
Sesuai yang dijanjikan,
setelah ujian kelulusan, Yang Guang membawa semua peserta ujian ke arena hutan
perburuan kerajaan. Yang Guang memberi kesempatan para peserta untuk melakukan
apapun di hutan perburuan. Para pelajar yang memendam kekesalan saat di Akademi
Kerajaan dan tidak berfikiran terbuka terutama para pemberontak berencana untuk
menjatuhkan Yang Guang dan kawan-kawannya. Fokus utama mereka adalah Yang
Guang, yang merupakan pemimpin diantara kedelapannya. Mereka yakin jika Yang
Guang tidak ada, ketujuh lainnya akan dengan mudah dikalahkan.
Di kesempatan kali ini, Yang Guang juga memberi pelajaran
pada beberapa pemberontak (tepatnya anak pemberontak) yang dengan sengaja
menyiapkan jebakan untuknya. “Yang er, apa ini sudah termasuk permainan ?”
Huang Guang bertanya dengan senyum menyeramkan. Yang Guang “tidak, ini hanya akan
menjadi peringatan… permainan akan dimulai setelah pengumuman kelulusan turun…”
nyengir sinis. Segera semua bergegas masuk ke dalam hutan perburuan.
Delapan pemuda tersebar ke seluruh arah, tidak berkumpul
seperti yang di fikirkan para pemberontak. Yang Guang sangat suka kegiatan
seperti ini, dia bahkan meninggalkan kudanya, memanjat keatas pepohonan dan
melompat kesana kemari dengan riangnya. Zhe Yan “lihat dia, sudah tahu ada
bahaya, tidak menghindar malah mendatanginya” menggelengkan kepala. Bai Chen
cekikikan “tampangnya seperti tidak ada yang akan terjadi…” disaat mereka
berbincang, Yang Guang diserang oleh panah beracun dari segala arah. Yang Guang
tersenyum, melepas jubahnya dan berputar. Dalam sekejab memantulkan semua anak
panah dan kembali memakai jubahnya dengan senyuman. ‘cit… cit… cit…’ mendengar
kicauan anak-anak burung, Yang Guang semakin berbinar, segera melompat mencari
anak-anak burung, seakan tidak ada apapun yang terjadi sebelumnya. Hua Zi dan
lainnya tersenyum menggelengkan kepala melihat kenakalannya.
“hai… burung-burung kecil, apa aku menakuti kalian ?” Yang
Guang memberi serpihan kue ke anak-anak burung ‘cit… cit… cit…’ kicauan burung
sambil menikmati kue, Yang Guang cekikikan mendengar kicauan mereka. Segera
banyak batu yang terlempar ke arahnya, Yang guang mengambil anak-anak burung
beserta sarangnya, kembali melepas jubahnya dan memantulkan semua batu. Yang
Guang kembali melompat naik keatas kudanya “ayo… kita mencarikan makanan untuk
kalian dan tempat baru, disini terlalu berbahaya untuk burung-bururng seimut
kalian…” menunggangi kudanya semakin dalam memasuki hutan.
Panah
dan batu yang dipantulkan Yang Guang, banyak yang mengenai dan melukai pemiliknya,
bahkan ada yang mati karena racunnya sendiri. Yang Guang masuk lebih dalam,
hingga ke perbatasan hutan perburuan yang merupakan tebing curam. Beberapa
orang berpakaian hitam segera menghampirinya. Yang Guang tersenyum dingin
“masih mengejar… ah aku sudah lumayan berkeringat hari ini… ayo kita bermain…”
semua mendekati yang Guang dengan tujuan membuatnya takut dan terjatuh dari
tebing. Pemikiran mereka salah, karena Yang Guang sama sekali tidak bergeming,
malah bermain dengan sarang burung ditangannya “hai… hari ini kalian menemaniku
bermain… setelah keluar dari sini, aku akan memberi kalian makanan enak…”
melirik ke para pembunuh.
Di
saat merasa jarak sudah lumayan dekat, Yang Guang menghentakkan Fei Jiao yang
segera mengangkat kedua kaki depannya dan berlari menerjang ke depan. Setelah
__ADS_1
keluar dari tepi tebing, Yang Guang dikelilingi oleh para pembunuh. Yang Guang
menaruh sarang anak-anak burung di atas punggung Fei Jiao “lindungi mereka…”
seakan mengerti, Fei Jiao menganggukkan kepalanya sambil kakinya mengais-ngais
tanah. ‘kiik… kiik… kiik…’ terdengar bunyi derap kuda mendekati mereka
“serang…” kata seorang pembunuh dan bersama-sama menyerang Yang Guang. Para
pembunuh menyadari akan adanya bantuan yang datang untuk Yang Guang.
Terlihat
Jing Guang dan Tian Ling yang paling depan, memacu kuda mereka mendekati tempat
pertarungan Yang Guang “apa yang membuat kalian selama itu ? jika terjadi
sesuatu dengan anak-anak burungku, awas kalian !” dibelakang keduanya juga
tampak banyak pembunuh yang mengejar “hahaha… maaf Da Ren, banyak pengacau,
lagipula permintaanmu sangat berat, untuk apa membawa barang yang merepotkan
begini cih…” Jing Guang protes. Yang Guang “kalian yang mau mengikuti
permainanku, jadi harus menurut 'muridku' hahaha…” terdengar suara tawa Yang
Guang ditengah pertarungan yang membahana.
Bai
Chen “apa yang mau dilakukannya ?” Hua Zi mengangkat bahu “mungkin menggantung
dan menjemur semuanya” Zhe Yan “tidak membunuh mereka ?” Hua Zi “Feng Wei hanya
menganggap mereka sebagai permainan, tidak ada niat membunuh mereka. Dia menjalankan
tugasnya sebagai Pengawas Akademi Kerajaan dengan baik, anak-anak itu masih
terdaftar sebagai pelajarnya. Lagipula ini adalah acara yang diusulkannya jadi
dia hanya bermain saja” keduanya mengangguk.
Sesuai
dengan perkataan Hua Zi, 5 kawan lainnya sudah bergabung dan membawa banyak
tali yang terbuat dari akar tanaman. Kedelapannya bekerja sama mengikat para
sedikit, traktir makan sepuasnya” Yang Guang menawarkan “baik… makan sampai
puas…” Lu Teng “kali ini harus ada arak… sudah lama tidak minum…” Yang Guang
“baik, makan dan minum sepuasnya hahaha…” semua tertawa dan melanjutkan
pertarungan. Hua ZI menggelengkan kepala, Zhe Yan “pantas saja kedua Zun Wang
mengatakan Shen Zhu ini paling tahu bersenang-senang. Ternyata segala situasi
bisa dibuat menjadi permainan yang menyenangkan”. Bai Chen “bermain saja sudah
setangguh ini, bagaimana jika dia serius haih… mereka kultivasi untuk bermain
sepuasnya di alam fana… melihat mereka, aku juga jadi ingin ikut kultivasi” Zhe
Yan “pantas saja Ling Ling begitu ingin ikut kultivasi” Hua Zi tersenyum
memanjakan melihat Yang Guang.
Hua
Zi “dia adalah cahaya yang paling terang dimanapun dia berada” Zhe Yan “entah
kultivasinya kali ini akan berlalu berapa tahun… semoga saja membawa banyak
pengaruh baik pada jiwa raganya” Hua Zi “Feng Wei, aku merindukanmu…” Bai Chen
“Yu Huang, setidaknya disini kau bisa melihatnya…” Hua Zi “aku tidak bisa
membantu apapun !” sedih. Zhe Yan “dengan tidak melakukan apapun, kau sudah
membantunya…” Bai Chen “kedua Zun Wang tidak datang melihatnya ?” Hua Zi
menggeleng “mereka sedang menyelesaikan permainan di Yu Zhou Da Lu” keduanya
mengangguk.
Mereka
membuat para pembunuh seperti tangga bergelantungan di tebing. Ye Xing turun
menepuk pipi salah satu pembunuh “bukankah kami sangat baik pada kalian… kalian
bisa melihat pemandangan terbenamnya matahari dari sini hahaha…” Tian Ling
__ADS_1
“jangan muncul lagi dihadapan kami jika masih menyayangi hidup kalian.
Selanjutnya kami tidak akan sebaik ini. Beritahukan pada pemimpin kalian !”
Yang Guang diatas bermain-main dengan anak-anak burungnya “hei jangan terlalu
lama, aku sudah kelaparan…” Jing Guang berteriak memberitahu teman-temannya
yang turun menghampiri para pembunuh. Huang Guang “Yang er, kau tidak terluka
kan ?” Yang Guang menggeleng.
Jing
Guang “mereka betul-betul mengambil umpan yang kau tebarkan !” Yang Guang
nyengir “hari ini lumayan berkeringat… kita kembali ke istana, biarkan mereka
membuat permainan yang lebih seru keesokan harinya…” Jing Guang cemberut “kau
ingin memberi mereka kesempatan, juga tidak perlu ke istana kan !” Yang Guang
mengangguk “kalian ingin kemana ?” Shui Lan “kudengar di desa kecil sebelah
selatan luar ibukota ada mie yang menggiurkan. Bagaimana kalau kita kesana !”
Yang Guang berbinar “benarkah ! aku mau…” Tian Ling yang sudah naik “bagaimana
dengan para pelajar itu ?” Huang Guang “biarkan saja, ada pengawal dan prajurit
yang melindungi mereka…” Yang Guang “kita menyingkir untuk mendapatkan panggung
permainan yang lebih besar…”.
Huang
Guang “mereka akan berfikir 2 kali sebelum menyerang lagi…” Yang Guang “hari
ketiga, aku ingin semua bersenang-senang, jadi sementara biarkan saja dulu
mereka. Setelah besok, tidak akan ada penyerang lagi… biarkan mereka merasakan
kebersamaan terakhir sebelum keluar dari Akademi Kerajaan”. Jing Guang “Yang
er, sebenarnya terbuat dari apa hatimu itu… tidak sedikit dari mereka
menginginkan nyawamu, tapi kau masih saja berfikir untuk kebaikan mereka !”
kesal. Yang Guang tampak berfikir “bukannya kalian sering mengatakan aku tidak
punya hati hahaha…” mengolok Jing Guang dan lainnya. Tian Ling “itu kan karena
selain makanan, kau tidak tertarik pada siapapun…” Yang Guang mencibir “Nona
Muda Tian Ling, tolong lihat diri anda sendiri ! sudah hampir 3 tahun kita
bersama, aku tidak melihatmu tertarik pada siapapun hahaha…” semua
menertawakannya.
Lu
Teng “Yang er, kau mengatakan hal ini ada benar ada salahnya…” Yang Guang
mengerutkan kening. Semua saling melirik “kita semua mempunyai satu hati yang
bersatu denganmu…” Yang Guang terpana “kalian tidak sedang jatuh cinta padaku
kan ?" dengan mata disipitkan menatap sinis pada semua yang mengangguk padanya.
Yang Guang segera mundur “hiiii… jangan mendekat…” bertampang jijik pada semua.
Jing Guang tersenyum lembut, mendekatinya “Yang er, cinta kami padamu, siapapun
dapat melihatnya, hanya kau yang tidak menyadarinya !” Yang Guang berlagak
muntah “sejak kapan kau belajar berkata menjijikkan seperti ini !” semua
tersenyum lembut menatapnya “Yang er, kau selalu seperti ini ! tidak pernah
menunjukkan tampang serius saat membahas perasaan kami. Kau begitu pintar tentu
sudah menyadari perasaan kami padamu…” Huang Guang menambahkan. Shui Lan “Yang er,
kau anggap kami tidak normal juga baik, anggap kami bergurau juga baik. Tapi
dari saat kami pertama denganmu, sudah ditakdirkan selalu bersamamu. Kau
bersembunyi dibalik wajah ceriamu, tapi hatimu itu…” Dian Lan “terlalu
berharga… sifat welas asihmu yang tidak memandang siapapun… selalu menyebar
kebahagiaan dimana-mana, bahkan tidak memikirkan dirimu sendiri…” Ye Xing “Yang
er, kami akan selalu berada disisimu menemanimu… kau bisa melindungi semua
__ADS_1
sesukamu, kami akan selalu melindungimu…”.