Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 197 - Sadarnya Shen Zhu kecil


__ADS_3

Suasana


hening seketika, semuanya tidak mengerti apa yang telah terjadi barusan. Tidak


ada yang melihat seorangpun maju menyerang kedua putri, darimana munculnya


goresan itu. Dong Hua yang merasakan keheningan, mengangkat kepala mengecek situasi.


Dia melihat kedua putri dengan goresan hitam di pipi masing-masing. Seperti


mendapat pemahaman yang sama, semua melihat kearah Di Hou kecil, yang masih


tertidur dengan tenang di pelukan Dong Hua.


Tidak adanya respon dari Di Hou kecil membuat mereka


bertanya-tanya, siapa lagi yang bisa melakukan hal ini selain Di Hou kecil !


Kedua putri semakin emosi menunjuk Xin Xin dan Xiong Xiong “pasti kalian yang


melakukannya” Xin Xin mencibir “apa mata kalian ada melihat kami melakukannya ?


kami dari tadi berdiri disini” Xiong Xiong juga menambahkan cibiran “itu pasti


karma dari perbuatan buruk kalian cih”. Putri Shui Xue Mei menatap tajam Xiong


Xiong “ini pasti hasil pengajaran ibunda kalian yang lemah itu”. ‘shitt shitt’


bunyi lagi dan bertambah satu goresan hitam lagi di wajah keduanya.


Kedua putri memegang wajah masing-masing “sihir apa yang


kalian gunakan ? dasar rubah licik” ‘shittt shittt’ bunyi lagi bertambah 1


goresan lagi. Yang melihat, kebingungan, tidak tahu hal apa yang terjadi,


berulang kali melihat ke gadis kecil di pelukan Dong Hua Di Jun dan ke kedua


putri. Dong Hua pun mulai tertarik ‘hal seperti ini hanya Shen Zhu kecil


usilnya yang berani melakukan, tapi sekarang gadis kecilnya masih dalam tidur


panjangnya’ Dong Hua juga berharap yang melakukan hal ini adalah gadis


kecilnya, tapi tidak ada tanda-tanda Shen Zhu kecil membuka matanya.


Kedua putri murka dan berteriak “kalau berani tunjukkan


wujudmu, bertarung terang-terangan dengan kami. Jangan bermain licik di


belakang kami” Semua saling memandang satu sama lain. Xiong Xiong mencibir


“jangan-jangan perbuatan jiwa yang datang membalas dendam pada kalian” Putri


Shui Xue Rou menatap tajam Xiong Xiong “tutup mulutmu rubah licik jahanam”.


Putri Shui Xue Mei berteriak “hanya pengecut yang tidak berani menampakkan


wajahnya, bisanya bermain licik di belakang” suasana menjadi hening, semua juga


ingin tahu siapa yang melakukannya.


Dari pelukan Dong Hua Di Jun “hoamm… kalian sangat ribut


menganggu mimpi indahku” Cai Hong Huo Feng kecil perlahan membuka mata dan


terduduk merenggangkan otot-ototnya. Dong Hua tersenyum bahagia langsung

__ADS_1


memeluk Shen Zhu kecilnya “Feng Wei, sudah sadar”. Keempat anakpun berhamburan


memeluk Shen Zhu kecil “Niang Qin, kami tahu, kami tahu itu dirimu. Niang Qin,


Gun Gun / Xin Xin / Xiong Xiong / Ling Ling sangat merindukanmu” Shen Zhu kecil


teriak “ouch ouch, sudah… sudah… kehabisan nafas… anak-anak…” mereka


merenggangkan pelukan “hihihi… maaf sudah membuat kalian menunggu lama. Sudah,


ini tempat umum. Lepas semua, aku mau bermain” semua melepas Shen Zhu kecil dan


tersenyum manis. Yang lainpun melihat mereka dengan senyum bahagia, sempat


melupakan kedua putri yang berdiri dengan amarahnya.


Cai Hong Huo Feng perlahan keluar dari pelukan


keluarganya dan berdiri, berjalan kedepan kedua putri, mencondongkan badan


melihat mereka dari atas dengan senyum jahil. Shen Zhu kecil, berdiri dengah


gagah sambil menopang kedua tangan kebelakang. Wajah kecilnya memancarkan


cahaya kecantikan membuat yang melihatnya tidak dapat berpaling termasuk kedua


putri. Mata besar yang jernih, hidung kecil yang mancung, mulut kecil yang


manis, tanda bunga Feng Wei dan setengah lingkaran pelangi di keningnya


menambah pesona dirinya.


Cai Hong Huo Feng perlahan berjalan maju sambil


berbicara dengan santai “Bibi-bibi Shan Xian yang sangat cantik, bagaimana


kalian hihihi…” semua menutup mulut menahan tawa mereka. Kedua putri masih


terkejut belum membalas “oh, aku bukan pengecut dan tidak pernah menjadi


pengecut. Dari tadi aku berada dihadapan kalian, tidak menyerang dari belakang.


Bukankah bibi-bibi, dewi yang hebat! bagaimana bisa tidak menyadari anak kecil


yang lemah ini ?” tersenyum jahil.


Putri Shui Xue Mei menunjuk Cai Hong Huo Feng “kamu… bagaimana


kamu melakukannya ? daritadi kamu tertidur disana” Shen Zhu kecil nyengir


“bukankah rubah licik jahanam tadi sudah memberitahu kalian, dengan 1 tatapan


bisa memusnahkan suku kalian.” Shen Zhu kecil memegang dagunya mencibir “oh,


tapi tadi aku tidak menatap kalian, aku hanya menghembuskan sedikit angin


saja”. Selain kedua putri, yang ada dalam aula semua tertawa cekikikan. Di Hou


kecil yang jahil sudah kembali.


Putri Shui Xue Rou menunjuk Shen Zhu kecil “kamu anak


kecil bisa apa, bahkan Di Xian pun tidak termasuk. Kalau berani, lawan kami !” Cai


Hong Huo Feng merenung sejenak kemudian berbalik menatap Dong Hua, dengan suara


manja “Dong Hua Di Jun, hmmm… apa aku tidak termasuk Di Xian?” tidak menunggu

__ADS_1


jawaban Dong Hua, sudah berbalik menghadap kedua putri berbicara jahil “hmmm


kalian benar, aku ini rubah licik yang tidak termasuk Di Xian” tiba-tiba


tersenyum ceria sambil menggosok-gosokkan kedua tangan dengan mata berbinar


“nah, kalau begitu bibi-bibi Shan Xian yang sangat cantik dan hebat ini ingin bermain


apa denganku ?”.


Cai Hong Huo Feng melanjutkan dengan semangat “kalian


harus bermain dengan seru, karena sudah lama tertidur, aku sudah lama tidak


bermain. Ayo… ayo… kita bermain, jadi bisa merenggangkan otot-ototku yang kaku”


sambil merenggangkan otot-ototnya. Yang lain geleng-geleng kepala, sedangkan


kedua putri sudah hampir muntah darah mendengar perkataan Di Hou kecil.


Pertarungan serius yang mereka mau hanya dianggap Di Hou kecil sebagai


permainan dan teman bermain. Di Hou kecil juga menyebut mereka bibi membuat


emosi mereka meledak.


Di Hou


kecil memanggil-manggil “ayo ayo mulailah, jangan kelamaan, aku sudah mulai


kelaparan. Jika aku lapar aku akan marah, nanti tidak jadi bermain. Ayo


cepatlah” kedua putri dengan emosi segera menyerang Di Hou kecil. Tubuh kecil Cai


Hong Huo Feng bergerak kesana kemari dengan lincahnya, menambah segores demi


segores tinta hitam di sekujur tubuh kedua putri. Kedua putri pusing mengejar Di


Hou kecil, setiap sihir yang mereka keluarkan kearah Di Hou kecil malah


menghantam saudara sendiri. Cai Hong Huo Feng hanya tertawa cekikikan disana


sambil bergerak-gerak santai. Yang lain hanya tertawa dan geleng-geleng kepala


melihat Di Hou kecil yang usilnya sudah terkenal di Jiu Jong Tian,


mempermainkan kedua putri. Mereka senang Di Hou kecil sudah sadar, sumber


keceriaan dan kebahagiaan Jiu Jong Tian sudah kembali lagi.


Mata


Dong Hua terus mengikuti pergerakan Cai Hong Huo Feng dengan senyuman


memanjakan. Selain Dong Hua, mata Ching Ching dan Chang Chang pun terus mengikuti


pergerakan Cai Hong Huo Feng dengan binar kekaguman. Selama ini, mereka hanya


mendengarkan cerita dari orang tua dan keluarga mereka. Saat ini, mereka


melihat bagaimana dewi yang dipuja dewa dewi agung itu beraksi dengan


keusilannya. Mereka pun melihat bagaimana Dong Hua Di Jun yang adalah kakek


mereka, tersenyum begitu lembut dengan wajah Bahagia, semenjak sadarnya nenek


kecil mereka.

__ADS_1


__ADS_2