
Song Xuan Ren mengusap-usap
perut Xiao Jiu yang berbaring di pelukannya “Xuan Ren gege, pertahanan dan
perangkap Wang Ling sudah selesai. Apalagi yang ingin kau siapkan ?” “Chong An
guo sudah mulai menyusupkan orangnya, Ying Wang sudah mulai bergerak… aku
sungguh tidak ingin melawannya… bagaimana Tai Hou saat mengetahui hal ini !”
Xiao Jiu “Xuan Ren gege, yang penting kita sudah memberikan kesempatan. Ying
Wang terlalu berambisi tapi tanpa kemampuan”.
Song
Xuan Ren “bagaimana menurutmu dengan Sang er ?” Xiao Jiu menghela nafas “aku
tidak menyangka Ying Wang akan menggunakan cara itu menghukumnya” Song Xuan Ren
“setidaknya masih bisa menyelamatkan nyawanya”. Xiao Jiu “Xuan Ren gege, kalian
berdua adalah anak Wang Jun terdahulu, kenapa dia bisa seperti itu ?” Song Xuan
Ren “aku juga tidak tahu… walaupun aku mendapat kasih sayang dari ibunya, tapi
dia lebih mendapat kasih sayang Fu Wang. Dia hanya tidak terima Fu Wang
memilihku menggantikannya, karena dia lebih tua dariku…” Xiao Jiu “dia terlalu
picik… sebagai raja maupun rakyat biasa, semua mempunyai tanggung jawab
masing-masing… mempunyai kekuasaan tidak menjamin kebahagiaan” Song Xuan Ren mengangguk
“jika saja Ying Wang bisa dipercaya, aku rela memberikan tahta ini…” Xiao Jiu
“apa kau tidak merasa sayang ?” Song Xuan Ren menggeleng “Xiao Jiu, memilikimu
sudah cukup bagiku… aku lebih suka hari-hari kita di Desa Bai Ling, sangat
pendek, tapi sepanjang hari bisa bebas tanpa beban” Xiao Jiu mengangguk “itulah
kenapa aku tidak ingin keluar hahaha…”.
Song
Xuan Ren tersenyum lembut “Wang Hou, anda sungguh mempesona…” Xiao Jiu tertawa
“itulah aku hihihi…” Song Xuan Ren mengecup keningnya “apa kau tidak suka
memiliki kekuasaan ?” Xiao Jiu menggeleng “tidak suka, aku lebih suka
kebebasan… kekuasaan memiliki harga tinggi, sepanjang hari menghadapi banyak
kepalsuan.” Song Xuan Ren mempererat pelukannya “kau yang terbaik, Xiao Jiu-ku.
Ayo tidur, kau harus banyak beristirahat…” Xiao Jiu “akhir-akhir ini agak susah
tidur, anak ini semakin banyak bergerak…” Song Xuan Ren membelai perut buncit
Xiao Jiu “pao pei, jangan menyusahkan Mu Hou-mu… jadilah anak baik, biarkan Mu
Hou beristirahat dengan baik” Xiao Jiu tersenyum “Xiao Jiu, aku mencintaimu.
Nanti aku dan pao pei akan selalu menjagamu dan membahagiakanmu…” Xiao Jiu
mengangguk.
“Xuan Ren gege, perutku sakit sekali…” Xiao Jiu dipenuhi
keringat dingin dengan tangan yang terus memegang perutnya. Segera kamar penuh
dengan bidan dan para dayang yang membantu persalinan. Tepat di saat Wang Hou
akan melahirkan, terdapat serangan ke Wang Ling dan ke istana. Song Xuan Ren
bersama Huang Guang dan Ye Xing bertarung dengan penyerang di depan kamar
persalinan. Suara pertarungan mereka, masuk ke kamar dan ke telinga Xiao Jiu
“Wang Jun… Wang Jun…” “niangniang, bertahanlah, Wang Jun baik-baik saja… kepala
bayi anda sudah terlihat…” “argh… arg… arggggg…” Xiao Jiu sangat kesakitan,
berusaha melahirkan anaknya dan sangat mengkhawatirkan Song Xuan Ren “oek… oek…
__ADS_1
oek…” “sudah lahir… sudah lahir… Wang Hou, anda melahirkan pangeran kecil…”
Shui
Lan segera membantu membersihkan Xiao Jiu “Xiao Jiu, bagaimana denganmu ?” Xiao
Jiu menggeleng “Liu Jie, aku baik-baik saja, pergilah membantu Wang Jun dan da
ge… aku bisa…” Shui Lan melihat Mu Yun “baik, Mu Yun, kuserahkan disini
padamu…” Mu Yun segera mengambil alih membersihkan Xiao Jiu “Mu Yun, cepatlah,
aku mau melihat Wang Jun…” “niangniang, anda masih kelelahan, sebaiknya anda
istirahat…” Xiao Jiu menggeleng “tidak, aku tidak bisa tenang…” berdiri dengan
agak sepoyongan setelah dibersihkan. Kaki Xiao Jiu masih gemetar, dengan
menggendong bayi yang baru saja dilahirkannya, Xiao Jiu perlahan berjalan ke
pintu kamar.
Pintu
dibuka dan pemandangan pertarungan dan beberapa mayat yang sudah tergeletak di
lantai yang menjadi pemandangannya. Xiao Jiu menguatkan dirinya, tangannya
menggenggam erat bayi di gendongannya “Mu Yun, ambilkan aku beberapa batu…” “yang
mulia…” “Mu Yun cepatlah…” Mu Yun segera bergegas mengambil kerikil terdekat
dengan mereka. Xiao Jiu menajamkan matanya, melemparkan bebatuan membantu Song
Xuan Ren dan kakak-kakaknya. Melihat ada yang menyerang dari tempat lain,
sebagian pembunuh mengubah arah dan menyerang Xiao Jiu. Sementara, Song Xuan
Ren dan lainnya juga terpojok “Mu Yun, menyingkirlah…” Xiao Jiu mengeratkan
pelukannya pada bayi dipelukannya “anakku, ibu akan memberikanmu pelajaran
pertama. Jangan takut ! ada ibu, kau akan baik-baik saja” mengikat bayinya
dengan erat ke tubuhnya.
Xiao
tidak tahu bela diri. Xiao Jiu mengambil stik pedangnya dan melawan para
pembunuh. Tubuh yang lemah sehabis melahirkan ditambah membawa bayi membuat
Xiao Jiu terkena serangan beberapa kali. Semua hal itu tidak membuat Xiao Jiu
takut, di saat melawan pembunuh, Xiao Jiu masih membantu lainnya dengan
batu-batu yang dipantulkannya memakai kakinya. Kelimanya bekerja sama melawan
semua pembunuh, Song Xuan Ren dan lainnya sangat mencemaskan Xiao Jiu.
Setelah
keempatnya berhasil membunuh semua pembunuh yang menyerang mereka, Xiao Jiu
masih melawan 2 pembunuh terakhir. Dalam sekejab, Xiao Jiu sudah mengalahkan
kedua pembunuh dan terjatuh di tempat dengan bayi yang menangis kencang di
pelukannya “pao pei, jangan menangis… lihat, kita sudah menang, bukankah ibumu
sangat hebat…” “Xiao Jiu.. Xiao Jiu…” semua segera menghampiri, Song Xuan Ren
segera memapah Xiao Jiu “Xuan Ren gege, apa kau baik-baik saja ?” “Xiao Jiu,
aku baik-baik saja, ba… Xiao Jiu… Xiao Jiu…” setelah mendengar Song Xuan Ren
baik-baik saja, Xiao Jiu lega, segala kesakitan dan kelelahan yang tadi tidak
dirasakannya, menyerang tubuhnya secara bersamaan.
Song
Xuan Ren segera menggendong Xiao Jiu ke kamar dan memanggil tabib “Wang Jun,
kondisi Wang Hou sangat tidak baik… niangniang, baru selesai melahirkan, pada
__ADS_1
dasarnya tubuhnya sangat lemah, sekarang masuk angin… ditambah niangniang
menggunakan tenaga yang besar melawan para pembunuh dan terkena beberapa serangan…
hamba takut…” “tidak… kau harus menyelamatkannya… selamatkan Wang Hou… jika
terjadi sesuatu pada Wang Hou, aku akan meminta kepala kalian” Song Xuan Ren
panik dan takut. Tabib berlutut “hamba akan berusaha Wang Jun…” segera
melakukan tindakan penyelamatan.
“mana
Jenderal Ye ? kenapa ada serangan, aku tidak melihatnya ?” Song Xuan Ren emosi
“Wang Jun… Wang Jun…” kasim Yang Shun datang “Wang Jun, Jenderal Ye mengirim
seseorang melapor, ada penyerangan di Wang Ling…” “apa ? Wang Ling…” “situasi
sudah terkendali, Jenderal Ye sedang memeriksa semuanya, segera akan kembali
melapor pada anda yang mulia…” Huang Guang “mereka memanfaatkan momen di saat
Xiao Jiu melahirkan untuk melakukan penyerangan” Ye Xing “untung saja, Xiao Jiu
sudah mengantisipasi sebelumnya… tidak menyangka akan ada serangan juga di
istana…” Shui Lan “tapi kondisi Xiao Jiu…” baju Xiao Jiu sudah terkena noda
darah dimana-mana, wajahnya pucat tanpa darah. Mu Yun sudah mengambil alih
menggendong sang pangeran yang baru saja lahir.
Song
Xuan Ren mengambil bayinya “putraku…” Huang Guang “Wang Jun, kelak pangeran
akan menjadi orang yang kuat… Wang Jun, sudah memilih nama untuknya ?” Song
Xuan Ren mengangguk “Xing Yun… Pangeran Song Xing Yun…” Shui Lan “Xing Yun,
nama yang sangat baik, semoga keberuntungan selalu menyertainya…” Mu Yun
membantu membersihkan dan mengobati Xiao Jiu sambil meneteskan air mata “yang
mulia, anda harus bertahan, demi yang mulia kecil, demi Wang Jun, demi Cheng Yu
guo, anda harus bertahan” tabib membuatkan ramuan dan mengobati luka pada
keempat lainnya.
Ye
Qing Ti segera masuk istana setelah selesai memeriksa kondisi Wang Ling “Wang
Jun, semua penyerang sudah ditangkap, hanya saja…” “ada apa ?” “Wang Jun, hamba
sepintas melihat bayangan seorang wanita…” “wanita ? siapa ?” Ye Qing Ti
menggeleng “hamba juga tidak tahu, hanya melihatnya sepintas saja” Song Xuan
Ren “cari sampai dapat, kemanapun kau harus menemukannya… hari ini sudah
keterlaluan…” Ye Qing Ti “Wang Jun, hamba pantas mati, tidak melindungi anda
dan Wang Hou” Song Xuan Ren mengangkat tangan “Qing Ti, ini tidak bisa
menyalahkanmu… hanya Xiao Jiu…”
Ye
Qing Ti “Wang Jun, bagaimana kondisi Wang Hou saat ini ?” Song Xuan Ren
tertunduk sedih “Xiao Jiu masih kritis, semoga… Qing Ti, bilang yang
sebenarnya, dibandingkan perebutan kekuasaan seperti ini, aku lebih
menginginkan hidup tenang bersama Xiao Jiu dan anak kami… seandainya saja dia
cukup mampu, aku akan menyerahkan tahta ini tapi…” menghela nafas. Ye Qing Ti
“Wang Jun, jangan berbicara seperti itu, anda tidak boleh menyerah saat ini.
Dibawah kepemimpinan anda, Cheng Yu guo sudah berkembang. Hamba tidak bisa
__ADS_1
membayangkan jika pihak sana yang memimpin dengan ambisi dan keegoisannya,
Cheng Yu guo bisa saja hancur ditangannya”.