagi menjelaskan


sesuatu padamu. Kamu dan aku adalah lawan, tidak mengenal satu dan yang lain.


Yang ada setelah ini hanya kematianmu” Fu Mo tertawa jenaka “Dong Hua Zi Fu

__ADS_1


Shao Yang Jun, semua tidak dalam kendalimu. Aku akan merubahmu menjadi iblis


sepertiku. Saat itu, kamu sudah tidak dalam kondisi melawanku hahaha…” Hua Zi mencibir


“cih, dalam mimpimu”


       Fu Mo mulai mempersiapkan serangan “Dong


Hua, aku akan melawanmu, tetapi sebelum itu aku akan mengurus Mo Yuan dan Ye


Hua dahulu”. Selesai berkata, Fu Mo maju menyerang Mo Yuan dan Ye Hua. Kelima


pendamping dan pasukan Fu Mo juga maju menyerang. Sementara Dong Hua membiarkan


Mo Yuan dan Ye Hua melawan Fu Mo, dia mengatur perlawanan ke bawahan Fu Mo.


       Fu Mo berkali-kali berusaha menyedot aura


kekuatan Mo Yuan dan Ye Hua, tetapi selalu terpental. Hua Zi juga sudah mulai


menyerang Fu Mo, sesuai prediksi kekuatan Fu Mo jauh diatas Fu Shen tetapi


tetap aura yang sama. Lian Song dan Zhe Yan memimpin murid-murid Mo Yuan dan


prajurit Jiu Jong Tian melawan 5 pendamping dan 100.000 prajurit Fu Mo.


       Fu Mo yang tidak dapat menarik aura Fu


Shen dari Mo Yuan dan Ye Hua mengurung mereka dalam batasan. Mo Yuan dan Ye Hua


tidak dapat menghancurkan batasan karena perbedaan tingkat kekuatan. Fu Mo berusaha


menghindari serangan Hua Zi. Fu Mo mengejar Lian Song yang sama mempunyai wujud


naga. Dengan 1 serangan, Fu Mo berhasil menangkap Lian Song. Sama seperti Mo


Yuan dan Ye Hua, Fu Mo juga tidak dapat menyedot aura Lian Song. Fu Mo bingung


dan mengurung Lian Song dalam batasan juga. Setelah mendapat latihan meditasi


di lautan dari Feng Wei, aura didalam tubuh mereka stabil dan sangat kokoh.


       Fu Mo melawan Hua Zi “Dong Hua Di Jun,


aku tidak tahu kalian menggunakan sihir apa bisa melindungi aura kalian. Aku


akan terlebih dahulu mengubahmu menjadi iblis. Dengan bantuan kekuatanmu, aku


yakin bisa mendapatkan semua aura itu”. Fu Mo dan Hua Zi bertarung sengit,


level kekuatan Hua Zi lebih unggul. (level Hua Zi sudah meningkat pesat berkat pengajaran


langsung dari Feng Wei). Walau Hua Zi lebih unggul tetapi karena ada ketidak


tenangan di hatinya membuat Hua Zi berhasil diserang beberapa kali.


       Fu Mo memanfaatkan kelengahan Hua Zi,


menyerangnya dengan sihir mematikan. Hal itu memancing kemunculan pelindung


emas Feng Wei. Melihat kemunculan pelindung emas membuat Hua Zi berbalik


menatap Feng Wei yang nyengir padanya. Hua Zi tersenyum dan menggelengkan


kepala melihat Feng Wei, kembali bertarung dengan Fu Mo.


       Melihat kehebatan Hua Zi, Fu Mo kembali


menyerang dan mengalirkan aura iblis yang besar, memancing aura iblis Hua Zi. Hua


Zi susah melakukan perlawanan karena begitu banyaknya jiwa-jiwa iblis yang


menyerangnya. Sementara Zhe Yan, Meng Hao, Mu Rong, Gun Gun, dan Jin Cheng yang


memimpin menggunakan formasi Feng Wei, berhasil mengurung dan mengalahkan


100.000 pasukan Fu Mo. Disaat melihat Hua Zi muntah darah merah emas karena


terkena serangan jiwa-jiwa iblis yang semakin banyak menyerangnya, Feng Wei

__ADS_1


mengeluarkan Suo Hun Yu. Tubuh Feng Wei sempat goyah sesaat. Feng Wei melihat


keatas langit yang terdapat kilatan hitam keemasan ‘waktuku tidak banyak…’.


__ADS_2