Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 411 - Tian Guang yang gelisah


__ADS_3

Bab 411 –


          Ayah Hao Cun menemui Shen Yao “Shen Yao, masalah sudah


selesai, sudah saatnya kembali !” Shen Yao menggeleng “paman, kembalilah !


beritahu para orang tua itu, jangan menggangguku, waktu bermainku belum


berakhir.” Ayah Hao Cun mengerutkan keningnya “Shen Yao, walau semua sudah


terselesaikan, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada kejadian lagi. Lagipula


Wang Jun sudah menurunkan perintah membawamu kembali” Shen Yao acuh tak acuh


“paman, Wang Jun memerintahmu, jalankan saja ! bukankah Wang Jun menyuruhmu


membawa pulang Putri Mahkota, ya lakukan saja. Aku saat ini hanya Shen Yao,


sang pengelana”


          Ayah Hao Cun menggeleng “Wang Jun-mu akan mengamuk. Kau


sudah melarangnya sekali, sekarang tidak mau kembali, apa yang akan terjadi ?


haih… Shen Yao, kau dan Tian Guang…” Shen Yao menghela nafas “paman, kau sudah


mengetahui ceritanya, aku berhutang budi padanya !” Ayah Hao Cun menasehati


“Shen Yao, paman sudah melihat Tian Guang adalah anak yang baik… selama disini,


perhatiannya padamu, paman dapat melihat ketulusannya dengan jelas. Shen Yao,


hiduplah demi dirimu sendiri sekali. Kau masih ingin bermain, bermainlah,


baik-baik hargai ketulusan Tian Guang, bukalah hatimu” Shen Yao menggeleng


“kalian semua sangat ribut !” Ayah Hao Cun tersenyum.


          Ayah Hao Cun “Shen Yao, paman sudah membawa kuda-kuda


kalian, kudamu yang terluka sebelumnya sudah pulih, akan paman bawa kembali.


Persediaan kalian juga sudah paman atur. Apa yang kau butuhkan ?” Shen Yao


menggeleng “paman, aku bukan mau pergi berperang. Semua ini sudah sangat


berlebihan.” Ayah Hao Cun “apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?”  Shen Yao “hanya melanjutkan yang sebelumnya


kulakukan ! paman, berikan surat ini pada Paman Kaisar, beritahukan padanya


hukumannya akan bertambah 10x lipat karena kenakalannya” Ayah Hao Cun cekikikan


“kau sudah tidak berminat melepasnya lagi kan !” Shen Yao memainkan wajahnya.


          Tabib kembali memeriksa semua, memastikan kondisi semuanya


“Putri, luka anda sebelumnya sudah pulih. Pakaikan saleb ini untuk


menghilangkan bekas lukanya”. Merekapun melanjutkan perjalanan “Shen Yao, kita


belum merayakan ulang tahunmu… walaupun sudah agak terlambat, tapi kami ingin


merayakannya !” Hui Shi menyesali hal yang sudah terjadi. Shen Yao “hmm… karena


sebelumnya di air terjun, bagaimana kalau mencari lokasi air terjun lagi ? aku


masih ingin bermain dengan kunang-kunang” Tian Guang “air terjun dekat sini


hmm… air terjun tidak ada, tapi ada mata air hangat… sangat nyaman buat


berendam !” Shen Yao berbinar “baik-baik, aku ingin melihatnya…”

__ADS_1


          Perjalanan mereka berlangsung lancar, walaupun juga menemui


sedikit masalah, tapi semua dapat diselesaikan dengan baik. 2 tahun lebih


mereka berkeliling, kembali ketika Shen Yao akan berusia 16 tahun. Kaisar sudah


berulang kali memanggilnya kembali, tidak dapat lagi membendung kerinduannya.


Shen Yao kembali sudah menjadi gadis cantik di usia mekarnya bunga. Wang Jun


yang sudah tidak sabar, terus pengutus pengawal untuk mencari tahu posisi


terkini Shen Yao.


          “aih kukatakan padamu… anakmu itu sudah memiliki kekasih…”


Paman Kaisar mengejek “diam… Yao er hanya milikku !” Kaisar emosi. Kakek Kaisar


mencibir “cih, tidak pernah melihatmu begini emosi. Kemana perginya


ketenanganmu itu ? kenapa setelah memiliki putri, kau sudah berubah menjadi


orang lain ?” Kaisar “Yao er adalah putri kesayanganku, aku tidak akan


membiarkan siapapun merebutnya dariku !” Paman Kaisar berdecak “cih, jika


memiliki kemampuan, hentikanlah Shen Yao. Kau disini marah-marah juga tidak ada


gunanya. Setelah bertemu Shen Yao, kau akan kembali menjadi kucing tua cih…”


“Paman…” Kaisar menghardik.


          Permaisuri menenangkan “sudah… sudah… Yao er kembali hari


ini. Jika melihat kalian bertengkar, kalianlah yang akan menerima akibatnya…


Wang Jun, jangan emosi lagi, apa kau ingin Yao er kesal karenamu !”


menepuk-nepuk pundak Kaisar “kenapa dia belum masuk juga. Yao er…” Paman Kaisar


terbaik untuk menikah. Kakak bagaimana menurutmu ? Chen Tian Guang itu sangat


mandiri. Di usia mudanya, prestasinya sudah terdengar dimana-mana. Perjalanan


kali ini, dengar-dengar Chen Tian Guang sangat memanjakan Shen Yao. Sebaiknya


atur saja pernikahan mereka secepatnya…” “tidak… tidak akan…” Kaisar kesal.


          Kakek Kaisar menegur “anak sudah besar memang sudah saatnya


menikah. Apa yang kau fikirkan ? apa kau mau menyengsarakan anakmu hanya karena


cintamu yang tidak pada tempatnya itu !” Kaisar cemberut “Yao er ku…”


Permaisuri tersenyum lembut “Wang Jun, Yao er akan selamanya menjadi Yao er


kita. Menikah ataupun tidak menikah, tidak akan merubah itu semua…” “eh belum


tentu…” Paman Kaisar menyela “jika ayahnya ini terus menahannya, hati-hati Shen


Yao akan kabur… eh tidak, tidak mungkin Shen Yao kabur… yang benar, Shen Yao


akan membuangmu ke antah berantah sana hahaha…”


          Di lain tempat, Tian Guang cemberut sepanjang hari, yang


lain menertawakannya. Mendekati gerbang ibukota, Tian Guang menarik Shen Yao


menjauhi lainnya “Shen Yao…” memeluknya di tempat terpencil, tertutup dari


pandangan yang lain. Tian Guang tidak mau melepas pelukan “Shen Yao, menikahlah

__ADS_1


dengaku !” Shen Yao terkejut “Tuan Muda Chen, mana ada yang melamar sepertimu


ini !” Tian Guang merengek “Shen Yao, kapan kau memberiku jawaban ?” sudah


tidak sabar menunggu.


Tian


Guang sudah beberapa kali mengajak Shen Yao menikah, karena takut setelah


kembali mereka akan berpisah. Setelah mengenal Shen Yao, Tian Guang menemukan


kelemahan Shen Yao yang selalu menepati kata-katanya sendiri. Bagi Tian Guang,


selama bisa mendapat persetujuan Shen Yao, tidak ada yang perlu


dikhawatirkannya lagi.


Shen


Yao tersenyum “berikan kejutan pada ulang tahunku dan aku akan menjawabmu,


bagaimana ?” Tian Guang “baik… Shen Yao, bagaimana kita bertemu ? aku akan


sangat merindukanmu !” Shen Yao “hmm… aku akan sibuk di istana, sementara tidak


bisa bertemu.” Tian Guang cemberut “beberapa hari lagi aku akan keluar istana,


Kakek Li sana juga sudah menunggu” Tuan Guang “Kakek Li ? maksudmu Kakek Li


Suen ?” Shen Yao mengangguk “janji 3 tahun sudah hampir tiba !” Tian Guang


“baik, aku akan menunggumu. Ah aku tidak rela berpisah darimu… aku ingin segera


menikahimu dan menjagamu disisiku selamanya” Shen Yao cekikikan “tampaknya kau


akan bertemu pesaing terberatmu hihihi…”


Tian


Guang menggeleng dengan senyuman “dia bukanlah sainganku… tugasnya hanyalah


mengantarkan istriku ini ke hadapanku !” Shen Yao cekikikan “jika berani,


lakukanlah hahaha !” Tian Guang kembali memeluknya “kau tahu, demi dirimu, aku


bisa melakukan apapun !” Shen Yao “Tuan Muda Chen, dulu kau seorang pendiam,


kenapa sekarang berubah jadi sangat cerewet ?” Tian Guang “hmm… dulu aku hanya


sedang memikirkan bagaimana mendapatkan istriku ini. Sekarang aku sudah


mendapatkan istriku. Aku hanya ingin selalu bersamanya” Shen Yao tertawa


terbahak-bahak “Tuan Muda Chen, kau betul-betul tidak tahu malu hahaha…”


“Nona


Besar-ku, semua menunggumu dan kau sibuk memadu kasih disini !” sebuah suara


mematahkan perbincangan mereka. Tian Guang tidak melepas pelukannya, hanya


melirik dingin kearah suara “kenapa kakek tua datang ke tempat ini ?” Shen Yao


bertanya dari dalam pelukan Tian Guang “haih mau bagaimana lagi… Tuan Besar-mu


itu sudah hampir membanjiri rumah. Aku tidak kesini, aku akan tenggelam


olehnya” Shen Yao cekikikan “sudah, aku harus kembali…” Tian Guang cemberut


“aku tidak rela…” Shen Yao menghela nafas “haih menurutlah, pria tua itu juga

__ADS_1


membutuhkanku… bagaimana jika ibukota banjir hahaha…” melepas Tian Guang dan


berjalan masuk gerbang.


__ADS_2