Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 168 - Identitas Yang Guang


__ADS_3

Pangeran Hui Ting bukanlah


lawan Yang Guang, dengan mudah Yang Guang mengalahkannya. Untuk memberinya


muka, Yang Guang sengaja memperpanjang waktu, memainkan pedangnya dengan


cantik. “Niang Qin sedang memberikan petunjuk pada pria itu ?” Ling Ling dan


saudara beserta pasangan masing-masing segera datang begitu mendengar informasi


dari Zhe Yan dan Bai Chen. Jin Chen “apa yang ingin dilakukan Hong Ling niang


?” pertarungan diakhiri dengan Yang Guang yang memukul mundur Pangeran Hui Ting


dan pedang dilehernya “anda kalah… prajurit, tangkap semua…” “kenapa ? kenapa


kau tidak membunuhku ?” Pangeran bertanya. Yang Guang acuh tak acuh menyimpan


kembali pedangnya “kenapa ? hmm bilang saja, aku sedang tidak dalam mood


membunuh hari ini !”


          “hei Yang er, hanya tersisa 10 hari lagi, apa kita


betul-betul bisa bebas ?” Jing Guang mengejar Yang Guang yang masuk ke istana.


Yang Guang “tentu saja, janjiku pasti ditepati, tidak ada sesuatu apapun yang


bisa menghalanginya” “tapi…” “tenang saja, kalian tinggal merapikan


barang-barang kalian untuk pergi dari sini hihihi…” Yang Guang dengan senyum


ceria. “Niang Qin…” Gun Gun “Fu Qin, apa setelah ini, Niang Qin akan kembali ?”


Hua Zi “tidak tahu akan kemana ! 10 hari ini akan menjadi hari terpanjang”.


          Yang Guang langsung menemui Raja dan Permaisuri “die,


janjiku sudah kupenuhi, semua masalah sudah kuselesaikan, anda orang tua sudah


bisa duduk dengan tenang diatas singgasana” Permaisuri mengambil tangan Yang


Guang “Yang Guang, Niang tidak rela berpisah denganmu…” Raja diam melihat ibu


dan anak. Yang Guang tersenyum “Niang, aku sudah menemanimu 2 tahun, lagipula


kita bukan tidak akan ketemu lagi… kemanapun aku pergi, die pasti dengan cepat


menemukanku, iyakan die !” nyengir pada Raja. Permaisuri “apa kau harus pergi


?” Yang Guang mengangguk mantap “aku sudah sangat tersiksa disini… masih banyak


makanan dan tempat yang belum kulihat diluar sana… aku ingin mengepakkan


sayapku dengan bebas, ah tidak sabar menunggunya” Permaisuri menitikkan air


matanya “Yang Guang…”.


          Raja “Yang Guang, masih ada 10 hari lagi… apa yang ingin


kau lakukan ?” Yang Guang “menyelesaikan tugasku sebagai Pengawas Akademi Kerajaan.


Semua sudah selesai, ujian kelulusan, akan ada perayaan kebersamaan dengan para


pelajar dan alumni setahun yang lalu. Setelah memberikan sertifikat kelulusan,


aku akan meninggalkan Akademi Kerajaan.” Raja mengangguk “kau sudah


merencanakannya dengan rapi semua…” Yang Guang “ada pembobol-pembobol kecil,


tapi semua berjalan sesuai…” Raja mengerutkan keningnya “pembobol ?” Yang Guang


mengangguk “aku begini suka bermain, siapa yang tidak tertarik bermain denganku


hihihi…” Raja terpana.


          Permaisuri “baik baik, putriku yang terhebat… Yang Guang,


jangan lupakan permintaan niang !” Yang Guang cekikikan “baik baginda ratuku…


setelah memberikan sertifikat kelulusan, anda akan mendapatkan keinginan anda…”


melirik Raja yang terdiam “die, Hui Ting ada di tempat tahanan… anda bisa


menemuinya !” Raja “tidak perlu… dia penjahat dan aku raja, tidak perlu bertemu

__ADS_1


!” Yang Guang dengan suara kocak “haiya die, penjahat atau raja, semua hanya


status… kita semua bisa dikatakan penjahat bisa juga dikatakan raja… die,


bagaimanapun Hui Ting sudah menjadi putramu selama hampir 20 tahun…” Raja


menatap Yang Guang intens, menghela nafas kasar. Yang Guang tersenyum ceria


“aku kembali dulu, mau mengganti baju sudah gerah… aku jalan die niang…”


berbalik keluar.


Raja


“Yang Guang… Ratu Shen Yang Guang…” Permaisuri terkejut “yang mulia…” Raja


menatap Permaisuri dengan wajah sendu “Rui er, aku ayah yang jahat… tapi Yang


Guang… aku tidak mau dan tidak bisa melepasnya… Rui er, apa kau akan


mendukungku ?” Permaisuri “kau tahu aku selalu mendukungmu… tapi Yang Mulia,


anda sudah bejanji padanya…” Raja menatap Permaisuri, Permaisuri menghela nafas


“yang mulia, sebagai istrimu, aku akan selalu mendukungmu… sebagai Permaisuri,


aku juga tahu, Yang Guang adalah calon terbaik yang di miliki kerajaan… tapi


sebagai seorang ibu, aku tidak tega, kita sudah berhutang terlalu banyak


padanya” Raja “kita bersalah padanya, biarlah dikehidupan selanjutnya kita


membayarnya. Di kehidupan ini, Yang Guang harus menuruti keinginanku”


Permaisuri “yang mulia, Yang Guang sangat pintar, ingin meyakinkannya, akan


sangat sulit” Raja “jika tidak bisa membujuknya, maka aku akan memaksanya !”


Permaisuri menghela nafas.


Yang


Guang menghabiskan 8 hari untuk menyelesaikan semua tugasnya dengan riang


“ada apa Yang er meminta kita semua kesini ?” Jing Guang bertanya, lainnya


mengangkat bahu tanda tak tahu. Raja dan Permaisuri pun sudah tiba, selir,


pangeran, dan putri, semua menunggu Yang Guang. Mereka melihat bayangan seorang


wanita di jendela, semua mengikuti gerakannya. Masuklah seorang wanita muda


dengan tanda matahari di keningnya, tersenyum manis melihat semua “maaf,


membuat kalian lama menunggu…” semua terpana melihatnya, kecantikannya bak


bidadari. Tanda matahari di keningnya menambah pesona dan kemuliaannya.


“Yang


Guang…” Permaisuri dengan mata berkaca-kaca segera menghampiri, lainnya


terbelalak mendengar perkataannya “Ibunda…” Yang Guang menekuk kakinya dan


memberi hormat ala wanita terhormat. Belum reda keterkejutan mereka, kembali


terkejut mendengar kata-kata Yang Guang. Permaisuri memeluknya “Yang Guang,


putriku… kau sangat cantik sayang…” Yang Guang cekikikan “terima kasih atas


pujian ibunda… apa niang puas dengan dandananku hari ini ?” Permaisuri


mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Yang


er…” keluar dari mulut Jing Guang tanpa sanggup bergerak, masih belum keluar


dari keterkejutannya. Yang Guang tersenyum melihat semua “hihihi… apa sangat


terkejut ?” semua mengangguk “apa aku cantik ?” semua mengangguk kembali


“semakin terpesona ?” mengangguk lagi “hihihi…” Yang Guang tertawa ceria “ah


Yang er, Yang er, kau membodohi kami selama ini…” Tian Ling segera maju memeluk

__ADS_1


Yang Guang. Yang Guang tertawa terbahak-bahak “kalian saja yang terlalu bodoh


tidak menyadarinya hahaha…” Shui Lan pun memeluknya “ah Yang er, kau jadi


pemuda lagi saja, aku akan menikah denganmu…” merengek.


Yang


Guang segera melepas pelukan mereka “hei… hei… lepaskan… pesonaku akan


berkurang karena kalian… mau pemuda ataupun pemudi, aku tidak tertarik pada


kalian cih…” semua cemberut merengek “Yang er…” Yang Guang cekikikan. “Pe…


Pengawas… anda…” “Dia adalah Putri Shen Yang Guang, putri kandung yang mulia


dan permaisuri” semua terbelalak mendengarkan penjelasan singkat Raja, melihat


Yang Guang yang mengangguk pada mereka. Yang Guang melihat teman-temannya


“bagaimana ? membuka identitas seperti ini, apa kalian puas ?” ketujuhnya


tersenyum lembut mengangguk. Tian Ling “Yang er, kau menjadi pemuda sudah


sangat tampan, kenapa sekarang kau menjadi putri juga begitu cantik !” Yang


Guang “makanya kalian terpesona pada wajahku ?” semua mengangguk kemudian


menggeleng “jatuh cinta pada cahayamu…” Huang Guang menjawab. Yang Guang mundur


“jangan aneh-aneh, akan kupatahkan kaki kalian jika berfikir aneh-aneh padaku…”


semua cekikikan.


“Putri


Shen Yang Guang, berarti anda adalah saudara kami ?” ucap Putri Mei Ding


bertanya, Yang Guang mengangguk “jangan berharap aku memanggil kalian kakak”


sambil memeletkan lidahnya, usil “hahaha… Yang Guang, untung saja, aku selalu


meyakinkan diriku kau seorang pemuda… jika mencintai adikku sendiri, bukankah


akan menjadi lelucon besar…” ucap Pangeran Han Lung. Yang Guang mencibir “cih


bilang saja, memang kalian semua jatuh cinta padaku…” “eh kau ini, mana ada adik


seperti kau ini, selalu mengusili kakak-kakaknya !” Yang Guang mencibir “adik ?


kalian bahkan tidak dapat mengalahkanku dalam hal apapun, mau kuanggap kakak


hiiii…” berpura-pura jijik.


Permaisuri


tersenyum “sudah… sudah… jangan selalu bertengkar… ayo, niang sudah memanggil


pelukis… Yang Guang, niang ingin kita mengabadikan momen-momen ini dalam lukisan”


Yang Guang tersenyum “baiklah… demi menyenangkan ibu cantikku ini, yang mulia


bersedia dilukis… toh habis ini aku akan kembali menjadi pemuda, tidak ada yang


akan mengenaliku hahaha…” permaisuri mengetuk keningnya “kau ini… sudah usia


berapa, masih begitu nakal…” Yang Guang memeletkan lidahnya. Raja mengikuti


acara mereka tanpa mengatakan apapun lagi.


Yang


Guang dilukis sendiri, bersama permaisuri, bersama raja, bersama keduanya,


bersama pangeran dan putri, dan bersama ketujuh temannya “ah melelahkan sekali,


punggungku sudah hampir patah, duduk terus…” Yang Guang protes. Semua tidak


mempedulikannya sibuk melihat lukisan yang indah “menurut kalian, kita menaruh


lukisan ini dimana ?” ketujuhnya berdiskusi “hei… hei…” Yang Guang merasa


diabaikan “cih, itu adalah lukisanku…” berdecak kesal. Mereka menutup hari


dengan makan malam bersama sebagai satu keluarga.

__ADS_1


__ADS_2