Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Extra Bab 16


__ADS_3

Lewat dari


2 jam, Zuo Zun membawa Xin Xin muncul di hadapan mereka “bagaimana ? apa yang


kau temukan ?” You Zun langsung bertanya. Zuo Zun melihat Huo Feng “Huo Feng


harus membuat ikatannya kembali dengan semesta. Kesan pada ketujuh kesayangan


sangat kuat, mereka sudah mengingat Huo Feng. Keinginan untuk menemui Huo Feng,


membuat mereka berusaha keras untuk memulihkan kekuatan mereka. Tidak dapat


memanggil Huo Feng, mereka melukai diri mereka sendiri untuk memancing kekuatan


mereka.”


       You


Zun “aih mereka terlalu terikat…” Zuo Zun mengangguk “semoga Huo Feng bisa


mengendalikan dirinya.” Dong Hua “bisa, Feng Wei pasti bisa. Zhe Yan, luka Feng


Wei akan lebih parah dari sebelumnya. Feng Wei membutuhkan penanganan tercepat”


Zhe Yan mengangguk “aku sudah membawa beberapa macam pil.” Dong Hua kembali


fokus ke Huo Feng.


       You


Zun “mereka tidak bisa keluar dari Xing Shen Da Lu ?” bertanya pada Zuo Zun.


Zuo Zun mengerutkan kening “ketujuhnya terluka parah… bisa saja membawa mereka,


tapi tanpa Huo Feng…” You Zun menghela nafas “mereka pasti mengingat ledakan,


membuat kekhawatiran mereka menggila” Zuo Zun mengangguk “tidak adanya kabar


Huo Feng dan tidak dapat merasakannya, membuat mereka frustasi”.


       Xin


Xin “Long ge, kenapa tekanan disini berbeda dengan sebelumnya ?” bertanya setelah


merasakan tekanan aura mencekam. Zuo Zun memeluk Xin Xin “Xin er, kekuatan Huo


Feng sudah meningkat drastis. Aura disini sudah lebih pekat dari sebelumnya.


Ini aura murni alam semesta” mengalirkan energi ke tubuh Xin Xin. Xin Xin


tersenyum manis “Long ge, kau juga terlalu memandang rendah diriku kan !” Zuo


Zun tersenyum “aku mencintaimu, aku hanya melindungi milikku !” Xin Xin


cekikikan.


       Setiap


hari, supranatural yang dikeluarkan Huo Feng semakin pekat. Di hari ketiga, semua


tertarik masuk ke dalam jiejue yang melindungi Dong Hua. Di hari kelima, dari


sudut bibir Huo Feng, terlihat darah pelangi yang mengalir keluar “Feng Wei…”


Dong Hua berkaca-kaca. “Long ge, apa kita tidak bisa membantu Niang Qin ?” Xin


Xin sangat cemas.


       Zuo


Zun memegang Xin Xin “Xin Xin, kami bahkan tidak bisa keluar dari sini ! Huo


Feng sudah membuat pelindung berlapis, untuk kita tetap aman di dalam sini. Xin


Xin, Huo Feng akan baik-baik saja. Ikatan ini sudah setengah jalan, semua akan

__ADS_1


segera berakhir.” Xin Xin “tapi Niang Qin sudah memucat dan darahnya…” Zuo Zun


“Xin er, Huo Feng tidak akan berhenti hingga semua selesai. Yang bisa kita


lakukan adalah bersiap dan menangani sisanya” mengecup keningnya.


       Di


hari ketujuh, terciprat darah dari 7 titik di tubuh Huo Feng. Bersamaan dengan


hal itu, Huo Feng muntah darah dan mengakhiri aliran supranaturalnya. Huo Feng


terjatuh di kedua lututnya, perlahan terduduk sambil melamun, melihat ke


kejauhan. Sesaat kemudian, 7 cahaya memasuki Zuan Bao Shi Dao, berubah menjadi


7 kesayangan yang terluka parah. Ketujuhnya melihat Huo Feng, belum sempat


memanggil, sudah masuk dalam bola pelindung cahaya.


       Huo


Feng terduduk diam disana, sekeras apapun semua memanggilnya, tidak mengundang


respon apapun dari Huo Feng. Zhe Yan memantau “sama seperti saat mengamati Hei


Ye dan dampak perang.” Xiong Xiong “ada apa dengan Niang Qin ? tatapannya…”


Dong Hua “Feng Wei, bagaimana caranya aku bisa menjangkaumu !” Huo Feng hanya


melamun disana, pandangannya mengarah pada ketujuh bola pelindung.


       Disaat


ketujuh bola pelindung pecah, ketujuh kesayangan berdiri kokoh di tempatnya,


memanggil ‘Zhu Ren…’ tapi tidak bisa mendekatinya. Mereka hanya bisa turun


tanpa bisa melangkahkan kaki memanjat lebih tinggi. Tidak mendapat respon


apapun dari Huo Feng, ketujuh kesayangan terdiam, menatap Huo Feng yang entah


       Dong


Hua memegang kalung di lehernya yang berwarna merah ‘batu Wu Ling Shi’. Xiong


Xiong menyadarinya “Fu Qin, apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua mengerahkan


api abadi dari tubuhnya ke batu “menjemput Feng Wei-ku…”. Dong Hua tidak


menemui kesulitan menembus jiejue pelindung. Tubuh Dong Hua terselimuti


pelindung emas dan api abadi.


       Dong


Hua mulai melangkahkan kakinya mendekati Huo Feng. Disaat Dong Hua melangkah,


ada cahaya lain di mata Huo Feng. Huo Feng mengalihkan pandangannya pada Dong


Hua “Feng Wei, kemari… kita pulang…” Dong Hua terus mengulang kata-katanya,


sambil berusaha mengambil langkah lainnya yang terasa sangat berat.


       Di


langkah ketiga Dong Hua, Huo Feng bangkit, berdiri dan melangkah dengan tatapan


lurus pada Dong Hua. Dong Hua tersenyum, mengambil langkah lainnya. Huo Feng


melewati ketujuh kesayangan, hingga ke hadapan Dong Hua. Dong Hua sudah berhasil


mengambil langkah kelima.


       Huo

__ADS_1


Feng terdiam, melihat wajah Dong Hua di hadapannya. Dong Hua tersenyum lembut,


menatap Huo Feng. Jarak di antara mereka tersisa beberapa langkah saja, tapi


Dong Hua belum bisa menggapainya. Dong Hua masih terus berusaha “Feng Wei, aku


selalu disini, bersandarlah padaku… sudah lelahkan ! kita pulang beristirahat…”


Dong Hua maju selangkah, Huo Feng pun maju selangkah.


       Dong


Hua tersenyum melihat langkah Huo Feng “Feng Wei, ingin bermain ! baik,


tunggulah, weifu akan bisa meraihmu…” kembali mengambil selangkah lagi. Huo


Feng menggerakkan bibirnya, membentuk senyuman tipis, maju selangkah, mengikuti


langkah Dong Hua. Dong Hua tersenyum, mengangkat tangannya, berusaha mengambil


langkah terakhir dan menarik Huo Feng.


       Akhirnya


berhasil melewati 8 langkah, jarak tangan Dong Hua dan Huo Feng tidak sampai


satu kepalan tangan. Senyuman di wajah Huo Feng semakin cerah, memajukan


dirinya selangkah, menyongsong tangan Dong Hua. Disaat Dong Hua berhasil


memegang Huo Feng, langsung menariknya masuk ke pelukannya “Feng Wei, aku


mencintaimu…” Huo Feng pun membalas pelukan Dong Hua “aku juga mencintaimu…”.


       Dong


Hua memeluk erat Huo Feng “kita pulang ke rumah !” Huo Feng mengangguk, menutup


mata dan jatuh di pelukan Dong Hua. Dong Hua langsung menggendong Huo Feng ke


Cai Hong gong. Semua bola pelindung sudah hancur saat Dong Hua berhasil meraih


Huo Feng. Semua mengikuti Dong Hua ke Cai Hong gong, termasuk ketujuh


kesayangan.


       Zhe


Yan tanpa mendengar panggilan, langsung memeriksa Huo Feng dengan seksama


“bagaimana Feng Wei ?” Dong Hua bertanya sambil memegang tangan Huo Feng yang


lainnya. Zhe Yan tidak menjawab, fokus dengan pemeriksaannya. Semua tegang


menunggu hasil pemeriksaan Zhe Yan. Beberapa kali ada yang mencoba bertanya,


tapi di abaikan oleh Zhe Yan.


       Raut


wajah Zhe Yan berubah-ubah, semua menampakkan kecemasan, kekhawatiran, dan


ketegangan “Zhe Yan, kau bicaralah !” Bai Chen sudah tidak sabar. Zhe Yan


menatap Dong Hua “ada apa ?” Dong Hua tidak beranjak dari sisi Huo Feng


“jantungmu…” Dong Hua mengerutkan kening.


       Zhe


Yan mengambil tangan Dong Hua, memeriksanya, bersamaan dengan tangan Huo Feng.


“Dong Hua, jaga jantungmu, jangan sampai terluka, mungkin hanya kau yang bisa


menariknya.” Dong Hua semakin tegang. Ling Ling menitikkan air mata “Zhe Yan

__ADS_1


yeye, bagaimana Niang Qin ?” Zhe Yan menatap Huo Feng “detakannya semakin


jarang… jiwa dan tubuhnya terluka parah.”


__ADS_2