Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 161 - Ujian Kelulusan


__ADS_3

Setelah sarapan, merekapun


mulai berlatih bersama para tahanan dan para prajurit. Memanjat tebing terjal


dan licin dari air mancur, merangkak di tanah berjam-jam, menyelam ke danau


menangkap ikan dengan tangan kosong, memanjat pepohonan liar yang menjulang


tinggi, berlari mengelilingi danau tanpa sepatu. Para prajurit dan tahanan


seakan lupa siapa diri mereka, bekerja sama untuk menyelesaikan latihan dari


Yang Guang. Sementara para prajurit dan tahanan kelelahan, kedelapan pemuda itu


tampak hanya sedang bermain-main, terutama Yang Guang. Tubuhnya yang kecil dan


ulet melompat kesana kemari dengan gesit, suara cekikikan dan tawa mereka


terdengar nyaring. Mereka saling mengejek dan menantang, tanpa sadar membuat


para prajurit dan tahanan kagum dengan stamina mereka.


          Yang Guang menemui para tahanan “bagaimana ?” “Da Ren, mau


bunuh, bunuh langsung saja, jangan menyiksa kami lagi…” “tubuhku sudah hampir


hancur semua…” Yang Guang cekikikan “hihihi begini saja sudah membuat kalian


takut, bagaimana menjadi pembunuh. Kukatakan, sebaiknya kalian pulang saja


menjadi petani atau peternak. Kenapa mau mati konyol untuk seseorang yang tidak


berhubungan dengan kalian !” “ini masalah prinsip, anda tidak mengerti !” Yang


Guang mengangguk “aku memang tidak mengerti dan tidak mau mengerti. Jika


pemimpin kalian atau yang membayar kalian melakukan untuk tujuan yang baik,


maka seharusnya kalian menaruh kesetiaan dan prinsip kalian. Tapi jika kalian


hanya dijadikan alat untuk menyukseskan ambisi dan keinginan gilanya, bukankah


hidup kalian sia-sia !” “an… anda tahu ?” Yang Guang “seringlah menghirup udara


segar agar otakmu jernih…turun dari sini, kalian bebas…” “Da Ren…” para


prajurit ingin protes, tapi tidak berani melihat sorot mata tajam Yang Guang.


Yang Guang “kesempatan hanya diberikan 1 kali, jika kedepannya, aku bertemu


kalian lagi dengan niat membunuhku, maka aku tidak akan segan-segan menghabisi


kalian, camkan baik-baik ! tubuh kalian terlalu lemah untuk menjadi seorang


pembunuh” para tahanan melongo.


          “Yang er, kunang-kunang ?” Jing Guang membawakan sebuah


botol yang didalamnya ada beberapa kunang-kunang. Yang Guang dengan mata


berbinar segera menerimanya “wah, cantik sekali… ayo ayo kita kumpulkan lagi…”


dengan wajah kekanakan, menarik Jing Guang mencari kunang-kunang. Semua tersenyum


melihatnya “anak kecil ini, hanya dengan hal sederhana sudah membuatnya begitu


bahagia !” “keberuntungan kita bertemu dengannya… cahaya pelangi di matanya


dari awal sudah masuk sampai ke hatiku, mengokohkan tempatnya” Huang Guang


bernostalgia. Shui Lan “dilihat dari luar, dia adalah pemuda yang sangat


sederhana tapi ternyata sangat luar biasa…” Tian Ling berbalik ke para tahanan


“hei kalian… lain kali memilih pemimpin atau menerima bayaran untuk membunuh,


cari yang seperti Da Ren… kalian bakal dapat pahala bukan berkorban sia-sia”


para tahanan menunduk.


          “hihihi sudahlah, otak mereka belum sampai sana… ah besok

__ADS_1


sudah harus turun gunung… aku masih ingin disini !” Ye Xing merenggangkan


otot-ototnya. Dian Lan “tunggu kau lulus ujian…” Ye Xing protes “aku sudah


pasti lulus, bahkan juara 1” Dian Lan mencibir “kau tidak berada di belakangku


saja sudah bagus hahaha” Ye Xing “aku akan berada di depanmu…” saling mengejek


dan bercanda ria. Sesuai dengan perkataan Yang Guang, para tahanan dilepaskan


setelah turun dari gunung. Yang Guang tidak mengatakan apapun, melangkahkan


kakinya kembali ke istana.


Dengan


permintaan banyaknya masyarakat, ujian kelulusan diadakan terbuka di paviliun


yang sudah disiapkan. Semua masyarakat bisa mengawasi tapi tidak bisa membantu,


memiliki jarak 5 meter dari para peserta ujian. Para prajurit mengelilingi


paviliun, memastikan tertibnya jalan ujian kelulusan. Yang Guang dengan santai


meminum tehnya dan bermain catur dengan Raja yang tertarik melihat ujian. Raja


“tidak ada kegugupan sama sekali akan kelulusan para pelajar !” mengajak Yang


Guang berbincang. Yang Guang fokus melihat papan catur “semua sudah berusaha,


apa arti satu nilai, yang penting penerapannya di masyarakat !” Raja mengangguk


“pemikiranmu sangat dalam, tapi nilai ini bisa menjadi pondasi mereka untuk


kedepannya” Yang Guang “selama mereka mengerti makna didalamnya, akan mendapat


hasil yang baik. Jika hanya belajar menghafal tanpa pemahaman, hanya nilai


kosong” Raja tersenyum.


Ujian


kelulusan diadakan selama 3 hari, sebagai Pengawas, Yang Guang mengikuti semua


catur dan berbincang. Raja “bagaimana setelah ini ?” Yang Guang acuh tak acuh


“akan mulai bermain !” Raja “Akademi Kerajaan ?” Yang Guang “waktuku masih


setahun, tetap jadi pengawas pun tidak masalah tapi aku ingin meminta akses


keluar ibukota !” Raja mengangguk “baik, ketujuhnya ?” Yang Guang mengangguk. Masyarakat


maupun para pelajar dan para pejabat yang melihat keakraban Raja dengan Yang


Guang menebak-nebak ada hubungan apa diantara mereka. Raja terkenal dingin, tidak


pernah akrab dengan pejabat manapun tapi tampak sangat menghargai Yang Guang.


Setelah


ujian tulisan selesai diadakan, selanjutnya adalah berkuda dan bela diri yang


merupakan ujian tambahan bagi para pelajar. “Yang Guang Da Ren, ujian sudah


selesai, bagaimana kalau kita berolahraga sedikit !” goda Ye Xing dari atas


kuda dengan memegang panah dan busurnya. Yang Guang yang sedang


bermalas-malasan di kursinya segera berbinar, tanpa menunggu persetujuan Raja


di sampingnya segera melompat naik keatas seekor kuda. Yang Guang membuka


tangannya, menerima panah dan busur dari seorang pengawal “Ye Xing Da Ren, ini


adalah hal yang kau minta, jangan menyalahkan yang mulia jika anda terluka”


semua nyengir “hia…” berdelapan memacu kudanya sambil melepas-lepaskan


anak-anak panah ke pihak lain dan papan target. Berbagai macam gaya mereka


mainkan diatas kuda, membuat kuda menjadi mainan mereka, meloloskan diri dari

__ADS_1


banyaknya anak-anak panah.


Delapan


pemuda tampan bertarung dengan panah dan busur dengan tawa ceria mereka “yang


terjatuh dari kuda, traktir malam ini” salah satu menawarkan “baik…” semua


menyahut bersamaan. Jadilah arena ujian menjadi tempat bermain mereka membuat


banyak pasang mata yang hampir melompat keluar. Mata dan hati para wanita sudah


hampir melompat keluar dari tempatnya semakin terpesona pada kedelapan pemuda.


Raja tersenyum bangga dan bahagia menonton pertunjukan kedelapannya. Para


pelajar, pengawal, prajurit, rakyat jelata, bahkan para pemberontak yang ikut


menonton menyimpan pemikiran mereka masing-masing. bagi para pemberontak


‘kedelapan pemuda ini bukan lawan sembarangan, terutama Yang Guang yang


terkecil tapi terpintar dan terlincah diantara lainnya’.


Zhe


Yan “hmm… bagaimana kalau sekali-kali membuat hal seperti ini di alam dewa ?


lihat mereka sangat bersemangat, membuat yang menontonnya juga ingin ikut


serta” Bai Chen “haih harusnya dulu ikut Xiao Jiu bersenang-senang. Apapun yang


dilakukan bersamanya sangat menyenangkan, anak itu memang sangat bisa mengangkat suasana” Hua Zi “yah hidupnya sangat menarik juga sangat menderita…” Zhe


Yan “Yu Huang, jangan seperti itu, lihat Yang Guang sangat menikmati hidupnya…”


Hua Zi “dia tidak pernah mengeluh… dia melupakan dirinya sendiri…seakan-akan


hidupnya itu tidak berarti sama sekali…” Zhe Yan “Yu Huang, sifatnya itu sudah


terbentuk dari dulu… bukankah Budha juga mengatakan padamu untuk baik-baik


memegang kesempatanmu… mungkin yang bisa mengubahnya hanya dirimu…” Hua Zi


tersenyum “gadis kecilku, cepatlah kembali…”.


Terdengar


tawa ceria di arena berkuda “hahaha… Da Ren, bisa saja aku iri pada tubuh


kecilmu yang gesit itu hahaha…” Lu Teng mengejek. Yang Guang “terus saja anda


iri, karena anda tidak akan memilikinya Lu Teng Da Ren hahaha…” Tian Ling


“sudahlah Lu Teng Da Ren, anda tidak akan menang dari Pengawas Yang Guang kita


ini hahaha…” Yang Guang merenggangkan otot-ototnya “ah segarnya habis olahraga…


hei besok hari terakhir, pertandingan bela diri…” sambil memainkan alisnya.


Semua nyengir segera memberi tanda hormat “menerima tantangan Da Ren…”


“hahaha….” Suara tawa terdengar di arena berkuda. Raja tersenyum manis melihat


semua ‘Yang Guang, tidak salah kau mengatakan mereka hidupmu, kau tidak salah


menemukan pemuda pemudi langka seperti mereka’.


Permainan


mereka yang hanya untuk bersenang-senang selama 2 hari, menjadi perbincangan


panas di masyarakat 1 kerajaan, hingga bertahun-tahun kedepannya. Ujian


kelulusan berakhir dengan baik dan tenang, tidak ada keributan sama sekali.


Yang Guang dan lainnya sudah mempersiapkan semua keamanan dengan baik. Beberapa


pemberontak yang ingin memanfaatkan momen, segera tertangani bahkan sebelum


mereka bertindak. Semua gerak geriknya dengan gampang terbaca Yang Guang,

__ADS_1


membuat pemimpin pemberontak frustasi.


__ADS_2