
Di medan
perang, Hua Zi membawa Feng Wei ke barak Di Jun yang sudah disiapkan. Mo Yuan
“Yu Huang, pemimpinnya belum menampakkan diri… besok di medan perang, aku sudah
menyusun formasi” Hua Zi “Mo Yuan, formasimu ini, apa sebelumnya pernah
diterapkan ?” Mo Yuan mengangguk “saat menghadapi Qing Cang” Hua ZI “kalau
begitu tidak bisa digunakan !” Feng Wei “aku akan memberitahu kalian 1 formasi.
Lihat baik-baik…” semua memperhatikan Feng Wei yang merubah tatanan peta pasir
yang sudah dibuat Mo Yuan “nah bagaimana ?” Gun Gun “Niang Qin, bukankah ini
seperti labirin dialam fana ?” Feng Wei mengangguk “Gun Gun masih mengingatnya
!” Gun Gun mengangguk “hanya ada sedikit perbedaan dan sangat kuat” Feng Wei
tersenyum “Gun Gun sangat hebat”.
Hua Zi membelai kepala Feng Wei “Fu
Ren-ku memang sangat hebat… Mo Yuan, terapkan formasi ini !” Meng Hao “Zheng
Zhu, dimana trik formasi ini ?” Feng Wei cekikikan “shushu, ini bukan trik tapi
perangkap… lihat baik-baik, disetiap sisi ada penolong tersembunyi… jalan
menuju keluar hanya ada di 3 cabang yang mengerucut menjadi 1 cabang. Kalian
hanya akan beradu kekuatan, selama bisa berfikir cepat dan tepat, tidak perlu
kekuatan banyak, kalian akan mengalahkan prajurit musuh. Yang tertinggal hanya
akan ada yang berenergi tinggi, nah itu adalah bagian kalian” semua mengangguk
“Siap, Shen Zhu…” Feng Wei tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya.
Meng Hao “Zheng Zhu, kapan kau yang
memimpin peperangan ? shushu mau menjadi jenderalmu…” Mu Rong “Di Hou, aku juga
mau…” Feng Wei cekikikan “hihihi… kedua shushu, ini hanya permainan kecil
dialam fana… aku hanya merubahnya sedikit…” Sou Wan “hebat… Hong Ling, aku mau
belajar darimu… kau selalu menyelesaikan masalah dengan mudah, bagaimana kau
bisa mempunyai begitu banyak ide…” Feng Wei berlagak ketakutan dan menggeleng
“Shizu, aku tidak sanggup mengajarimu… kalian kasihanilah aku gadis kecil ini…”
bersembunyi di belakang Hua Zi, Hua Zi segera memeluk erat Feng Wei “eh kau
juga masih bisa disebut gadis kecil…” Feng Wei “tentu saja, aku hanya 27.245
tahun… dibanding kalian, umurku yang paling muda dan tubuhku yang paling kecil”
membuat wajah jenakanya sambil memeletkan lidahnya, membuat semua cekikikan
menggelengkan kepala. Ada Xiao Feng Wei bersama mereka, mereka bisa dengan
santai menghadapi segalanya. Segala ketegangan hilang hanya dengan melihat
senyum manisnya. Seakan-akan, kemenangan sudah ditangan mereka hanya dengan
adanya Feng Wei.
Hua Zi mengecup bibir Feng Wei “sudah,
jangan nakal… serahkan semuanya pada kami… kau hanya perlu melihat weifu
membawa kemenangan kembali…” Feng Wei mengangguk-angguk antusias. Ling Ling
“Niang Qin, aku akan menemanimu…” Feng Wei menggeleng “aku akan ikut ke medan
perang, aku masih harus menyelesaikan jiwa-jiwa itu…” Gun Gun “baik, tapi Niang
__ADS_1
Qin tidak boleh terlibat perang” Feng Wei menundukkan kepala “menaati perintah
Xiao Di Jun…” membuat semua tersenyum lembut melihat tingkah kekanakannya.
Semua sudah berkumpul di medan perang,
Hua Zi dan Feng Wei memimpin peperangan, berada di baris terdepan diatas kuda
langit berwarna putih. Dipihak lain, terlihat kuda hitam yang dari hidungnya
keluar nafas berasap. Yang menungganginya adalah seorang pria bertopeng dengan
tanduk di kedua sisi kepalanya. Mo Yuan memulai perbincangan “siapakah anda ?
kenapa mempunyai aura ayahanda Fu Shen ?” Fu Mo tertawa “Mo Yuan, Mo Yuan,
sudah selama ini, apa masih belum sadar akan diriku ? Aku Fu Mo, sangat
berkaitan dengan Fu Shen.” Hua Zi santai “Fu Shen sudah lama tiada, hal yang
samapun akan terjadi padamu”.
Fu Mo tertawa mengerikan “Dong Hua Zi Fu
Shao Yang Jin, apa kamu kira dengan kekuatanmu bisa mengalahkanku ?” Ye Hua
berusaha mengorek keterangan “apa yang anda inginkan ? kenapa membuat kekacauan
di Si Hai Ba Huang ?” Fu Mo sempat terpana melihat Ye Hua (Fu Shen saat itu
tidak mengetahui kelahiran Ye Hua) “kamu… teratai emas ?”. Fu Mo mendeteksi
aura di tubuh Ye Hua, aura sempurna Fu Shen ada di tubuh Ye Hua langsung
tertawa “hahahahaha… bagus… bagus… ternyata seluruh aura Fu Shen ada di
tubuhmu”.
Ye Hua melanjutkan “apa yang kamu ketahui
tentang teratai emas ?” Fu Mo berdehem “teratai emas menyimpan jiwa anak kembar
Fu Shen yang tidak selamat dalam rahim Mu Shen. Fu Shen memberikan separuh
Ternyata kamu adalah teratai emas. Aku tidak tahu bagaimana setengah aura Fu
Shen bisa menjadi sempurna di tubuhmu. Aku akan menyedot auramu dan Mo Yuan.
Dengan begitu aku akan menjadi tak terkalahkan hahahahaha…” tertawa mengerikan.
Fu Mo beralih ke Hua Zi “Dong Hua Zi Fu
Shao Yang Jun, sangat disayang jika aku membunuhmu. Kemampuanmu sungguh sangat
langka. Bagaimana kalau kamu bergabung denganku menguasai Si Hai Ba Huang ?” Hua
Zi menatap sinis menjawab acuh tak acuh “Aku tidak sudi bekerjasama dengan
iblis sepertimu. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu apa tujuanmu. Berani
mengacau di Si Hai Ba Huang, maka kamu akan binasa.” Fu Mo tertawa sombong
“hahaha… Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin, masih saja dingin seperti dulu. Kudengar
kamu sekarang sudah memiliki cinta dan anak-anak. Aku sempat tidak percaya
dengan hal itu. Dari dulu begitu banyak dewi cantik yang menyukaimu, kamu tidak
tergoyahkan. Apa kelebihan seekor rubah kecil hingga bisa menaklukkanmu !”
Wajah Hua Zi ketika mendengar ‘rubah
kecil’ sempat berubah lembut menatap Feng Wei, namun seketika berubah dingin
kembali. Hua Zi menghadap Fu Mo “aku tidak perlu menjawabmu apalagi menjelaskan
sesuatu padamu. Kamu dan aku adalah lawan, tidak mengenal satu dan yang lain.
Yang ada setelah ini hanya kematianmu” Fu Mo tertawa jenaka “Dong Hua Zi Fu
__ADS_1
Shao Yang Jun, semua tidak dalam kendalimu. Aku akan merubahmu menjadi iblis
sepertiku. Saat itu, kamu sudah tidak dalam kondisi melawanku hahaha…” Hua Zi mencibir
“cih, dalam mimpimu”
Fu Mo mulai mempersiapkan serangan “Dong
Hua, aku akan melawanmu, tetapi sebelum itu aku akan mengurus Mo Yuan dan Ye
Hua dahulu”. Selesai berkata, Fu Mo maju menyerang Mo Yuan dan Ye Hua. Kelima
pendamping dan pasukan Fu Mo juga maju menyerang. Sementara Dong Hua membiarkan
Mo Yuan dan Ye Hua melawan Fu Mo, dia mengatur perlawanan ke bawahan Fu Mo.
Fu Mo berkali-kali berusaha menyedot aura
kekuatan Mo Yuan dan Ye Hua, tetapi selalu terpental. Hua Zi juga sudah mulai
menyerang Fu Mo, sesuai prediksi kekuatan Fu Mo jauh diatas Fu Shen tetapi
tetap aura yang sama. Lian Song dan Zhe Yan memimpin murid-murid Mo Yuan dan
prajurit Jiu Jong Tian melawan 5 pendamping dan 100.000 prajurit Fu Mo.
Fu Mo yang tidak dapat menarik aura Fu
Shen dari Mo Yuan dan Ye Hua mengurung mereka dalam batasan. Mo Yuan dan Ye Hua
tidak dapat menghancurkan batasan karena perbedaan tingkat kekuatan. Fu Mo berusaha
menghindari serangan Hua Zi. Fu Mo mengejar Lian Song yang sama mempunyai wujud
naga. Dengan 1 serangan, Fu Mo berhasil menangkap Lian Song. Sama seperti Mo
Yuan dan Ye Hua, Fu Mo juga tidak dapat menyedot aura Lian Song. Fu Mo bingung
dan mengurung Lian Song dalam batasan juga. Setelah mendapat latihan meditasi
di lautan dari Feng Wei, aura didalam tubuh mereka stabil dan sangat kokoh.
Fu Mo melawan Hua Zi “Dong Hua Di Jun,
aku tidak tahu kalian menggunakan sihir apa bisa melindungi aura kalian. Aku
akan terlebih dahulu mengubahmu menjadi iblis. Dengan bantuan kekuatanmu, aku
yakin bisa mendapatkan semua aura itu”. Fu Mo dan Hua Zi bertarung sengit,
level kekuatan Hua Zi lebih unggul. (level Hua Zi sudah meningkat pesat berkat pengajaran
langsung dari Feng Wei). Walau Hua Zi lebih unggul tetapi karena ada ketidak
tenangan di hatinya membuat Hua Zi berhasil diserang beberapa kali.
Fu Mo memanfaatkan kelengahan Hua Zi,
menyerangnya dengan sihir mematikan. Hal itu memancing kemunculan pelindung
emas Feng Wei. Melihat kemunculan pelindung emas membuat Hua Zi berbalik
menatap Feng Wei yang nyengir padanya. Hua Zi tersenyum dan menggelengkan
kepala melihat Feng Wei, kembali bertarung dengan Fu Mo.
Melihat kehebatan Hua Zi, Fu Mo kembali
menyerang dan mengalirkan aura iblis yang besar, memancing aura iblis Hua Zi. Hua
Zi susah melakukan perlawanan karena begitu banyaknya jiwa-jiwa iblis yang
menyerangnya. Sementara Zhe Yan, Meng Hao, Mu Rong, Gun Gun, dan Jin Cheng yang
memimpin menggunakan formasi Feng Wei, berhasil mengurung dan mengalahkan
100.000 pasukan Fu Mo. Disaat melihat Hua Zi muntah darah merah emas karena
terkena serangan jiwa-jiwa iblis yang semakin banyak menyerangnya, Feng Wei
__ADS_1
mengeluarkan Suo Hun Yu. Tubuh Feng Wei sempat goyah sesaat. Feng Wei melihat
keatas langit yang terdapat kilatan hitam keemasan ‘waktuku tidak banyak…’.