
Bai Xiao Jiu agak sibuk di
istana, merancang perangkap dan pertahanan untuk Wang Ling. Song Xuan Ren
selalu menemani di sisinya sambil membaca dan menyelesaikan laporannya. Semua
yang diistana maupun pejabat tahu, mood Wang Jun sangat bergantung pada Wang Hou.
Selama ada Wang Hou, Wang Jun akan selalu ceria dan menyelesaikan semua
persoalan dengan baik. Tidak ada Wang Hou, Wang Jun akan uring-uringan tidak
jelas, bahkan terkesan dingin. Selama melapor, pejabat lebih senang ada Wang
Hou ikut dalam aula pertemuan. Sebelum terjadi perdebatan, terkadang Wang Hou
sudah terlebih dahulu menjelaskan dan meredakan keegoisan para pejabat. Disaat
tidak ada masalah, Wang Hou lebih sering duduk diam mendengarkan atau membaca
laporan tugasnya sendiri, tapi hal itu sudah menjadi penenang untuk Wang Jun.
Keluarga Bai sudah berkumpul di ibukota dan masuk istana
bersama “hormat Wang Jun – Wang Hou…” keduanya mengangguk “Mu Yun, persila
semua ke Xi Ning gong, yang mulia akan segera menyusul” Mu Yun pun melaksanakan
perintah. “Wang Jun, aku ke Xi Ning gong, disini serahkan padamu…” Song Xuan
Ren cemberut “maaf Xiao Jiu, ada urusan banjir kali ini, menyita perhatianku…”
Xiao Jiu menggeleng “tidak masalah, lakukan yang terbaik…” Song Xuan Ren
mengecup keningnya “setelah selesai, aku akan segera mencarimu” Xiao Jiu
mengangguk, memberi hormat dan keluar Mu Ning gong.
“die…” segera memeluk Bai Liu Dong “aiyo yo… Wang Hou,
tidak takut Wang Jun-mu datang dan memenggal diemu yang sudah tua ini…” Xiao
Jiu merengek “die, ah tidak mempedulikanmu…” “yang mulia Wang Hou, sudah jadi
Wang Hou masih merengek…” “ah tidak peduli, aku akan selamanya menjadi Xiao Jiu
kalian” “itu tentu saja…” kesembilannya berpelukan “ehm… ehm…” melerai ketika
ada deheman “Wang Jun…” semua memberi hormat “semua keluarga sendiri, tidak
perlu begitu sungkan !” “Wang Jun, ada apa ? bukankah kau sangat sibuk !” Xiao
Jiu menghampiri Song Xuan Ren.
Song Xuan Ren tersenyum merangkulnya “aku hanya sebentar…
aku akan membahas masalah banjir dengan para pejabat, tidak bisa menemanimu…”
Xiao Jiu tersenyum lembut “berhati-hatilah…” Song Xuan Ren mengangguk “oh Wang
Jun, sebentar…” Jing Guang memanggil “Xiao Jiu, stik sudah selesai” menaruh
barang bawaannya ke meja. Xiao Jiu segera mengamatinya, mencoba salah satu
“Xuan Ren gege, ini bawalah” memberikan sebuah stik dengan tanda mahkota
diatasnya. Song Xuan Ren menerima “Xiao Jiu, punyamu berlambang apa ?” Xiao Jiu
mengambil satu stik dengan lambang fengwei hua diatasnya, memperlihatkan ke
Song Xuan Ren.
Song
Xuan Ren cemberut melihatnya, Xiao Jiu cekikikan, mengambil stik Song Xuan Ren
“lihat baik-baik…” menyatukan kedua stik, terbentuk huruf Wang, Song Xuan Ren
__ADS_1
berbinar. Xiao Jiu mengembalikan stik Song Xuan Ren “sudah, jangan cemberut
lagi… pergilah, selesaikan dengan baik…” Song Xuan Ren merengek “obat
penenang…” Xiao Jiu menghela nafas melihat keluarganya yang mesem-mesem,
mencium kedua pipi Song Xuan Ren “sudah…” Song Xuan Ren tersenyum, mengecup
kening Xiao Jiu “aku jalan… temanilah Xiao Jiu lebih lama… jangan keluar !”
melihat Xiao Jiu yang tersenyum manis mengangguk padanya. Dengan berat hati,
Song Xuan Ren melepas Xiao Jiu. Kali ini dia tidak membiarkan Xiao Jiu pergi ke
Wang Ling dengan Ye Qing Ti.
“wah
ba mei, Wang Jun tidak bisa berpisah darimu, tidak menyangka Wang Jun begitu
mencintaimu…” Huang Guang menggoda, Xiao Jiu tersenyum “sudah jangan menggoda…
da ge, oleh-olehku…” mengulurkan tangannya. Huang Guang mengeluarkan sebuah
botol “hmm… ah aku sudah tidak sabar memakan kue asoka… makanan-makanan disini
tidak cocok denganku…” “kenapa ? Wang Jun…” Xiao Jiu menggeleng “Wang Jun
selalu memenuhi permintaanku, hanya makanan disini terlalu mewah, makan
sekali-kali terasa enak, tapi lama-lama bosan” Jing Guang tersenyum lembut
membelai kepala Xiao Jiu.
“Xiao
Jiu, kudengar Wan Jie Gong Zhu sering mencarimu, apa ada masalah ?” Huang Guang
bertanya. Xiao Jiu “hmm… wanita itu tidak mudah… seperti ada pergolakan dalam
dirinya… dia disini mempunyai tujuan tersembunyi dan aku curiga berhubungan
yang aku belum tahu” Tian Ling “apa yang dia lakukan ?” Xiao Jiu “dia selalu
mendekatiku, membuatku risih…” Dian Lan “apa mungkin dia menyukaimu ?” Xiao Jiu
“harusnya tidak ! dia sudah menikah dengan Ying Wang dan kudengar Ying Wang
setiap malam selalu bersamanya” Huang Guang “Xiao Jiu, bersama belum tentu
saling mencintai… jangan lupa dia disini karena perjodohan dan memiliki tujuan
lain” Lu Teng “selain itu, aku tidak percaya Ying Wang bisa mencintai. Mereka bersama
mungkin karena Ying Wang suka dengan kecantikannya” Bai Liu Dong “Xiao Jiu
berhati-hatilah, mereka berdua bukan orang baik…” Xiao Jiu mengangguk “aku tahu
die… hari ini kalian makanlah disini, aku akan memasak…” “nah itu memang tujuan
kami datang hahaha…”
Mereka
bercanda tawa bersama dan menceritakan semua hal yang mereka alami selama tidak
bersama “Xiao Jiu, kau sudah bersama Wang Jun beberapa bulan, apa ?” melihat
perut Xiao Jiu. Xiao Jiu melihat arah pandangan semua “kenapa melihatku seperti
itu ?” Shui Lan memeriksanya dan menggeleng ke semua “apa yang kalian lakukan
?” Bai Liu Dong menghela nafas “haih putriku yang baik, die tahu kau sangat
bertanggung jawab, tapi tanggung jawabmu yang utama sekarang…” Xiao Jiu
membulatkan matanya “die… aku masih kecil… lagipula hal ini mana bisa
__ADS_1
dipaksakan…” Bai Liu Dong “eh lihat die dengan ibumu bisa melahirkan kalian
berdelapan” Xiao Jiu terkejut “die, kau bukan memintaku melahirkan 8 anak juga
kan ?” Bai Liu Dong menggeleng “tidak 8, tapi 10…” “die…” Xiao Jiu berteriak,
semua tertawa “yow putriku, kalian generasi muda tentu harus melebihi yang tua”
Xiao Jiu ngambek, buang muka “cih, tahu begitu, aku tidak akan memasakkan
kalian makanan enak”.
“sudah…
sudah, tidak mencandaimu… tapi Xiao Jiu, kau harus melahirkan penerus… Wang
Jun…” Jing Guang melerai, Xiao Jiu menggeleng “Wang Jun tidak mendesakku, Mu
Hou juga mengatakan terserah pada kami… lagipula Fu Wang belum lama meninggal,
Wang Jun masih sibuk mengurus dan mengambil kesetiaan para pejabat” Bai Liu
Dong mengangguk “memang tidak mudah…” Huang Guang “da ge akan menemanimu
melihat Wang Ling…” Xiao Jiu mengangguk “ehm dage, aku sudah membicarakannya
dengan Wang Jun, aku ingin memakai sebagian pekerja kita, tapi harus yang
sangat terpercaya” Huang Guang mengangguk “da ge akan melihat situasi…”
Xiao
Jiu menunggu Song Xuan Ren sambil mengamati gambar Wang Ling “Xiao Jiu, belum
tidur…” Song Xuan Ren kembali setelah larut malam. Xiao Jiu tersenyum
menyambutnya “bagaimana ? lelah ?” Song Xuan Ren menggerak-gerakkan tubuhnya
“lumayan, masalah kali ini cukup sulit, melibatkan beberapa desa… apa yang kau
lakukan ?” Xiao Jiu tersenyum “menunggumu ! da ge membawakanku bunga asoka, aku
sudah membuatkanmu kue, cicipilah…” memberikan kue asoka dan menuang segelas teh
“hmm… ada dirimu sangat baik…” Song Xuan Ren tersenyum ceria sambil memakan
kuenya.
“bagaimana
ayah dan kakak-kakakmu ?” Song Xuan Ren memeluk Xiao Jiu di ranjang “tidak ada
masalah, semua berjalan baik… aku akan membawa da ge ke Wang Ling, da ge akan
memilih pekerja untuk kedepannya” Song Xuan Ren mengangguk “kau atur saja, aku
percaya padamu… ah aku merindukanmu…” Xiao Jiu tersenyum “bukankah kau sangat
sibuk, masih ada waktu merindukanku ?” Song Xuan Ren menatap Xiao Jiu “apa yang
kau katakan ? setiap saat aku merindukanmu… sesibuk apapun, hatiku selalu
teringat padamu…” cemberut. Xiao Jiu cekikikan “aku juga merindukanmu… Fu Jun…”
Song Xuan Ren berbinar, mencium bibir Xiao Jiu.
Setelah
pergumulan panas, mereka tertidur sambil berpelukan. Song Xuan Ren memeluk erat
Xiao Jiu yang sudah terlelap ‘Wang Hou-ku sangat nakal, selalu menjahiliku…
tapi aku sangat mencintainya… Xiao Jiu, maaf, belakangan sibuk, tidak sempat
membawamu bermain… sudah waktunya mengurus perayaan Qi Sau Jie untuk Tai Hou.
Sebelumnya Chu Wan yang mengurusnya dan menjebak Xiao Jiu. Aku akan meminta
__ADS_1
Xiao Jiu yang mengurusnya kali ini, ditangannya pasti tidak akan ada masalah !’