Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 162 - Serangan di Hutan Perburuan


__ADS_3

Sesuai yang dijanjikan,


setelah ujian kelulusan, Yang Guang membawa semua peserta ujian ke arena hutan


perburuan kerajaan. Yang Guang memberi kesempatan para peserta untuk melakukan


apapun di hutan perburuan. Para pelajar yang memendam kekesalan saat di Akademi


Kerajaan dan tidak berfikiran terbuka terutama para pemberontak berencana untuk


menjatuhkan Yang Guang dan kawan-kawannya. Fokus utama mereka adalah Yang


Guang, yang merupakan pemimpin diantara kedelapannya. Mereka yakin jika Yang


Guang tidak ada, ketujuh lainnya akan dengan mudah dikalahkan.


          Di kesempatan kali ini, Yang Guang juga memberi pelajaran


pada beberapa pemberontak (tepatnya anak pemberontak) yang dengan sengaja


menyiapkan jebakan untuknya. “Yang er, apa ini sudah termasuk permainan ?”


Huang Guang bertanya dengan senyum menyeramkan. Yang Guang “tidak, ini hanya akan


menjadi peringatan… permainan akan dimulai setelah pengumuman kelulusan turun…”


nyengir sinis. Segera semua bergegas masuk ke dalam hutan perburuan.


          Delapan pemuda tersebar ke seluruh arah, tidak berkumpul


seperti yang di fikirkan para pemberontak. Yang Guang sangat suka kegiatan


seperti ini, dia bahkan meninggalkan kudanya, memanjat keatas pepohonan dan


melompat kesana kemari dengan riangnya. Zhe Yan “lihat dia, sudah tahu ada


bahaya, tidak menghindar malah mendatanginya” menggelengkan kepala. Bai Chen


cekikikan “tampangnya seperti tidak ada yang akan terjadi…” disaat mereka


berbincang, Yang Guang diserang oleh panah beracun dari segala arah. Yang Guang


tersenyum, melepas jubahnya dan berputar. Dalam sekejab memantulkan semua anak


panah dan kembali memakai jubahnya dengan senyuman. ‘cit… cit… cit…’ mendengar


kicauan anak-anak burung, Yang Guang semakin berbinar, segera melompat mencari


anak-anak burung, seakan tidak ada apapun yang terjadi sebelumnya. Hua Zi dan


lainnya tersenyum menggelengkan kepala melihat kenakalannya.


          “hai… burung-burung kecil, apa aku menakuti kalian ?” Yang


Guang memberi serpihan kue ke anak-anak burung ‘cit… cit… cit…’ kicauan burung


sambil menikmati kue, Yang Guang cekikikan mendengar kicauan mereka. Segera


banyak batu yang terlempar ke arahnya, Yang guang mengambil anak-anak burung


beserta sarangnya, kembali melepas jubahnya dan memantulkan semua batu. Yang


Guang kembali melompat naik keatas kudanya “ayo… kita mencarikan makanan untuk


kalian dan tempat baru, disini terlalu berbahaya untuk burung-bururng seimut


kalian…” menunggangi kudanya semakin dalam memasuki hutan.


Panah


dan batu yang dipantulkan Yang Guang, banyak yang mengenai dan melukai pemiliknya,


bahkan ada yang mati karena racunnya sendiri. Yang Guang masuk lebih dalam,


hingga ke perbatasan hutan perburuan yang merupakan tebing curam. Beberapa


orang berpakaian hitam segera menghampirinya. Yang Guang tersenyum dingin


“masih mengejar… ah aku sudah lumayan berkeringat hari ini… ayo kita bermain…”


semua mendekati yang Guang dengan tujuan membuatnya takut dan terjatuh dari


tebing. Pemikiran mereka salah, karena Yang Guang sama sekali tidak bergeming,


malah bermain dengan sarang burung ditangannya “hai… hari ini kalian menemaniku


bermain… setelah keluar dari sini, aku akan memberi kalian makanan enak…”


melirik ke para pembunuh.


Di


saat merasa jarak sudah lumayan dekat, Yang Guang menghentakkan Fei Jiao yang


segera mengangkat kedua kaki depannya dan berlari menerjang ke depan. Setelah

__ADS_1


keluar dari tepi tebing, Yang Guang dikelilingi oleh para pembunuh. Yang Guang


menaruh sarang anak-anak burung di atas punggung Fei Jiao “lindungi mereka…”


seakan mengerti, Fei Jiao menganggukkan kepalanya sambil kakinya mengais-ngais


tanah. ‘kiik… kiik… kiik…’ terdengar bunyi derap kuda mendekati mereka


“serang…” kata seorang pembunuh dan bersama-sama menyerang Yang Guang. Para


pembunuh menyadari akan adanya bantuan yang datang untuk Yang Guang.


Terlihat


Jing Guang dan Tian Ling yang paling depan, memacu kuda mereka mendekati tempat


pertarungan Yang Guang “apa yang membuat kalian selama itu ? jika terjadi


sesuatu dengan anak-anak burungku, awas kalian !” dibelakang keduanya juga


tampak banyak pembunuh yang mengejar “hahaha… maaf Da Ren, banyak pengacau,


lagipula permintaanmu sangat berat, untuk apa membawa barang yang merepotkan


begini cih…” Jing Guang protes. Yang Guang “kalian yang mau mengikuti


permainanku, jadi harus menurut 'muridku' hahaha…” terdengar suara tawa Yang


Guang ditengah pertarungan yang membahana.


Bai


Chen “apa yang mau dilakukannya ?” Hua Zi mengangkat bahu “mungkin menggantung


dan menjemur semuanya” Zhe Yan “tidak membunuh mereka ?” Hua Zi “Feng Wei hanya


menganggap mereka sebagai permainan, tidak ada niat membunuh mereka. Dia menjalankan


tugasnya sebagai Pengawas Akademi Kerajaan dengan baik, anak-anak itu masih


terdaftar sebagai pelajarnya. Lagipula ini adalah acara yang diusulkannya jadi


dia hanya bermain saja” keduanya mengangguk.


Sesuai


dengan perkataan Hua Zi, 5 kawan lainnya sudah bergabung dan membawa banyak


tali yang terbuat dari akar tanaman. Kedelapannya bekerja sama mengikat para


sedikit, traktir makan sepuasnya” Yang Guang menawarkan “baik… makan sampai


puas…” Lu Teng “kali ini harus ada arak… sudah lama tidak minum…” Yang Guang


“baik, makan dan minum sepuasnya hahaha…” semua tertawa dan melanjutkan


pertarungan. Hua ZI menggelengkan kepala, Zhe Yan “pantas saja kedua Zun Wang


mengatakan Shen Zhu ini paling tahu bersenang-senang. Ternyata segala situasi


bisa dibuat menjadi permainan yang menyenangkan”. Bai Chen “bermain saja sudah


setangguh ini, bagaimana jika dia serius haih… mereka kultivasi untuk bermain


sepuasnya di alam fana… melihat mereka, aku juga jadi ingin ikut kultivasi” Zhe


Yan “pantas saja Ling Ling begitu ingin ikut kultivasi” Hua Zi tersenyum


memanjakan melihat Yang Guang.


Hua


Zi “dia adalah cahaya yang paling terang dimanapun dia berada” Zhe Yan “entah


kultivasinya kali ini akan berlalu berapa tahun… semoga saja membawa banyak


pengaruh baik pada jiwa raganya” Hua Zi “Feng Wei, aku merindukanmu…” Bai Chen


“Yu Huang, setidaknya disini kau bisa melihatnya…” Hua Zi “aku tidak bisa


membantu apapun !” sedih. Zhe Yan “dengan tidak melakukan apapun, kau sudah


membantunya…” Bai Chen “kedua Zun Wang tidak datang melihatnya ?” Hua Zi


menggeleng “mereka sedang menyelesaikan permainan di Yu Zhou Da Lu” keduanya


mengangguk.


Mereka


membuat para pembunuh seperti tangga bergelantungan di tebing. Ye Xing turun


menepuk pipi salah satu pembunuh “bukankah kami sangat baik pada kalian… kalian


bisa melihat pemandangan terbenamnya matahari dari sini hahaha…” Tian Ling

__ADS_1


“jangan muncul lagi dihadapan kami jika masih menyayangi hidup kalian.


Selanjutnya kami tidak akan sebaik ini. Beritahukan pada pemimpin kalian !”


Yang Guang diatas bermain-main dengan anak-anak burungnya “hei jangan terlalu


lama, aku sudah kelaparan…” Jing Guang berteriak memberitahu teman-temannya


yang turun menghampiri para pembunuh. Huang Guang “Yang er, kau tidak terluka


kan ?” Yang Guang menggeleng.


Jing


Guang “mereka betul-betul mengambil umpan yang kau tebarkan !” Yang Guang


nyengir “hari ini lumayan berkeringat… kita kembali ke istana, biarkan mereka


membuat permainan yang lebih seru keesokan harinya…” Jing Guang cemberut “kau


ingin memberi mereka kesempatan, juga tidak perlu ke istana kan !” Yang Guang


mengangguk “kalian ingin kemana ?” Shui Lan “kudengar di desa kecil sebelah


selatan luar ibukota ada mie yang menggiurkan. Bagaimana kalau kita kesana !”


Yang Guang berbinar “benarkah ! aku mau…” Tian Ling yang sudah naik “bagaimana


dengan para pelajar itu ?” Huang Guang “biarkan saja, ada pengawal dan prajurit


yang melindungi mereka…” Yang Guang “kita menyingkir untuk mendapatkan panggung


permainan yang lebih besar…”.


Huang


Guang “mereka akan berfikir 2 kali sebelum menyerang lagi…” Yang Guang “hari


ketiga, aku ingin semua bersenang-senang, jadi sementara biarkan saja dulu


mereka. Setelah besok, tidak akan ada penyerang lagi… biarkan mereka merasakan


kebersamaan terakhir sebelum keluar dari Akademi Kerajaan”. Jing Guang “Yang


er, sebenarnya terbuat dari apa hatimu itu… tidak sedikit dari mereka


menginginkan nyawamu, tapi kau masih saja berfikir untuk kebaikan mereka !”


kesal. Yang Guang tampak berfikir “bukannya kalian sering mengatakan aku tidak


punya hati hahaha…” mengolok Jing Guang dan lainnya. Tian Ling “itu kan karena


selain makanan, kau tidak tertarik pada siapapun…” Yang Guang mencibir “Nona


Muda Tian Ling, tolong lihat diri anda sendiri ! sudah hampir 3 tahun kita


bersama, aku tidak melihatmu tertarik pada siapapun hahaha…” semua


menertawakannya.


Lu


Teng “Yang er, kau mengatakan hal ini ada benar ada salahnya…” Yang Guang


mengerutkan kening. Semua saling melirik “kita semua mempunyai satu hati yang


bersatu denganmu…” Yang Guang terpana “kalian tidak sedang jatuh cinta padaku


kan ?" dengan mata disipitkan menatap sinis pada semua yang mengangguk padanya.


Yang Guang segera mundur “hiiii… jangan mendekat…” bertampang jijik pada semua.


Jing Guang tersenyum lembut, mendekatinya “Yang er, cinta kami padamu, siapapun


dapat melihatnya, hanya kau yang tidak menyadarinya !” Yang Guang berlagak


muntah “sejak kapan kau belajar berkata menjijikkan seperti ini !” semua


tersenyum lembut menatapnya “Yang er, kau selalu seperti ini ! tidak pernah


menunjukkan tampang serius saat membahas perasaan kami. Kau begitu pintar tentu


sudah menyadari perasaan kami padamu…” Huang Guang menambahkan. Shui Lan “Yang er,


kau anggap kami tidak normal juga baik, anggap kami bergurau juga baik. Tapi


dari saat kami pertama denganmu, sudah ditakdirkan selalu bersamamu. Kau


bersembunyi dibalik wajah ceriamu, tapi hatimu itu…” Dian Lan “terlalu


berharga… sifat welas asihmu yang tidak memandang siapapun… selalu menyebar


kebahagiaan dimana-mana, bahkan tidak memikirkan dirimu sendiri…” Ye Xing “Yang


er, kami akan selalu berada disisimu menemanimu… kau bisa melindungi semua

__ADS_1


sesukamu, kami akan selalu melindungimu…”.


__ADS_2