Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 176 - Kesempatan


__ADS_3

Xiao Jiu yang kembali,


segera berlari masuk ke kamarnya, tidak mempedulikan siapapun yang


memanggilnya. Xiao Jiu masuk ke kamarnya dan menyembunyikan diri didalam


selimutnya. Semua dibuat panik olehnya “ada apa dengan Xiao Jiu ?” “tidak pernah


melihatnya setakut itu, apa terjadi sesuatu ?” “aku akan melihatnya…” beberapa


kakaknya segera menyusul ke kamar Xiao Jiu. “Xiao Jiu… Xiao Jiu… ada apa


denganmu ? jangan bersembunyi dibalik selimut, tidak ada siapapun yang berani


mengganggumu disini” “Xiao Jiu, ada erge, erge akan melindungi… ayo buka


selimutnya” membujuk dengan lembut.


          Xiao Jiu membuka selimutnya, mengeluarkan wajah kecilnya


yang cantik “Xiao Jiu, lihat kau berkeringat sampai seperti ini. Ada apa ?


siapa yang mengganggumu ? beritahu wu jie, wu jie akan menghajarnya…” Xiao Jiu


menggeleng, semua saling melihat dalam kebingungan “Xiao Jiu, ceritakan pada


erge, apa yang terjadi ?” Xiao Jiu menatap kakak-kakaknya “taizi… taizi


mengatakan menyukaiku, memintaku menikah dengannya…” semua saling melihat.


Mereka belum memberitahu Xiao Jiu tentang perkataan dan permintaan Song Xuan


Ren.


          Jing Guang membuka selimut yang menutup Xiao Jiu “kau


ketakutan karena hal ini ?” Xiao Jiu mengangguk-angguk. Tian Ling mengambil


tangan Xiao Jiu “ceritakan apa yang terjadi…” Xiao Jiu pun menceritakan semua


pembicaraannya dengan Song Xuan Ren. Tian Ling “sumpah cinta sehidup semati ?”


Xiao Jiu mengangguk, semua tidak menyangka Song Xuan Ren akan membuat janji dan


sumpah seperti itu. Shui Lan “Xiao Jiu, kau… bagaimana denganmu ? apa kau


menyukai taizi ?” Xiao Jiu “aku juga tidak tahu…”


          Huang Guang tersenyum “Xiao Jiu, apa yang kau rasakan saat


bertemu taizi ? apa kau tidak menyukainya ?” Xiao Jiu “bukan tidak menyukainya,


hanya saja… gege jiejie, jantungku berdetak kencang saat bersamanya, aku tidak


tahu perasaan apa itu !” semua saling melihat dan tersenyum “Xiao Jiu, cinta


atau pasangan seperti apa yang kau cari ?” Xiao Jiu “aku ingin seperti yeye


nainai, sehidup semati seumur hidup… walaupun terluka parah, mereka selalu


bersama sampai akhir…” “menurutmu taizi bagaimana ?” “taizi… baik… selama dia


disini, sangat baik… tapi bukankah seorang pangeran atau raja biasanya memiliki


banyak pasangan… aku tidak mau berbagi dengan wanita lain” “hmm… Xiao Jiu,


kenapa saat itu menyelamatkan taizi ?” Xiao Jiu berfikir “hmm… aku juga tidak


tahu… melihatnya, seperti ada perasaan ingin melindunginya… aku juga tidak tahu


kenapa, biasanya aku tidak melihat siapapun yang kuselamatkan… tapi saat


melihatnya terluka, sepertinya aku juga ikut sakit… gege, apa aku sakit ?”


bertanya dengan polosnya.


          Huang Guang membelai kepala Xiao Jiu “adikku yang bodoh…”


Xiao Jiu cemberut, Tian Ling “Xiao Jiu, dia adalah seorang taizi, kelak akan


menjadi Wang Jun, janji dan sumpah yang dibuatnya bukanlah sembarangan.” Jing


Guang “Xiao Jiu, kau bisa tenang, er ge sudah mencari informasi, taizi selama


ini tidak pernah tertarik pada wanita manapun, tidak memiliki selir satupun.” Shui

__ADS_1


Lan “Xiao Jiu, kau sakit ketika melihatnya terluka, berarti kau juga memperhatikannya…


jiejie bisa melihat, taizi tulus padamu… kau bisa mulai memahami perasaanmu


pada taizi…” Tian Ling “jangan takut, jika kau tidak mau, tidak ada yang akan


memaksamu…” Xiao Jiu mengangguk.


Ye


Xing “Xiao Jiu, die menerima surat dari Wang Jun, meminta kita ke istana untuk


menerima penghargaan. Apa kau ingin ke ibukota ? melihat istana ?” Xiao Jiu


dengan mata berbinar “apa ada tempat bermain ?” semua tersenyum menggelengkan


kepala “ada banyak pertunjukan menarik di ibukota…” Dian Lian “oh banyak makanan-makanan


menarik juga” Xiao Jiu segera bersorak “aku mau aku mau…” melupakan Song Xuan


Ren. Semua tersenyum melihat tawa ceria Xiao Jiu “hmm… tunggu kau pulih…” Xiao


Jiu “da ge, kau tidak lihat tubuhku sudah selincah ini, aku sudah pulih sejak


lama… aku ingin mencicipi makanan ibukota…” “membicarakan makanan membuatmu


begitu senang !” Xiao Jiu “aiyo san ge, kue putih yang lalu kau bawakan sangat


lezat, aku ingin mencicipinya lagi” berbicara dengan air liur sudah hampir


keluar, membuat semua menggelengkan kepala dan cekikikan.


Song


Xuan Ren yang kembali, masuk ke dapur, membakarkan ubi sendiri untuk Xiao Jiu.


Setelah matang, segera mencari dan menemukan Xiao Jiu sedang bermain dengan


beberapa anak singa dengan tawa cerianya. Disekitarnya ada 3 kakak perempuan


kembarnya, melihat Song Xuan Ren, segera menyapa “taizi, anda mencari Xiao Jiu


?” Song Xuan Ren mengangguk “baru selesai membakar ubi…” ketiga kakak tersenyum


kakaknya “taizi, jiejie, mana ubi bakarnya ?” dengan mata berbinar. Ketiganya


cekikikan “nah taizi membakarkan sendiri untukmu… kau temani taizi, perlahan


mencicipi ubi bakarnya, jangan sampai keselek…” tertawa terbahak-bahak


meninggalkan mereka berdua.


Song


Xuan Ren tersenyum lembut menatap Xiao Jiu, menarik tangannya “ayo… cicipilah…”


mengeluarkan 2 ubi bakar yang masih hangat “”bagaimana ? apa enak ?” Song Xuan


Ren berbinar, menunggu jawaban Xiao Jiu “ehm taizi, ini pertama kalinya anda


membakar ubi ?” Song Xuan Ren cemberut “apa tidak enak ? begitu susah


dimakankah ?” mengambil sisa ubi. Xiao Jiu cekikikan, mengambil sisa ubi bakar


“ayo, aku mengajarimu membakar ubi…” mengajak Song Xuan Ren kembali ke dapur.


“nah lihat, apinya tidak boleh langsung mengenai ubi… ubi akan gosong dan


dalamnya tidak matang… ini harus diputar-putar… bisa juga dengan cara dibungkus


kemudian ditanam ditanah, kemudian diatas dan bawahnya di beri api” Song Xuan


Ren mendengarkan dengan seksama “tidak menyangka, membakar ubi juga mempunyai


banyak cara…” Xiao Jiu mengangguk “setiap cara akan menghasilkan rasa yang


berbeda”.


Setelah


dirasa cukup matang, Xiao Jiu mengambil ubi dan membaginya menjadi 2, wanginya


langsung maasuk ke hidung “ini cicipilah…” memberikan sebagian ke Song Xuan Ren


dan menanti responnya “hmm… enak, manis dan lembut, sungguh sangat enak…” Xiao

__ADS_1


Jiu tersenyum manis “enakkan…” mengambil sisa ubi dan duduk dibawah paviliun


kecil. Song Xuan Ren memakan sambil berguman “lama di istana, sangat banyak


makanan-makanan mewah, ternyata makanan sederhana jauh lebih enak” Xiao Jiu


menggeleng “setiap makanan mempunyai kelebihannya sendiri…” Song Xuan Ren “apa


kau tidak menyukai makanan mewah ?” Xiao Jiu mengangguk “suka, tapi lebih suka


yang sederhana ?”


Song


Xuan Ren “kenapa ?” Xiao Jiu menjelaskan “makanan mewah memang sangat enak,


tapi cepat membosankan… setiap mendapat makanan mewah, selalu mencari yang


lebih enak lagi lebih enak lagi, makanan sebelumnya jadi tidak memiliki kesan


lagi, sedangkan makanan sederhana, walau rasanya tidak seenak makanan mewah,


tapi rasanya yang alami membuat tidak pernah bosan, bahkan diidam-idamkan


hihihi…” Song Xuan Ren “hmm kata-katamu betul…” Xiao Jiu tersenyum lembut “aku


menyukai ubi bakar, dari pertama mencicipinya sudah menyukainya… sayang rasa


itu sudah tidak bisa lagi kutemukan” sedih. Song Xuan Ren tahu Xiao Jiu


teringat yeye-nya. Song Xuan Ren memegang tangannya “siapa yang mengatakannya !


aku akan belajar membuatnya, mungkin tidak akan menyamai buatanmu yang seenak


ini, yang penting masih bisa dimakan hihihi” bercanda, membuat Xiao Jiu


cekikikan.


Xiao


Jiu melihat ada bekas kebakar di tangan Song Xuan Ren “taizi, ada apa dengan


tanganmu ?” Song Xuan Ren “tidak masalah, sedikit terbakar saat membakar ubi…”


Xiao Jiu segera berdiri “anda tunggu disini…” pergi mengambil saleb kembang


sepatu dan mengoleskannya pada luka bakar Song Xuan Ren. Song Xuan Ren


tersenyum manis melihatnya ‘Xiao Jiu, kau tidak berubah, sangat baik dan


perhatian’ “Xiao Jiu, perkataanku sebelumnya…” Xiao Jiu menghentikan “taizi, aku


bukan tidak menyukai, aku masih belum memahami perasaanku padamu…aku masih


belum bisa memberimu jawaban, saat aku sudah tahu perasaanku, aku akan


memberimu jawaban. Jika saat itu jawabanku tidak, anda tidak boleh memaksaku…”


Song Xuan Ren memegang tangan Xiao Jiu “terima kasih… aku akan menunggu, tapi


jangan membuatku menunggu terlalu lama…” Xiao Jiu mengangguk.


Song


Xuan Ren memeluk Xiao Jiu ke pelukannya “Xiao Jiu, aku sangat bahagia hari


ini…” Xiao Jiu tersenyum lembut. Song Xuan Ren “Xiao Jiu, beberapa hari lagi,


aku akan kembali ke ibukota, maukah kau ikut denganku ?” Xiao Jiu menggeleng,


Song Xuan Ren cemberut “aku akan sangat merindukanmu…” Xiao Jiu tersenyum manis


“aku tidak akan ikut denganmu, tapi aku juga akan ke ibukota bersama ayah dan


kakak-kakakku…” Song Xuan Ren segera berbinar “benarkah !” Xiao Jiu mengangguk


“die mendapat surat undangan dari Wang Jun. Aku ingin melihat-lihat ibukota,


san ge mengatakan banyak makanan dan pertunjukan menarik disana” Song Xuan Ren


“aku akan menemanimu menikmati semua…” Xiao Jiu mengangguk dengan senyum ceria.


Song Xuan Ren sangat bahagia, mengecup kening Xiao Jiu dan memeluk erat pujaan


hatinya.

__ADS_1


__ADS_2