
Dong
Hua Di Jun menunggu kepulangan Bai Feng Jiu, bertekad akan makan malam bersama
malam ini. Bai Feng Jiu menjelang malam memasuki gerbang istana Tai Chen,
seperti sedang berfikir tidak memperhatikan jalannya. Bai Feng Jiu yang tidak
fokus menabrak dada bidang Dong Hua Di Jun “maaf, maaf, aku tidak sengaja”
mengangkat kepala melihat orang yang ditabraknya “Di Jun, anda belum tidur”
Dong Hua Di Jun melihat tingkah Bai Feng Jiu, merasa lucu “Jiu er, memikirkan apa
seserius itu sampai tidak memperhatikan sekitar ? kau menabrakku, kau ingin
bagaimana menggantiku ?” Bai Feng Jiu cemberut “Di Jun, aku kan tidak sengaja,
begini juga harus menggantimu… haih baiklah besok aku akan memasakkan makanan
kesukaanmu, sudah bisa kan !” Dong Hua Di Jun menggeleng “tidak cukup…” Bai
Feng Jiu ngambek “Di Jun, hanya tidak sengaja menabrak, anda juga tidak
terluka, apa perlu begitu mempersulitku !” Dong Hua Di Jun menarik tangannya
masuk “mulai saat ini, kau harus kembali makan bersamaku, tidak ada dirimu, aku
tidak berselera makan” Bai Feng Jiu cemberut melihat Dong Hua Di Jun yang
berbinar seperti anak kecil, melihat semua makanan yang masih utuh diatas meja
“anda belum makan ?” “menunggumu… makanan ini tidak ada rasanya jika makan
sendiri…” Dong Hua Di Jun sembarang mencari alasan. Bai Feng Jiu pasrah, dia
sudah terlalu lelah hari ini “baiklah, jangan mencobaiku lagi…” Dong Hua Di Jun
hanya mengangguk dan akhirnya mereka makan bersama lagi.
Dong Hua Di Jun pun takjub dengan
peningkatan Bai Feng Jiu, semua kata-kata Zhe Yan dan Budha benar adanya. Bai
Feng Jiu begitu bertekad, tidak ada yang tidak mampu dilakukannya. Dalam 100
tahun, Bai Feng Jiu sudah belajar banyak hal terutama ilmu pedangnya 60 % sudah
dikuasainya semua. Batas waktu yang ditentukan tinggal beberapa bulan lagi,
Dong Hua Di Jun semakin tidak tenang, mengetahui sebentar lagi akan berpisah.
Dong Hua Di Jun terus memandang Bai Feng Jiu, matanya tidak pernah beralih,
bahkan memasak di dapur pun juga menemani, Selama 100 tahun, jarak diantara
mereka sudah semakin dekat, bisa membicarakan banyak hal.
Dong Hua Di Jun beberapa kali
menyelinap ke kamar Bai Feng Jiu duduk disamping ranjang melihat wajah tidur
Bai Feng Jiu ‘Jiu er, kau harus baik-baik saja… Jiu er, walaupun aku
beribu-ribu tidak rela, tapi kau masih kecil, masa depanmu masih panjang. Jiu
er, suatu saat jika kau sudah bersama Wen Chang Di Jun, apa kau masih akan
mengingatku ? apa posisiku dihatimu saat ini ? haih Jiu er, setelah masa 100
tahun berakhir, tidak lama lagi, aku akan bertarung dengan Miao Luo. Aku akan
membawa hati yang mencintaimu pergi bersamaku, hiduplah dengan baik’
Teringat dari pengalaman yang lalu,
Dong Hua Di Jun tidak pernah mencobai Bai Feng Jiu lagi. semakin dekat masa 100
tahun berakhir, Dong Hua Di Jun semakin tidak tenang, terutama memikirkan hal
berbahaya yang akan dilakukan Bai Feng Jiu ‘apa yang akan terjadi pada rubah
kecilnya saat dia tidak ada !’. Chong Lin sudah beberapa kali melaporkan
ketidakstabilan Miao Yi Yuan. Selain itu, suku iblis yang mengetahui Miao Luo
sebentar lagi akan bebas pun menyusun kekuatan untuk memberontak. Hal ini
membuat Tian Jun terus menerus mencari Dong Hua Di Jun. Dong Hua Di Jun pun
sudah tidak dapat menutupi keadaan Miao Yi Yuan dari Bai Feng Jiu, terutama
karena seringnya Tian Jun yang datang mencarinya. Setiap kali Tian Jun datang,
Bai Feng Jiu akan memasang tampang tidak senang. Hal ini membuat Dong Hua Di
Jun merasa lucu dan penasaran yang difikirkan Bai Feng Jiu.
__ADS_1
Dong Hua Di Jun pun mengajak bicara
Bai Feng Jiu “Jiu er, kenapa kau tidak senang setiap kali Tian Jun datang ?”
Bai Feng Jiu pun tidak menutupi “Di Jun, aku tidak tahu bagaimana anda mengatur
dan memilih Tian Jun… tapi hal seperti ini tidak akan terjadi di Qing Qiu…”
Dong Hua Di Jun tertarik dengan pemikiran Bai Feng Jiu “ooo… jadi bagaimana Jiu
er akan mengaturnya di Qing Qiu ?” Bai Feng Jiu bertatapan Dong Hua dengan
tampang serius “aku akan mengatur orang-orang yang berkemampuan di setiap
tempat terutama posisi penting… menempatkan orang tanpa kemampuan hanya akan
menyebabkan lebih banyak masalah…” Dong Hua Di Jun cekikikan “jadi Jiu er,
bagaimana menurutmu Tian Jun ?” Bai Feng Jiu “haih… Di Jun, melihat dari jasamu
mengajariku 100 tahun ini, aku ingin memberitahumu… dengan Tian Jun yang
seperti ini, jika berganti itu diriku, sebelum yuhua dalam peperangan, aku akan
yuhua karena kekesalan” Dong Hua Di Jun tertawa terbahak-bahak “hahaha… hahaha…
Jiu er, kata-kata baik… kata-kata baik…”.
Disaat Dong Hua Di Jun tertawa
terbahak-bahak, Lian Song dan Sie Ming berjalan masuk, memberi hormat “Di Jun,
apa yang membuat anda tertawa begitu bahagia ?” penasaran. Dong Hua Di Jun
tidak menjawab tapi bertanya balik “ada apa kalian datang bersama ?” Sie Ming
“Di Jun, Tian Jun meminta anda untuk mengikuti rapat” Bai Feng Jiu menghela
nafas “Di Jun, pergilah, hanya tersisa 2 hari aku disini, aku akan membuatkan
makanan kesukaan anda, permisi…” memberi hormat dan pergi. Dong Hua Di Jun
melihat punggung Bai Feng Jiu yang menjauh, merasa sedih dalam hatinya “Jiu er,
bagaimana kalau ikut rapat bersama ?” Bai Feng Jiu berhenti dan berbalik, Lian
Song dan Sie Ming pun melihat Bai Feng Jiu “aku ? untuk apa aku mengikuti rapat
!” Dong Hua Di Jun “Jiu er, kau adalah Qing Qiu Nu Jun, Qing Qiu juga memegang
peranan dalam Si Hai Ba Huang. Kau ikut rapat, tidak ada yang akan melarangmu !
“sebaiknya tidak Di Jun, aku tidak akan tahan melihat pengaduan yang tidak
berbobot, nanti malah tidak sopan dan menyinggung lainnya. Apalagi ada ayahku,
nanti dia akan mencambukku lagi” melirik Lian Song. Dong Hua Di Jun tersenyum,
segera berdiri menarik Bai Feng Jiu “takut apa ! ada aku ! tidak akan ada yang
berani memukulmu… kau bebas menyatakan pendapatmu… ayo…” tidak mau mendengar
bantahan, Lian Song dan Sie Ming saling melihat dan ikut keluar istana Tai
Chen.
Di dalam aula, Bai Feng Jiu
menduduki tampatnya sebagai Qing Qiu Nu Jun di sebelah Bai Ce Di Jun. Tian Jun
sudah memulai rapat, meminta pendapat semua dalam menghadapi Miao Luo dan suku
iblis yang ingin memberontak. Kemampuan Mo Yuan Shan Shen dari tersadar sampai
saat ini, belum pulih, demikian juga yang terjadi pada Ye Hua Tai Zi. Tian Jun
tidak tahu penanganan yang tepat untuk menangani situasi, meminta Dong Hua Di
Jun untuk membereskan semua masalah. Bai Feng Jiu selalu menganggap Tian Jun
ini adalah seorang pengecut, tanpa kemampuan menempati posisi penting. Bai Feng
Jiu duduk disana acuh tak acuh mendengarkan semua laporan, tidak tahan dengan
kepengecutan Tian Jun dan tetua lainnya. Dong Hua Di Jun tersenyum
memperhatikan tingkah Bai Feng Jiu, sambil mendengarkan laporan. Dong Hua Di
Jun sangat ingin mendengar pendapat Bai Feng Jiu, mengingat sebelumnya dia
begitu pintar membuat jebakan di Qing Qiu dan saat kencan buta.
Dong Hua Di Jun melihat Bai Feng Jiu
yang sudah tidak tahan mendengar rapat, melirik Lian Song. Lian Song pun
melihat Bai Feng Jiu dan lirikan Dong Hua Di Jun segera berdiri “Di Jun, Tian
__ADS_1
Jun, sebelumnya pernah ada peperangan yang dimenangkan tanpa mengorbankan satu
prajuritpun. Yang mulia memberanikan diri menanyakan pendapat Qing Qiu Nu Jun –
Bai Feng Jiu” Bai Feng Jiu terbelalak mendengar namanya disebut, melihat semua
mata yang memandang padanya, segera berdiri memberi hormat “san dianxia, anda
sangat pintar bercanda, aku hanya Nu Jun kecil. Yang mulia masih ingat saat
dulu melapor kondisi Qing Qiu, bukankah para tetua mengatakan ‘prajurit langit
dilatih untuk pertempuran besar’. Yang mulia percaya para tetua mempunyai lebih
banyak ide daripada yang mulia. Mainan kecil yang mulia sungguh membuat malu
jika membahasnya, yang mulia malah ingin mendengarkan ide para tetua untuk
menghadapi perang besar kali ini. Semua tahu, sekali Dong Hua Di Jun muncul,
semua masalah akan teratasi, tapi jika demikian buat apa ada pemimpin,
panglima, dan prajurit. Semua juga tahu, Dong Hua Di Jun sedang bersiap
menghadapi Miao Luo Mo Jun dan Miao Yi Hui Ming Jin. Dong Hua Di Jun sudah
mengambil tanggung jawab menghadapi yang terberat, yang mulia ingin mendengar
pendapat tetua bagaimana menghadapi para suku iblis dibawahnya !” semua
tercengang mendengar kata-kata Bai Feng Jiu. Begitu kata-kata Bai Feng Jiu
keluar, mereka tidak ada alasan lagi untuk meminta petunjuk pada Dong Hua Di
Jun. Dong Hua Di Jun tersenyum ‘Jiu er sangat pintar, dengan begitu mudah sudah
menyelesaikan masalah untukku’.
Hu Di dan Bai Yi pun tercengang,
hanya dengan kata-kata ringan, Bai Feng Jiu sudah memojokkan para tetua. Tian
Jun pun gugup, dia pun sudah mendengar kepintaran dan kehebatan Qing Qiu Nu Jun
ini. 100 tahun ini, semua sudah tahu, Qing Qiu Nu Jun berada di istana Tai Chen
mendapat pengajaran Dong Hua Di Jun langsung. Ye Hua sebagai Tai Zi tidak tega
melihat Tian Jun yang dipojokkan, berdiri “Nu Jun, yang mulia sangat terkesan
dengan strategi Nu Jun sebelumnya. Yang mulia pribadi berharap perang kali ini
pun tidak mengorbankan nyawa prajurit. Yang mulia memberanikan diri meminta
masukan Nu Jun untuk peperangan kali ini” Bai Feng Jiu melirik Ye Hua, melirik Bai
Qian yang mengangguk padanya ‘huh kalau bukan melihat gu fu, aku sungguh malas
membantu Tian Jun dan para tetua bodoh ini’ menghela nafas dengan jengkel “Tai
Zi, anda juga termasuk menantu Qing Qiu, melihat anda, yang mulia Nu Jun akan
memberikan masukan. Tapi perang kali ini adalah antara suku langit dan suku
iblis, semua masih harus melihat bagaimana suku langit menghadapinya.” Dong Hua
Di Jun tersenyum dan penasaran ide Bai Feng Jiu.
Bai Feng Jiu menyihir medan perang
dan beberapa bidak, semua memandang dan mendengarkan masukan Bai Feng Jiu.
Semua tercengang dengan idenya, terdengar sangat sederhana tapi didalamnya
tersimpan banyak jebakan maut. Selesai mengatakan idenya, Bai Feng Jiu tidak
menunggu pertanyaan langsung menarik kembali sihirnya “ini masukan kecil dari
yang mulia, maaf yang mulia sudah memalukan diri pada rapat Tian Jun, yang
mulia undur diri” tidak menunggu ada yang menyetujui, Bai Feng Jiu sudah hilang
dari ruang rapat. Dong Hua Di Jun dan Bai Qian menggelengkan kepala melihatnya,
keduanya tahu Bai Feng Jiu tidak senang dengan Tian Jun dan para tetua disini.
Ide yang diberikan sangat cemerlang tapi dengan otak tumpul mereka tidak tahu
memahami berapa banyak, inilah alasan Bai Feng Jiu segera pergi karena tidak
mau menjelaskan lebih banyak. Tian Jun melihat Dong Hua Di Jun “Di Jun, ini…”
segera dipotong Dong Hua Di Jun “Tian Jun, seperti yang dikatakan Qing Qiu Nu
Jun, yang mulia harus fokus menghadapi Miao Luo dan Miao Yi Hui Ming Jin,
peperangan kecil ini serahkan pada anda” menghilang dari rapat. Yang tertinggal
__ADS_1
dirapat terbengong melihat kepergian keduanya.
NB : Update kembali 3 bab perhari mulai tgl 10 ya, othor masih liburan...