Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 36 - Kehamilan Kedua Bai Feng Jiu


__ADS_3

Sesampai


di istana Tai Chen, Zhe Yan segera memeriksa Feng Jiu yang belum sadar. Dong


Hua cemas “Zhe Yan, ada apa dengan Xiao Bai ? akhir-akhir ini perasaannya


berubah-ubah, sangat mencemaskan Ye Hua – Bai Qian, bahkan sangat sedikit


makanan yang dimakannya !” Zhe Yan tersenyum “itu gejala normal…” Dong Hua “apa


maksudmu ? ada apa dengan Xiao Bai ?” Zhe Yan tersenyum “Dong Hua, kau akan


segera memiliki anak rubah kembali… Xiao Jiu saat ini sedang hamil, sepertinya


sudah hampir 2 bulan… Dong Hua, untuk selanjutnya, jangan dulu berhubungan


dengan Xiao Jiu, hingga masa kehamilan 3 bulan, setelah kondisi dan janinnya


stabil baru bisa. Jagalah Xiao Jiu baik-baik, Xiao Jiu akan sadar sejam lagi,


aku pergi menjenguk Ye Hua – Bai Qian.” Meninggalkan Dong Hua yang masih


terbengong disamping ranjang Feng Jiu.


Gun


Gun sudah naik ke ranjang, membantu mengelap keringat Feng Jiu “Fu Qin, apakah


Gun Gun akan memiliki didi atau meimei ?” Dong Hua mengangguk, duduk di sisi


ranjang, memegang tangan Feng Jiu, tersenyum mencibir dirinya sendiri ‘aku


betul-betul teledor, tidak menyadarinya lebih awal…’ memegang perut Feng Jiu


“anakku… Xiao Bai, kita akan memiliki anak rubah lagi… maaf, aku tidak


menyadarinya lebih awal…” mengecup tangan Feng Jiu. Gun Gun “Fu Qin, paopao,


didi atau meimei ?” Dong Hua tersenyum memeluk Gun Gun “Gun Gun ingin didi atau


meimei ?” Gun Gun berfikir “Gun Gun ingin meimei, Gun Gun akan melindungi


meimei” Dong Hua membelai kepalanya “Gun Gun tidak ingin didi ?” Gun Gun “ingin


juga…” Dong Hua tersenyum mendengar jawaban Gun Gun “Gun Gun ingin berapa


paopao ?” Gun Gun “emm 2 tidak 3… Gun Gun mau 3 paopao” Dong Hua cekikikan “Gun


Gun, begitu banyak ?” Gun Gun mengangguk “Gun Gun ingin 1 didi dan 2 meimei ?”


Dong Hua “ooo…” Gun Gun “didi bisa bermain dengan Gun Gun, 2 meimei bisa bermain


bersama… kelak kami akan menjaga Fu Qin Niang Qin…” Dong Hua tersenyum membelai


kepala Gun Gun.


Sejam


kemudian, Feng Jiu perlahan bangun, Dong Hua memapahnya “Xiao Bai sudah bangun,


bagaimana ? masih ada yang sakit ?” Feng Jiu bangun dan duduk “maaf, aku hanya


terlalu tegang hingga tidak sadarkan diri. Gugu, gufu, bagaimana ?” Dong Hua


“mereka baik-baik saja. Xiao Bai, melainkan dirimu, kau harus menjaga baik-baik


dirimu” Feng Jiu “aku tidak apa-apa. Emm…” merasa perutnya bergejolak, segera


bangun dan berlari keluar memuntahkan seluruh isi perutnya, terduduk lemas


setelahnya. Dong Hua menggendongnya, Feng Jiu lemas bersandar di dada Dong Hua


“Xiao Bai, kau tidak apa-apa ?” Feng Jiu “Dong Hua, aku mual, kepalaku pusing…”


Dong Hua menggendongnya kembali ke kamar “Zhe Yan mengatakan hal ini gejala


normal, setelah 3 bulan akan stabil kembali” Feng Jiu memijat pelipisnya sambil


bertanya “3 bulan ? aku sakit apa ?” Dong Hua memegang perut Feng Jiu “Xiao


Bai, kau hamil… kita akan memiliki anak rubah lagi…” Feng Jiu terkejut,


mengangkat kepala menatap wajah Dong Hua “hamil ?” Dong Hua mengangguk “sudah


hampir 2 bulan, kau tidak merasakannya sama sekali ?” Feng Jiu tersenyum


memegang perutnya “aku betul-betul tidak menyadarinya haih… Dong Hua, keluarga


kita akan bertambah lagi…” Dong Hua mengangguk tersenyum “kami semua akan

__ADS_1


selalu menemanimu…” Dong Hua berkaca-kaca mengangguk, memeluk Feng Jiu “Xiao


Bai, terima kasih…” ‘Xiao Bai, kau memikirkan semua untukku, demiku, kau sudah


menderita… tapi Xiao Bai, bagiku, kau yang terpenting… tidak ada yang lebih


penting darimu… aku bisa kehilangan apapun, tapi tidak bisa kehilanganmu… Xiao


Bai…’.


2


minggu kemudian adalah penobatan Ye Hua – Bai Qian oleh Dong Hua Di Jun.


Sebagai Di Hou, Ye Hua – Bai Qian masih harus menghormat pada Feng Jiu.


Setelahnya, Feng Jiu membawakan hadiah sebagai Qing Qiu Nu Jun. menghormat pada


Tian Jun – Tian Hou yang baru dilantik. Penobatan Tian Jun – Tian Hou adalah


acara besar di Si Hai Ba Huang, semua dewa dewi yang berstatus datang


meramaikan suasana. Tian Jun sebelumnya dengan tidak rela turun jabatan,


membuat rencana untuk membalas Dong Hua Di Jun, memanggil Zhi He dan beberapa


dewi pengagum Di Jun ke Jiu Jong Tian. Selama acara, Dong Hua sibuk


memperhatikan Feng Jiu, melayaninya teh, kue, dan buah. Selama 2 minggu ini,


sangat sedikit makanan yang dimakan Feng Jiu, sering muntah dan tak bertenaga,


membuat Dong Hua sangat cemas, beberapa kali memanggil Zhe Yan memeriksa.


Hari


ini, kalau bukan acara penobatan gugu gufu Feng Jiu, Dong Hua tidak akan


mengijinkan Feng Jiu keluar dari istana Tai Chen. Di ruangan, banyak yang


melihat kasih sayang Dong Hua pada Di Hou, banyak yang iri termasuk Zhi He.


Sebelumnya dia sudah berharap rencana Tian Jun dapat berjalan, dia dapat


menjadi selir Di Jun. Sangat kecewa ketika rencana Tian Jun ditolak


mentah-mentah oleh Di Jun. Hari ini naik ke Jiu Jong Tian, bermaksud untuk mencoba


            Seperti sebelumnya, Zhi He mempersembahkan tarian di


acara penobatan Tian Jun – Tian Hou. Saat menari, Zhi He terus melihat Dong Hua


dan Feng Jiu yang tidak memperhatikannya. Gun Gun “Niang Qin, pertunjukan


disini tidak menarik…” Feng Jiu membelai kepala Gun Gun “Gun Gun, hari ini


adalah penobatan gu gong dan gu po, kita harus menghadirinya sebagai bentuk


dukungan. Ehm… kalau Gun Gun merasa disini tidak menarik, bagaimana kalau Gun


Gun juga membuat sebuah pertunjukan…” Gun Gun menatap Feng Jiu “Gun Gun


bukannya sudah menguasai beberapa musik ?” Gun Gun mengangguk. Dong Hua membelai


kepala Feng Jiu “Xiao Bai, apa yang kau inginkan ?” Feng Jiu cekikikan “hihihi…


Dong Hua, hanya pertunjukan sederhana… Gun Gun…” Gun Gun mengangguk “baik Niang


Qin…” berdiri, Dong Hua memeluk Feng Jiu, tersenyum berdua.


            Selesai pertunjukan tarian, Gun Gun berjalan ke tengah


ruangan “Tian Jun, Tian Hou, Bai Gun Gun putra Dong Hua Di Jun – Bai Feng Jiu


Nu Jun, akan memberikan sebuah pertunjukan…” memberi hormat dan mulai memainkan


seruling. Semua melihat xiao dianxia dari istana Tai Chen yang memberikan


persembahan sebuah lagu yang santai tapi kuat. Feng Jiu tersenyum, mengeluarkan


sihir, segera bunga-bunga berterbangan masuk mengikuti musik Gun Gun,


menari-nari di aula. Xiao Long Nu yang duduk di pangkuan Mo Yuan berbinar “wah


shishiong sangat hebat…” Asiang berlari menghampiri mereka “Long Nu, Long Nu,


ayo kita tangkap bunga” menarik Xiao Long Nu menangkap bunga yang berterbangan.


Feng Jiu cekikikan melihat mereka, Dong Hua mencium pipinya “senang sekali !”

__ADS_1


Feng Jiu cekikikan “lihatlah, bukankah mereka sangat lucu !” Dong Hua “Xiao


Bai, Gun Gun menginginkan 3 xiao paopao…” Feng Jiu membelalakkan matanya


melihat Dong Hua, terkejut dengan kata-katanya, Dong Hua mencium keningnya


“weifu tidak keberatan mempunyai banyak rubah kecil… bukankah kau menyukai


anak-anak ?” Feng Jiu terbata-bata “ti… tiga… tiga paopao…” Dong Hua


mengangguk, memeluknya “weifu akan berusaha…” tersenyum nakal. wajah Feng Jiu


memerah “kau… kau mesum…” Dong Hua mengangguk “sangat ingin memakanmu, Xiao


Bai, aku merindukanmu…” wajah Feng Jiu sudah sangat merah, Dong Hua sangat suka


wajah malu Feng Jiu, memeluknya dan mencium bibirnya. Banyak yang melihat


mereka tapi tidak berani berkomentar, itu adalah Dong Hua Di Jun, tidak ada


yang bisa mengaturnya. Feng Jiu menyembunyikan wajahnya di dada Dong Hua, Dong


Hua tersenyum lembut memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, aku sangat bahagia… kaulah


yang memberiku kebahagiaan ini… Xiao Bai, terima kasih…” Feng Jiu tersenyum


“Dong Hua, kau sudah tidak sendiri lagi, selanjutnya kami akan selalu


menemanimu…” Dong Hua mengecup kening Feng Jiu “Xiao Bai, aku mencintaimu…”


memeluk erat Feng Jiu, kembali menikmati pertunjukan. Tatapan memanjakan Dong


Hua mengikuti rona wajah bahagia Feng Jiu ‘Xiao Bai, aku akan selalu menemanimu,


tidak peduli kau kemanapun aku akan mengikutimu. Xiao Bai, apa yang telah kau


lakukan padaku ! walaupun sudah memelukmu seperti ini, aku masih ingin lebih


dekat lagi denganmu… haih Xiao Bai, cinta ini begitu indah sampai kadang aku


takut ini tidak nyata… Xiao Bai, aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu…’


mencium tangan Feng Jiu menaruhnya didadanya. Dong Hua tidak dapat mengalihkan


pandangannya dari Feng Jiu, sangat nampak kekaguman dan pemujaan tanpa batas di


matanya.


            Gun Gun sudah selesai dan kembali ke sisi orang tuanya,


Feng Jiu memberi Gun Gun tehnya “Niang Qin, bagaimana musik Gun Gun ?” Feng Jiu


membelai kepalanya “lumayan, kelak Gun Gun akan bisa memanggil bunga-bunga


sendiri” Gun Gun mengangguk “Fu Qin, Fu Qin Niang Qin sudah sembuh, apa Gun Gun


sudah selesai jadi murid Kun Lun ?” Dong Hua “Gun Gun ingin bagaimana ?” Gun


Gun berfikir “Fu Qin, Gun Gun masih belum menguasai semua ajaran shifu… tapi


Gun Gun ingin menemani xiap paopao…” Dong Hua membelai kepala Gun Gun “Gun Gun,


xiao paopao belum lahir, Gun Gun masih bisa meneruskan belajar di gunung Kun


Lun, tunggu xiao paopao akan lahir, Fu Qin akan menjemputmu di gunung Kun Lun”


Feng Jiu memegang tangan Gun Gun “Gun Gun, tidak suka di gunung Kun Lun ?’ Gun


Gun “suka, banyak shisiong, shifu shiniang dan shimei juga sangat baik pada Gun


Gun…” Feng Jiu tersenyum lembut “Gun Gun, kita rubah ekor sembilan selalu


bebas… Gun Gun bisa melakukan apa yang Gun Gun sukai…” Gun Gun mengangguk “Gun


Gun mengerti Niang Qin, Gun Gun akan kembali ke gunung Kun Lun belajar dengan


baik, Gun Gun mau melindungi paopao, Niang Qin Fu Qin… Gun Gun juga mau menjadi


hebat seperti Fu Qin Niang Qin…” Feng Jiu tersenyum mencium pipi Gun Gun “baik,


Niang Qin menunggu Gun Gun melindungi Niang Qin”. Dong Hua mencium kening Gun


Gun “Gun Gun, kau adalah anak sulung, nanti tanggung jawab melindungi didi meimei


ada padamu… Gun Gun bukankah menginginkan 3 paopao, Fu Qin Niang Qin akan


berusaha memenuhi permintaan Gun Gun. Gun Gun harus belajar dengan baik…” Feng


Jiu memerah memukul tangan Dong Hua, yang dibalas Dong Hua dengan senyum

__ADS_1


lembut. Gun Gun mengangguk “Gun Gun akan melindungi didi meimei…”


__ADS_2