
Pangeran Hui Ting bukanlah
lawan Yang Guang, dengan mudah Yang Guang mengalahkannya. Untuk memberinya
muka, Yang Guang sengaja memperpanjang waktu, memainkan pedangnya dengan
cantik. “Niang Qin sedang memberikan petunjuk pada pria itu ?” Ling Ling dan
saudara beserta pasangan masing-masing segera datang begitu mendengar informasi
dari Zhe Yan dan Bai Chen. Jin Chen “apa yang ingin dilakukan Hong Ling niang
?” pertarungan diakhiri dengan Yang Guang yang memukul mundur Pangeran Hui Ting
dan pedang dilehernya “anda kalah… prajurit, tangkap semua…” “kenapa ? kenapa
kau tidak membunuhku ?” Pangeran bertanya. Yang Guang acuh tak acuh menyimpan
kembali pedangnya “kenapa ? hmm bilang saja, aku sedang tidak dalam mood
membunuh hari ini !”
“hei Yang er, hanya tersisa 10 hari lagi, apa kita
betul-betul bisa bebas ?” Jing Guang mengejar Yang Guang yang masuk ke istana.
Yang Guang “tentu saja, janjiku pasti ditepati, tidak ada sesuatu apapun yang
bisa menghalanginya” “tapi…” “tenang saja, kalian tinggal merapikan
barang-barang kalian untuk pergi dari sini hihihi…” Yang Guang dengan senyum
ceria. “Niang Qin…” Gun Gun “Fu Qin, apa setelah ini, Niang Qin akan kembali ?”
Hua Zi “tidak tahu akan kemana ! 10 hari ini akan menjadi hari terpanjang”.
Yang Guang langsung menemui Raja dan Permaisuri “die,
janjiku sudah kupenuhi, semua masalah sudah kuselesaikan, anda orang tua sudah
bisa duduk dengan tenang diatas singgasana” Permaisuri mengambil tangan Yang
Guang “Yang Guang, Niang tidak rela berpisah denganmu…” Raja diam melihat ibu
dan anak. Yang Guang tersenyum “Niang, aku sudah menemanimu 2 tahun, lagipula
kita bukan tidak akan ketemu lagi… kemanapun aku pergi, die pasti dengan cepat
menemukanku, iyakan die !” nyengir pada Raja. Permaisuri “apa kau harus pergi
?” Yang Guang mengangguk mantap “aku sudah sangat tersiksa disini… masih banyak
makanan dan tempat yang belum kulihat diluar sana… aku ingin mengepakkan
sayapku dengan bebas, ah tidak sabar menunggunya” Permaisuri menitikkan air
matanya “Yang Guang…”.
Raja “Yang Guang, masih ada 10 hari lagi… apa yang ingin
kau lakukan ?” Yang Guang “menyelesaikan tugasku sebagai Pengawas Akademi Kerajaan.
Semua sudah selesai, ujian kelulusan, akan ada perayaan kebersamaan dengan para
pelajar dan alumni setahun yang lalu. Setelah memberikan sertifikat kelulusan,
aku akan meninggalkan Akademi Kerajaan.” Raja mengangguk “kau sudah
merencanakannya dengan rapi semua…” Yang Guang “ada pembobol-pembobol kecil,
tapi semua berjalan sesuai…” Raja mengerutkan keningnya “pembobol ?” Yang Guang
mengangguk “aku begini suka bermain, siapa yang tidak tertarik bermain denganku
hihihi…” Raja terpana.
Permaisuri “baik baik, putriku yang terhebat… Yang Guang,
jangan lupakan permintaan niang !” Yang Guang cekikikan “baik baginda ratuku…
setelah memberikan sertifikat kelulusan, anda akan mendapatkan keinginan anda…”
melirik Raja yang terdiam “die, Hui Ting ada di tempat tahanan… anda bisa
menemuinya !” Raja “tidak perlu… dia penjahat dan aku raja, tidak perlu bertemu
__ADS_1
!” Yang Guang dengan suara kocak “haiya die, penjahat atau raja, semua hanya
status… kita semua bisa dikatakan penjahat bisa juga dikatakan raja… die,
bagaimanapun Hui Ting sudah menjadi putramu selama hampir 20 tahun…” Raja
menatap Yang Guang intens, menghela nafas kasar. Yang Guang tersenyum ceria
“aku kembali dulu, mau mengganti baju sudah gerah… aku jalan die niang…”
berbalik keluar.
Raja
“Yang Guang… Ratu Shen Yang Guang…” Permaisuri terkejut “yang mulia…” Raja
menatap Permaisuri dengan wajah sendu “Rui er, aku ayah yang jahat… tapi Yang
Guang… aku tidak mau dan tidak bisa melepasnya… Rui er, apa kau akan
mendukungku ?” Permaisuri “kau tahu aku selalu mendukungmu… tapi Yang Mulia,
anda sudah bejanji padanya…” Raja menatap Permaisuri, Permaisuri menghela nafas
“yang mulia, sebagai istrimu, aku akan selalu mendukungmu… sebagai Permaisuri,
aku juga tahu, Yang Guang adalah calon terbaik yang di miliki kerajaan… tapi
sebagai seorang ibu, aku tidak tega, kita sudah berhutang terlalu banyak
padanya” Raja “kita bersalah padanya, biarlah dikehidupan selanjutnya kita
membayarnya. Di kehidupan ini, Yang Guang harus menuruti keinginanku”
Permaisuri “yang mulia, Yang Guang sangat pintar, ingin meyakinkannya, akan
sangat sulit” Raja “jika tidak bisa membujuknya, maka aku akan memaksanya !”
Permaisuri menghela nafas.
Yang
Guang menghabiskan 8 hari untuk menyelesaikan semua tugasnya dengan riang
“ada apa Yang er meminta kita semua kesini ?” Jing Guang bertanya, lainnya
mengangkat bahu tanda tak tahu. Raja dan Permaisuri pun sudah tiba, selir,
pangeran, dan putri, semua menunggu Yang Guang. Mereka melihat bayangan seorang
wanita di jendela, semua mengikuti gerakannya. Masuklah seorang wanita muda
dengan tanda matahari di keningnya, tersenyum manis melihat semua “maaf,
membuat kalian lama menunggu…” semua terpana melihatnya, kecantikannya bak
bidadari. Tanda matahari di keningnya menambah pesona dan kemuliaannya.
“Yang
Guang…” Permaisuri dengan mata berkaca-kaca segera menghampiri, lainnya
terbelalak mendengar perkataannya “Ibunda…” Yang Guang menekuk kakinya dan
memberi hormat ala wanita terhormat. Belum reda keterkejutan mereka, kembali
terkejut mendengar kata-kata Yang Guang. Permaisuri memeluknya “Yang Guang,
putriku… kau sangat cantik sayang…” Yang Guang cekikikan “terima kasih atas
pujian ibunda… apa niang puas dengan dandananku hari ini ?” Permaisuri
mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Yang
er…” keluar dari mulut Jing Guang tanpa sanggup bergerak, masih belum keluar
dari keterkejutannya. Yang Guang tersenyum melihat semua “hihihi… apa sangat
terkejut ?” semua mengangguk “apa aku cantik ?” semua mengangguk kembali
“semakin terpesona ?” mengangguk lagi “hihihi…” Yang Guang tertawa ceria “ah
Yang er, Yang er, kau membodohi kami selama ini…” Tian Ling segera maju memeluk
__ADS_1
Yang Guang. Yang Guang tertawa terbahak-bahak “kalian saja yang terlalu bodoh
tidak menyadarinya hahaha…” Shui Lan pun memeluknya “ah Yang er, kau jadi
pemuda lagi saja, aku akan menikah denganmu…” merengek.
Yang
Guang segera melepas pelukan mereka “hei… hei… lepaskan… pesonaku akan
berkurang karena kalian… mau pemuda ataupun pemudi, aku tidak tertarik pada
kalian cih…” semua cemberut merengek “Yang er…” Yang Guang cekikikan. “Pe…
Pengawas… anda…” “Dia adalah Putri Shen Yang Guang, putri kandung yang mulia
dan permaisuri” semua terbelalak mendengarkan penjelasan singkat Raja, melihat
Yang Guang yang mengangguk pada mereka. Yang Guang melihat teman-temannya
“bagaimana ? membuka identitas seperti ini, apa kalian puas ?” ketujuhnya
tersenyum lembut mengangguk. Tian Ling “Yang er, kau menjadi pemuda sudah
sangat tampan, kenapa sekarang kau menjadi putri juga begitu cantik !” Yang
Guang “makanya kalian terpesona pada wajahku ?” semua mengangguk kemudian
menggeleng “jatuh cinta pada cahayamu…” Huang Guang menjawab. Yang Guang mundur
“jangan aneh-aneh, akan kupatahkan kaki kalian jika berfikir aneh-aneh padaku…”
semua cekikikan.
“Putri
Shen Yang Guang, berarti anda adalah saudara kami ?” ucap Putri Mei Ding
bertanya, Yang Guang mengangguk “jangan berharap aku memanggil kalian kakak”
sambil memeletkan lidahnya, usil “hahaha… Yang Guang, untung saja, aku selalu
meyakinkan diriku kau seorang pemuda… jika mencintai adikku sendiri, bukankah
akan menjadi lelucon besar…” ucap Pangeran Han Lung. Yang Guang mencibir “cih
bilang saja, memang kalian semua jatuh cinta padaku…” “eh kau ini, mana ada adik
seperti kau ini, selalu mengusili kakak-kakaknya !” Yang Guang mencibir “adik ?
kalian bahkan tidak dapat mengalahkanku dalam hal apapun, mau kuanggap kakak
hiiii…” berpura-pura jijik.
Permaisuri
tersenyum “sudah… sudah… jangan selalu bertengkar… ayo, niang sudah memanggil
pelukis… Yang Guang, niang ingin kita mengabadikan momen-momen ini dalam lukisan”
Yang Guang tersenyum “baiklah… demi menyenangkan ibu cantikku ini, yang mulia
bersedia dilukis… toh habis ini aku akan kembali menjadi pemuda, tidak ada yang
akan mengenaliku hahaha…” permaisuri mengetuk keningnya “kau ini… sudah usia
berapa, masih begitu nakal…” Yang Guang memeletkan lidahnya. Raja mengikuti
acara mereka tanpa mengatakan apapun lagi.
Yang
Guang dilukis sendiri, bersama permaisuri, bersama raja, bersama keduanya,
bersama pangeran dan putri, dan bersama ketujuh temannya “ah melelahkan sekali,
punggungku sudah hampir patah, duduk terus…” Yang Guang protes. Semua tidak
mempedulikannya sibuk melihat lukisan yang indah “menurut kalian, kita menaruh
lukisan ini dimana ?” ketujuhnya berdiskusi “hei… hei…” Yang Guang merasa
diabaikan “cih, itu adalah lukisanku…” berdecak kesal. Mereka menutup hari
dengan makan malam bersama sebagai satu keluarga.
__ADS_1