
Xiao Jiu yang kembali,
segera berlari masuk ke kamarnya, tidak mempedulikan siapapun yang
memanggilnya. Xiao Jiu masuk ke kamarnya dan menyembunyikan diri didalam
selimutnya. Semua dibuat panik olehnya “ada apa dengan Xiao Jiu ?” “tidak pernah
melihatnya setakut itu, apa terjadi sesuatu ?” “aku akan melihatnya…” beberapa
kakaknya segera menyusul ke kamar Xiao Jiu. “Xiao Jiu… Xiao Jiu… ada apa
denganmu ? jangan bersembunyi dibalik selimut, tidak ada siapapun yang berani
mengganggumu disini” “Xiao Jiu, ada erge, erge akan melindungi… ayo buka
selimutnya” membujuk dengan lembut.
Xiao Jiu membuka selimutnya, mengeluarkan wajah kecilnya
yang cantik “Xiao Jiu, lihat kau berkeringat sampai seperti ini. Ada apa ?
siapa yang mengganggumu ? beritahu wu jie, wu jie akan menghajarnya…” Xiao Jiu
menggeleng, semua saling melihat dalam kebingungan “Xiao Jiu, ceritakan pada
erge, apa yang terjadi ?” Xiao Jiu menatap kakak-kakaknya “taizi… taizi
mengatakan menyukaiku, memintaku menikah dengannya…” semua saling melihat.
Mereka belum memberitahu Xiao Jiu tentang perkataan dan permintaan Song Xuan
Ren.
Jing Guang membuka selimut yang menutup Xiao Jiu “kau
ketakutan karena hal ini ?” Xiao Jiu mengangguk-angguk. Tian Ling mengambil
tangan Xiao Jiu “ceritakan apa yang terjadi…” Xiao Jiu pun menceritakan semua
pembicaraannya dengan Song Xuan Ren. Tian Ling “sumpah cinta sehidup semati ?”
Xiao Jiu mengangguk, semua tidak menyangka Song Xuan Ren akan membuat janji dan
sumpah seperti itu. Shui Lan “Xiao Jiu, kau… bagaimana denganmu ? apa kau
menyukai taizi ?” Xiao Jiu “aku juga tidak tahu…”
Huang Guang tersenyum “Xiao Jiu, apa yang kau rasakan saat
bertemu taizi ? apa kau tidak menyukainya ?” Xiao Jiu “bukan tidak menyukainya,
hanya saja… gege jiejie, jantungku berdetak kencang saat bersamanya, aku tidak
tahu perasaan apa itu !” semua saling melihat dan tersenyum “Xiao Jiu, cinta
atau pasangan seperti apa yang kau cari ?” Xiao Jiu “aku ingin seperti yeye
nainai, sehidup semati seumur hidup… walaupun terluka parah, mereka selalu
bersama sampai akhir…” “menurutmu taizi bagaimana ?” “taizi… baik… selama dia
disini, sangat baik… tapi bukankah seorang pangeran atau raja biasanya memiliki
banyak pasangan… aku tidak mau berbagi dengan wanita lain” “hmm… Xiao Jiu,
kenapa saat itu menyelamatkan taizi ?” Xiao Jiu berfikir “hmm… aku juga tidak
tahu… melihatnya, seperti ada perasaan ingin melindunginya… aku juga tidak tahu
kenapa, biasanya aku tidak melihat siapapun yang kuselamatkan… tapi saat
melihatnya terluka, sepertinya aku juga ikut sakit… gege, apa aku sakit ?”
bertanya dengan polosnya.
Huang Guang membelai kepala Xiao Jiu “adikku yang bodoh…”
Xiao Jiu cemberut, Tian Ling “Xiao Jiu, dia adalah seorang taizi, kelak akan
menjadi Wang Jun, janji dan sumpah yang dibuatnya bukanlah sembarangan.” Jing
Guang “Xiao Jiu, kau bisa tenang, er ge sudah mencari informasi, taizi selama
ini tidak pernah tertarik pada wanita manapun, tidak memiliki selir satupun.” Shui
__ADS_1
Lan “Xiao Jiu, kau sakit ketika melihatnya terluka, berarti kau juga memperhatikannya…
jiejie bisa melihat, taizi tulus padamu… kau bisa mulai memahami perasaanmu
pada taizi…” Tian Ling “jangan takut, jika kau tidak mau, tidak ada yang akan
memaksamu…” Xiao Jiu mengangguk.
Ye
Xing “Xiao Jiu, die menerima surat dari Wang Jun, meminta kita ke istana untuk
menerima penghargaan. Apa kau ingin ke ibukota ? melihat istana ?” Xiao Jiu
dengan mata berbinar “apa ada tempat bermain ?” semua tersenyum menggelengkan
kepala “ada banyak pertunjukan menarik di ibukota…” Dian Lian “oh banyak makanan-makanan
menarik juga” Xiao Jiu segera bersorak “aku mau aku mau…” melupakan Song Xuan
Ren. Semua tersenyum melihat tawa ceria Xiao Jiu “hmm… tunggu kau pulih…” Xiao
Jiu “da ge, kau tidak lihat tubuhku sudah selincah ini, aku sudah pulih sejak
lama… aku ingin mencicipi makanan ibukota…” “membicarakan makanan membuatmu
begitu senang !” Xiao Jiu “aiyo san ge, kue putih yang lalu kau bawakan sangat
lezat, aku ingin mencicipinya lagi” berbicara dengan air liur sudah hampir
keluar, membuat semua menggelengkan kepala dan cekikikan.
Song
Xuan Ren yang kembali, masuk ke dapur, membakarkan ubi sendiri untuk Xiao Jiu.
Setelah matang, segera mencari dan menemukan Xiao Jiu sedang bermain dengan
beberapa anak singa dengan tawa cerianya. Disekitarnya ada 3 kakak perempuan
kembarnya, melihat Song Xuan Ren, segera menyapa “taizi, anda mencari Xiao Jiu
?” Song Xuan Ren mengangguk “baru selesai membakar ubi…” ketiga kakak tersenyum
kakaknya “taizi, jiejie, mana ubi bakarnya ?” dengan mata berbinar. Ketiganya
cekikikan “nah taizi membakarkan sendiri untukmu… kau temani taizi, perlahan
mencicipi ubi bakarnya, jangan sampai keselek…” tertawa terbahak-bahak
meninggalkan mereka berdua.
Song
Xuan Ren tersenyum lembut menatap Xiao Jiu, menarik tangannya “ayo… cicipilah…”
mengeluarkan 2 ubi bakar yang masih hangat “”bagaimana ? apa enak ?” Song Xuan
Ren berbinar, menunggu jawaban Xiao Jiu “ehm taizi, ini pertama kalinya anda
membakar ubi ?” Song Xuan Ren cemberut “apa tidak enak ? begitu susah
dimakankah ?” mengambil sisa ubi. Xiao Jiu cekikikan, mengambil sisa ubi bakar
“ayo, aku mengajarimu membakar ubi…” mengajak Song Xuan Ren kembali ke dapur.
“nah lihat, apinya tidak boleh langsung mengenai ubi… ubi akan gosong dan
dalamnya tidak matang… ini harus diputar-putar… bisa juga dengan cara dibungkus
kemudian ditanam ditanah, kemudian diatas dan bawahnya di beri api” Song Xuan
Ren mendengarkan dengan seksama “tidak menyangka, membakar ubi juga mempunyai
banyak cara…” Xiao Jiu mengangguk “setiap cara akan menghasilkan rasa yang
berbeda”.
Setelah
dirasa cukup matang, Xiao Jiu mengambil ubi dan membaginya menjadi 2, wanginya
langsung maasuk ke hidung “ini cicipilah…” memberikan sebagian ke Song Xuan Ren
dan menanti responnya “hmm… enak, manis dan lembut, sungguh sangat enak…” Xiao
__ADS_1
Jiu tersenyum manis “enakkan…” mengambil sisa ubi dan duduk dibawah paviliun
kecil. Song Xuan Ren memakan sambil berguman “lama di istana, sangat banyak
makanan-makanan mewah, ternyata makanan sederhana jauh lebih enak” Xiao Jiu
menggeleng “setiap makanan mempunyai kelebihannya sendiri…” Song Xuan Ren “apa
kau tidak menyukai makanan mewah ?” Xiao Jiu mengangguk “suka, tapi lebih suka
yang sederhana ?”
Song
Xuan Ren “kenapa ?” Xiao Jiu menjelaskan “makanan mewah memang sangat enak,
tapi cepat membosankan… setiap mendapat makanan mewah, selalu mencari yang
lebih enak lagi lebih enak lagi, makanan sebelumnya jadi tidak memiliki kesan
lagi, sedangkan makanan sederhana, walau rasanya tidak seenak makanan mewah,
tapi rasanya yang alami membuat tidak pernah bosan, bahkan diidam-idamkan
hihihi…” Song Xuan Ren “hmm kata-katamu betul…” Xiao Jiu tersenyum lembut “aku
menyukai ubi bakar, dari pertama mencicipinya sudah menyukainya… sayang rasa
itu sudah tidak bisa lagi kutemukan” sedih. Song Xuan Ren tahu Xiao Jiu
teringat yeye-nya. Song Xuan Ren memegang tangannya “siapa yang mengatakannya !
aku akan belajar membuatnya, mungkin tidak akan menyamai buatanmu yang seenak
ini, yang penting masih bisa dimakan hihihi” bercanda, membuat Xiao Jiu
cekikikan.
Xiao
Jiu melihat ada bekas kebakar di tangan Song Xuan Ren “taizi, ada apa dengan
tanganmu ?” Song Xuan Ren “tidak masalah, sedikit terbakar saat membakar ubi…”
Xiao Jiu segera berdiri “anda tunggu disini…” pergi mengambil saleb kembang
sepatu dan mengoleskannya pada luka bakar Song Xuan Ren. Song Xuan Ren
tersenyum manis melihatnya ‘Xiao Jiu, kau tidak berubah, sangat baik dan
perhatian’ “Xiao Jiu, perkataanku sebelumnya…” Xiao Jiu menghentikan “taizi, aku
bukan tidak menyukai, aku masih belum memahami perasaanku padamu…aku masih
belum bisa memberimu jawaban, saat aku sudah tahu perasaanku, aku akan
memberimu jawaban. Jika saat itu jawabanku tidak, anda tidak boleh memaksaku…”
Song Xuan Ren memegang tangan Xiao Jiu “terima kasih… aku akan menunggu, tapi
jangan membuatku menunggu terlalu lama…” Xiao Jiu mengangguk.
Song
Xuan Ren memeluk Xiao Jiu ke pelukannya “Xiao Jiu, aku sangat bahagia hari
ini…” Xiao Jiu tersenyum lembut. Song Xuan Ren “Xiao Jiu, beberapa hari lagi,
aku akan kembali ke ibukota, maukah kau ikut denganku ?” Xiao Jiu menggeleng,
Song Xuan Ren cemberut “aku akan sangat merindukanmu…” Xiao Jiu tersenyum manis
“aku tidak akan ikut denganmu, tapi aku juga akan ke ibukota bersama ayah dan
kakak-kakakku…” Song Xuan Ren segera berbinar “benarkah !” Xiao Jiu mengangguk
“die mendapat surat undangan dari Wang Jun. Aku ingin melihat-lihat ibukota,
san ge mengatakan banyak makanan dan pertunjukan menarik disana” Song Xuan Ren
“aku akan menemanimu menikmati semua…” Xiao Jiu mengangguk dengan senyum ceria.
Song Xuan Ren sangat bahagia, mengecup kening Xiao Jiu dan memeluk erat pujaan
hatinya.
__ADS_1