
Budha
menggeleng “kau sebaiknya panggil aku Budha yeye saja, lebih enak mendengarnya
dari mulut kecilmu” Bai Feng Jiu cekikikan memberi hormat “menaati perintah
hihihi… Budha yeye, hari ini datang mencariku, apa ada sesuatu ?” berubah serius.
Budha pun tidak berbasa basi “yah merindukan masakanmu, yang mulia juga
mempunyai sesuatu untukmu” Bai Feng Jiu bersama Budha berjalan tanpa
mempedulikan lainnya. Wajah Bai Feng Jiu sangat serius penuh wibawa, sangat
jauh berbeda dengan wajah kekanakan sebelumnya.
Selesai berbincang dengan Budha,
mereka kembali ke gua rubah. Di gua rubah, Dong Hua Di Jun, Lian Song, Sie
Ming, Cheng Yu, Wen Chang Di Jun, dan seluruh keluarga Bai masih menunggunya
“semua masih disini, Budha yeye tunggulah sebentar, aku akan menyiapkan makanan
untuk semua” berjalan ke dapur, Cheng Yu, Hu Hou, dan Bai Yi Fu Ren mengikuti.
Budha duduk disamping Dong Hua Di
Jun “apa yang kalian bicarakan sampai seserius itu ?” Budha acuh tak acuh
“masalah murid dan guru biasa. Kapan Di Jun akan mulai mengajari gadis kecil ?
berapa lama akan mengajarinya ? dibelakang anda masih ada yang antri mau
menjadi gurunya hahaha…” Dong Hua Di Jun melirik ke Wen Chang Di Jun “segera,
anda mengajarinya 100 tahun, tentu yang mulia juga harus mengajarinya 100
tahun, baru bisa melihat ilmu mana yang lebih unggul” Budha tertawa
terbahak-bahak “hahaha… yang tidak tahu dirimu akan mengira kau sangat picik
hahaha… jangan terlalu memaksakan diri… ada yang tidak bisa dipaksakan, ada
yang tidak bisa dihindari, biarkan semua berjalan apa adanya… anda segera akan
mendapat jawaban yang diinginkan…” Dong Hua Di Jun selalu merasa Budha
mengetahui sesuatu, tapi tidak berniat memberitahunya.
Mereka makan bersama, Bai Feng Jiu
bercengkrama bersama Wen Chang Di Jun, bercanda tawa bersama. Keakraban mereka
terlihat oleh semua dengan spekulasi masing-masing. Bai Yi merasa Bai Feng Jiu
sudah menemukan pasangan yang cocok. Keluarga Bai dan Zhe Yan hanya melihat
persahabatan keduanya, Bai Feng Jiu masih menyimpan rasa pada dewa berjubah
ungu itu. Lian Song, Sie Ming, dan Cheng Yu merasa Wen Chang Di Jun memiliki
tempat penting dihati Bai Feng Jiu. Dong Hua Di Jun merasa Bai Feng Jiu sudah
mendapatkan jodoh yang sebenarnya dan melupakannya, sedih, cemburu, tak
berdaya, meronta, semua dirasakannya saat ini. Dong Hua Di Jun sangat ingin
menarik Bai Feng Jiu dan mengakui kepemilikannya. Tapi dia tidak bisa, diantara
mereka dibatasi oleh batu tiga kehidupan dan pertarungan dengan Miao Luo.
Lian Song yang paling senang
bergosip memanfaatkan kesempatan “Feng Jiu, sangat akrab dengan Wen Chang Di
Jun, jadi kapan yang mulia akan mendapat undangan pernikahan kalian ?” Bai Feng
Jiu dan Wen Chang Di Jun saling menatap dan tertawa terbahak-bahak “hahaha…
hahaha… Lian san dianxia, anda tunggu saja, jika saatnya akan ada undangan yang
dikirimkan hahaha…” tidak ada yang mengerti arti perkataan Bai Feng Jiu kecuali
mereka berdua dan Budha. Lian Song masih belum putus harapan “ooo… berarti akan
ada undangan ?” Bai Feng Jiu masih belum berhenti tertawa “tentu saja, walau
tanpa undangan, bukannya Lian san dianxia juga akan datang hahaha…”.
__ADS_1
Lian Song salah tingkah “Feng Jiu,
dengar-dengar kau akan masuk istana Tai Chen” Bai Feng Jiu menahan tawa yang
sudah membuatnya mengeluarkan air mata, menatap Lian Song dan Dong Hua Di Jun
“oh… Di Jun, apa ucapan anda 100 tahun lalu masih berlaku ?” Dong Hua Di Jun
“tentu saja, ucapan yang mulia tidak pernah ditarik kembali” Bai Feng Jiu mengangguk
“baik, akupun akan menepati kata-kataku belajar pada anda… beberapa saat ini
akan merepotkan anda Di Jun” Bai Qian “Xiao Jiu, jadi kau akan ke Jiu Jong Tian
? Ali sudah sangat merindukanmu” Bai Feng Jiu “aku juga merindukan Ali. Di Jun,
masih ada yang harus kuselesaikan disini, 3 hari lagi, aku akan menghadap anda
di istana Tai Chen, bisakah ?” Dong Hua Di Jun mengangguk “baik…”.
Wen Chang Di Jun “Xiao Feng,
bagaimana denganku ? bukankah kau akan ke klan putih berguru padaku ?” Bai Feng
Jiu “haih… aku sudah lebih dulu menyetujui Di Jun, tentu harus menepatinya.
Setelah dari istana Tai Chen, aku akan ke klan putih mencarimu, sudah bisa kan
!” Wen Chang Di Jun cemberut dan merengek “kapan kau akan ke klan putih ?” Bai
Feng Jiu “eh, hal ini… Di Jun, berapa lama anda berencana mengajariku ?” Dong
Hua Di Jun langsung menjawab “100 tahun…” Bai Feng Jiu terkejut “kenapa ? Nu
Jun sudah menyesal ?” Bai Feng Jiu mencibir “picik… karena 100 tahun bersama
Budha yeye jadi anda juga ingin 100 tahun kan. Aku Bai Feng Jiu kapan
mengatakan menyesal. Baik, karena aku sudah menyetujuinya, 100 tahun ini
menyusahkan Di Jun anda orang tua”. Semua keluarga Bai terkejut Dong Hua Di Jun
mau mengajari Bai Feng Jiu 100 tahun. Mereka semua tahu penderitaan Bai Feng
Jiu bersama Dong Hua Di Jun, tapi karena masalah sebelumnya pun sungkan melarang
Sesuai dengan kesepakatan, 3 hari
kemudian, Bai Feng Jiu ke Jiu Jong Tian menghadap Dong Hua Di Jun di istana Tai
Chen “Di Jun, shifu, Qing Qiu Bai Feng Jiu datang menghadap, 100 tahun ini
merepotkan shifu untuk mengajariku” Dong Hua Di Jun tidak suka dipanggil shifu
“Jiu er, tidak perlu memanggil shifu, yang mulia tidak pernah menerima murid
sebelumnya. Banyak yang berharap diajari yang mulia pun tidak pernah
mendapatkan kesempatan ini” Bai Feng Jiu “kalau begitu Jiu er berterima kasih Di
Jun bersedia mengajari Jiu er. Di Jun berencana mengajari Jiu er apa ?” Dong
Hua Di Jun berfikir ‘apapun yang kumiliki adalah untukmu, milikmu. Aku akan
mengajarimu segalanya, bahkan diriku pun akan kuserahkan padamu Jiu er’
“sebelumnya, apa yang sudah kau pelajari pada Budha ?” Bai Feng Jiu “saat
bersama Budha yeye lebih menempa spiritual, dhamma, dan melewati 6 penderitaan
dunia, semua yang dipelajari arahat pun sudah diturunkan padaku”.
Dong Hua Di Jun sudah memperkirakan
semuanya setelah melihat kemampuan Bai Feng Jiu sebelumnya “Jiu er, coba
perlihatkan ilmu pedangmu padaku…” Bai Feng Jiu “baik…” segera mengeluarkan
pedang tao zhu memperlihatkan ilmu pedangnya. Dong Hua Di Jun “Jiu er, pedang
ini tidak begitu cocok denganmu. Apa tidak ada pedang lain ?” Bai Feng Jiu “aku
lagi merancang pedang, hanya belum mendapat material yang cocok” Dong Hua Di
Jun tertarik “ooo… coba perlihatkan padaku, mungkin disini ada material yang
kau perlukan” Bai Feng Jiu pun memperlihatkan rancangan pedangnya, Dong Hua Di
Jun terkejut melihatnya, rancangan pedang Bai Feng Jiu sangat bagus, memang
__ADS_1
sangat cocok dengan Bai Feng Jiu, bahkan ketelitiannya hampir menyamai pedang
Cang He.
Dong Hua Di Jun “aku akan
mengajarimu 18 ilmu pedang pembelah bumi. Setelahnya, aku akan membawamu ke
gudang batu, kau bisa mencari material yang kau butuhkan disana” Sebelumnya
sudah mendengar gudang batu Dong Hua Di Jun yang penuh dengan barang berharga,
bisa masuk kesana tentu saja Bai Feng Jiu sangat senang. Bai Feng Jiu tersenyum
manis “terima kasih Di Jun” Dong Hua Di Jun tidak dapat menahan diri memegang
wajah Bai Feng Jiu “tidak perlu sungkan. Lihatlah dengan baik, aku hanya
memperlihatkannya sekali…” Bai Feng Jiu mengangguk, memperhatikan dengan
seksama. Selesai melihat, Bai Feng Jiu langsung mempraktekkan ilmu pedang yang
barusan Dong Hua Di Jun perlihatkan.
Dong Hua Di Jun duduk melihat
latihan Bai Feng Jiu sambil bermain catur dengan dirinya sendiri. Dong Hua Di
Jun mengajak Bai Feng Jiu ke gudang batu, mengijinkan Bai Feng Jiu memilih
sendiri bahan yang dibutuhkannya. Beberapa minggu kedepan, Bai Feng Jiu sibuk
berlatih dari pagi hingga petang, dari petang hingga malam membuat pedang
rancangannya. Seperti yang dikatakan Budha, tidak ada yang bisa menghalangi
keinginan Bai Feng Jiu. Wajah serius penuh tekad Bai Feng Jiu adalah sesuatu
yang tidak pernah Dong Hua Di Jun lihat. Baru beberapa bulan bersama, Dong Hua
Di Jun sudah melihat berbagai ekspresi di wajah Bai Feng Jiu yang tidak pernah
dilihatnya sebelumnya. Dong Hua Di Jun semakin menyesal telah menjauhkan Bai
Feng Jiu selama ini, gadis seperti ini tidak ada duanya di dunia. Dong Hua Di
Jun telah melewatkan kesempatan paling berharga yang diberikan untuknya.
Sesuai kata-kata Bai Feng Jiu, Dong
Hua Di Jun mengajarinya, Bai Feng Jiu yang menyiapkan makanan Di Jun 3 x sehari
bersama camilan-camilan. Bai Feng Jiu fokus membuat pedangnya, dibeberapa
tempat menambahkan rincian yang diinginkannya, dalam sekejap sudah menyelesaikannya.
Bai Feng Jiu berlatih memakai pedang barunya dibawah pengawasan Dong Hua Di
Jun. Tidak seperti biasanya, hari ini Bai Feng Jiu tampak pucat tetapi jurus
yang dikeluarkan menggunakan tenaga yang besar. Selesai berlatih, Bai Feng Jiu
tersenyum membelai pedangnya “kau akan kunamakan pedang Jin Yin…” pedangnya
bersinar merah keemasan.
Dong Hua Di Jun mendekat “Jiu er,
pedangmu sudah memastikan tuannya, apa yang sudah kau lakukan ?” Bai Feng Jiu
tersenyum “tidak melakukan apapun, hanya membagi sedikit darahku” tiba-tiba
muntah darah dan tidak sadarkan diri “Jiu er… Jiu er…” Dong Hua Di Jun segera
menggendongnya ke kamar dan memanggil Zhe Yan “Dong Hua, kau memanggilku begitu
terburu-buru, ada apa ?” Dong Hua Di Jun “segera periksa Jiu er, dia tiba-tiba
muntah darah dan tidak sadarkan diri. Dia baru saja membagi darah ke pedang
barunya” Zhe Yan segera memeriksa “yatou ini haih, dia terlalu keras pada
dirinya sendiri” Dong Hua Di Jun tegang “ada apa dengannya ?” Zhe Yan “dia
menggunakan xin touxie dan tenaga yang besar, sudah pasti tubuhnya tidak akan
tahan. Setelah minum pil ini, dia tidak akan apa-apa, hanya perlu beristirahat”
memberi sebuah pil untuk Bai Feng Jiu.
__ADS_1