
Bab 411 –
Ayah Hao Cun menemui Shen Yao “Shen Yao, masalah sudah
selesai, sudah saatnya kembali !” Shen Yao menggeleng “paman, kembalilah !
beritahu para orang tua itu, jangan menggangguku, waktu bermainku belum
berakhir.” Ayah Hao Cun mengerutkan keningnya “Shen Yao, walau semua sudah
terselesaikan, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada kejadian lagi. Lagipula
Wang Jun sudah menurunkan perintah membawamu kembali” Shen Yao acuh tak acuh
“paman, Wang Jun memerintahmu, jalankan saja ! bukankah Wang Jun menyuruhmu
membawa pulang Putri Mahkota, ya lakukan saja. Aku saat ini hanya Shen Yao,
sang pengelana”
Ayah Hao Cun menggeleng “Wang Jun-mu akan mengamuk. Kau
sudah melarangnya sekali, sekarang tidak mau kembali, apa yang akan terjadi ?
haih… Shen Yao, kau dan Tian Guang…” Shen Yao menghela nafas “paman, kau sudah
mengetahui ceritanya, aku berhutang budi padanya !” Ayah Hao Cun menasehati
“Shen Yao, paman sudah melihat Tian Guang adalah anak yang baik… selama disini,
perhatiannya padamu, paman dapat melihat ketulusannya dengan jelas. Shen Yao,
hiduplah demi dirimu sendiri sekali. Kau masih ingin bermain, bermainlah,
baik-baik hargai ketulusan Tian Guang, bukalah hatimu” Shen Yao menggeleng
“kalian semua sangat ribut !” Ayah Hao Cun tersenyum.
Ayah Hao Cun “Shen Yao, paman sudah membawa kuda-kuda
kalian, kudamu yang terluka sebelumnya sudah pulih, akan paman bawa kembali.
Persediaan kalian juga sudah paman atur. Apa yang kau butuhkan ?” Shen Yao
menggeleng “paman, aku bukan mau pergi berperang. Semua ini sudah sangat
berlebihan.” Ayah Hao Cun “apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?” Shen Yao “hanya melanjutkan yang sebelumnya
kulakukan ! paman, berikan surat ini pada Paman Kaisar, beritahukan padanya
hukumannya akan bertambah 10x lipat karena kenakalannya” Ayah Hao Cun cekikikan
“kau sudah tidak berminat melepasnya lagi kan !” Shen Yao memainkan wajahnya.
Tabib kembali memeriksa semua, memastikan kondisi semuanya
“Putri, luka anda sebelumnya sudah pulih. Pakaikan saleb ini untuk
menghilangkan bekas lukanya”. Merekapun melanjutkan perjalanan “Shen Yao, kita
belum merayakan ulang tahunmu… walaupun sudah agak terlambat, tapi kami ingin
merayakannya !” Hui Shi menyesali hal yang sudah terjadi. Shen Yao “hmm… karena
sebelumnya di air terjun, bagaimana kalau mencari lokasi air terjun lagi ? aku
masih ingin bermain dengan kunang-kunang” Tian Guang “air terjun dekat sini
hmm… air terjun tidak ada, tapi ada mata air hangat… sangat nyaman buat
berendam !” Shen Yao berbinar “baik-baik, aku ingin melihatnya…”
__ADS_1
Perjalanan mereka berlangsung lancar, walaupun juga menemui
sedikit masalah, tapi semua dapat diselesaikan dengan baik. 2 tahun lebih
mereka berkeliling, kembali ketika Shen Yao akan berusia 16 tahun. Kaisar sudah
berulang kali memanggilnya kembali, tidak dapat lagi membendung kerinduannya.
Shen Yao kembali sudah menjadi gadis cantik di usia mekarnya bunga. Wang Jun
yang sudah tidak sabar, terus pengutus pengawal untuk mencari tahu posisi
terkini Shen Yao.
“aih kukatakan padamu… anakmu itu sudah memiliki kekasih…”
Paman Kaisar mengejek “diam… Yao er hanya milikku !” Kaisar emosi. Kakek Kaisar
mencibir “cih, tidak pernah melihatmu begini emosi. Kemana perginya
ketenanganmu itu ? kenapa setelah memiliki putri, kau sudah berubah menjadi
orang lain ?” Kaisar “Yao er adalah putri kesayanganku, aku tidak akan
membiarkan siapapun merebutnya dariku !” Paman Kaisar berdecak “cih, jika
memiliki kemampuan, hentikanlah Shen Yao. Kau disini marah-marah juga tidak ada
gunanya. Setelah bertemu Shen Yao, kau akan kembali menjadi kucing tua cih…”
“Paman…” Kaisar menghardik.
Permaisuri menenangkan “sudah… sudah… Yao er kembali hari
ini. Jika melihat kalian bertengkar, kalianlah yang akan menerima akibatnya…
Wang Jun, jangan emosi lagi, apa kau ingin Yao er kesal karenamu !”
menepuk-nepuk pundak Kaisar “kenapa dia belum masuk juga. Yao er…” Paman Kaisar
terbaik untuk menikah. Kakak bagaimana menurutmu ? Chen Tian Guang itu sangat
mandiri. Di usia mudanya, prestasinya sudah terdengar dimana-mana. Perjalanan
kali ini, dengar-dengar Chen Tian Guang sangat memanjakan Shen Yao. Sebaiknya
atur saja pernikahan mereka secepatnya…” “tidak… tidak akan…” Kaisar kesal.
Kakek Kaisar menegur “anak sudah besar memang sudah saatnya
menikah. Apa yang kau fikirkan ? apa kau mau menyengsarakan anakmu hanya karena
cintamu yang tidak pada tempatnya itu !” Kaisar cemberut “Yao er ku…”
Permaisuri tersenyum lembut “Wang Jun, Yao er akan selamanya menjadi Yao er
kita. Menikah ataupun tidak menikah, tidak akan merubah itu semua…” “eh belum
tentu…” Paman Kaisar menyela “jika ayahnya ini terus menahannya, hati-hati Shen
Yao akan kabur… eh tidak, tidak mungkin Shen Yao kabur… yang benar, Shen Yao
akan membuangmu ke antah berantah sana hahaha…”
Di lain tempat, Tian Guang cemberut sepanjang hari, yang
lain menertawakannya. Mendekati gerbang ibukota, Tian Guang menarik Shen Yao
menjauhi lainnya “Shen Yao…” memeluknya di tempat terpencil, tertutup dari
pandangan yang lain. Tian Guang tidak mau melepas pelukan “Shen Yao, menikahlah
__ADS_1
dengaku !” Shen Yao terkejut “Tuan Muda Chen, mana ada yang melamar sepertimu
ini !” Tian Guang merengek “Shen Yao, kapan kau memberiku jawaban ?” sudah
tidak sabar menunggu.
Tian
Guang sudah beberapa kali mengajak Shen Yao menikah, karena takut setelah
kembali mereka akan berpisah. Setelah mengenal Shen Yao, Tian Guang menemukan
kelemahan Shen Yao yang selalu menepati kata-katanya sendiri. Bagi Tian Guang,
selama bisa mendapat persetujuan Shen Yao, tidak ada yang perlu
dikhawatirkannya lagi.
Shen
Yao tersenyum “berikan kejutan pada ulang tahunku dan aku akan menjawabmu,
bagaimana ?” Tian Guang “baik… Shen Yao, bagaimana kita bertemu ? aku akan
sangat merindukanmu !” Shen Yao “hmm… aku akan sibuk di istana, sementara tidak
bisa bertemu.” Tian Guang cemberut “beberapa hari lagi aku akan keluar istana,
Kakek Li sana juga sudah menunggu” Tuan Guang “Kakek Li ? maksudmu Kakek Li
Suen ?” Shen Yao mengangguk “janji 3 tahun sudah hampir tiba !” Tian Guang
“baik, aku akan menunggumu. Ah aku tidak rela berpisah darimu… aku ingin segera
menikahimu dan menjagamu disisiku selamanya” Shen Yao cekikikan “tampaknya kau
akan bertemu pesaing terberatmu hihihi…”
Tian
Guang menggeleng dengan senyuman “dia bukanlah sainganku… tugasnya hanyalah
mengantarkan istriku ini ke hadapanku !” Shen Yao cekikikan “jika berani,
lakukanlah hahaha !” Tian Guang kembali memeluknya “kau tahu, demi dirimu, aku
bisa melakukan apapun !” Shen Yao “Tuan Muda Chen, dulu kau seorang pendiam,
kenapa sekarang berubah jadi sangat cerewet ?” Tian Guang “hmm… dulu aku hanya
sedang memikirkan bagaimana mendapatkan istriku ini. Sekarang aku sudah
mendapatkan istriku. Aku hanya ingin selalu bersamanya” Shen Yao tertawa
terbahak-bahak “Tuan Muda Chen, kau betul-betul tidak tahu malu hahaha…”
“Nona
Besar-ku, semua menunggumu dan kau sibuk memadu kasih disini !” sebuah suara
mematahkan perbincangan mereka. Tian Guang tidak melepas pelukannya, hanya
melirik dingin kearah suara “kenapa kakek tua datang ke tempat ini ?” Shen Yao
bertanya dari dalam pelukan Tian Guang “haih mau bagaimana lagi… Tuan Besar-mu
itu sudah hampir membanjiri rumah. Aku tidak kesini, aku akan tenggelam
olehnya” Shen Yao cekikikan “sudah, aku harus kembali…” Tian Guang cemberut
“aku tidak rela…” Shen Yao menghela nafas “haih menurutlah, pria tua itu juga
__ADS_1
membutuhkanku… bagaimana jika ibukota banjir hahaha…” melepas Tian Guang dan
berjalan masuk gerbang.