
Dong Hua membaringkan
Feng Jiu, duduk disampingnya “Zhe Yan, bagaimana sebenarnya kondisi Xiao Bai
saat ini ?” Zhe Yan “Dong Hua, kau juga tahu pengobatan, coba periksalah
sendiri !” Dong Hua segera memeriksa dan terkejut, melihat Feng Jiu dengan
kekhawatiran yang sangat jelas “Zhe Yan, apa yang bisa dilakukan untuk membantu
Xiao Bai ?” Zhe Yan melihat dan berfikir
“akupun tidak tahu, tidak pernah menemui kondisi seperti ini… entah bagaimana
Xiao Jiu bisa kembali dan memperoleh tubuhnya…” Dong Hua melihat Meng Hao “Meng
Hao, sebelumnya bagaimana kau kembali ? bukankah tubuhmu saat itu sudah yuhua
?” Meng Hao menggeleng “Di Jun, kondisi Zheng Zhu berbeda denganku… saat itu
hanya sebagian jiwaku yang hancur… setelah anda membebaskanku dari belenggu,
aku biguang dibawah danau… saat Long Ling merasakan Ji Heng dalam bahaya, aku
mengirim sisa jiwaku menyelamatkannya… setelah jiwa itu musnah, malah membuka
segel Zheng Zhu di permata kekuatanku. Zheng Zhu pernah mengatakan tujuannya
menyegel jiwa dan kekuatanku, agar tidak ada yang bisa memanfaatkanku dan
kekuatanku. Segel itu hanya akan terbuka jika Zheng Zhu yang membukanya atau
aku yuhua. Tapi Di Jun, anda harus percaya pada Zheng Zhu, aku tidak pernah
menemukan gadis seluar biasa Zheng Zhu sebelumnya. Zheng Zhu sudah kembali,
tidak mungkin kalah hanya karena masalah kecil ini.”
Dong Hua menggenggam erat tangan Feng Jiu “Zhe Yan,
berapa lama Xiao Bai akan tertidur ?” Zhe Yan menggeleng “Dong Hua sama
sepertimu, aku juga tidak bisa menjawab pertanyaanmu ini. Nadi Xiao Jiu tidak
terasa bahkan kalau bukan melihatnya sendiri, tubuhnya ini…” Feng Jiu perlahan
membuka mata “lao feng huang, kau sangat jahat, berani mengutukku…” berkata
dengan lemah. Semua terkejut mendengar suara Feng Jiu, Dong Hua “Xiao Bai, kau
sudah bangun ? bagaimana kondisimu ?” Feng Jiu tersenyum, berusaha bangun, Dong
Hua membantunya, menyandarkan tubuh lemah Feng Jiu pada tubuhnya “Xiao Bai… kau
harus bertahan…” Feng Jiu tersenyum lemah, memegang tangan Dong Hua
menenangkannya, menaruh tangan Dong Hua diatas pegelangan tangannya
“periksalah…” Dong Hua mengerti, segera memeriksa, merasakan hal yang sama
seperti sebelumnya “Xiao Bai… kau…” Feng Jiu menggeleng “Dong Hua, periksa
lebih lama…” dengan lemah. Dong Hua pun kembali memeriksa, ada binar kelegaan
diwajah Dong Hua “Xiao Bai, ini…” Feng Jiu tersenyum. Zhe Yan “apa ? Dong Hua,
ada apa ?” Dong Hua melihat Zhe Yan “periksalah sendiri ?” Zhe Yan pun
memeriksa Feng Jiu sama seperti Dong Hua sebelumnya “ini… Xiao Jiu…” Feng Jiu
sudah menutup mata kembali dengan senyum lemah, tidak menjawab mereka. Semua
cemas melihatnya, Zhe Yan kembali memeriksa “yatou tertidur kembali…” Dong Hua
mencium kening Feng Jiu “tidurlah… Xiao Bai yang terhebat…” memeluknya sejenak
dan kembali membaringkannya.
Gun Gun yang sangat cemas, tidak dapat menahan diri untuk
bertanya “Fu Qin, Zhe Yan shushu, bagaimana Niang Qin ?” Sou Wan pun tidak
sabar “kalian katakan, jangan membuat kami cemas seperti ini…” Zhe Yan
tersenyum “dia memang sangat hebat… Gun Gun, Niang Qin mu sangat lemah saat
ini, tapi dia akan hidup… Niang Qin-mu sudah kembali, tidak akan pergi lagi…
Gun Gun harus baik-baik menjaga Niang Qin agar cepat sembuh…” Gun Gun
mengangguk. Bai Yi “Zhe Yan, bagaimana sebenarnya kondisi Xiao Jiu ?” Zhe Yan
menggeleng “tunggu Xiao Jiu bangun dan menjelaskannya sendiri, tidak tahu apa
__ADS_1
yang sudah terjadi padanya… nadinya sangat lemah tapi stabil… sesaat tidak akan
dapat merasakan nadinya… Dong Hua, bagaimana denganmu ?” segera memeriksa Dong
Hua “kau harus beristirahat, energimu juga banyak terkuras… sebaiknya kau
segera biguang untuk memulihkan kondisimu…” Dong Hua menggeleng “tidak perlu…
aku mau menjaga Xiao Bai…” menggenggam tangan Feng Jiu, terus melihat kekasih
hati yang sangat dirindukannya. Zhe Yan menghela nafas “haih… baiklah, aku akan
menyiapkan pil dan ramuan untuk membantumu dan yatou. Tapi Dong Hua, dengan
kondisi Xiao Jiu, juga membutuhkan biguang bahkan lebih lama darimu…” Dong Hua
mengangguk “aku akan menemaninya…” semuapun berpamitan meninggalkan Dong Hua
sekeluarga bersama Meng Hao yang setia menunggu Feng Jiu. Feng Jiu tertidur 3
hari 3 malam, Dong Hua terus menemaninya, yang lainpun bolak balik istana Tai
Chen menanyakan kabarnya.
3
hari kemudian, Feng Jiu perlahan membuka mata, melihat Dong Hua yang sedang
menungguinya “Xiao Bai, sudah bangun !” Feng Jiu tersenyum mengangguk. Zhe Yan
menghampiri dan memeriksa Feng Jiu “sudah lebih baik… minumlah ramuan ini
dulu…” Dong Hua memapah Feng Jiu bangun dan perlahan menyuapinya, Gun Gun masuk
langsung naik ke ranjang, menggenggam tangan Feng Jiu “Niang Qin, sudah lebih
baik ! masih ada yang sakit ?” Feng Jiu tersenyum mengecup pipi Gun Gun “Niang
Qin sudah lebih baik… Dong Hua, aku ingin ke Liu Jiao Ting…” Dong Hua tersenyum
“baik, ke Liu Jiao Ting, jangan memaksakan dirimu…” Feng Jiu mengangguk,
mencium sudut bibir Dong Hua “Fu Jun paling baik…” Dong Hua tersenyum lembut,
mencium keningnya, memakaikan sepatu dan menggendongnya ke Liu Jiao Ting. Zhe
Yan mengirimkan berita ke keluarga Bai yang segera datang dan bergabung bersama
mereka di Liu Jiao Ting. Tentu saja, semuanya tidak akan kekurangan Lian Song,
Feng Jiu.
Bai Qian segera memeluk Feng Jiu dan membolak-balikkannya
“Xiao Jiu, kau ini gadis nakal, selalu membuat gugu tidak tenang…” Feng Jiu
cekikikan “hihihi maaf gugu…” Bai Chen membelai kepala Feng Jiu “Zhe Yan,
bagaimana Xiao Jiu ?” Zhe Yan “sudah lebih baik…” Bai Yi “Xiao Jiu, apa yang
terjadi ? bagaimana Miao Luo bisa menjadi bawahanmu ? bagaimana kau bisa
kembali ?” Dong Hua memeluk Feng Jiu duduk di tempat duduk santai mereka “Xiao
Bai, kapan kau merencanakan semuanya ?” Feng Jiu meminum tehnya dan menggeleng
“hmm… ini bukanlah rencanaku… semua terjadi secara kebetulan… oh Shen Ye dan
Aranjo…” melihat Dong Hua “mereka sudah menyelesaikan takdir mereka”. Feng Jiu
mengangguk “ternyata memang benar mereka…”.
Sou Wan “apa yang benar ? xiao Di Hou, apa yang sudah kau
lakukan hingga bisa kembali ?” Feng Jiu melihat Dong Hua dan tersenyum lembut “awalnya
aku juga tidak pasti masih bisa kembali… saat yuhua, sebagian jiwaku sudah
menghilang…” melihat ke semua “entah apa yang telah terjadi, saat aku memakai
sihir mistis menolong Dong Hua di Xing Guang Jiejue, sebagian jiwaku juga ikut
terkirim ke tubuhnya…” Zhe Yan “jadi selama ini, kau memulihkan diri dalam
tubuh Dong Hua ?” Feng Jiu mengangguk. Bai Qian “tapi shifu dulu memerlukan
70.000 tahun untuk kembali, bagaimana kau kembali hanya dalam waktu 500 tahun
?” Feng Jiu “Aranjo…” Dong Hua “separuh bayanganmu ? tapi Xiao Bai, tubuhmu ?”
Feng Jiu “hmm… bagaimana menceritakannya… hmm… Dong Hua, sama seperti hong chi
Miao Luo yang ada padaku dulu…” Dong Hua “hong chi ?” Lian Song “bukankah Miao
__ADS_1
Luo sudah mengambilnya kembali ?”
Feng Jiu menggeleng “bukan Hong Chi Miao Luo tapi tetesan
darahku…” Dong Hua “Suo Hun Yu ?” Feng Jiu mengangguk, Sou Wan “hong chi apa ?
tetesan darah apa ?” Feng Jiu “percikan darahku ternyata menyerap kekuatan
pedang iblis, hal itulah yang membuatku menjadi pemilik Suo Hun Yu termasuk
semua jiwa iblis didalamnya. Darahku bekerja berbeda dengan semua jiwa iblis
yang terkurung. Darahku didalam Suo Hun Yu semakin kuat setiap waktunya,
seluruh kekuatan Suo Hun Yu seperti menambah kekuatanku. Selain itu, saat
separuh bayanganku kembali, ikut masuk ke Suo Hun Yu mulai membentuk tubuh
baruku.” Cheng Yu “Feng Jiu, kenapa kau tidak kembali sebelumnya ?” Feng Jiu
“sebenarnya aku juga tidak tahu kenapa bisa kembali secepat ini, mungkin masih
harus berterima kasih pada Ji Heng ! saat Ji Heng menusuk dada Dong Hua,
membangunkan jiwaku didalam tubuhnya. Jiwa yang keluar dari tubuh Dong Hua yang
memanggil dan menghisap tubuhku keluar dari Suo Hun Yu.”
Ye Hua “Xiao Jiu, apa yang terjadi pada Ji Heng ?” Feng
Jiu “dia akan hidup dalam penderitaan. Karena perbuatannya sebelumnya,
menghancurkan dirinya sendiri. dia akan hidup segan mati tak bisa. Belum lagi
mereka menghisapnya masuk kedalam Suo Hun Yu, pasti akan membuatnya semakin
menderita” Lian Song “mereka ? jiwa iblis itu mempunyai dendam dengan Ji Heng
?” Feng Jiu mengangguk “jiwa iblis yang terkumpul dalam Suo Hun Yu, sebagian
besar adalah jiwa iblis yang terkumpul saat perang prasejarah. Sebagian
diantaranya adalah klan siluman. Pada saat Ji Heng menyerap jiwa dari tubuh
pangeran tertua dan raja klan siluman, membuat mereka bertemu dengan jiwa iblis
Miao Luo yang sebelumnya sudah ada dalam Suo Hun Yu hingga semua perbuatan Ji
Heng sebelumnya terkuak. Ji Heng masih mencoba menghisap jiwa-jiwa yang
memiliki dendam padanya dengan kemampuan yang tidak mencukupi. Jiwa-jiwa itu
sebenarnya bisa dengan mudah menguasai Ji Heng, jika aku tidak melarangnya.”
Cheng Yu “kau melarang mereka ?” Feng Jiu mengangguk “untuk apa mengotori
tangan sendiri, jika Ji Heng sendiri sudah menghancurkan dirinya, lebih baik
mengikuti permainannya dan menonton…” Dong Hua tersenyum, membelai kepala Feng
Jiu “semua sesuai dengan pemikiranmu, Ji Heng melalui jalan buntu yang sudah
kau persiapkan sebelumnya…” Feng Jiu tersenyum.
Mo Yuan “Xiao Jiu, jika kau bisa kembali, apa jiwa-jiwa
itu bisa kembali ?” Feng Jiu menggeleng “situasiku dengan mereka berbeda, jiwa
mereka terhisap masuk, sedangkan jiwaku masuk sendiri bisa dikatakan tanpa
sengaja masuk. Mereka masuk karena dihisap, mengurung jiwa mereka didalam,
sedangkan aku bisa bebas keluar masuk. Suo Hun Yu sama saja seperti suatu
tempat pelatihan untukku, tidak akan terpengaruh oleh hawa iblis dan kekuatan
didalamnya. Suatu saat mungkin jiwa mereka bisa terbebas, saat itu mereka bisa
bereinkarnasi. Bagiku, Suo Hun Yu akan selalu membantu tanpa menjerumuskan.
Selain itu, masih ada separuh bayanganku yang mendukung pemulihan tubuh dan
jiwaku” Sou Wan “apa kau bisa menggunakan Suo Hun Yu ?” Feng Jiu mengangguk.
Zhe Yan “Xiao Jiu, jadi sebelumnya di Fan Yin Gu, kau
berani melakukan hal itu karena tahu bisa kembali lagi ?” Feng Jiu mengangkat
bahu “sebelumnya aku hanya berfikir akan kehabisan energi, paling hanya butuh
biguang untuk mengembalikan seluruh energiku. Aku juga tidak mengira akan
ditikam Ji Heng pada saat lengah yang membuatku yuhua.” Bai Ce “jadi Xiao Jiu,
__ADS_1
artinya kau bisa saja tidak bisa kembali ?” Feng Jiu mengangguk lemah, Dong Hua
mengeratkan pelukannya, hatinya bergetar ketakutan.