Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 145 - Kultivasi Pertama


__ADS_3

Budha “Shen Zhu sudah


kultivasi…” memeriksa nadi Feng Wei. Semua cemas melihat Feng Wei kecil yang


terbaring lemah dan pucat tanpa ada warna darah di wajahnya. Bai Qian


“bagaimana raga Hong Ling ?” Budha menghela nafas “Xiao Ya Tou, seumur hidup


ini aku tidak pernah menemui yang seperti kau ini. Budimu pada alam semesta


ini, kau mau bagaimana semesta membalas karma baikmu !” Zuo Zun “jangan katakan


apapun, bawa mereka ke Bi Hai Cang Ling” semua segera menghilang ke Bi Hai Cang


Ling.


          Setelah mengatur Feng Wei dan ketujuh telur, Zuo Zun


membawa permata pelangi dan menghancurkannya di tengah hamparan Bi Hai Cang


Ling. Satu cahaya pelangi keluar dari permata hancur, melesat keluar jiejue Hua


Zi, membentuk 1 lapisan jiejue pelangi membungkus Bi Hai Cang Ling. Budha


menatap lapisan jiejue pelangi “haih masih kecil tapi ketelitiannya tidak


berkurang… hei gadis kecil, bisa tidak kau tidak sesempurna itu, bahkan aku


yang menjadi Budha saja tidak bisa tidak tunduk padamu…” Zuo Zun “hihihi jangan


sampai meninggalkan pencapaian sempurnamu…” You Zun ikut cekikikan “hihihi


dihadapan gadis kecil ini, siapa yang bisa tidak terpukau”.


          Jin Chen “bagaimana mencari Hong Ling niang dialam fana ?”


Budha “perhatikan fenomena langit, kelahirannya pasti menimbulkan efek” Zuo Zun


“ingat ! jangan mengganggu kultivasinya…” You Zun “segala perubahan yang


terjadi akan mempengaruhi kesembuhannya” Hua Zi mengangguk “aku akan langsung


turun… Feng Wei dan ketujuhnya sudah aman disini !” sebelumnya, atas perintah


Hua Zi, Gun Gun dan Chong Lin sudah mengatur tempat peristirahat kedelapannya,


ditempat terbaik menerima aura Bi Hai Cang Ling.


          Semua bergegas ke alam fana, mencari petunjuk keberadaan


Feng Wei dan ketujuh hewan. Di atas langit kerajaan Ming, terdapat aurora 7


warna pelangi “disana, kemungkinan akan lahir beberapa saat lagi…” semua segera


bergegas ke Kerajaan Ming. Zuo Zun “3 sudah lahir…” You Zun mengangguk “Di Jun,


kami akan melihat keberadaan lainnya… saat ini harusnya Huo Feng belum lahir,


anda bisa coba mencarinya di lingkungan istana… identitasnya tidak mungkin


rakyat biasa…” Hua Zi mengangguk, segera ke istana.


          Setelah memastikan kelahiran ketujuh hewan, yang sudah


berubah menjadi 4 bayi laki-laki dan 3 bayi perempuan, kedua Zun Wang kembali


ke Hua Zi “bagaimana ? sudah menemukannya ?” Hua Zi menggeleng “belum… wanita


itu memiliki auranya, tapi belum ada Feng Wei” kedua Zun Wang mengangguk


“mungkin agak lambat, ketujuhnya sudah lahir… Huo Feng akan segera muncul.”


Setelah kelahiran ketujuh bayi, dilangit muncul aurora berbentuk feng wei hua,


menerangi satu sisi gubuk kecil diluar istana. Zuo Zun “Huo Feng sudah turun…”


You Zun “aku akan melihatnya di Bi Hai Cang Ling…”.

__ADS_1


          Kelahiran Feng Wei sebagai Putri Shen Yang Guang Kerajaan


Ming, yang disembunyikan keberadaannya, untuk melindunginya. Saat kelahirannya,


matahari bersinar terang dan terdapat tanda matahari bulat sempurna di


keningnya. Hua Zi selalu berada di sisinya menemani, bayi mungil seperti dapat


merasakan keberadaannya, tersenyum manis melihat kearahnya, membuat ibu dan


bidan kebingungan. Putri Shen Yang Guang tidak hidup dalam kemewahan dan


kemanjaan. Dari kecil, ayahanda Raja sudah mengutus guru-guru terbaik untuknya.


Sebagai seorang putri, Yang Guang dibesarkan bak pangeran atau prajurit perang.


Berbagai macam luka didapatnya dari latihan dan pengajaran keras guru-gurunya.


          Hua Zi menitikkan air mata melihat perjuangan putri kecil.


Setiap putri kecil tidur, Hua Zi akan muncul dan mengobati luka-lukanya. Sering


membawanya tidur bersama, tetapi selalu menghilang sebelum putri kecil


terbangun. Di usia 10 tahun, kekuatan Putri Shen Yang Guang sudah bisa


mengalahkan semua gurunya. Ayahanda raja yang berdalih berjalan patroli untuk


mengetahui kehidupan rakyatnya, untuk pertama kali menemui Putri Shen Yang


Guang “putriku, apa kau menyalahkan ayahanda ?” Yang Guang menggeleng “kenapa


mau menyalahkan ? walau tidak hidup di dalam istana, tapi aku bisa hidup bebas


tanpa terkungkung dalam sangkar emas itu” Raja membelai kepala putrinya “putri


kecilku sudah tumbuh besar… apa yang kau inginkan ?” Yang Guang menggeleng “aku


tidak menginginkan apapun dari istana itu. Ayahanda, karena aku sudah


menyelesaikan semua pengajaran yang anda inginkan, aku ingin keluar dari sini”


          Setelah berfikir beberapa saat, raja mengangguk “baiklah,


tapi aku punya syarat !” Yang Guang berbinar “syarat apa ?” Raja “Yang Guang,


kau harus berpakaian pria, tutupi tanda lahirmu, jangan ada yang mengetahui


identitasmu…” Yang Guang langsung mengiyakan “dan kau harus ke ibukota tepatnya


ke istana saat berusia 15 tahun” Yang Guang menyipitkan matanya “ayahanda tidak


akan menyuruhku masuk dan terkungkung dalam sarang emas itu kan ?” Raja


cekikikan “kau sangat mirip seperti ibumu… Yang Guang, apakah kau tidak ingin


menjadi seorang Putri ?” Yang Guang menggeleng “tidak tertarik…” Raja tertawa


terbahak-bahak “benar benar, inilah sifat kalian yang paling kusukai…” Yang


Guang memainkan bibirnya acuh tak acuh.


          Raja berwajah serius “putriku sayang, ayahanda ingin


meminta pertolongan darimu…” Yang Guang mengerutkan keningnya “tidak


mengungkungku…” Raja tersenyum “sayangku, kau adalah satu-satunya putri yang kuakui…


Yang Guang, ayah akan menyerahkan tahta padamu…” Yang Guang menggeleng “tidak


mau…” Raja tersenyum puas “sayang, ayah tahu kau menyukai kebebasan… tapi


dengan keberadaanmu sebagai pemimpin, kau bisa menolong banyak orang…” Yang


Guang kesal “tidak… tidak… tidak…” Raja membujuk “begini saja, ayah


menantangmu…” Yang Guang “hmm…”

__ADS_1


          Raja “saat ini usiamu 10 tahun. Kau mempunyai waktu 5


tahun, bangun kekuatanmu sendiri… saat usia 15 tahun, kau akan tetap masuk


istana sebagai prajurit bersama pasukanmu… jika dalam 2 tahun, kau bisa


membersihkan istana, maka kau akan memperoleh kebebasanmu… tapi jika kau gagal,


maka kau harus mengambil posisimu sebagai pengganti ayah, menjadi ratu di


Kerajaan Ming” Yang Guang menyipitkan matanya “tidak ada permintaan lain lagi


?” Raja menggeleng “baik, sepakat… tapi sampai saatnya, ayah tidak boleh ingkar


janji…” Raja “ucapan raja tidak akan ingkar…” Yang Guang mengangguk “baik…”


dengan tegas.


          Melihat punggung putrinya yang menjauh, ada senyum bangga


di bibir sang raja dan selirnya “apakah baik seperti ini ?” Raja “Rin er, kita


sudah mendidiknya dengan sangat baik, dia akan siap menghadapi segalanya.”


“tapi dia masih kecil…” “Rui er, kau tahu kehidupan menyeramkan di istana… aku


bangga putriku satu-satunya bisa melindungi dirinya sendiri di usia mudanya.


Berlian ini masih harus diasah dan kita sudah tidak bisa mengasahnya” “Yang


Guang kecilku…”.


          Di istana, ada 3 pangeran dan 2 putri, tapi raja


mencurigai, kelimanya bukanlah darah dagingnya sendiri. Ibu-ibu mereka bukanlah


pilihannya sendiri, ada yang dijodohkan ibusuri, ada yang hadiah dari negara


lain. Semuanya memiliki kekuatan sendiri di belakangnya dan selingkuhan


masing-masing. Sebagai raja, dia mengetahui semuanya dan membiarkannya. Bukan


karena dia adalah raja yang lemah, tapi karena ingin menekan semua kekuatan


itu. Dia adalah satu-satunya raja yang berpendirian kuat di istana, tidak ada


yang berani melawannya dan tidak termakan hasutan siapapun.


          Selir Rui adalah satu-satunya wanita yang dicintainya,


bertemu saat sang raja sedang dinas berkeliling. Untuk melindunginya, sesuai


permintaan selir, dia tinggal di gubuk dekat vihara tempat raja biasa


beribadah, dengan banyak prajurit bayangan yang menjaganya. Setelah melahirkan


Putri Shen Yang Guang, untuk menepis keinginan banyak pihak yang masih terus


ingin menjodohkan raja, raja memboyongnya ke istana sebagai calon permaisuri. Dengan


alasan melatih diri menjadi permaisuri, selir Rui menempa diri di Vihara selama


8 tahun. Kedatangan Raja kali ini, untuk menjemputnya masuk istana menjalani


upacara sebagai Permaisuri.


          Dengan kepergian Putri Shen Yang Guang, Raja pun dengan


mudah menepis rumor adanya anak haram sang raja. Setelah kembali ke istana,


segera pengumuman terangkatnya Selir Rui sebagai Permaisuri tersebar ke seluruh


negeri. Remaja 10 tahun itupun mendengar beritanya dalam perjalanan dan


tersenyum ‘apalagi yang kalian mainkan raja dan ratuku ?’ sambil menggelengkan


kepala. Hua Zi yang menyertainya, tersenyum memanjakan menatap wajah usil

__ADS_1


remaja yang sangat mirip dengan wajah pertama mereka bertemu sebagai Hua Zi dan


Feng Wei.


__ADS_2