Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 191 - Serangan lagi


__ADS_3

Song Xuan Ren segera kembali


melihat Xiao Jiu setelah menyampaikan beberapa patah kata pada Ye Qing Ti. Xiao


Jiu terbaring dengan wajah pucatnya “bagaimana Wang Hou ?” Huang Guang


menggeleng “dia terlalu memaksakan diri…” Tabib segera berlutut “Wang Jun,


hamba sudah berusaha semampunya tapi kondisi Wang Hou memang sangat kritis…


beliau dalam kondisi koma…” Song Xuan Ren berkaca-kaca melihat Xiao Jiu


“keluarlah…” semua memberi hormat dan keluar meninggalkan pasangan orang tua


baru. Huang Guang dan Ye Xing segera bergegas mencari keluarganya yang berjaga


di Wang Ling. Dalam serangan ke Wang Ling, Jing Guang dan Tian Ling juga


terluka. Bai Liu Dong bergantian dengan Ye Qing Ti berjaga, karena banyak


pengawal yang terluka. Lu Teng dibantu Dian Lan memperbaiki pertahanan yang


rusak.


          Song Xuan Ren berbaring disamping Xiao Jiu “Xiao Jiu, jika


lelah tidurlah, tapi jangan tidur terlalu lama… aku tidak bisa tanpamu… Yun er


juga membutuhkanmu… Xiao Jiu, berkat pengaturanmu, kita bisa melalui penyerangan


kali ini dengan baik… Xiao Jiu, melihatmu bertarung sambil menggendong Yun er,


kau tidak tahu betapa takutnya aku… jika terjadi sesuatu padamu, aku juga tidak


ingin hidup lagi… Xiao Jiu, kau sudah berjanji padaku, akan selalu menemani


disisiku, kau tidak boleh mengingkarinya…” memeluk erat Xiao Jiu.


          Chu Wan yang mendengar berita penyerangan di istana, sangat


mengkhawatirkan Wang Hou. Chu Wan tahu penyerangan ini dilakukan oleh Ying Wang


dan kakaknya raja Chong An guo. Chu Wan bingung, satu sisi ingin membantu Wang


Hou, satu sisi adalah suami dan kakaknya. Chu Wan hanya bisa diam di istananya,


tidak membela maupun membantu pihak manapun.


          Berita penyerangan segera tersebar, termasuk berita


kelahiran pangeran kecil. Tai Hou berulang kali menjenguk Wang Hou dan


menawarkan diri merawat pangeran kecil. Song Xuan Ren dengan alasan ingin


pangeran kecil dekat dengan ibunya untuk memicu kesadaran Xiao Jiu, menahan


pangeran kecil di Xi Ning gong. Pangeran kecil diasuh oleh keluarga Bai secara


bergantian di Xi Ning gong. Song Xuan Ren mengetahui ulah Ying Wang atas


penyerangan kali ini. Tai Hou adalah ibu kandung Ying Wang, lagipula Tai Hou


tidak mengetahui tindakan Ying Wang.


          Ying Wang yang mengetahui Wang Hou sakit, berasumsi Wang


Jun kehilangan satu pendukung terkuat, segera menyusun penyerangan lain. Semenjak


Wang Hou sakit, keluarga Bai bergantian menjaganya. Wang Jun menyusun

__ADS_1


pertahanan baru di istana maupun Wang Ling. Ye Qing Ti yang menyalahkan dirinya


sendiri tidak dapat menjaga keamanan Wang Jun dan Wang Hou, meningkatkan


pengamatannya. Kehidupan istana terlihat tenang tak beriak menyimpan banyak


kekacauan di dalamnya.


          Tabib didatangkan dari Desa Bai Ling, khusus untuk mengobati


Wang Hou tanpa sepengetahuan lainnya. Song Xuan Ren “bagaimana Wang Hou ?” “yang


mulia, tubuh Wang Hou sangat tidak baik, tapi hamba menemukan energi dalam


tubuhnya yang sangat membantu pemulihannya.” “energi…” Huang Guang “mungkinkah


?” melihat Song Xuan Ren yang mengangguk “aku akan mengambilnya ! lebih aman


didekatnya !” Jing Guang “aku menemani anda…” bergegas ke Wang Ling. Tanpa sepengetahuan


siapapun, Song Xuan Ren mengambil Batu Ling Bi menempatkannya di bawah ranjang Xiao


Jiu. Energi Batu Ling Bi sangat lemah tapi memiliki unsur energi Cai Hong Huo


Feng, sangat membantu peningkatan dan perbaikan energi kultivasinya.


          5 hari setelah adanya Batu Ling Bi, Xiao Jiu akhirnya sadar


“Xiao Jiu, kau sadar…” Song Xuan Ren segera menyapa “Wang Jun…” suara lemah


Xiao Jiu terdengar “jangan banyak bergerak, tubuhmu masih sangat lemah…” “putraku


?” Shui Lan segera membawa pangeran kecil “Xiao Jiu, dia sangat baik…” Xiao Jiu


menggendong putranya “Xuan Ren gege, sudah memilihkan nama untuknya ?” Song


Xuan Ren mengangguk, melihat 2 orang yang paling dicintainya “Song Xing Yun =


Wang Hou hanya diketahui penghuni Xi Ning gong, tidak disebarluaskan.


          Ying Wang menunggu pasukan dari Chong An guo, sekali lagi


melakukan penyerangan. Bedanya kali ini, fokus penyerangan ada di istana Xi


Ning gong. Tujuan Ying Wang membunuh Wang Hou dan pangeran kecil mereka. Sesaat


sebelum penyerangan, Tai Hou mengunjungi Xi Ning gong, sedang menggendong


pangeran kecil disamping Xiao Jiu yang tertidur “Wang Hou, cepatlah sadar. Lihat


anakmu sangat merindukanmu… Yun er, anak baik, beri semangat pada Mu Hou agar


segera sembuh ya…” Mu Yun “Tai Hou, pangeran sangat baik… dengan adanya


pangeran, yang mulia sudah mulai bisa menggerakkan tangannya” “benarkah ?


sangat baik…” Tai Hou tersenyum riang.


          Suara pertempuran mengalihkan pembicaraan mereka “ada apa


ini ?” “Tai Hou, anda jangan keluar… sedang ada serangan diluar…” Mu Yun


memperingati. Tai Hou ketakutan “siapa yang berani menyerang istana ?” Shui Lan


“yang mulia, jangan keluar dari sini, Mu Yun, tutup pinto, lindungi Wang Hou


dan Tai Hou…” Mu Yun mengangguk, segera menutup pintu. Suara pedang berbenturan


terus terdengar dari luar, Tai Hou gemetaran memeluk pangeran kecil. Mu Yun

__ADS_1


segera bertindak mengambil pangeran kecil dari tangan Tai Hou. Sebelumnya Mu


Yun sudah diberitahu, jika terjadi sesuatu keselamatan Wang Hou dan pangeran


kecil adalah tanggung jawabnya. Tidak boleh mempercayai siapapun kecuali Wang


Jun dan Wang Hou. Mu Yun menggendong pangeran kecil duduk di tepi ranjang Wang


Hou, dengan tatapannya yang terus mengarah ke pintu kamar.


          Satu dobrakan, pintu kamar terbuka, Ying Wang dan beberapa orang


berpakaian hitam muncul “Ying er, apa yang kau lakukan ?” Ying Wang “Mu Hou,


anda disini ? jangan ada yang melukai Tai Hou” memperingati orang-orangnya “Ying


er, kau…” Ying Wang “Mu Hou, anda tenang saja, tidak ada yang akan melukai anda…


aku hanya menginginkan nyawa wanita dan anak itu” “Ying er, kau ini… kau sedang


memberontak…” Ying Wang dengan tenang “Mu Hou, apa maksud anda memberontak ?


aku hanya mengambil sesuatu yang harusnya menjadi milikku…” “Ying er…” mata Tai


Hou terpana, membulat sempurna “Ying er, dari kecil Mu Hou selalu mengajarimu


untuk hidup rukun dengan saudaramu…”.


          Ying Wang tertawa sinis “hidup rukun hahaha… Mu Hou, aku


anak tertua, harusnya tahta adalah milikku… dari kecil, semua yang kuinginkan,


selalu didapatkan Song Xuan Ren dengan mudah… bahkan anda ibuku, lebih menyayanginya


daripada aku, anak kandungmu” Tai Hou “Ying er, apa yang kau bicarakan ?” “Mu


Hou, kau tenang saja, setelah membunuh wanita dan anak itu, menyingkirkan Song


Xuan Ren. Aku akan naik tahta, anda akan tetap menjadi Tai Hou… tangkap mereka


!” memerintahkan orang-orangnya.


          Tai Hou menghadang di depan semua “Ying er, berhenti…


jangan melakukan kesalahan lagi…” Ying Wang “Mu Hou, apa yang kau takutkan,


mereka semua adalah orangku…” Tai Hou “siapa mereka, bukankah kau sudah tidak


memegang pasukan kerajaan ?” berusaha mengulur waktu. Ying Wang “Mu Hou, apakah


kau lupa siapa istriku !” Tai Hou terkejut “kau… kau bekerja sama dengan musuh


untuk menggulingkan negaramu sendiri ?” Ying Wang “bukan menggulingkan negara, hanya


menggulingkan Song Xuan Ren. Mu Hou, Chu Wan adalah istriku, kita sudah


berbesan dengan Chong An guo, darimana ada kata menggulingkan !”


          Tai Hou menitikkan air mata “Ying er, hentikan… Mu Hou


membesarkanmu bukan untuk menjadi seperti ini !” Ying Wang “Mu Hou, anda


membesarkanku untuk menjadi seorang raja. Sekarang, aku akan  mewujudkan keinginan anda… kenapa anda terus


menghalangi ? kalian, bawa Tai Hou pergi…” menyuruh 2 pelayan membawa Tai Hou “Ying


er… Ying er…” “bunuh wanita dan anak itu…” Mu Yun “hentikan, Wang Jun akan


menangkap dan menghukum anda…” Ying Wang tertawa “hahaha… Wang Jun yang kau

__ADS_1


katakan itu, akan segera bergabung dengan mereka. Berikan anak itu padaku…”


bergerak maju.


__ADS_2