
Lewat dari
2 jam, Zuo Zun membawa Xin Xin muncul di hadapan mereka “bagaimana ? apa yang
kau temukan ?” You Zun langsung bertanya. Zuo Zun melihat Huo Feng “Huo Feng
harus membuat ikatannya kembali dengan semesta. Kesan pada ketujuh kesayangan
sangat kuat, mereka sudah mengingat Huo Feng. Keinginan untuk menemui Huo Feng,
membuat mereka berusaha keras untuk memulihkan kekuatan mereka. Tidak dapat
memanggil Huo Feng, mereka melukai diri mereka sendiri untuk memancing kekuatan
mereka.”
You
Zun “aih mereka terlalu terikat…” Zuo Zun mengangguk “semoga Huo Feng bisa
mengendalikan dirinya.” Dong Hua “bisa, Feng Wei pasti bisa. Zhe Yan, luka Feng
Wei akan lebih parah dari sebelumnya. Feng Wei membutuhkan penanganan tercepat”
Zhe Yan mengangguk “aku sudah membawa beberapa macam pil.” Dong Hua kembali
fokus ke Huo Feng.
You
Zun “mereka tidak bisa keluar dari Xing Shen Da Lu ?” bertanya pada Zuo Zun.
Zuo Zun mengerutkan kening “ketujuhnya terluka parah… bisa saja membawa mereka,
tapi tanpa Huo Feng…” You Zun menghela nafas “mereka pasti mengingat ledakan,
membuat kekhawatiran mereka menggila” Zuo Zun mengangguk “tidak adanya kabar
Huo Feng dan tidak dapat merasakannya, membuat mereka frustasi”.
Xin
Xin “Long ge, kenapa tekanan disini berbeda dengan sebelumnya ?” bertanya setelah
merasakan tekanan aura mencekam. Zuo Zun memeluk Xin Xin “Xin er, kekuatan Huo
Feng sudah meningkat drastis. Aura disini sudah lebih pekat dari sebelumnya.
Ini aura murni alam semesta” mengalirkan energi ke tubuh Xin Xin. Xin Xin
tersenyum manis “Long ge, kau juga terlalu memandang rendah diriku kan !” Zuo
Zun tersenyum “aku mencintaimu, aku hanya melindungi milikku !” Xin Xin
cekikikan.
Setiap
hari, supranatural yang dikeluarkan Huo Feng semakin pekat. Di hari ketiga, semua
tertarik masuk ke dalam jiejue yang melindungi Dong Hua. Di hari kelima, dari
sudut bibir Huo Feng, terlihat darah pelangi yang mengalir keluar “Feng Wei…”
Dong Hua berkaca-kaca. “Long ge, apa kita tidak bisa membantu Niang Qin ?” Xin
Xin sangat cemas.
Zuo
Zun memegang Xin Xin “Xin Xin, kami bahkan tidak bisa keluar dari sini ! Huo
Feng sudah membuat pelindung berlapis, untuk kita tetap aman di dalam sini. Xin
Xin, Huo Feng akan baik-baik saja. Ikatan ini sudah setengah jalan, semua akan
__ADS_1
segera berakhir.” Xin Xin “tapi Niang Qin sudah memucat dan darahnya…” Zuo Zun
“Xin er, Huo Feng tidak akan berhenti hingga semua selesai. Yang bisa kita
lakukan adalah bersiap dan menangani sisanya” mengecup keningnya.
Di
hari ketujuh, terciprat darah dari 7 titik di tubuh Huo Feng. Bersamaan dengan
hal itu, Huo Feng muntah darah dan mengakhiri aliran supranaturalnya. Huo Feng
terjatuh di kedua lututnya, perlahan terduduk sambil melamun, melihat ke
kejauhan. Sesaat kemudian, 7 cahaya memasuki Zuan Bao Shi Dao, berubah menjadi
7 kesayangan yang terluka parah. Ketujuhnya melihat Huo Feng, belum sempat
memanggil, sudah masuk dalam bola pelindung cahaya.
Huo
Feng terduduk diam disana, sekeras apapun semua memanggilnya, tidak mengundang
respon apapun dari Huo Feng. Zhe Yan memantau “sama seperti saat mengamati Hei
Ye dan dampak perang.” Xiong Xiong “ada apa dengan Niang Qin ? tatapannya…”
Dong Hua “Feng Wei, bagaimana caranya aku bisa menjangkaumu !” Huo Feng hanya
melamun disana, pandangannya mengarah pada ketujuh bola pelindung.
Disaat
ketujuh bola pelindung pecah, ketujuh kesayangan berdiri kokoh di tempatnya,
memanggil ‘Zhu Ren…’ tapi tidak bisa mendekatinya. Mereka hanya bisa turun
tanpa bisa melangkahkan kaki memanjat lebih tinggi. Tidak mendapat respon
apapun dari Huo Feng, ketujuh kesayangan terdiam, menatap Huo Feng yang entah
Dong
Hua memegang kalung di lehernya yang berwarna merah ‘batu Wu Ling Shi’. Xiong
Xiong menyadarinya “Fu Qin, apa yang mau kau lakukan ?” Dong Hua mengerahkan
api abadi dari tubuhnya ke batu “menjemput Feng Wei-ku…”. Dong Hua tidak
menemui kesulitan menembus jiejue pelindung. Tubuh Dong Hua terselimuti
pelindung emas dan api abadi.
Dong
Hua mulai melangkahkan kakinya mendekati Huo Feng. Disaat Dong Hua melangkah,
ada cahaya lain di mata Huo Feng. Huo Feng mengalihkan pandangannya pada Dong
Hua “Feng Wei, kemari… kita pulang…” Dong Hua terus mengulang kata-katanya,
sambil berusaha mengambil langkah lainnya yang terasa sangat berat.
Di
langkah ketiga Dong Hua, Huo Feng bangkit, berdiri dan melangkah dengan tatapan
lurus pada Dong Hua. Dong Hua tersenyum, mengambil langkah lainnya. Huo Feng
melewati ketujuh kesayangan, hingga ke hadapan Dong Hua. Dong Hua sudah berhasil
mengambil langkah kelima.
Huo
__ADS_1
Feng terdiam, melihat wajah Dong Hua di hadapannya. Dong Hua tersenyum lembut,
menatap Huo Feng. Jarak di antara mereka tersisa beberapa langkah saja, tapi
Dong Hua belum bisa menggapainya. Dong Hua masih terus berusaha “Feng Wei, aku
selalu disini, bersandarlah padaku… sudah lelahkan ! kita pulang beristirahat…”
Dong Hua maju selangkah, Huo Feng pun maju selangkah.
Dong
Hua tersenyum melihat langkah Huo Feng “Feng Wei, ingin bermain ! baik,
tunggulah, weifu akan bisa meraihmu…” kembali mengambil selangkah lagi. Huo
Feng menggerakkan bibirnya, membentuk senyuman tipis, maju selangkah, mengikuti
langkah Dong Hua. Dong Hua tersenyum, mengangkat tangannya, berusaha mengambil
langkah terakhir dan menarik Huo Feng.
Akhirnya
berhasil melewati 8 langkah, jarak tangan Dong Hua dan Huo Feng tidak sampai
satu kepalan tangan. Senyuman di wajah Huo Feng semakin cerah, memajukan
dirinya selangkah, menyongsong tangan Dong Hua. Disaat Dong Hua berhasil
memegang Huo Feng, langsung menariknya masuk ke pelukannya “Feng Wei, aku
mencintaimu…” Huo Feng pun membalas pelukan Dong Hua “aku juga mencintaimu…”.
Dong
Hua memeluk erat Huo Feng “kita pulang ke rumah !” Huo Feng mengangguk, menutup
mata dan jatuh di pelukan Dong Hua. Dong Hua langsung menggendong Huo Feng ke
Cai Hong gong. Semua bola pelindung sudah hancur saat Dong Hua berhasil meraih
Huo Feng. Semua mengikuti Dong Hua ke Cai Hong gong, termasuk ketujuh
kesayangan.
Zhe
Yan tanpa mendengar panggilan, langsung memeriksa Huo Feng dengan seksama
“bagaimana Feng Wei ?” Dong Hua bertanya sambil memegang tangan Huo Feng yang
lainnya. Zhe Yan tidak menjawab, fokus dengan pemeriksaannya. Semua tegang
menunggu hasil pemeriksaan Zhe Yan. Beberapa kali ada yang mencoba bertanya,
tapi di abaikan oleh Zhe Yan.
Raut
wajah Zhe Yan berubah-ubah, semua menampakkan kecemasan, kekhawatiran, dan
ketegangan “Zhe Yan, kau bicaralah !” Bai Chen sudah tidak sabar. Zhe Yan
menatap Dong Hua “ada apa ?” Dong Hua tidak beranjak dari sisi Huo Feng
“jantungmu…” Dong Hua mengerutkan kening.
Zhe
Yan mengambil tangan Dong Hua, memeriksanya, bersamaan dengan tangan Huo Feng.
“Dong Hua, jaga jantungmu, jangan sampai terluka, mungkin hanya kau yang bisa
menariknya.” Dong Hua semakin tegang. Ling Ling menitikkan air mata “Zhe Yan
__ADS_1
yeye, bagaimana Niang Qin ?” Zhe Yan menatap Huo Feng “detakannya semakin
jarang… jiwa dan tubuhnya terluka parah.”