
Zuo Zun tiba-tiba
merengek “Zu Zhong, anda tidak ada, tidak ada yang melatih kami !” Huo Feng
terbelalak mendengar nada Zuo Zun, memukul mundur keduanya “wuek… kau… kau…
jadi apa kau sekarang ? tidak tahu malu, menjijikkan cih…” menghentikan
pertarungan, menaruh kedua tangan di pinggangnya, dengan mata besar menatap Zuo
Zun dengan kesal. Zuo Zun cekikikan ‘aku mendapat kelemahanmu !’ batin Zuo Zun.
You Zun menghampiri, ikut merengek “Zu Zhong, temani kami ya ya ya… anda harus
melatih kami, Zu Zhong” Huo Feng membuka matanya besar-besar, menyingkirkan
tangan You Zun yang memegangnya “kau… kalian menjauh dariku… menjijikkan cih…
aku merinding dengan kalian” berbalik dengan kesal dan berjalan pergi.
Semua
yang melihatnya, segera maju menahan “Zu Zhong…” Ling Ling menarik tangan Huo
Feng. Huo Feng terkejut anak-anaknya tiba-tiba memegangnya dan merengek
“hentikan…” menghempaskan semua “aku bisa gila berada di sini !” dengan mata
kesal. Dong Hua segera memegang tangan Huo Feng “jangan pergi !” Huo Feng
melirik Dong Hua dengan tatapan kesal. Budha menghampiri “Shi Zu, mau
membicarakannya ?” Huo Feng melirik semua yang tersenyum manis padanya “dan
kenapa yang mulia mau meladeni anda ?” menyilangkan kedua tangan di depan
dadanya dengan kesal.
You
Zun tersenyum “anda berkultivasi di Si Hai Ba Huang dan kehidupan anda
sebelumnya berkaitan dengan kami semua. Anda adalah kawan lama kami yang
menghilang, yang entah bagaimana caranya telah mengambil semua ingatan kami !
Zu Zhong ku, apa seperti ini sudah bisa ?” dengan nada santai. Huo Feng
memberikan senyum manis sejenak dan langsung berubah kesal “mimpi saja !”
membuang muka, berjalan pergi.
Dong
Hua kembali menariknya, sementara yang lain mulai menyadari kata-kata You Zun
“Huo Feng… kembalikan ingatanku !” Huo Feng memijat pelipisnya “Zu Zhong… masih
belum cukupkah bermain ?” Zuo Zun bertanya lembut “dalam permainan anda, ada
beban perasaan kami, apakah ini yang anda inginkan ?” Huo Feng tersenyum
“apakah kalian pernah merasa terbebani selama ini ?” semua mengangguk, Huo Feng
menatap dingin dengan aura menyeramkan, semua menggeleng, segera sadar dan
mengangguk lagi.
Budha
mendekati “Shi Zu, anda bisa mengambil dan mengembalikannya ! anda sudah
__ADS_1
disini, bukankah kawan lama perlu berjumpa dan merayakan bersama !” Huo Feng
memainkan matanya sambil membersihkan pakaiannya “xian nu, kami sangat
berterima kasih atas bantuan anda. Anda adalah salah satu tetua kami yang
sangat hebat. Tidak dapat menjamu anda dengan benar, kami akan menyesali
ketidak becusan kami” Huo Feng menyentil kening Ching Ching yang mencoba
membujuknya “anak nakal, belajar kenakalan dari siapa ?” Ching Ching memeletkan
lidahnya, cekikikan bersama Bai Long.
“aih…
sudah tidak tahan… itu ingatan kami, anda tidak berhak mengambilnya” Sou Wan
kesal, menghardik Huo Feng, membuat semua mendelik padanya. Huo Feng cekikikan
“huh Mo Zhu Shi Zu Sou Wan, beginikah sikapmu terhadap penolongmu ? eh naga
terkutuk itu juga merupakan kesalahan kalian… berulang kali yang mulia
menyelamatkan kalian dan inikah balasannya ?” semua terkejut dengan ejekan Huo
Feng.
Mo
Yuan memberi hormat “terima kasih atas bantuan anda. Shi Zu, Wan Wan tidak
berniat buruk hanya sedikit tidak sabaran… tolong kebesaran hati Shi Zu
memaafkan kelancangannya” Huo Feng cekikikan “Mo Yuan Shan Shen, aku juga hanya
bercanda… yang mulia pun hanya datang bersantai, tidak berminat menjadi
malaikat maut… jika tidak, dari tadi, kalian sudah tidak ada kesempatan
Dong
Hua memegang pundak Huo Feng “jadi… sudah bisakan mengembalikan ingatan kami ?”
Huo Feng memainkan mulutnya “hmm… mengembalikan ingatan kalian bukan tidak
bisa… tapi yang mulia sekarang sudah kehilangan energi karena ulah kedua kakek
nenek tua ini” semua terkejut. Ling Ling segera menarik tangan Huo Feng “ayo,
kita kembali ke gua rubah…” Huo Feng terkejut “astaga anak kecil, tidak lama
tubuh baruku bisa tercabik-cabik olehmu” menghempaskan tangan Ling Ling. Ling
Ling berhenti dan menatap Huo Feng “apa yang kau katakan ?” Huo Feng
mengerutkan kening.
Ling
Ling menatap intens Huo Feng “kau barusan menyebutku ‘anak kecil’” “hmm…” Huo
Feng mengangguk dan berdehem. Ling Ling melihat Dong Hua sesaat, melihat Huo
Feng kembali “ini tubuh barumu ?” Huo Feng mengangguk lagi “kau…” mata Ling
Ling berkaca-kaca, menatap Dong Hua. Dong Hua langsung mendekati dan
menggendong Huo Feng “ke hu li dong” “aaa… apa yang kau lakukan ?” Huo Feng
bertanya sambil mengalungkan tangannya ke pundak Dong Hua.
__ADS_1
Dong
Hua menatapnya dengan pandangan rumit “kau harus menjelaskan semuanya padaku
setelah di hu li dong !” berkata dingin, langsung berjalan ke hu li dong, tidak
menerima bantahan. Huo Feng mengerutkan kening, kemudian menghela nafas,
memijat pelipisnya “sudahlah, kalian sangat menyebalkan, kalian memang sangat
nakal… aku lelah…” berbicara lemah, sambil memasukkan kepalanya ke dada Dong
Hua. Dong Hua memelankan langkahnya, melihat tingkah Huo Feng, ada air mata
turun dari matanya “istirahatlah…” berkata lembut “hmm…” Huo Feng berdehem
pelan dan masuk ke alam mimpi.
Melihat
Huo Feng yang tertidur dengan nyaman di gendongannya, Dong Hua menghentikan
langkahnya. Dong Hua merasa dadanya menghangat dan berdetak kencang ‘perasaan
ini sangat akrab… perasaan yang sangat kurindukan…’ menatap Huo Feng yang
tertidur ‘Huo Feng, kau bukan kawan lama tapi wanita milikku… apa yang
membuatmu meninggalkanku hingga menghilangkan ingatanku… oh apa yang sudah
terjadi ? Huo Feng, kenapa aku merasa takut kehilanganmu ?’.
Ling
Ling menghampiri “Fu Qin, dia… dia Niang Qin kah ?” menatap Huo Feng dengan
pandangan rumit “tidak ada yang memanggilku ‘anak kecil’ selain Fu Qin Niang
Qin. Fu Qin, gadis ini Niang Qin kan !” “dia bisa dengan tenang tertidur di
pelukan Dong Hua die, sudah membuktikan dia mempercayai kita. Apa yang terjadi
sebenarnya ? gadis kecil ini kenapa nampak sangat akrab ?” Long Nu ikut melihat
Huo Feng.
Zuo
Zun memegang pundak Dong Hua “aku yakin ada penjelasan yang luar biasa di
belakang ini semua ! sebaiknya bawa beliau beristirahat dahulu” Dong Hua melanjutkan
langkahnya ke hu li dong, membaringkan Huo Feng di ranjang dan duduk di
sisinya. Dong Hua menatap Huo Feng ‘aku sangat merindukannya ! apa yang terjadi
sebenarnya ? apa aku mencintainya ? bagaimana dengan Xiao Bai ! ada hubungan
apa Huo Feng dengan Xiao Bai ? seumur hidup ini, aku hanya mencintai Xiao Bai,
tapi gadis ini…’ “Zhe Yan, periksa Huo Feng !”
Zhe
Yan langsung memeriksa dan mengerutkan keningnya “ada apa ?” Dong Hua bertanya
“kau periksalah sendiri !” Zhe Yan menawari. Dong Hua mengerutkan kening,
memeriksa nadi Huo Feng, wajahnya langsung berubah, menatap Huo Feng dengan
kebingungan. “Fu Qin, ada apa ?” Xin Xin segera bertanya “tidak ada apapun !”
__ADS_1
“tidak ada nadi… tidak bisa melihat apapun padanya !” Zhe Yan menyambung
kata-kata Dong Hua “apa ? bagaimana bisa ?” Gun Gun terlihat cemas.