
Budha “Shen Zhu sudah
kultivasi…” memeriksa nadi Feng Wei. Semua cemas melihat Feng Wei kecil yang
terbaring lemah dan pucat tanpa ada warna darah di wajahnya. Bai Qian
“bagaimana raga Hong Ling ?” Budha menghela nafas “Xiao Ya Tou, seumur hidup
ini aku tidak pernah menemui yang seperti kau ini. Budimu pada alam semesta
ini, kau mau bagaimana semesta membalas karma baikmu !” Zuo Zun “jangan katakan
apapun, bawa mereka ke Bi Hai Cang Ling” semua segera menghilang ke Bi Hai Cang
Ling.
Setelah mengatur Feng Wei dan ketujuh telur, Zuo Zun
membawa permata pelangi dan menghancurkannya di tengah hamparan Bi Hai Cang
Ling. Satu cahaya pelangi keluar dari permata hancur, melesat keluar jiejue Hua
Zi, membentuk 1 lapisan jiejue pelangi membungkus Bi Hai Cang Ling. Budha
menatap lapisan jiejue pelangi “haih masih kecil tapi ketelitiannya tidak
berkurang… hei gadis kecil, bisa tidak kau tidak sesempurna itu, bahkan aku
yang menjadi Budha saja tidak bisa tidak tunduk padamu…” Zuo Zun “hihihi jangan
sampai meninggalkan pencapaian sempurnamu…” You Zun ikut cekikikan “hihihi
dihadapan gadis kecil ini, siapa yang bisa tidak terpukau”.
Jin Chen “bagaimana mencari Hong Ling niang dialam fana ?”
Budha “perhatikan fenomena langit, kelahirannya pasti menimbulkan efek” Zuo Zun
“ingat ! jangan mengganggu kultivasinya…” You Zun “segala perubahan yang
terjadi akan mempengaruhi kesembuhannya” Hua Zi mengangguk “aku akan langsung
turun… Feng Wei dan ketujuhnya sudah aman disini !” sebelumnya, atas perintah
Hua Zi, Gun Gun dan Chong Lin sudah mengatur tempat peristirahat kedelapannya,
ditempat terbaik menerima aura Bi Hai Cang Ling.
Semua bergegas ke alam fana, mencari petunjuk keberadaan
Feng Wei dan ketujuh hewan. Di atas langit kerajaan Ming, terdapat aurora 7
warna pelangi “disana, kemungkinan akan lahir beberapa saat lagi…” semua segera
bergegas ke Kerajaan Ming. Zuo Zun “3 sudah lahir…” You Zun mengangguk “Di Jun,
kami akan melihat keberadaan lainnya… saat ini harusnya Huo Feng belum lahir,
anda bisa coba mencarinya di lingkungan istana… identitasnya tidak mungkin
rakyat biasa…” Hua Zi mengangguk, segera ke istana.
Setelah memastikan kelahiran ketujuh hewan, yang sudah
berubah menjadi 4 bayi laki-laki dan 3 bayi perempuan, kedua Zun Wang kembali
ke Hua Zi “bagaimana ? sudah menemukannya ?” Hua Zi menggeleng “belum… wanita
itu memiliki auranya, tapi belum ada Feng Wei” kedua Zun Wang mengangguk
“mungkin agak lambat, ketujuhnya sudah lahir… Huo Feng akan segera muncul.”
Setelah kelahiran ketujuh bayi, dilangit muncul aurora berbentuk feng wei hua,
menerangi satu sisi gubuk kecil diluar istana. Zuo Zun “Huo Feng sudah turun…”
You Zun “aku akan melihatnya di Bi Hai Cang Ling…”.
__ADS_1
Kelahiran Feng Wei sebagai Putri Shen Yang Guang Kerajaan
Ming, yang disembunyikan keberadaannya, untuk melindunginya. Saat kelahirannya,
matahari bersinar terang dan terdapat tanda matahari bulat sempurna di
keningnya. Hua Zi selalu berada di sisinya menemani, bayi mungil seperti dapat
merasakan keberadaannya, tersenyum manis melihat kearahnya, membuat ibu dan
bidan kebingungan. Putri Shen Yang Guang tidak hidup dalam kemewahan dan
kemanjaan. Dari kecil, ayahanda Raja sudah mengutus guru-guru terbaik untuknya.
Sebagai seorang putri, Yang Guang dibesarkan bak pangeran atau prajurit perang.
Berbagai macam luka didapatnya dari latihan dan pengajaran keras guru-gurunya.
Hua Zi menitikkan air mata melihat perjuangan putri kecil.
Setiap putri kecil tidur, Hua Zi akan muncul dan mengobati luka-lukanya. Sering
membawanya tidur bersama, tetapi selalu menghilang sebelum putri kecil
terbangun. Di usia 10 tahun, kekuatan Putri Shen Yang Guang sudah bisa
mengalahkan semua gurunya. Ayahanda raja yang berdalih berjalan patroli untuk
mengetahui kehidupan rakyatnya, untuk pertama kali menemui Putri Shen Yang
Guang “putriku, apa kau menyalahkan ayahanda ?” Yang Guang menggeleng “kenapa
mau menyalahkan ? walau tidak hidup di dalam istana, tapi aku bisa hidup bebas
tanpa terkungkung dalam sangkar emas itu” Raja membelai kepala putrinya “putri
kecilku sudah tumbuh besar… apa yang kau inginkan ?” Yang Guang menggeleng “aku
tidak menginginkan apapun dari istana itu. Ayahanda, karena aku sudah
menyelesaikan semua pengajaran yang anda inginkan, aku ingin keluar dari sini”
Setelah berfikir beberapa saat, raja mengangguk “baiklah,
tapi aku punya syarat !” Yang Guang berbinar “syarat apa ?” Raja “Yang Guang,
kau harus berpakaian pria, tutupi tanda lahirmu, jangan ada yang mengetahui
identitasmu…” Yang Guang langsung mengiyakan “dan kau harus ke ibukota tepatnya
ke istana saat berusia 15 tahun” Yang Guang menyipitkan matanya “ayahanda tidak
akan menyuruhku masuk dan terkungkung dalam sarang emas itu kan ?” Raja
cekikikan “kau sangat mirip seperti ibumu… Yang Guang, apakah kau tidak ingin
menjadi seorang Putri ?” Yang Guang menggeleng “tidak tertarik…” Raja tertawa
terbahak-bahak “benar benar, inilah sifat kalian yang paling kusukai…” Yang
Guang memainkan bibirnya acuh tak acuh.
Raja berwajah serius “putriku sayang, ayahanda ingin
meminta pertolongan darimu…” Yang Guang mengerutkan keningnya “tidak
mengungkungku…” Raja tersenyum “sayangku, kau adalah satu-satunya putri yang kuakui…
Yang Guang, ayah akan menyerahkan tahta padamu…” Yang Guang menggeleng “tidak
mau…” Raja tersenyum puas “sayang, ayah tahu kau menyukai kebebasan… tapi
dengan keberadaanmu sebagai pemimpin, kau bisa menolong banyak orang…” Yang
Guang kesal “tidak… tidak… tidak…” Raja membujuk “begini saja, ayah
menantangmu…” Yang Guang “hmm…”
__ADS_1
Raja “saat ini usiamu 10 tahun. Kau mempunyai waktu 5
tahun, bangun kekuatanmu sendiri… saat usia 15 tahun, kau akan tetap masuk
istana sebagai prajurit bersama pasukanmu… jika dalam 2 tahun, kau bisa
membersihkan istana, maka kau akan memperoleh kebebasanmu… tapi jika kau gagal,
maka kau harus mengambil posisimu sebagai pengganti ayah, menjadi ratu di
Kerajaan Ming” Yang Guang menyipitkan matanya “tidak ada permintaan lain lagi
?” Raja menggeleng “baik, sepakat… tapi sampai saatnya, ayah tidak boleh ingkar
janji…” Raja “ucapan raja tidak akan ingkar…” Yang Guang mengangguk “baik…”
dengan tegas.
Melihat punggung putrinya yang menjauh, ada senyum bangga
di bibir sang raja dan selirnya “apakah baik seperti ini ?” Raja “Rin er, kita
sudah mendidiknya dengan sangat baik, dia akan siap menghadapi segalanya.”
“tapi dia masih kecil…” “Rui er, kau tahu kehidupan menyeramkan di istana… aku
bangga putriku satu-satunya bisa melindungi dirinya sendiri di usia mudanya.
Berlian ini masih harus diasah dan kita sudah tidak bisa mengasahnya” “Yang
Guang kecilku…”.
Di istana, ada 3 pangeran dan 2 putri, tapi raja
mencurigai, kelimanya bukanlah darah dagingnya sendiri. Ibu-ibu mereka bukanlah
pilihannya sendiri, ada yang dijodohkan ibusuri, ada yang hadiah dari negara
lain. Semuanya memiliki kekuatan sendiri di belakangnya dan selingkuhan
masing-masing. Sebagai raja, dia mengetahui semuanya dan membiarkannya. Bukan
karena dia adalah raja yang lemah, tapi karena ingin menekan semua kekuatan
itu. Dia adalah satu-satunya raja yang berpendirian kuat di istana, tidak ada
yang berani melawannya dan tidak termakan hasutan siapapun.
Selir Rui adalah satu-satunya wanita yang dicintainya,
bertemu saat sang raja sedang dinas berkeliling. Untuk melindunginya, sesuai
permintaan selir, dia tinggal di gubuk dekat vihara tempat raja biasa
beribadah, dengan banyak prajurit bayangan yang menjaganya. Setelah melahirkan
Putri Shen Yang Guang, untuk menepis keinginan banyak pihak yang masih terus
ingin menjodohkan raja, raja memboyongnya ke istana sebagai calon permaisuri. Dengan
alasan melatih diri menjadi permaisuri, selir Rui menempa diri di Vihara selama
8 tahun. Kedatangan Raja kali ini, untuk menjemputnya masuk istana menjalani
upacara sebagai Permaisuri.
Dengan kepergian Putri Shen Yang Guang, Raja pun dengan
mudah menepis rumor adanya anak haram sang raja. Setelah kembali ke istana,
segera pengumuman terangkatnya Selir Rui sebagai Permaisuri tersebar ke seluruh
negeri. Remaja 10 tahun itupun mendengar beritanya dalam perjalanan dan
tersenyum ‘apalagi yang kalian mainkan raja dan ratuku ?’ sambil menggelengkan
kepala. Hua Zi yang menyertainya, tersenyum memanjakan menatap wajah usil
__ADS_1
remaja yang sangat mirip dengan wajah pertama mereka bertemu sebagai Hua Zi dan
Feng Wei.