
Setelah sarapan, merekapun
mulai berlatih bersama para tahanan dan para prajurit. Memanjat tebing terjal
dan licin dari air mancur, merangkak di tanah berjam-jam, menyelam ke danau
menangkap ikan dengan tangan kosong, memanjat pepohonan liar yang menjulang
tinggi, berlari mengelilingi danau tanpa sepatu. Para prajurit dan tahanan
seakan lupa siapa diri mereka, bekerja sama untuk menyelesaikan latihan dari
Yang Guang. Sementara para prajurit dan tahanan kelelahan, kedelapan pemuda itu
tampak hanya sedang bermain-main, terutama Yang Guang. Tubuhnya yang kecil dan
ulet melompat kesana kemari dengan gesit, suara cekikikan dan tawa mereka
terdengar nyaring. Mereka saling mengejek dan menantang, tanpa sadar membuat
para prajurit dan tahanan kagum dengan stamina mereka.
Yang Guang menemui para tahanan “bagaimana ?” “Da Ren, mau
bunuh, bunuh langsung saja, jangan menyiksa kami lagi…” “tubuhku sudah hampir
hancur semua…” Yang Guang cekikikan “hihihi begini saja sudah membuat kalian
takut, bagaimana menjadi pembunuh. Kukatakan, sebaiknya kalian pulang saja
menjadi petani atau peternak. Kenapa mau mati konyol untuk seseorang yang tidak
berhubungan dengan kalian !” “ini masalah prinsip, anda tidak mengerti !” Yang
Guang mengangguk “aku memang tidak mengerti dan tidak mau mengerti. Jika
pemimpin kalian atau yang membayar kalian melakukan untuk tujuan yang baik,
maka seharusnya kalian menaruh kesetiaan dan prinsip kalian. Tapi jika kalian
hanya dijadikan alat untuk menyukseskan ambisi dan keinginan gilanya, bukankah
hidup kalian sia-sia !” “an… anda tahu ?” Yang Guang “seringlah menghirup udara
segar agar otakmu jernih…turun dari sini, kalian bebas…” “Da Ren…” para
prajurit ingin protes, tapi tidak berani melihat sorot mata tajam Yang Guang.
Yang Guang “kesempatan hanya diberikan 1 kali, jika kedepannya, aku bertemu
kalian lagi dengan niat membunuhku, maka aku tidak akan segan-segan menghabisi
kalian, camkan baik-baik ! tubuh kalian terlalu lemah untuk menjadi seorang
pembunuh” para tahanan melongo.
“Yang er, kunang-kunang ?” Jing Guang membawakan sebuah
botol yang didalamnya ada beberapa kunang-kunang. Yang Guang dengan mata
berbinar segera menerimanya “wah, cantik sekali… ayo ayo kita kumpulkan lagi…”
dengan wajah kekanakan, menarik Jing Guang mencari kunang-kunang. Semua tersenyum
melihatnya “anak kecil ini, hanya dengan hal sederhana sudah membuatnya begitu
bahagia !” “keberuntungan kita bertemu dengannya… cahaya pelangi di matanya
dari awal sudah masuk sampai ke hatiku, mengokohkan tempatnya” Huang Guang
bernostalgia. Shui Lan “dilihat dari luar, dia adalah pemuda yang sangat
sederhana tapi ternyata sangat luar biasa…” Tian Ling berbalik ke para tahanan
“hei kalian… lain kali memilih pemimpin atau menerima bayaran untuk membunuh,
cari yang seperti Da Ren… kalian bakal dapat pahala bukan berkorban sia-sia”
para tahanan menunduk.
“hihihi sudahlah, otak mereka belum sampai sana… ah besok
__ADS_1
sudah harus turun gunung… aku masih ingin disini !” Ye Xing merenggangkan
otot-ototnya. Dian Lan “tunggu kau lulus ujian…” Ye Xing protes “aku sudah
pasti lulus, bahkan juara 1” Dian Lan mencibir “kau tidak berada di belakangku
saja sudah bagus hahaha” Ye Xing “aku akan berada di depanmu…” saling mengejek
dan bercanda ria. Sesuai dengan perkataan Yang Guang, para tahanan dilepaskan
setelah turun dari gunung. Yang Guang tidak mengatakan apapun, melangkahkan
kakinya kembali ke istana.
Dengan
permintaan banyaknya masyarakat, ujian kelulusan diadakan terbuka di paviliun
yang sudah disiapkan. Semua masyarakat bisa mengawasi tapi tidak bisa membantu,
memiliki jarak 5 meter dari para peserta ujian. Para prajurit mengelilingi
paviliun, memastikan tertibnya jalan ujian kelulusan. Yang Guang dengan santai
meminum tehnya dan bermain catur dengan Raja yang tertarik melihat ujian. Raja
“tidak ada kegugupan sama sekali akan kelulusan para pelajar !” mengajak Yang
Guang berbincang. Yang Guang fokus melihat papan catur “semua sudah berusaha,
apa arti satu nilai, yang penting penerapannya di masyarakat !” Raja mengangguk
“pemikiranmu sangat dalam, tapi nilai ini bisa menjadi pondasi mereka untuk
kedepannya” Yang Guang “selama mereka mengerti makna didalamnya, akan mendapat
hasil yang baik. Jika hanya belajar menghafal tanpa pemahaman, hanya nilai
kosong” Raja tersenyum.
Ujian
kelulusan diadakan selama 3 hari, sebagai Pengawas, Yang Guang mengikuti semua
catur dan berbincang. Raja “bagaimana setelah ini ?” Yang Guang acuh tak acuh
“akan mulai bermain !” Raja “Akademi Kerajaan ?” Yang Guang “waktuku masih
setahun, tetap jadi pengawas pun tidak masalah tapi aku ingin meminta akses
keluar ibukota !” Raja mengangguk “baik, ketujuhnya ?” Yang Guang mengangguk. Masyarakat
maupun para pelajar dan para pejabat yang melihat keakraban Raja dengan Yang
Guang menebak-nebak ada hubungan apa diantara mereka. Raja terkenal dingin, tidak
pernah akrab dengan pejabat manapun tapi tampak sangat menghargai Yang Guang.
Setelah
ujian tulisan selesai diadakan, selanjutnya adalah berkuda dan bela diri yang
merupakan ujian tambahan bagi para pelajar. “Yang Guang Da Ren, ujian sudah
selesai, bagaimana kalau kita berolahraga sedikit !” goda Ye Xing dari atas
kuda dengan memegang panah dan busurnya. Yang Guang yang sedang
bermalas-malasan di kursinya segera berbinar, tanpa menunggu persetujuan Raja
di sampingnya segera melompat naik keatas seekor kuda. Yang Guang membuka
tangannya, menerima panah dan busur dari seorang pengawal “Ye Xing Da Ren, ini
adalah hal yang kau minta, jangan menyalahkan yang mulia jika anda terluka”
semua nyengir “hia…” berdelapan memacu kudanya sambil melepas-lepaskan
anak-anak panah ke pihak lain dan papan target. Berbagai macam gaya mereka
mainkan diatas kuda, membuat kuda menjadi mainan mereka, meloloskan diri dari
__ADS_1
banyaknya anak-anak panah.
Delapan
pemuda tampan bertarung dengan panah dan busur dengan tawa ceria mereka “yang
terjatuh dari kuda, traktir malam ini” salah satu menawarkan “baik…” semua
menyahut bersamaan. Jadilah arena ujian menjadi tempat bermain mereka membuat
banyak pasang mata yang hampir melompat keluar. Mata dan hati para wanita sudah
hampir melompat keluar dari tempatnya semakin terpesona pada kedelapan pemuda.
Raja tersenyum bangga dan bahagia menonton pertunjukan kedelapannya. Para
pelajar, pengawal, prajurit, rakyat jelata, bahkan para pemberontak yang ikut
menonton menyimpan pemikiran mereka masing-masing. bagi para pemberontak
‘kedelapan pemuda ini bukan lawan sembarangan, terutama Yang Guang yang
terkecil tapi terpintar dan terlincah diantara lainnya’.
Zhe
Yan “hmm… bagaimana kalau sekali-kali membuat hal seperti ini di alam dewa ?
lihat mereka sangat bersemangat, membuat yang menontonnya juga ingin ikut
serta” Bai Chen “haih harusnya dulu ikut Xiao Jiu bersenang-senang. Apapun yang
dilakukan bersamanya sangat menyenangkan, anak itu memang sangat bisa mengangkat suasana” Hua Zi “yah hidupnya sangat menarik juga sangat menderita…” Zhe
Yan “Yu Huang, jangan seperti itu, lihat Yang Guang sangat menikmati hidupnya…”
Hua Zi “dia tidak pernah mengeluh… dia melupakan dirinya sendiri…seakan-akan
hidupnya itu tidak berarti sama sekali…” Zhe Yan “Yu Huang, sifatnya itu sudah
terbentuk dari dulu… bukankah Budha juga mengatakan padamu untuk baik-baik
memegang kesempatanmu… mungkin yang bisa mengubahnya hanya dirimu…” Hua Zi
tersenyum “gadis kecilku, cepatlah kembali…”.
Terdengar
tawa ceria di arena berkuda “hahaha… Da Ren, bisa saja aku iri pada tubuh
kecilmu yang gesit itu hahaha…” Lu Teng mengejek. Yang Guang “terus saja anda
iri, karena anda tidak akan memilikinya Lu Teng Da Ren hahaha…” Tian Ling
“sudahlah Lu Teng Da Ren, anda tidak akan menang dari Pengawas Yang Guang kita
ini hahaha…” Yang Guang merenggangkan otot-ototnya “ah segarnya habis olahraga…
hei besok hari terakhir, pertandingan bela diri…” sambil memainkan alisnya.
Semua nyengir segera memberi tanda hormat “menerima tantangan Da Ren…”
“hahaha….” Suara tawa terdengar di arena berkuda. Raja tersenyum manis melihat
semua ‘Yang Guang, tidak salah kau mengatakan mereka hidupmu, kau tidak salah
menemukan pemuda pemudi langka seperti mereka’.
Permainan
mereka yang hanya untuk bersenang-senang selama 2 hari, menjadi perbincangan
panas di masyarakat 1 kerajaan, hingga bertahun-tahun kedepannya. Ujian
kelulusan berakhir dengan baik dan tenang, tidak ada keributan sama sekali.
Yang Guang dan lainnya sudah mempersiapkan semua keamanan dengan baik. Beberapa
pemberontak yang ingin memanfaatkan momen, segera tertangani bahkan sebelum
mereka bertindak. Semua gerak geriknya dengan gampang terbaca Yang Guang,
__ADS_1
membuat pemimpin pemberontak frustasi.