
Di depan pengumuman, sudah
banyak pelajar dan keluarga mereka yang berkumpul. Melihat Yang Guang dan
teman-temannya datang, segera memberi jalan. Berita Yang Guang yang berhasil
membunuh semua pembunuh yang menyerangnya hanya dalam waktu kurang dari 10 menit,
sudah terdengar di seluruh ibukota. Mereka yang dulunya berbuat keusilan pada
Yang Guang, sekarang takut hanya dengan melihatnya. Apalagi Yang Guang hari ini
datang dengan wajah cemberutnya, tanpa senyuman sama sekali.
“wah Huang Guang, Shui Lan, dan Lu Teng berada di posisi
pertama…” 'pletak...' “kau perhatikan saja namamu sendiri…” kepala Jing Guang
dipukul Yang Guang “ah… hiks Yang er, kau sudah tidak menyayangiku !” Jing
Guang dengan wajah cemberut memelas. Yang Guang nyengir. “Jing Guang dan Tian
Ling berada di posisi ketiga, berarti makanan hari ini, kalian yang traktir
hahaha…” nama mereka semua berada di urutan pertama, kedua, dan ketiga. Tian
Ling “iya iya traktir-traktir… tidak mabuk tidak pulang…” “yey…” semua
bersorak. Shui Lan “Putri Ren Ya masuk peringkat 22, Pangeran Hui Ting
peringkat 18, Pangeran Han Lung peringkat 25, Putri Mei Ding peringkat 20…” “lumayan-lumayan, dengan
kemampuan mereka sudah sangat baik…” Yang Guang hanya datar melihat semua nama
“ayo…”” mengajak semua berlalu dari sana.
“Pengawas… Pengawas…” terdengar teriakan beberapa pelajar.
Yang Guang berhenti dan berbalik “Pengawas, hari ini kami mengadakan acara
untuk merayakan kelulusan… apa anda semua bersedia datang ?” Yang Guang saling
melihat dengan lainnya “datang, ayo kita bersenang-senang…” Jing Guang segera
menjawab. Yang Guang melirik sinis dan mencibir “kulihat kau tidak mau mengakui
kekalahan…” Jing Guang cekikikan “pasti mentraktirmu, tidak hari ini, maka
besok akan mentraktirmu… ayolah…” pelajar lain secara tersenyum ceria, membawa
mereka ke rumah makan yang sudah mereka pesan sebelumnya.
“Pengawas Yang, apa kau tahu banyak yang menyukaimu saat
baru datang ?” salah satu pelajar berkata. Yang Guang “ooo… sekarang sudah
tidak suka kan !” sang pelajar “Pengawas, bagaimanapun kita sesama lelaki,
tidak wajar…” Yang Guang tersenyum, mengangguk-anggukkan kepalanya “baguslah…”
lainnya cekikikan “Li Da, untung kau katakan tidak wajar, jika tidak dipastikan
Pengawas kita ini sudah mempersiapkan langkah kaki seribunya…” Tian Ling
menyindir yang dibalas dengan gerakan mulut Yang Guang. “eh Pengawas, ada yang
ingin kutanyakan !” “bertanyalah…” Yang Guang mempersila “bagaimana tipe gadis
impian anda ?” semua mata menatap dan penasaran dengan Yang Guang “untuk apa
melihatku seperti itu ! aku tidak pernah memikirkannya !” semua berooo ria “apa
anda tidak mau mencari pasangan ? eh di ibukota ini ada berbagai macam gadis,
apa anda tidak tertarik sama sekali ?” Yang Guang menggeleng “tidak tertarik…”
ketujuh lainnya tertawa terbahak-bahak.
Salah satu pelajar memberanikan diri “eh Pengawas, apa… apa
anda penyuka sesama jenis ?” Yang Guang terbelalak, sementara ketujuh lainnya
cekikikan, Yang Guang menatap tajam ketujuhnya “aku masih normal…” sambil
tersenyum simpul. Jing Guang “jadi Pengawas kami yang agung, kapan anda mencari
__ADS_1
pendamping ?” dengan permainan mata menggoda, Yang Guang tersenyum usil “saat
kalian para pemuda tua sudah menemukan pendamping hahaha…” ketujuhnya
menggerutu “selalu saja kami yang dimajukan cih…”. Para pelajar bertanya-tanya
kesukaan tiap Da Ren, mendapat jawaban yang sama dari kedelapannya.
Disaat pulang, putri
dan pangeran menahan mereka, “Pengawas Yang, aku minta maaf untuk masalah yang
sebelumnya” sang putri menundukkan kepala, sangat menyesali perbuatannya. Yang
Guang tersenyum datar “tidak masalah, sudah berlalu…” langsung pergi dari
hadapan keduanya. “Yang er, ingin kemana ?” Huang Guang bertanya. Mereka ingin
menghibur Yang Guang “ah aku ingin kembali ke Akademi, tidur… besok masih harus
memimpin upacara kelulusan…” Jing Guang “besok setelah upacara, kita pergi
makan mie…” Yang Guang mencibir “asal jangan ada yang tidak bertanggung jawab
lagi…” Jing Guang dan Tian Ling cekikikan “pasti… pasti…”.
Upacara kelulusan berjalan dengan khidmat, Yang Guang
menyerahkan sertifikat kelulusan ke masing-masing pelajar yang berhasil,
tersenyum “masa kalian belajar di Akademi Kerajaan sudah selesai. Setelah dari
sini, kalian akan memulai pelajaran yang baru. Pelajaran yang sebenarnya adalah
saat kalian berada di tengah-tengah masyarakat. Aku berharap seperti saat ini,
kalian akan selalu berhasil dalam langkah apapun yang kalian pilih…” Pidato
singkat Yang Guang. “Pengawas, kami akan mengingat pesan anda…” serentak
berkata. Yang Guang tersenyum mengangguk. Para lulusan, bersama-sama berjalan
keluar gerbang Akademi Kerajaan, orang tua dan keluarga mereka sudah menunggu.
Yang Guang merenggangkan otot-ototnya “akhirnya 1 sudah
mengikuti. Mereka menghabiskan seminggu untuk bersenang-senang, menghajar para
penyerang yang menghalangi mereka. Sebulan setelah kelulusan, terjadi kekacauan
diistana, para pejabat meminta Raja segera menentukan Putra atau Putri Mahkota.
Sebagai titah raja, yang paling berjasalah yang akan dinobatkan sebagai Putra
atau Putri Mahkota. Raja mengharapkan Yang Guang yang memegang status Putri
Mahkota, mencari cara agar Yang Guang menyetujuinya.
Dua selir yang berasal dari kerajaan tetangga, yang dipersembahkan
pada raja untuk perdamaian dulunya, menunjukkan pemberontakannya. Selir memaksa
raja untuk mengangkat Pangeran Shen Hui Ting sebagai Putra Mahkota, karena
pangeran adalah anak pertama dan pria. Pangeran Hui Ting adalah pangeran yang
berambisi, mengetahui niat ibunya yang ingin membantunya merebut tahta.
Pangeran Hui Ting mulai menyusun rencana, meminta bantuan dari kerajaan asal
ibunya untuk mendukungnya naik tahta. Yang Guang dan ketujuh teman-temannya
adalah penghalang terbesar sang pangeran. Berkali-kali menggagalkan rencana
sang pangeran.
Dalam 10 bulan, Yang Guang tidak lagi berdiam diri dalam
Akademi Kerajaan. Yang Guang memanfaatkan waktu untuk membereskan semua
kekacauan istana. Selain Pangeran Hui Ting, masih ada Putri Mei Ding yang ingin
memberontak karena memiliki kekuatan yang sama besar di belakangnya. Sementara
Pangeran Han Lung dan Putri Ren Ya, perlahan menerima Yang Guang dan
__ADS_1
mengidolakannya. Selain Pangeran Hui Ting yang penyendiri, Putri Mei Ding
sangat akrab dengan Putri Ren Ya. Jika bukan karena hasutan ibunya dan kerabat
dari kerajaan tetangga, dia lebih senang hidup damai. Pangeran Han Lung dan
Putri Ren Ya, perlahan menarik Putri Mei Ding ke pihak Yang Guang dan melepas
ambisinya. Setelah berkumpul bersama Yang Guang, Pangeran dan kedua Putri yang
tidak mengetahui identitas, mengagumi Yang Guang dan jatuh cinta padanya. Yang
menjadi penghalang mereka mendekati Yang Guang adalah perbedaan usia dan genre
yang sama bagi Sang Pangeran.
Yang Guang yang mengingat mereka juga adalah Pangeran dan
Putri Kerajaan Ming, menurunkan pertahanannya dan mengajarkan ketiganya menjadi
lebih baik. Selain Pangeran Hui Ting, kehidupan di istana, perlahan mengalami
perubahan kearah yang lebih baik. Bukan hanya para pangeran dan putri, setelah melihat
aksi Yang Guang, para selir, pejabat, kasim, bahkan pelayan di istana pun
dengan tulus menyayangi dan membantunya. Raja yang melihat hal itu semakin
bangga dan semakin yakin menetapkan Yang Guang sebagai Putri Mahkota.
Suatu saat, tibalah pertemuan Yang Guang dan Pangeran Hui
Ting di medan pertempuran “Pangeran tertua, hidup dengan baik, tidak baikkah ?
mengorbankan begitu banyak nyawa, apakah pantas…” “huh… kau satu anak desa tahu
apa ! siapa yang memiliki kekuasaan akan memiliki dunia ini !” “ooo… aku memang
tidak tahu, tidak tertarik untuk mengetahuinya. Hidup yang penuh dengan intrik
dan darah orang tidak bersalah itu tidak cocok untukku. Kekuasaanku adalah
diriku sendiri bisa melakukan apa saja yang kusukai tanpa memusingkan status
maupun kekuasaan. Sementara anda, setelah mendapat kekuasaan, apa yang anda
peroleh, hanya sebuah singgasana kosong” “diam… kau tidak tahu apapun !”
pangeran menghardik Yang Guang.
“Yang er, sudahlah ! tidak perlu menolong orang seperti
ini, dia sudah buta oleh kekuasaan !” Huang Guang berpendapat. Yang Guang
tersenyum “Pelajar Hui Ting, saat kau masih menjadi pelajarku, sudah berulang
kali kuberitahu ‘yang milikmu, akan selalu jadi milikmu, yang bukan milikmu,
kau rampaspun tidak akan ada artinya ! Hui Ting, jika pengawas memberitahumu,
semua yang kau lakukan selama ini adalah sia-sia, bagaimana ? apa kau tahu ada
konspirasi apa di belakangmu ? apa kau pernah menyelidiki asal info yang kau
dapat, petunjuk tiba-tiba yang datang untukmu pada saat yang tepat !” Pangeran terkejut
“bagaimana ! bagaimana kau tahu semua itu ?”
Yang Guang mengangguk “kulihat kau juga bukan orang bodoh !
kau sudah mulai memiliki kecurigaan kan ! haih, harusnya kau selidiki sampai
tuntas untuk menemukan jawabannya, bukan mengibarkan bendera perang” Pangeran
Hui Ting termenung dan berfikir “Pangeran jangan dengarkan dia, dia hanya
mencoba menghasutmu. Melewatinya, kita sudah bisa masuk ke istana” Yang Guang
tersenyum “Pangeran Hui Ting, anda bukan anak kecil lagi, bisa memikirkan
segalanya sendiri. Jika menginginkan pertempuran, maka aku akan meladenimu.
Begini saja, kau cukup melawanku… jika kau bisa melaluiku, maka kau bebas masuk
ke istana” Pangeran langsung menyahut “baik, yang mulia menerima tantanganmu…”
__ADS_1
keduanya turun dari kuda dengan pedang di genggaman masing-masing.