
Setelah menyelesaikan segala
sesuatu di Feng Wei Shen Gong, Dong Hua dan Xiao Zheng Zhu ke Jiu Jong Tian.
Xiao Zheng Zhu langsung berjalan ke San Sheng Shi, menggerakkan sihirnya dan
melihat nama-nama yang tertera di atasnya. Sesuai perkataan Nu Wa, nama Wen
Chang Di Jun dan Bai Feng Jiu muncul di atasnya. Xiao Zheng Zhu terdiam menatap
San Sheng Shi, Dong Hua yang malihatnya, mengambil dan menggenggam tangannya.
Dong Hua mengerahkan sihir, nama Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin dan Cai Hong Huo
Feng muncul dalam cahaya merah keemasan “Jiu er, kita akan selalu bersama… aku
tidak akan melakukan kesalahan yang sama !” menatap lembut pada Xiao Zheng Zhu.
Xiao Zheng Zhu menatapanya dengan pandangan rumit “Di Jun, disaat anda
menghapus nama, apa yang terjadi ?” Dong Hua “aku menerima 839 petir dan 18
bola api…” Xiao Zheng Zhu “setelah itu ?” Dong Hua menggeleng “setelahnya tidak
pernah memeriksa disini hingga adanya Bai Feng Jiu…” Xiao Zheng Zhu tidak
berbicara, menatap San Sheng Shi yang sudah kembali menampilkan nama Wen Chang
Di Jun – Bai Feng Jiu.
Banyak yang datang menghampiri mereka, setelah mendengar
kedatangannya dari penjaga gerbang. Melihat kedatangan semua, Dong Hua memberi
peringatan untuk tidak mengganggu konsentrasi Xiao Zheng Zhu. Selama beberapa
jam, mereka hanya berdiri diam menatap San Sheng Shi dan Xiao Zheng Zhu. Dalam
sekejap, suasana berubah, dari tubuh Xiao Zheng Zhu keluar cahaya menghantam
San Sheng Shi. tepatnya kedua nama yang dari tadi menjadi fokus Xiao Zheng Zhu.
Dari San Sheng Shi, mengeluarkan cahaya menghantam Xiao Zheng Zhu “Jiu er… Xiao
Jiu…” terdengar teriakan. Xiao Zheng Zhu mengurung dirinya sendiri dan San
Sheng Shi dalam jiejue. Langit menghitam, bunyi guntur menggelegar, menghantam
tubuh Xiao Zheng Zhu yang tidak bergeming, tetap fokus pada San Sheng Shi.
Tubuh Xiao Zheng Zhu menghadapi serangan dari San Sheng Shi dan petir dan bola
api langit, tanpa bergerak sama sekali.
Dong Hua dan lainnya hanya bisa berdiri diluar jiejue
melihat semua kejadian itu dengan hati yang cemas. Cahaya dari tubuh Xiao Zheng
Zhu tidak berhenti mengalir ke San Sheng Shi, walaupun dengan pakaian penuh
darah. Perlahan cahaya pada nama di San Sheng Shi berubah menjadi kuning pucat.
Kedua nama bersatu berputar-putar dia atas batu dan kembali terlerai membentuk
4 huruf ‘Zhu Ren, tolong aku…’ hanya sekejab, berubah kembali menjadi 2 nama
semula. Semua yang melihatnya terkejut, hanya Xiao Zheng Zhu yang tersenyum
lembut pada saat nama itu berubah.
__ADS_1
Perlahan cahaya pada tubuh Xiao Zheng Zhu menghilang, San
Sheng Shi dan langit kembali normal. Xiao Zheng Zhu muntah darah dan memegang
San Sheng Shi. Nu Wan niangniang dan Han Sheng Chen Ren datang menghampiri,
memberi hormat “Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu memijat pelipisnya “jaga disini
dengan baik, jangan terjadi apapun lagi…” keduanya mengangguk “anda…” Xiao
Zheng Zhu menggeleng “belum saatnya…” muntah darah kembali “Jiu er…” Dong Hua
segera memapah “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu “tidak masalah…” Dong Hua melirik Zhe
Yan yang segera memeriksa. Xiao Zheng Zhu membelai San Sheng Shi dengan senyum
lembut “tunggulah… nikmati waktumu…” menghilangkan semua sihir pada San Sheng
Shi dan jatuh tidak sadarkan diri. Zhe Yan “terbuat dari apa dirinya, luka
separah ini, bahkan tidak mengeluarkan rintihan sama sekali… Dong Hua, tubuhnya
penuh luka… jiwanya pun terkena dampaknya… dia butuh istirahat yang panjang…”
Dong Hua menggendong Xiao Zheng Zhu “Tai Chen gong…”.
Bai Qian “Di Jun, aku akan membalut lukanya…” Wen Xin
berjalan masuk “Qian Qian, aku akan membalutnya…” Zhe Yan “berikan ini, lukanya
hingga melukai tulangnya… ini akan mengurangi kesakitannya !” Dong Hua “Jiu
er…” Zhe Yan “Dong Hua, kita keluar, biarkan Qian Qian dan Wen Xin membersihkan
dan mengobatinya…” menarik Dong Hua keluar. Yang diluar membahas yang terjadi,
menghela nafas dan menunggu Xiao Zheng Zhu yang terluka itu.
Di dimensi lain, Feng Huo Cang Ling, Dong Hua yang
satunya melihat semua perjuangan Xiao Zheng Zhu “Feng Wei, kenapa kau selalu
mengorbankan dirimu sendiri ? walaupun hanya bayangan, sifatmu tidak berubah…
membuat semua yang melihatmu sakit hati dan tak berdaya… Dong Hua Di Jun, walau
kau hanya bayanganku, jika kau tidak baik-baik menjaga bayangan Feng Wei
disana, aku akan menghancurkanmu saat kembali !”. Dong Hua selalu memanfaatkan
cermin yang diberikan Xiao Huo Feng untuk memantau segala hal yang terjadi di
dimensi lain. Melihat Bai Feng Jiu yang menjadi dewasa, melihat
keberhasilannya, melihatnya berlatih keras, melihatnya mengorbankan diri demi
melindungi keluarganya, melihatnya memenuhi janjinya pada Budha. Sekarang
melihatnya terluka hanya untuk memastikan kecurigaannya pada San Sheng Shi.
Wen Xin dan Bai Qian sudah selesai mengobati Xiao Zheng Zhu
dan menggantikan bajunya yang penuh darah dengan baju bersih. Bai Yi “anak ini
! apa sebenarnya yang ingin dia lakukan !” Bai Ce “Di Jun, apakah ini yang
dimaksud dengan misinya ?” Dong Hua mengangguk. Bai Chen “misi apa sebenarnya
!” Dong Hua “Bai Ce, aku akan menikahi Jiu er…” Bai Ce “Di Jun…” Dong Hua “aku
__ADS_1
tahu identitasnya sekarang, tidak lagi berhubungan dengan kaluarga Bai maupun
Qing Qiu, tapi aku masih ingin memberitahu kalian. Jiu er sudah memberiku ijin
untuk selalu menemaninya… setelah dia sembuh dari semua luka ini, aku akan
segera menggelar pernikahan kami…” Zhe Yan “apa Zheng Zhu sudah menyetujuimu ?”
Dong Hua “aku sudah melamarnya, hanya menunggu jawabannya. Aku tidak mau
membuang-buang waktu lagi !” Bai Ce “jika Zheng Zhu bersedia, kami sangat ingin
menjadi keluarganya !” Bai Qian “bersedia atau tidak, kita tetap adalah
keluarganya… mau kultivasi atau apapun itu, dia adalah kemenakan kesayanganku…”
Wen Xin “aku hanya mempunyai dia seorang putri… pernikahannya, aku yang akan
mempersiapkannya !”
Selama 2 minggu Xiao Zheng Zhu tidak sadarkan diri di Tai
Chen gong, keluarga Bai setia mendampinginya. Saat tersadar kembali, merasa
seluruh tubuhnya gatal karena luka yang mulai membaik “Jiu er, sudah sadar…
bagaimana ? apa masih sakit ?” Dong Hua yang merasakan ada pergerakan segera memeriksa.
Xiao Zheng Zhu mengedip-ngedipkan matanya “gatal sekali…” Dong Hua tersenyum
mengecup keningnya “lukamu sudah mulai membaik jadi merasa gatal…” Xiao Zheng
Zhu “berapa lama aku tidak sadar ?” Dong Hua “2 minggu !” membantu Xiao Zheng
Zhu yang berusaha bangun “maaf merepotkanmu…” Dong Hua tersenyum “Jiu er,
merawatmu sama sekali tidak merepotkan… aku dengan senang hati melakukannya !
bahkan ingin merawatmu selamanya !” Xiao Zheng Zhu tersenyum “Di Jun, mulutmu semakin
manis !” Dong Hua “Jiu er suka !” Xiao Zheng Zhu hanya tersenyum.
“Xiao Jiu, sudah sadar !” Zhe Yan dan Bai Chen berjalan
masuk, Zhe Yan langsung memeriksa “Xiao Jiu, kau masih harus banyak
beristirahat…” Bai Chen “gadis nakal, apa kau menganggap petir dan bola api
mainan ? apa kau sudah tidak menyayangi nyawamu sendiri !” Xiao Zheng Zhu
tercengang “wah Bai Chen Shan Shen, seumur hidup ini, baru anda yang berani
memarahi yang mulia…” “biar saja… siapa suruh kau begitu nakal…” Bai Qian yang
baru masuk ikut menimpali. Xiao Zheng Zhu cekikikan “hihihi… shhh…” sambil
meringis kesakitan. Dong Hua memapah “perlahan…” “Xiao Jiu, minum ini dulu…”
Wen Xin masuk, membawakan semangkuk ramuan dan langsung menyuapi Xiao Zheng Zhu
tanpa mau menerima bantahan. Xiao Zheng Zhu tersenyum, menggelengkan kepala,
menerima suapan Wen Xin dengan patuh. Semua tersenyum lembut melihat Xiao Zheng
Zhu yang tidak menolak mereka. Dong Hua berada di belakangnya, menyandarkan
tubuh Xiao Zheng Zhu pada tubuhnya. “terima kasih…” Xiao Zheng Zhu tersenyum
lembut, berterima kasih pada Wen Xin yang berkaca-kaca, mengangguk padanya.
__ADS_1