Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 269 - Rencana


__ADS_3

You Zun “saat ini juga seperti


itu, tapi saat perjuangan mereka, tidak seperti itu !” Ling Ling “jadi…” Fei


Huo tersenyum “dianxia, jika sekarang kalian memiliki pelindung yang memiliki


kekuatan lebih hebat, kami tidak memilikinya” Shanguang “Zhu Ren dari tidak


bisa apapun, sudah turun ke medan perang… setiap kesempatan, setiap detik,


setiap gerakan, setiap sikap sangat menentukan hidup dan matinya” Zuo Zun


“kalianlah lawan pertamanya !” ketujuhnya tersenyum dan mengangguk. Tian Xing


“kami adalah perang pertamanya… kuingat, saat itu dia hanya anak 100 tahun


lebih, santapan yang sangat lezat hahaha…” Shanguang “cih santapan, kau yang


dijadikan tali olehnya” Tian Xing tertawa terbahak-bahak “bukankah kau sama


saja, tengkurap di bawah kaki sendiri hahaha”.


            Man Dong “sekarang Zhu Ren sudah luar biasa… dulu, mana


ada tempat berlatih begini tenang dan asri… Zhu Ren berlatih dari medan perang…


dari pertempuran demi pertempuran… tidak ada yang mengajari, tidak ada yang


mengasihani, tidak ada yang mempedulikan… dia berjuang seorang diri, bukan demi


mempertahankan hidupnya sendiri tapi untuk menolong orang yang mau


membunuhnya…” Huo Fei “sama seperti kami… dia dengan pintar memilah yang bisa


diselamatkan dan harus dibinasakan… entah darimana dia memiliki kemampuan itu


!” Zuo Zun “dia bisa selamat sampai sekarang, betul-betul keajaiban”


            Gang Laba “sudah, tidak membicarakannya lagi… masalah


perang, kalian bisa bermain bebas… ada 1 yang harus direncanakan dengan baik”


Xiong Xiong “ulang tahun Niang Qin…” Dong Hua “shu… jangan keras-keras…”


melirik Cai Hong Huo Feng yang sudah diberi sihir agar tidak terganggu suara


mereka. Gun Gun “ulang tahun di medan perang !” Qing Yun “kami akan menyiapkan


hidangan…” You Zun “apa yang bisa dilihat dari gunung yang tinggi !” Hui Sheng


“You Zun, kau lupa siapa kami ?” tertawa bersama. You Zun mencibir “cih,


delapan lambang kenakalan…” ketujuhnya tertawa terbahak-bahak.


            Zhe Yan “Lambang kenakalan ?” Fei Huo “jangan dengarkan


Zun Wang ini, kami mahkluk yang paling manis…” Zuo Zun ikut mencibir “cih


manis, wajah manis tapi kelakuan iblis…” ketujuhnya tertawa “Zuo Zun, hidup


harus dibuat berwarna… mana asik jika tidak ada kami hahaha…” You Zun “kalian


ini ! hanya pada gadis ini saja kalian tunduk !” ketujuhnya mengangguk “selain


Zhu Ren, apa ada yang layak buat kami hormati… apa ada yang bahkan menyamai 10


% Zhu Ren ?” Qing Yun “tidak ada, bahkan 1% saja, sangat susah ditemukan !”


Bai Yi


“itu akan berlangsung sampai kapan ?” menunjuk ke cermin yang memperlihatkan


keadaan menggenaskan dari kedua jenderal. Shanguang cekikikan “sampai Zhu Ren


bangun hahaha… masih baik hanya dibuat berlari…” Gang Laba mengangguk “lihat


mereka habis ini masih berani membanggakan kumis dan janggut lagikah hahaha…”

__ADS_1


Bai Chen “apa Huo Feng sering melakukan hal ini ?” semua mengangguk “semua


memujanya… suka mengerjai tapi tidak suka dikerjai dan didekati… semakin


berulah seseorang maka dia akan semakin bersemangat… tapi semakin gencar


didekati maka dia akan semakin menjauh hihihi…”.


Man


Dong “baiknya, apa yang kita berikan untuk ulang tahun Zhu Ren ?” Hui Sheng


“bagaimana jika…” memainkan matanya pada yang lain. Shanguang “aku juga


memikirkannya, bagaimana caranya melindungi gunung itu ?” You Zun “jangan lupa,


akan banyak penonton…” semua cemberut “ah Zun Wang, itu area bermain kami…” Zuo


Zun “hei kalian begitu menarik perhatian, kami juga tidak bisa berbuat apapun…”


“ah… menjengkelkan…” You Zun “kalian yang minta dibesarkan !” Mei Shang “aku


sudah memanggil Lao Tai…” Bai Yin “hei dimana lukisan kita saat dialam fana ?”


Tian Xing “iya, ah itu lukisan bersama Zhu Ren, bagaimana mencarinya !” Ling


Ling “Fu Qin sudah mengambilnya, ada di Bi Hai Cang Ling…” “wah benarkah,


terima kasih Di Jun…” menlihat Dong Hua dengan mata berbinar.


“Huo


Feng, sudah 4 jam !” Bai Ce tidak tega melihat rupa Meng Hao dan Mu Rong. Cai


Hong Huo Feng menggoyangkan tangannya, cermin pecah mengeluarkan kedua dewa


yang berantakan. Cai Hong Huo Feng bahkan tidak melihat keduanya yang


ngos-ngosan, sibuk memakan ubi bakarnya “Shen Zhu, kau kejam sekali…” “Di Hou,


aku lebih baik mati di medan perang daripada masuk kesana…” keduanya protes


Feng yang acuh tak acuh seperti tidak ada apapun yang terjadi.


You Zun


“Huo Feng, sudah waktunya kembali…” Cai Hong Huo Feng akhirnya mengangkat


kepalanya “tidak kembali…” Shanguang “Yang Guang akan mengunjungi Yu Zhou Da


Lu…” nyengir dibalas nyengiran Cai Hong Huo Feng “sangat pengertian Huang Guang


Da Ren…” Zuo Zun “wow… jika begitu, kami menyambut Tuan Putri Yang Guang ke Yu


Zhou Da Lu…” Cai Hong Huo Feng cekikikan. Dong Hua “jika begitu…” menghilangkan


tanda fengwei hua dan setengah pelanginya. Cai Hong Huo Feng tersenyum manis


“ayo kita bersiap ke akademi hahaha…” kedelapannya tertawa terbahak-bahak,


berdiri dan merubah penampilannya “salam hormat Yang Guang Da Ren…” “hahaha…


hahaha… Da Ren sekalian, mari kita mendisiplinkan para pelajar nakal hahaha…”


tertawa bersama.


Cai


Hong Huo Feng “Hua Zi gege, sekarang kau mau tampil disampingku atau menjadi


mahkluk tak kasat mata ?” dengan wajah usil. Dong Hua berubah, memakai baju


putih yang serasi dengan Cai Hong Huo Feng “tentu saja berdiri di sampingmu…”


Zuo Zun “wah kalian memakai penampilan seperti ini masuk, akan menggemparkan Yu


Zhou Da Lu…” Tian Xing “mau dengan penampilan apapun, kami selalu menarik

__ADS_1


perhatian… sementara anda sudah menjadi cerita tua hahaha…” semua menggeleng,


sudah mulai mengenali sifat usil ketujuh kesayangan dan ketuanya.


Cai


Hong Huo Feng “hush… jangan mengurangi wibawaku dengan kegilaan kalian…” Bai


Yin “ampun Zhu Ren, mau segila apa, anda tetap paling menyeramkan hahaha…” Cai


Hong Huo Feng “ooo…” menghantam Bai Yin dengan sihirnya, seketika tubuh Bai Yin


gosong dan hitam semua “nah sekarang, tidak ada yang mengalahkan keseramanmu


hahaha…” Bai Yin cemberut dan meniupkan asap debu hitam dari mulutnya.


Bai


Chen “dunia mereka, tidak ada yang bisa memasukinya…” Zhe Yan “mereka memiliki


pengertian satu sama lain… tanpa berucap, mereka mengerti keinginan lainnya”


Bai Qian tersenyum “melihat senyuman mereka, seakan hanya ada kebahagiaan…” Bai


Yi “dibalik senyuman berharga itu tersimpan penderitaan mereka” Zhe Yan “jangan


melihat ke belakang… dia sudah sangat baik sekarang…” semua tersenyum lembut


melihatnya.


Ling


Ling “Meng Hao shushu, bagaimana rasanya ?” Meng Hao cemberut “sangat


menakutkan… hingga saat ini, aku masih bisa mendengar rengekan mereka…


menjijikkan…” Mu Rong kesal “semua karena dirimu…” Meng Hao “hei bukankah kau


sama saja…” Jin Cheng “shushu, kalian berdua sama, kenapa saling meledek… Huo


Feng niang belum mengatakan akan membawa kalian.” Kedua jenderal saling


melihat, kemudian beralih ke Jin Cheng “semua akan ke Yu Zhou Da Lu, Mo Yuan


Shan Shen, Bai Ce tai lao ye, Gun Gun dan Ling Ling akan maju ke medan perang.


Kami akan bersama Xin Xin dan Xiong Xiong menembak dari sisi luar.” Meng hao


cemberut menatap Cai Hong Huo Feng.


Merasakan


tatapan mata yang terus memandanginya, Cai Hong Huo Feng beradu pandang dengan


Meng Hao, tersenyum nakal “ada permintaan lagi ?” Meng Hao cemberut “yang mulia


harus menghitung dahulu, sudah ada berapa banyak hutang janji kalian pada yang


mulia hmm…” “Shen Zhu…” “masih merengek ?” Meng Hao menggeleng, menunduk dan


melirik Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng menghela nafas “kalian berdua


bertugas menjaga Hua Zi gege, selama dia bertarung, jangan biarkan ada yang


masuk mencampurinya !” keduanya berbinar “Siap Shen Zhu” segera tersenyum,


memperlihatkan gigi putihnya.


Dong Hua


“Feng Wei…” Cai Hong Huo Feng tersenyum lembut “kau harus konsentrasi…” Dong


Hua “kau tidak boleh jauh dariku…” Cai Hong Huo Feng cekikikan “Dong Hua Di


Jun, ini hanya permainan… yang mulia akan baik-baik saja… aku akan


memperhatikanmu… kau cukup lakukan yang terbaik…” Dong Hua mengangguk “harus

__ADS_1


ditempat aku bisa melihatmu…” Cai Hong Huo Feng mengangguk “sudah tahu Di Jun…”


Dong Hua tersenyum manis.


__ADS_2