Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 167 - Persoalan Istana


__ADS_3

Di depan pengumuman, sudah


banyak pelajar dan keluarga mereka yang berkumpul. Melihat Yang Guang dan


teman-temannya datang, segera memberi jalan. Berita Yang Guang yang berhasil


membunuh semua pembunuh yang menyerangnya hanya dalam waktu kurang dari 10 menit,


sudah terdengar di seluruh ibukota. Mereka yang dulunya berbuat keusilan pada


Yang Guang, sekarang takut hanya dengan melihatnya. Apalagi Yang Guang hari ini


datang dengan wajah cemberutnya, tanpa senyuman sama sekali.


          “wah Huang Guang, Shui Lan, dan Lu Teng berada di posisi


pertama…” 'pletak...' “kau perhatikan saja namamu sendiri…” kepala Jing Guang


dipukul Yang Guang “ah… hiks Yang er, kau sudah tidak menyayangiku !” Jing


Guang dengan wajah cemberut memelas. Yang Guang nyengir. “Jing Guang dan Tian


Ling berada di posisi ketiga, berarti makanan hari ini, kalian yang traktir


hahaha…” nama mereka semua berada di urutan pertama, kedua, dan ketiga. Tian


Ling “iya iya traktir-traktir… tidak mabuk tidak pulang…” “yey…” semua


bersorak. Shui Lan “Putri Ren Ya masuk peringkat 22, Pangeran Hui Ting


peringkat 18, Pangeran Han Lung peringkat 25, Putri Mei Ding peringkat 20…” “lumayan-lumayan, dengan


kemampuan mereka sudah sangat baik…” Yang Guang hanya datar melihat semua nama


“ayo…”” mengajak semua berlalu dari sana.


          “Pengawas… Pengawas…” terdengar teriakan beberapa pelajar.


Yang Guang berhenti dan berbalik “Pengawas, hari ini kami mengadakan acara


untuk merayakan kelulusan… apa anda semua bersedia datang ?” Yang Guang saling


melihat dengan lainnya “datang, ayo kita bersenang-senang…” Jing Guang segera


menjawab. Yang Guang melirik sinis dan mencibir “kulihat kau tidak mau mengakui


kekalahan…” Jing Guang cekikikan “pasti mentraktirmu, tidak hari ini, maka


besok akan mentraktirmu… ayolah…” pelajar lain secara tersenyum ceria, membawa


mereka ke rumah makan yang sudah mereka pesan sebelumnya.


          “Pengawas Yang, apa kau tahu banyak yang menyukaimu saat


baru datang ?” salah satu pelajar berkata. Yang Guang “ooo… sekarang sudah


tidak suka kan !” sang pelajar “Pengawas, bagaimanapun kita sesama lelaki,


tidak wajar…” Yang Guang tersenyum, mengangguk-anggukkan kepalanya “baguslah…”


lainnya cekikikan “Li Da, untung kau katakan tidak wajar, jika tidak dipastikan


Pengawas kita ini sudah mempersiapkan langkah kaki seribunya…” Tian Ling


menyindir yang dibalas dengan gerakan mulut Yang Guang. “eh Pengawas, ada yang


ingin kutanyakan !” “bertanyalah…” Yang Guang mempersila “bagaimana tipe gadis


impian anda ?” semua mata menatap dan penasaran dengan Yang Guang “untuk apa


melihatku seperti itu ! aku tidak pernah memikirkannya !” semua berooo ria “apa


anda tidak mau mencari pasangan ? eh di ibukota ini ada berbagai macam gadis,


apa anda tidak tertarik sama sekali ?” Yang Guang menggeleng “tidak tertarik…”


ketujuh lainnya tertawa terbahak-bahak.


          Salah satu pelajar memberanikan diri “eh Pengawas, apa… apa


anda penyuka sesama jenis ?” Yang Guang terbelalak, sementara ketujuh lainnya


cekikikan, Yang Guang menatap tajam ketujuhnya “aku masih normal…” sambil


tersenyum simpul. Jing Guang “jadi Pengawas kami yang agung, kapan anda mencari

__ADS_1


pendamping ?” dengan permainan mata menggoda, Yang Guang tersenyum usil “saat


kalian para pemuda tua sudah menemukan pendamping hahaha…” ketujuhnya


menggerutu “selalu saja kami yang dimajukan cih…”. Para pelajar bertanya-tanya


kesukaan tiap Da Ren, mendapat jawaban yang sama dari kedelapannya.


           Disaat pulang, putri


dan pangeran menahan mereka, “Pengawas Yang, aku minta maaf untuk masalah yang


sebelumnya” sang putri menundukkan kepala, sangat menyesali perbuatannya. Yang


Guang tersenyum datar “tidak masalah, sudah berlalu…” langsung pergi dari


hadapan keduanya. “Yang er, ingin kemana ?” Huang Guang bertanya. Mereka ingin


menghibur Yang Guang “ah aku ingin kembali ke Akademi, tidur… besok masih harus


memimpin upacara kelulusan…” Jing Guang “besok setelah upacara, kita pergi


makan mie…” Yang Guang mencibir “asal jangan ada yang tidak bertanggung jawab


lagi…” Jing Guang dan Tian Ling cekikikan “pasti… pasti…”.


          Upacara kelulusan berjalan dengan khidmat, Yang Guang


menyerahkan sertifikat kelulusan ke masing-masing pelajar yang berhasil,


tersenyum “masa kalian belajar di Akademi Kerajaan sudah selesai. Setelah dari


sini, kalian akan memulai pelajaran yang baru. Pelajaran yang sebenarnya adalah


saat kalian berada di tengah-tengah masyarakat. Aku berharap seperti saat ini,


kalian akan selalu berhasil dalam langkah apapun yang kalian pilih…” Pidato


singkat Yang Guang. “Pengawas, kami akan mengingat pesan anda…” serentak


berkata. Yang Guang tersenyum mengangguk. Para lulusan, bersama-sama berjalan


keluar gerbang Akademi Kerajaan, orang tua dan keluarga mereka sudah menunggu.


          Yang Guang merenggangkan otot-ototnya “akhirnya 1 sudah


mengikuti. Mereka menghabiskan seminggu untuk bersenang-senang, menghajar para


penyerang yang menghalangi mereka. Sebulan setelah kelulusan, terjadi kekacauan


diistana, para pejabat meminta Raja segera menentukan Putra atau Putri Mahkota.


Sebagai titah raja, yang paling berjasalah yang akan dinobatkan sebagai Putra


atau Putri Mahkota. Raja mengharapkan Yang Guang yang memegang status Putri


Mahkota, mencari cara agar Yang Guang menyetujuinya.


          Dua selir yang berasal dari kerajaan tetangga, yang dipersembahkan


pada raja untuk perdamaian dulunya, menunjukkan pemberontakannya. Selir memaksa


raja untuk mengangkat Pangeran Shen Hui Ting sebagai Putra Mahkota, karena


pangeran adalah anak pertama dan pria. Pangeran Hui Ting adalah pangeran yang


berambisi, mengetahui niat ibunya yang ingin membantunya merebut tahta.


Pangeran Hui Ting mulai menyusun rencana, meminta bantuan dari kerajaan asal


ibunya untuk mendukungnya naik tahta. Yang Guang dan ketujuh teman-temannya


adalah penghalang terbesar sang pangeran. Berkali-kali menggagalkan rencana


sang pangeran.


          Dalam 10 bulan, Yang Guang tidak lagi berdiam diri dalam


Akademi Kerajaan. Yang Guang memanfaatkan waktu untuk membereskan semua


kekacauan istana. Selain Pangeran Hui Ting, masih ada Putri Mei Ding yang ingin


memberontak karena memiliki kekuatan yang sama besar di belakangnya. Sementara


Pangeran Han Lung dan Putri Ren Ya, perlahan menerima Yang Guang dan

__ADS_1


mengidolakannya. Selain Pangeran Hui Ting yang penyendiri, Putri Mei Ding


sangat akrab dengan Putri Ren Ya. Jika bukan karena hasutan ibunya dan kerabat


dari kerajaan tetangga, dia lebih senang hidup damai. Pangeran Han Lung dan


Putri Ren Ya, perlahan menarik Putri Mei Ding ke pihak Yang Guang dan melepas


ambisinya. Setelah berkumpul bersama Yang Guang, Pangeran dan kedua Putri yang


tidak mengetahui identitas, mengagumi Yang Guang dan jatuh cinta padanya. Yang


menjadi penghalang mereka mendekati Yang Guang adalah perbedaan usia dan genre


yang sama bagi Sang Pangeran.


          Yang Guang yang mengingat mereka juga adalah Pangeran dan


Putri Kerajaan Ming, menurunkan pertahanannya dan mengajarkan ketiganya menjadi


lebih baik. Selain Pangeran Hui Ting, kehidupan di istana, perlahan mengalami


perubahan kearah yang lebih baik. Bukan hanya para pangeran dan putri, setelah melihat


aksi Yang Guang, para selir, pejabat, kasim, bahkan pelayan di istana pun


dengan tulus menyayangi dan membantunya. Raja yang melihat hal itu semakin


bangga dan semakin yakin menetapkan Yang Guang sebagai Putri Mahkota.


          Suatu saat, tibalah pertemuan Yang Guang dan Pangeran Hui


Ting di medan pertempuran “Pangeran tertua, hidup dengan baik, tidak baikkah ?


mengorbankan begitu banyak nyawa, apakah pantas…” “huh… kau satu anak desa tahu


apa ! siapa yang memiliki kekuasaan akan memiliki dunia ini !” “ooo… aku memang


tidak tahu, tidak tertarik untuk mengetahuinya. Hidup yang penuh dengan intrik


dan darah orang tidak bersalah itu tidak cocok untukku. Kekuasaanku adalah


diriku sendiri bisa melakukan apa saja yang kusukai tanpa memusingkan status


maupun kekuasaan. Sementara anda, setelah mendapat kekuasaan, apa yang anda


peroleh, hanya sebuah singgasana kosong” “diam… kau tidak tahu apapun !”


pangeran menghardik Yang Guang.


          “Yang er, sudahlah ! tidak perlu menolong orang seperti


ini, dia sudah buta oleh kekuasaan !” Huang Guang berpendapat. Yang Guang


tersenyum “Pelajar Hui Ting, saat kau masih menjadi pelajarku, sudah berulang


kali kuberitahu ‘yang milikmu, akan selalu jadi milikmu, yang bukan milikmu,


kau rampaspun tidak akan ada artinya ! Hui Ting, jika pengawas memberitahumu,


semua yang kau lakukan selama ini adalah sia-sia, bagaimana ? apa kau tahu ada


konspirasi apa di belakangmu ? apa kau pernah menyelidiki asal info yang kau


dapat, petunjuk tiba-tiba yang datang untukmu pada saat yang tepat !” Pangeran terkejut


“bagaimana ! bagaimana kau tahu semua itu ?”


          Yang Guang mengangguk “kulihat kau juga bukan orang bodoh !


kau sudah mulai memiliki kecurigaan kan ! haih, harusnya kau selidiki sampai


tuntas untuk menemukan jawabannya, bukan mengibarkan bendera perang” Pangeran


Hui Ting termenung dan berfikir “Pangeran jangan dengarkan dia, dia hanya


mencoba menghasutmu. Melewatinya, kita sudah bisa masuk ke istana” Yang Guang


tersenyum “Pangeran Hui Ting, anda bukan anak kecil lagi, bisa memikirkan


segalanya sendiri. Jika menginginkan pertempuran, maka aku akan meladenimu.


Begini saja, kau cukup melawanku… jika kau bisa melaluiku, maka kau bebas masuk


ke istana” Pangeran langsung menyahut “baik, yang mulia menerima tantanganmu…”

__ADS_1


keduanya turun dari kuda dengan pedang di genggaman masing-masing.


__ADS_2