Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 398 - Pantai


__ADS_3

Bab 398 –


          Xi Juan memegang tangan Shen Yao “Shen Yao, aku tahu kau


mengkhawatirkan kakek Li Suen. Tapi kau juga tidak perlu hingga seperti ini.


Bukankah kau selalu memantau perkembangan kakeknya ! tidak akan ada masalah


apapun. Mereka akan bertemu dan akan hidup bersama untuk waktu yang lama. Kau


menginginkan perjalanan, untuk menikmati setiap perjalanannya, bukan berburu


dengan waktu seperti ini !”


          Shen Yao tersenyum, berbalik memegang Xi Juan “Xi Juan jie,


aku baik-baik saja ! ketika sampai di Lu Guo, aku akan baik-baik beristirahat.


Lagipula, aku masih muda, lelah sedikit tidak akan ada masalah” Xi Juan


menghela nafas “baiklah, tidurlah… tidak perlu bangun terlalu pagi… kita sudah


dekat dengan pantai… sebelum matahari terbenam besok, kau pasti sudah bisa


bermain di pantai” Shen Yao tersenyum manis, mengangguk-angguk, menutup mata


dan tertidur.


          Xi Juan menjaga Shen Yao hingga tertidur, menghela nafas,


menggelengkan kepala, keluar dari kereta “bagaimana ? sudah tidur ?” Hao Cun


sudah menunggunya diluar, Xi Juan memberi kode untuk diam, menjauh dari kereta


“Shen Yao sudah tidur… 2 hari ini melihatnya terus makan madu, aku sudah merasa


aneh… baru tadi mengerti, vitamin itu memiliki kandungan ginseng dan beberapa


penguat tubuh, ditambah madu…” “haih anak ini… sudah, kau juga istirahatlah,


temani dia…” Hao Cun pun duduk di depan kereta, beristirahat.


          Tian Guang menghampiri “Shen Yao sudah tidur ?” Hao Cun


mengangguk “besok sudah sampai di pantai. Dari pantai ke Lu Guo masih


memerlukan 1,5 hari perjalanan” Hao Cun menggoyang-goyangkan tangannya “tidak


perlu terburu-buru. Sudah sampai di pantai, bermain beberapa hari, tidak akan


ada masalah. Perjalanan ini sudah terus berpacu, tujuannya untuk memberi


tambahan waktu bermain di pantai. Setelah sampai, kita bisa bersantai sejenak.”


          Tian Guang “bagaimana Shen Yao ? sudah sangat lelah kan ?”


Hao Cun mengangguk “dia belum lama berulang tahun yang ke-13. Tubuhnya masih


dalam masa-masa perubahannya. Aku saja merasa lelah, apalagi dia” Tian Guang “beberapa


hari ini hanya makan apa adanya. Aku akan mengatur, makanan yang bergizi selama


berada di pantai !” Hao Cun “kau memiliki kenalan di pantai ?” Tian Guang


tersenyum mengangguk “di pantai, bisa beristirahat dengan baik. Shen Yao bisa


baik-baik memulihkan tubuhnya” Hao Cun “kau atur saja !”


          Tian Guang “setelah sampai di Lu Guo, tidak perlu


tergesa-gesa lagi… bisa dengan santai menikmati perjalanan” Hao Cun “ooo… kau


sudah menentukan tujuan-tujuan selama perjalanan ?” Tian Guang mengangguk “sudah


mendiskusikannya bersama Hui Shi, Fang Ying, dan Xin Qian. Li Suen dan Mei Gui


juga menyarankan beberapa tempat. Semua tergantung keinginan Shen Yao, ingin


memilih yang mana. Tidak akan membuatnya berpacu dengan waktu seperti saat ini”


Hao Cun mengangguk “kalian diskusikan saja, jangan terlalu banyak bertanya

__ADS_1


padanya”


          Tian Guang mengerutkan kening “kenapa ?” Hao Cun tersenyum


“kalian akan mengetahuinya !” Tian Guang “apa dia membawa misi dalam perjalanan


ini ?” Hao Cun “tidak ada misi khusus, semua hanya akan menjadi sekalian mampir


saja untuknya !” Tian Guang tersenyum ‘gadis kecilku, kenapa beban fikiranmu


begitu banyak ? nikmati saja hidupmu yang bebas ini.’ “sudah, semua juga sudah


lelah, disini aman ! tidur saja !” menutup mata berdua.


          Mereka tiba di pinggir pantai, sudah menjelang malam. Di


pinggir pantai, banyak yang mengenal Tian Guang, Fang Ying dan Xin Qian. Mereka


mendapat tempat istirahat yang nyaman “semua, masih ada waktu hingga makan


malam dihidangkan. Kalian bisa beristirahat di kamar masing-masing dan


membersihkan diri” Tian Guang membagikan nomor kamar pada semua. Dikarenakan


ini tempat perhentian pertama mereka, Tian Guang sengaja memberikan kamar untuk


setiap orang, kecuali pasangan sudah menikah.


          Tian Guang mendekati Shen Yao “Shen Yao, aku akan meminta


orang menyiapkan air hangat untukmu membersihkan diri. apa kau memerlukan


pelayan untuk…” Shen Yao menggeleng “cukup air hangat saja !” Tian Guang


mengangguk “baik, tunggulah dikamarmu !” Shen Yao mengangguk “terima kasih !”


Tian Guang tersenyum “tidak perlu sungkan” Shen Yao meninggalkan senyuman


manis, sebelum masuk ke kamarnya.


          Semua sudah kelelahan, jadi setelah membersihkan diri,


beberapa melewatkan makan malam, langsung tertidur, termasuk Shen Yao “sudah,


saja !” kamar Xi Juan dan Shen Yao memiliki pintu didalam yang saling


berhubungan. Yang merupakan permintaan Xi Juan dan keinginan lainnya, agar


dapat menjaga Shen Yao. Tidak dapat menunggu Shen Yao keluar untuk makan malam


bersama, mereka mencari Xi Juan. Setelah Xi Juan memeriksa, menemukan Shen Yao


yang sudah tertidur pulas setelah mandi air hangat. Xi Juan membantu,


memperbaiki posisi Shen Yao dan memakaikannya selimut.


          Pagi-pagi, Tian Guang sudah menyiapkan bubur wangi untuk


Shen Yao. Shen Yao bangun lebih cepat, karena perutnya memanggil. Selama


perjalanan, mereka hanya makan ala kadarnya, ditambah kelelahan memacu kuda.


Dengan kondisinya yang masih dalam masa pertumbuhan, memerlukan banyak asupan


makanan bergizi. “Shen Yao, sudah bangun ! ayo, kemarilah… aku sudah menyiapkan


bubur untukmu !” Tian Guang langsung menyapa.


          Shen Yao memakan buburnya dengan riang gembira “makanlah


perlahan, tidak ada yang berebutan denganmu !” Tian Guang tersenyum, menemaninya


makan. Shen Yao mengangkat wajah “kau mengenal daerah ini ?” Tian Guang


mengangguk “beberapa kali kemari !” Shen Yao “lainnya belum bangun, bagaimana


jika kita berjalan-jalan sejenak ?” dengan mata berbinar. Tian Guang langsung


menyetujui “baik, sekalian menurunkan bubur ini. Ayo…” menitip pesan pada


pelayan penginapan, agar lainnya tidak khawatir.

__ADS_1


          Tian Guang membawa Shen Yao berkeliling, sekaligus


berkenalan dengan beberapa mitra kerjanya. Shen Yao sangat senang berkomunikasi


dengan para nelayan dan beberapa pedagang. Tian Guang membawanya melihat


hasil-hasil laut dan pengolahan sederhana di sekitar pantai. Melihat senyum


ceria Shen Yao, Tian Guang pun tersenyum sepanjang perjalanan.


          Mereka tidak menghabiskan banyak waktu diluar berdua,


mengingat teman-teman mereka yang sudah menunggu. “kalian kemana ? sudah


sarapan ?” Hao Cun langsung bertanya. Shen Yao memberikan barang belanjaannya


yang berupa aksesoris dari kerang laut. “wah Shen Yao, kau tidak setia kawan…


pergi berbelanja tidak mengajak kami !” Xin Qian protes “salah sendiri bangun


kesiangan” Shen Yao memeletkan lidahnya.


          Li Suen “ayo kita ke pantai ! tidak sabar memakan hasil


laut yang segar-segar itu !” Hui Shi “jalan… jalan… jalan…” mendorong pundak


Shen Yao keluar penginapan. Tian Guang tidak senang melihat tindakan Hui Shi. Mereka


bermain di pantai seharian, hingga merasa kulitnya pedih terbakar “wah


leluhurku, kalian tidak ada tampang gadis sama sekali !” Li Suen mengejek,


semua tertawa “karena ingin bermain, harus bermain dengan puas” Mei Gui membela


diri.


          Fang Ying datang membawakan banyak buah kelapa yang sudah


terbuka “ayo cobalah, ini sangat menyegarkan…”. Mereka di pantai hingga


matahari terbenam “ayo sudah gelap, kembali ke penginapan, cuaca sudah mulai


dingin, jangan sampai nanti masuk angin !” Hao Cun memperingati, menggandeng


Shen Yao dan Xi Juan kembali ke penginapan. Mereka adalah sepupu, jadi tidak


ada yang merasa aneh. Sebagai satu-satunya saudara laki-laki yang ikut, Hao Cun


menjaga kedua sepupu gadisnya.


          Shen Yao “ah aku masih ingin bermain besok…” Hao Cun “baik,


besok bermain sehari lagi… kita sudah menghemat 2 hari, menambah 1 hari untuk


bermain, tidak akan ada masalah” mengiyakan. Shen Yao bersorak “yey… ayo ayo…


tubuhku sudah lengket semua…” menarik kedua sepupunya, berlari ke penginapan.


Teman-teman yang mengikuti dari belakang, melihat kegembiraan Shen Yao,


tersenyum dan menggelengkan kepala “gadis ini, tidak ada lelah sama sekali !”


Hui Shi mengejek “biasanya nona-nona muda itu, paling menjaga kulit dan selalu


memilih paras. Dia lebih mirip lelaki dibanding gadis” Fang Ying menggoda


“itulah daya tariknya… bukannya kau pun takluk padanya hihihi…” Hui Shi


tersenyum, menatap punggung Shen Yao.


          Mei Gui “hmm siapa yang pernah menyangka calon Kaisar masa


depan ternyata begitu hangat dan ceria.” Li Suen “awalnya, aku masih memandang


rendah dirinya. Tapi seiring berjalannya waktu, dia betul-betul membuka mataku”


Fang Ying “hei… kalian harus baik-baik berterima kasih padanya. Jika bukan Shen


Yao, kalian mana mungkin memiliki pengalaman ini” Li Suen dan Mei Gui


mengangguk “walau waktu yang singkat, tapi ini akan menjadi pengalaman terindah

__ADS_1


kami !”


__ADS_2