
Suasana
hening seketika, semuanya tidak mengerti apa yang telah terjadi barusan. Tidak
ada yang melihat seorangpun maju menyerang kedua putri, darimana munculnya
goresan itu. Dong Hua yang merasakan keheningan, mengangkat kepala mengecek situasi.
Dia melihat kedua putri dengan goresan hitam di pipi masing-masing. Seperti
mendapat pemahaman yang sama, semua melihat kearah Di Hou kecil, yang masih
tertidur dengan tenang di pelukan Dong Hua.
Tidak adanya respon dari Di Hou kecil membuat mereka
bertanya-tanya, siapa lagi yang bisa melakukan hal ini selain Di Hou kecil !
Kedua putri semakin emosi menunjuk Xin Xin dan Xiong Xiong “pasti kalian yang
melakukannya” Xin Xin mencibir “apa mata kalian ada melihat kami melakukannya ?
kami dari tadi berdiri disini” Xiong Xiong juga menambahkan cibiran “itu pasti
karma dari perbuatan buruk kalian cih”. Putri Shui Xue Mei menatap tajam Xiong
Xiong “ini pasti hasil pengajaran ibunda kalian yang lemah itu”. ‘shitt shitt’
bunyi lagi dan bertambah satu goresan hitam lagi di wajah keduanya.
Kedua putri memegang wajah masing-masing “sihir apa yang
kalian gunakan ? dasar rubah licik” ‘shittt shittt’ bunyi lagi bertambah 1
goresan lagi. Yang melihat, kebingungan, tidak tahu hal apa yang terjadi,
berulang kali melihat ke gadis kecil di pelukan Dong Hua Di Jun dan ke kedua
putri. Dong Hua pun mulai tertarik ‘hal seperti ini hanya Shen Zhu kecil
usilnya yang berani melakukan, tapi sekarang gadis kecilnya masih dalam tidur
panjangnya’ Dong Hua juga berharap yang melakukan hal ini adalah gadis
kecilnya, tapi tidak ada tanda-tanda Shen Zhu kecil membuka matanya.
Kedua putri murka dan berteriak “kalau berani tunjukkan
wujudmu, bertarung terang-terangan dengan kami. Jangan bermain licik di
belakang kami” Semua saling memandang satu sama lain. Xiong Xiong mencibir
“jangan-jangan perbuatan jiwa yang datang membalas dendam pada kalian” Putri
Shui Xue Rou menatap tajam Xiong Xiong “tutup mulutmu rubah licik jahanam”.
Putri Shui Xue Mei berteriak “hanya pengecut yang tidak berani menampakkan
wajahnya, bisanya bermain licik di belakang” suasana menjadi hening, semua juga
ingin tahu siapa yang melakukannya.
Dari pelukan Dong Hua Di Jun “hoamm… kalian sangat ribut
menganggu mimpi indahku” Cai Hong Huo Feng kecil perlahan membuka mata dan
terduduk merenggangkan otot-ototnya. Dong Hua tersenyum bahagia langsung
__ADS_1
memeluk Shen Zhu kecilnya “Feng Wei, sudah sadar”. Keempat anakpun berhamburan
memeluk Shen Zhu kecil “Niang Qin, kami tahu, kami tahu itu dirimu. Niang Qin,
Gun Gun / Xin Xin / Xiong Xiong / Ling Ling sangat merindukanmu” Shen Zhu kecil
teriak “ouch ouch, sudah… sudah… kehabisan nafas… anak-anak…” mereka
merenggangkan pelukan “hihihi… maaf sudah membuat kalian menunggu lama. Sudah,
ini tempat umum. Lepas semua, aku mau bermain” semua melepas Shen Zhu kecil dan
tersenyum manis. Yang lainpun melihat mereka dengan senyum bahagia, sempat
melupakan kedua putri yang berdiri dengan amarahnya.
Cai Hong Huo Feng perlahan keluar dari pelukan
keluarganya dan berdiri, berjalan kedepan kedua putri, mencondongkan badan
melihat mereka dari atas dengan senyum jahil. Shen Zhu kecil, berdiri dengah
gagah sambil menopang kedua tangan kebelakang. Wajah kecilnya memancarkan
cahaya kecantikan membuat yang melihatnya tidak dapat berpaling termasuk kedua
putri. Mata besar yang jernih, hidung kecil yang mancung, mulut kecil yang
manis, tanda bunga Feng Wei dan setengah lingkaran pelangi di keningnya
menambah pesona dirinya.
Cai Hong Huo Feng perlahan berjalan maju sambil
berbicara dengan santai “Bibi-bibi Shan Xian yang sangat cantik, bagaimana
kalian hihihi…” semua menutup mulut menahan tawa mereka. Kedua putri masih
terkejut belum membalas “oh, aku bukan pengecut dan tidak pernah menjadi
pengecut. Dari tadi aku berada dihadapan kalian, tidak menyerang dari belakang.
Bukankah bibi-bibi, dewi yang hebat! bagaimana bisa tidak menyadari anak kecil
yang lemah ini ?” tersenyum jahil.
Putri Shui Xue Mei menunjuk Cai Hong Huo Feng “kamu… bagaimana
kamu melakukannya ? daritadi kamu tertidur disana” Shen Zhu kecil nyengir
“bukankah rubah licik jahanam tadi sudah memberitahu kalian, dengan 1 tatapan
bisa memusnahkan suku kalian.” Shen Zhu kecil memegang dagunya mencibir “oh,
tapi tadi aku tidak menatap kalian, aku hanya menghembuskan sedikit angin
saja”. Selain kedua putri, yang ada dalam aula semua tertawa cekikikan. Di Hou
kecil yang jahil sudah kembali.
Putri Shui Xue Rou menunjuk Shen Zhu kecil “kamu anak
kecil bisa apa, bahkan Di Xian pun tidak termasuk. Kalau berani, lawan kami !” Cai
Hong Huo Feng merenung sejenak kemudian berbalik menatap Dong Hua, dengan suara
manja “Dong Hua Di Jun, hmmm… apa aku tidak termasuk Di Xian?” tidak menunggu
__ADS_1
jawaban Dong Hua, sudah berbalik menghadap kedua putri berbicara jahil “hmmm
kalian benar, aku ini rubah licik yang tidak termasuk Di Xian” tiba-tiba
tersenyum ceria sambil menggosok-gosokkan kedua tangan dengan mata berbinar
“nah, kalau begitu bibi-bibi Shan Xian yang sangat cantik dan hebat ini ingin bermain
apa denganku ?”.
Cai Hong Huo Feng melanjutkan dengan semangat “kalian
harus bermain dengan seru, karena sudah lama tertidur, aku sudah lama tidak
bermain. Ayo… ayo… kita bermain, jadi bisa merenggangkan otot-ototku yang kaku”
sambil merenggangkan otot-ototnya. Yang lain geleng-geleng kepala, sedangkan
kedua putri sudah hampir muntah darah mendengar perkataan Di Hou kecil.
Pertarungan serius yang mereka mau hanya dianggap Di Hou kecil sebagai
permainan dan teman bermain. Di Hou kecil juga menyebut mereka bibi membuat
emosi mereka meledak.
Di Hou
kecil memanggil-manggil “ayo ayo mulailah, jangan kelamaan, aku sudah mulai
kelaparan. Jika aku lapar aku akan marah, nanti tidak jadi bermain. Ayo
cepatlah” kedua putri dengan emosi segera menyerang Di Hou kecil. Tubuh kecil Cai
Hong Huo Feng bergerak kesana kemari dengan lincahnya, menambah segores demi
segores tinta hitam di sekujur tubuh kedua putri. Kedua putri pusing mengejar Di
Hou kecil, setiap sihir yang mereka keluarkan kearah Di Hou kecil malah
menghantam saudara sendiri. Cai Hong Huo Feng hanya tertawa cekikikan disana
sambil bergerak-gerak santai. Yang lain hanya tertawa dan geleng-geleng kepala
melihat Di Hou kecil yang usilnya sudah terkenal di Jiu Jong Tian,
mempermainkan kedua putri. Mereka senang Di Hou kecil sudah sadar, sumber
keceriaan dan kebahagiaan Jiu Jong Tian sudah kembali lagi.
Mata
Dong Hua terus mengikuti pergerakan Cai Hong Huo Feng dengan senyuman
memanjakan. Selain Dong Hua, mata Ching Ching dan Chang Chang pun terus mengikuti
pergerakan Cai Hong Huo Feng dengan binar kekaguman. Selama ini, mereka hanya
mendengarkan cerita dari orang tua dan keluarga mereka. Saat ini, mereka
melihat bagaimana dewi yang dipuja dewa dewi agung itu beraksi dengan
keusilannya. Mereka pun melihat bagaimana Dong Hua Di Jun yang adalah kakek
mereka, tersenyum begitu lembut dengan wajah Bahagia, semenjak sadarnya nenek
kecil mereka.
__ADS_1