
Mendengar bisa bersantai
sebulan, semua bersorak. Semua kembali ke tempat masing-masing melakukan
tanggung jawab mereka, sebelum melanjutkan latihan lagi “Xiao Bai, apa kau
baik-baik saja ?” Dong Hua masih cemas “tenang saja, aku baik-baik saja… aku
ingin bersenang-senang sejenak…” “yatou, ingat jangan memaksakan diri… ini
untukmu, lukamu baru saja pulih masih perlu dirawat… ini minum 2 pil sehari,
setelah sebulan lukamu tidak akan kambuh lagi” Zhe Yan memberi sebotol pil obat
“terima kasih lao feng huang…” setelah mengambil Ling Ling, mereka kembali ke
Tai Chen gong.
Melihat tuannya kembali, Chong Lin dan Mu Yun segera
menyambut. Mu Yun segera mengambil Ling Ling, Chong Lin membawa Gun Gun. Dong
Hua membawa Feng Jiu beristirahat “Xiao Bai, istirahatlah…” Feng Jiu tersenyum
“baik, tapi aku mau kau memelukku tidur…” Dong Hua tersenyum memanjakan “baik,
tidurlah…” memeluk dan mencium kening Feng Jiu. Dong Hua tertidur sejenak,
melihat wajah terlelap Feng Jiu, mengecup keningnya dan keluar dari kamar.
Chong Lin sudah menunggu Dong Hua di ruang baca, melaporkan kejadian dalam 3
bulan ini. Tidak ada sesuatu apapun yang membutuhkan perhatian khusus dari Dong
Hua. Disaat Chong Lin selesai melapor, Meng Hao dan Mu Rong masuk “Di Jun, kami
meminta ijin untuk mengikuti anda dan Di Hou” Dong Hua “baik juga… Xiao Bai
sekarang tidak dapat menerima serangan apapun lagi… kalian ikut bisa membantuku
menjaganya !” Meng Hao “Di Jun, apa luka Di Hou masih parah ?” Dong Hua
“lukanya sudah membaik, hanya masih perlu dirawat… tapi kekuatannya belum
kembali…”.
Mu Rong “Di Jun, ada yang ingin hamba diskusikan dengan
anda !” Dong Hua “katakan saja !” Mu Rong “Di Jun, kami sudah mendiskusikannya…
Di Jun, mengenai keputusan Di Hou yang tiba-tiba ingin melatih kita… sepanjang
aku mengenal Di Hou, segala tindakannya sudah melalui pemikiran dan perencanaan
sebelumnya…” Meng Hao “Di Jun, sesuai dengan kondisi Zheng Zhu, beliau
membutuhkan biguang ratusan hingga ribuan tahun… cara tercepatpun adalah
kultivasi, tapi Zheng Zhu tidak mengambil kedua cara itu. Sesuai pemahamanku
terhadap Zheng Zhu selama ini…” Dong Hua bukan tidak pernah memikirkan segala
kecurigaan kedua jenderal ini “Meng Hao, Xiao Bai sebelumnya memperbaiki segel
Tian Ling Dong. Seharusnya, akan ada suatu hari, Xiao Bai akan bertarung hidup
mati dengan iblis bernama Hei Ye itu. Walaupun tidak tahu apa tujuannya, yang
bisa dilakukan saat ini adalah mengikuti pelatihan Xiao Bai. Saat Xiao Bai
bertempur kembali, aku sudah mempunyai cukup kekuatan untuk berdiri
berdampingan dengannya !” Mu Rong mengangguk “Di Jun, saat itu, kami siap
berdiri berdampingan dengan anda kembali” Dong Hua mengangguk.
Dong Hua kembali ke kamar, menatap Feng Jiu yang masih
__ADS_1
tertidur ‘Xiao Bai, apa sebenarnya yang kau rencanakan ! janjimu untuk selalu
bersama denganku dan membiarkanku melindungimu, pasti akan kau penuhi. Tapi
hatiku masih was-was, apa ada yang kulewatkan !’ mengingat semua kembali
‘tidak, Xiao Bai bukan membiarkanku melindunginya tapi melindungi Si Hai Ba
Huang, apa ini memiliki arti ?’ ‘haih Xiao Hu Li, kau selalu membuatku was was…
setengah jantungku ini akan segera hancur karenamu’ menarik Feng Jiu masuk ke
pelukannya.
Setelah mengurus Jiu Jong Tian, mereka mengunjungi Fan Yin
Gu. Dong Hua juga membawa Chong Lin dan Mu Yun, mengingat kondisi Feng Jiu yang
belum pulih. Feng Jiu menggendong Ling
Ling yang manja padanya “Jie Lu… Jie Lu…” Jie Lu segera berlari memeluk Feng
Jiu “Jiu Ge… Jiu Ge… akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu…” Feng Jiu
cekikikan “Jie Lu Nu Jun, apa tidak berlebihan !” mengelus punggung Jie Lu. Fu
Zi membawa kaum Biyiniao berlutut memberi hormat di hadapan Feng Jiu “Fu Zi,
lama tidak bertemu, berdirilah, tidak perlu menghormat sampai berlutut padaku…”
Jie Lu tersenyum “perlu… Jiu Ge, kalau bukan bantuanmu, kami tidak bisa kembali
ke Fan Yin Gu. Bagaimana keadaanmu ?” Feng Jiu merentangkan tangan “sangat
baik…” dengan senyum mempesona. Dong Hua mengetuk keningnya “kau masih harus
banyak beristirahat…” Feng Jiu cemberut memajukan bibirnya. Gun Gun juga ikut
menggerutu “yang dikatakan Fu Qin sangat benar… Niang Qin harus istirahat,
tubuh Niang Qin masih belum pulih…” Feng Jiu cemberut menghela nafas “haih…
gerutuannya.
Jie Lu mempersila mereka beristirahat di Yue Ling Yuan “Di
Jun, apa anda akan mengajar ?” Dong Hua mengangguk. Feng Jiu “Jie Lu, mana
pasanganmu ?” seorang pemuda maju “Jiu Ge, ini suamiku Lian Yan Qing” “Yan Qing
memberi hormat Di Jun Di Hou…” Feng Jiu tersenyum, Dong Hua tidak senang
melihat senyum Feng Jiu “Xiao Bai, kau harus istirahat…” Jie Lu segera undur
diri bersama pasangan dan kaumnya. Dong Hua cemberut “Xiao Bai, jangan
tersenyum…” Feng Jiu langsung mengambil kembali senyumannya, tapi hanya sesaat.
Tidak lama kemudian Feng Jiu tertawa terbahak-bahak “Di Jun-ku yang tampan
cemburu lagi hahaha…” Dong Hua kesal, menggendong Feng Jiu masuk ke kamar,
tidak mempedulikan yang lain yang menahan tawa melihatnya.
Dong Hua masih cemberut “Fu Ren…” kesal Feng Jiu masih
terus tertawa “masih tertawa… apa yang ditertawakan cih…” membuang muka. Feng
Jiu usil, memeluk Dong Hua dari belakang “Di Jun-ku tercinta, sudah marah ?
mengabaikanku lagi… haiyo Di Jun… Dong Hua… Fu Jun…” berusaha membalik wajah.
Dong Hua tetap bertahan, menutup mata dan tidak menghiraukan Feng Jiu. Setelah
lama membujuk, Feng Jiu tiba-tiba merasa tubuhnya tersengat listrik, memegang
dadanya. Feng Jiu mengibaskan tangan, memberi sihir tidur pada Dong Hua. Feng
__ADS_1
Jiu muntah darah, sekujur tubuhnya bergetar, menahan sakit “hah… hah… hah…”
melirik Dong Hua, menghilang dari kamar. Feng Jiu kembali sudah hampir
menjelang pagi, melihat Dong Hua yang masih tertidur, naik ke ranjang dan tidur
di samping Dong Hua.
Dong Hua bangun hanya selisih setengah jam dari Feng Jiu
terlelap ‘ehm bagaimana aku bisa tertidur ? bahkan tertidur begitu nyenyak !’
menatap wajah tidur Feng Jiu. Dong Hua mengulurkan tangan membenahi rambut Feng
Jiu ‘Xiao Bai, aku begitu mencintaimu, tidak suka kau tertarik pada yang lain.
Dimatamu, dihatimu, dikehidupanmu, hanya boleh melihat dan mengingatku, hal itu
sudah cukup. Jangan melihat yang lain, jangan tersenyum pada mereka. Selain
cemburu, aku sangat takut kau meninggalkanku. Xiao Bai, sebenarnya apa yang
akan kau hadapi ? apa yang sedang kau persiapkan ? kapan kau akan membuka diri
padaku ?’ menghela nafas.
Setelah tertidur 2 jam, Feng Jiu bangun, melihat Dong Hua
yang terus menatapnya “tidak mengabaikanku lagi ?” Dong Hua merengek, masuk ke
pelukan Feng Jiu “Fu Ren, kau harus selalu disisiku, jangan meninggalkanku
selangkahpun…” Feng Jiu masih lelah, membelai punggung Dong Hua “Dong Hua,
sudah pernah kukatakan, dihatiku hanya ada dirimu, tidak akan ada orang lain…
kami suku rubah, sekali jatuh cinta untuk selamanya... apapun yang terjadi
kedepannya, hatiku adalah milikmu…” Dong Hua “Xiao Bai, untuk kedepannya, aku
ingin selalu bersamamu, menghadapi apapun… jangan bermain trik lagi padaku…
hatiku akan berhenti berdetak jika tidak melihatmu… kau terus menghadapi
bahaya, terus terluka, apa kau tahu betapa sakit hatiku !” Feng Jiu tersenyum
“Dong Hua, selain Hei Ye, aku bisa berjanji menghadapi apapun bersamamu…
masalah Hei Ye harus aku yang menyelesaikannya, masalah yang kuciptakan harus
aku yang menyelesaikannya…”
Dong Hua mengangkat kepalanya menatap Feng Jiu sejenak,
kembali masuk ke pelukannya “Xiao Bai, masalah Hei Ye adalah masalah terakhir
yang kau hadapi sendiri… aku tidak akan mengijinkanmu menantang bahaya sendiri
lagi…” Feng Jiu mengangguk “Dong Hua, yang sudah kujanjikan pasti akan kutepati…”
Dong Hua tersenyum “Xiao Bai, apa tujuanmu melatihku, melatih semua ?” Feng Jiu
tersenyum “Dong Hua, kau lihat apa yang dilakukan Hei Ye terakhir kali !” Dong
Hua mengangguk “Hei Ye sudah tahu hubungan kita, pasti akan mencari cara
mencelakaimu… aku hanya berjaga-jaga, jika saat itu aku tidak ada disampingmu
dan Hei Ye menyerang, kau harus siap !” Dong Hua “apa maksud kau tidak ada di
sampingku ?” Feng Jiu membelai punggung Dong Hua “Dong Hua, kau juga pernah
menyegel Miao Luo, kau tahu apa yang akan kuhadapi selanjutnya ! bersamaan
dengan melatih kalian, aku juga harus mempersiapkan diri…” Dong Hua “Xiao Bai,
apa tidak bisa membawaku saat itu ?” Feng Jiu tersenyum “lihat dari
__ADS_1
perkembanganmu…” Dong Hua “aku akan berlatih sebaik mungkin untukmu…” Feng Jiu
“baik…”