Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 394 - Paman Kaisar


__ADS_3

Bab 394 –


          Tian Guang “Shen Yao, makanlah yang banyak…” mengambilkan


makanan ke mangkok Shen Yao. Shen Yao tersenyum manis “terima kasih !” Tian


Guang pun ikut tersenyum manis. Hui Shi tidak senang “Shen Yao, kau sudah


kembali, jadi kapan kita akan memulai perjalanan ?” Shen Yao “wow Da Ren, aku


baru kembali, sudah tidak tahan untuk menculikku !” Hui Shi mengangguk, membuat


Shen Yao tertawa terbahak-bahak.


          Tian Guang “jangan mendengarkannya ! kapan kau siap, kita


berangkat !” Shen Yao “hmm… apa yang kalian lakukan lima bulan ini ? tidak


mungkin hanya menungguku kan ?” Fang Ying melirik Tian Guang “ada beberapa yang


betul-betul hanya menunggumu !” Shen Yao jadi tertarik “ya kah ?” Xin Qian


membela “jangan dengarkan dia, bukan beberapa, kami semua menunggumu. Hanya


kedua pengantin ini yang tidak dapat menunggumu !”


Li Suen


dan Mei Gui menunduk “maaf Shen Yao, kami sangat ingin berkeliling bersamamu,


tapi…” Shen Yao mengangkat tangan “aku mengerti kalian memiliki kesulitan


sendiri. Karena sudah mengatakannya, maka harus melakukannya. Perjalanan kali


ini, kalian harus ikut” “Shen Yao…” keduanya mengangkat wajah menatap Shen Yao


yang mengangkat tangannya, menghentikan kata-kata mereka.


Shen


Yao tersenyum “Li Suen – Mei Gui, yang mulia sudah mengatakannya, jadi pasti


menjalankannya, apapun yang terjadi. Yang mulia tidak akan menghentikan langkah


kalian. Perjalanan ini, sudah kita rencanakan bersama jadi akan kita jalankan


bersama. Kami akan bersamamu melakukan perjalanan ke Lu Guo” ada binar


kebahagiaan di wajah keduanya “Shen Yao…”.


Shen


Yao tersenyum “siapa suruh aku adalah seorang Putri Mahkota yang setia kawan


kan !” keduanya mengangguk. Tian Guang “Shen Yao, apa kau tidak kelelahan ?”


mengkhawatirkan. Shen Yao nyengir “aku masih semuda ini, mana secepat itu


kelelahan ! tenang saja…” mengedipkan mata pada Tian Guang, kembali beralih


pada Li Suen – Mei Gui “dengar, kakekmu di Lu Guo sana, aku sudah mengatur


tabib untuk menjaganya. Beliau akan baik-baik saja, hingga kita sampai di Lu


Guo” Li Suen berkaca-kaca “terima kasih Shen Yao…”.


Mei Gui


“Shen Yao, jika aku seorang lelaki, pasti jatuh cinta padamu !” Shen Yao


menggeleng “aku mah tidak mau dipukul oleh Tuan Muda Li ini hahaha…” Xin Qian


mengangguk “Shen Yao, jangankan Mei Gui, aku juga jatuh cinta padamu !” Shen


Yao mencibir “hiiii… aku masih normal…” Tian Guang tersenyum lembut “kau yang


terbaik !” Shen Yao memainkan alisnya “itulah aku !”


Hao Cun


“Shen Yao, istana sana ?” Shen Yao “akan kuurus. Kalian bersiaplah, 3 hari

__ADS_1


lagi, kita akan berangkat. Aku akan sibuk 3 hari ini di istana, jadi tidak bisa


menemui kalian. Jika ada sesuatu, kalian bisa mencari Hao Cun atau Xi Juan.


Hari juga sudah gelap, kami permisi” semua mengantarnya “Shen Yao, jangan


terlalu memaksakan diri” Tian Guang menasehati. Shen Yao mengangguk “sudah


tahu, sampai jumpa !” berbalik dan berjalan kembali ke istana.


Hui Shi


berguman “Shen Yao semakin mempesona…” Mei Gui “dia seperti cahaya matahari !


betapa beruntung Kerajaan Song memilikinya sebagai Pemimpin, aku bangga


memanggilnya Wang Zun” Xin Qian “sudah… kita harus siap-siap… ah aku sudah


tidak sabar berkeliling… 3 hari lagi, berjumpa dengan kalian… sampai jumpa” Hui


Shi “hmm baiklah, sudah menunggu selama ini, akhirnya akan terwujud. Kalian


berdua juga, jangan terlalu gembira hingga tidak beristirahat” menggoda Li Suen


dan Mei Gui.


Yang


terakhir adalah Tian Guang dan Fang Ying yang undur diri “kau senang ?” Fang


Ying bertanya “aku akan menjaganya !” Tian Guang langsung menjawab. Fang Ying


“dia yang seperti itu, bukan menjaga malah berbalik dijaga olehnya !” Tian


Guang menggeleng “ada yang salah !” Fang Ying mengerutkan keningnya “apa


maksudmu ?” Tian Guang “masih belum bisa memastikan ! aku memiliki firasat,


perjalanan kali ini tidak semulus itu !” Fang Ying “kita semua bersamanya, apa


yang akan terjadi ? lagipula bukankah kau sudah menyiapkan semuanya ?” Tian


Guang “aku tidak ingin terjadi apapun padanya. Shen Yao adalah nyawaku”


Ying “jangan mengatakannya begitu mengerikan. Bagi kita berdua yang sudah


sering melakukan perjalanan, perjalanan kali ini tidak termasuk apapun. Bukan


hanya dirimu, Xin Qian juga sudah mengaturnya. Hao Cun dan Xi Juan juga pasti


sudah memikirkannya. Kau jangan terlalu tegang. Sebaiknya kau memikirkan,


bagaimana caranya mendapatkan hati Shen Yao dalam perjalanan. Kulihat Hui Shi


juga sudah memberikan tanda-tanda !” Tian Guang melirik dingin Fang Ying “kau


seperti itu padaku, tidak ada gunanya. Bukan aku yang berebutan Shen Yao


denganmu !”


3 hari


Shen Yao betul-betul sibuk di istana. Sebagai hukuman, Shen Yao menahan Paman


Kaisar tidak kemanapun dalam 3 tahun. Jika tidak melakukannya, semua bantuan


finansial dan statusnya akan dicabut. Paman Kaisar dengan berat hati, mengiyakan


“kakek, jika aku mendengar anda orang tua berulah lagi, maka selama sisa hidup


ini, jangan pernah berharap untuk keluar ibukota lagi” Paman Kaisar cemberut


“Wang Jun, uruslah putrimu ini !” Kaisar hanya mengangkat bahunya, acuh tak


acuh.


“Yao


er, Fu Wang akan sangat merindukanmu. Kenapa harus secepat ini ?” Kaisar


merengek. Shen Yao “Fu Wang, bukankah sudah kukatakan alasannya ! waktu cepat

__ADS_1


atau lambat, tidak ada masalah, toh memang akan pergi, kapan pun waktunya tidak


ada bedanya” Kaisar “ingat janjimu !” Shen Yao mengangguk “haih kalian ayah dan


anak sudah berkeliling. Sekarang Yao er juga akan berkeliling bersama


teman-temannya. Kapan giliran Mu Hou berjalan-jalan ?” Permaisuri protes. Shen


Yao cekikikan “Mu Hou, anda ingin berkeliling juga bukan tidak bisa. Tapi Mu


Hou harus siap untuk kondisinya, anda tidak akan mendapat fasilitas seperti di


istana”


Permaisuri


melirik dengan wajah cemberut. Shen Yao tahu semua kelemahan anggota kerajaan.


Permaisuri ini memang lemah lembut, tapi tidak pernah hidup susah. Dari kecil,


hidupnya sudah bergelimangan, tidak pernah melakukan kerja apapun, bahkan


memasak pun tidak bisa. Ingin berkeliling, harus bisa menghadapi segala


kemungkinan hidup susah. Apalagi mereka anggota inti kerajaan, setiap saat akan


berada dalam bahaya di luar gerbang istana. Permaisuri paling takut melihat


darah dan kotor.


Shen


Yao melihat wajah cemberut Permaisuri pun tidak sampai hati “Fu Wang, ajaklah


Mu Hou ke Kuil Shan Ding… sekalian kalian bisa membina perasaan dan menghirup


udara bersih.” Paman Kaisar protes “kakek ? bagaimana dengan kakek ?” Shen Yao


nyengir “kakek, kau sudah bersenang-senang di luaran selama 58 tahun ! baik-baiklah


di istana menebus kesalahanmu. Yang mulia mendengar satu saja berita buruk


tentangmu, bersiaplah berolahraga kembali !” Paman Kaisar langsung meraung


“HUA… HUA… Wang Jun, putrimu menindasku HUA… HUA…” seperti anak kecil, membuat


semua yang disana cekikikan.


Sebenarnya


Paman Kaisar ini cukup pintar, tapi tidak tertarik dengan hal perebutan kekuasaan,


sehingga dari awal meninggalkan istana, menikmati kebebasannya. Paman Kaisar


ini salah satu kandidat terkuat calon Kaisar bersama Kakek Kaisar. Selama Kakek


Kaisar menjabat, demi menghindari konflik, Paman Kaisar sangat jarang kembali


ke ibukota. Paman Kaisar lebih sering kembali, pada saat Putra Mahkota akan


menikah. Hal ini juga disebabkan Kakek Kaisar yang mencari bantuan, untuk


membujuk Kaisar saat ini menikah. Setelahnya, Paman Kaisar kembali saat


kelahiran Shen Yao dan ulang tahun kelimanya.


Pada


usia 5 tahun, Shen Yao yang masih balita, menaklukkan Paman Kaisar yang


disegani dengan bahasa cadelnya. Hal ini membuat Paman Kaisar tertarik, jadi


menghabiskan waktu lebih banyak di ibukota. Pergerakannya diluar, mulai dari


saat itu, terpantau jelas oleh Shen Yao, tanpa sepengetahuannya. Shen Yao bisa


dengan mudah menemukannya dan memberikan tugas padanya. Awalnya, Paman Kaisar


hanya seperti bermain-main dengan Shen Yao, ingin tahu apa yang bisa dilakukan


oleh anak kecil ini. Tanpa disadarinya, penaklukan saat 5 tahun menakdirkan

__ADS_1


hidupnya berada di tangan gadis muda ini.


__ADS_2