
Feng Wei tersenyum
melihat Hua Zi makan dengan lahap “gege, makanlah perlahan, tidak ada yang
berebutan denganmu hihi…” Hua Zi tersenyum melihat Feng Wei hingga tersedak
“huk huk huk…” Feng Wei menggeleng, segera memberi air “sudah kukatakan
perlahan… Hua Zi gege, aku curiga, kau masih anak yang sama dengan yang di Bi
Hai Cang Ling saat itu…” cekikikan. Hua Zi minum dan mengangguk “memangnya Feng
Wei sudah berubah ?” Feng Wei dengan bangga membusungkan dadanya “tentu saja,
sekarang aku adalah Shan Shen…” Hua Zi cekikikan “Feng Wei memang hebat…” Feng
Wei mengamati Hua Zi “Hua Zi gege, kau juga Shan Shen kan… coba katakan usia
berapa gege menjadi Shan Shen ?” Hua Zi “15.000 tahun, Feng Wei ?” Feng Wei
“wah Hua Zi gege kalah dariku, aku 12.000 tahun sudah menjadi Shan Shen… Hua Zi
gege, bagaimana kalau kita bertarung ?” Hua Zi mengelus hidung Feng Wei “baik…”
Feng Wei tersenyum manis.
Mereka berlatih dengan senyuman didalam jiejue yang mereka
pasang bersama agar tidak mengganggu yang lain. Hua Zi mengambil sapu
tangannya, mengelap keringat Feng Wei “Feng Wei Shan Shen sangat hebat” Feng
Wei tersenyum manis “Hua Zi Shan Shen juga hebat… Hua Zi gege, aku bisa
sendiri…” mengambil sapu tangan dan mengelap keringatnya sendiri, Hua Zi
tersenyum memanjakan. Feng Wei melihat Hua Zi “oh Hua Zi gege, kau belum memberitahuku,
datang ke Qing Qiu dengan siapa ? dari kemarin menemaniku, apa tidak masalah ?”
Hua Zi mengusili Feng Wei “hmm… harusnya mereka masih di penginapan… nanti akan
menemui mereka…” Feng Wei sempat tersenyum sedih, tetapi segera berbinar “Hua
Zi gege sebaiknya menemui mereka, tidak enakkan kemarin semalaman disini tidak
memberitahu mereka…” Hua Zi tersenyum mengangguk “tidak apa, aku sudah bersama
mereka sebulan disini, menemanimu beberapa hari tidak akan ada masalah…” Feng
Wei “hihihi Hua Zi gege, sekarang kau bisa kembali ke penginapan…” Hua Zi
merasa ada yang tidak benar, Feng Wei seperti terus mengusirnya “kenapa ? Feng
Wei tidak mau ku temani ?” Feng Wei tertunduk dengan wajah merah “ehm… Hua Zi
gege, aku ingin mandi, ada gege disini tidak leluasa hehehe” salah tingkah. Hua
Zi tersenyum “baiklah, aku kembali dulu, apa kita akan bertemu lagi ?” Feng Wei
berbinar “aku kesini untuk mengikuti perayaan, masih sebulanan. Kalau Hua Zi
gege belum pergi, kita akan bertemu kembali…”.
Hua Zi mengangguk dan berbalik pergi, Feng Wei melihat
punggungnya. Perlahan senyum Feng Wei menghilang, berdiri lama disana, menutup
mata dan memukul keningnya “Feng Wei a Feng Wei, kau harusnya tahu diri, kau
hanya pengganggu… tapi tak apa, yang penting Hua Zi gege sekarang sudah
bahagia… bukankah aku juga sudah terbiasa sendiri…” tertawa sedih “kenapa aku
__ADS_1
merasa tidak enak di dada ! sepertinya tidak bisa ke Bi Hai Cang Ling lagi,
tidak seharusnya menanam pohon fengwei hua disana haih, nanti cari waktu saja
mengambilnya…” berbalik mencari permandian. Hua Zi tidak pergi jauh, bisa
mendengar semua keluh kesah Feng Wei, ada kepanikan dalam dirinya, sepertinya
sudah membuat Feng Wei salah paham padanya. Dia tidak mau ada salah paham diantara
mereka yang membuat mereka berpisah lagi.
Hua Zi mengikuti Feng Wei sampai ke sebuah danau,
melihatnya perlahan turun kedanau dan bermain air seorang diri. Hua Zi pun
membuka bajunya dan turun ke air, Feng Wei mendengar adanya gerakan segera
berbalik, terkejut melihat Hua Zi yang ada dibelakangnya. Hua Zi segera menarik
Feng Wei masuk ke pelukannya “Feng Wei, aku menyukaimu… Feng Wei, dari pertama
melihatmu, aku sudah menyukaimu… aku keluar dari Bi Hai Cang Ling untuk
mencarimu… saat melihat surat dan pohon fengwei hua, aku menyesal kita
melewatkan waktu untuk bertemu… Feng Wei, apakah kau menyukaiku ? aku tahu kita
masih remaja, tapi aku tidak mau berpisah lagi darimu… setelah kita dewasa, aku
akan secepatnya menikahimu…” Feng Wei tercengang, mematung mendengar kata-kata
Hua Zi “Hua… Hua Zi gege, bukankah kau sudah pergi ? kenapa kesini ?” berusaha
menjauh dan menutupi tubuhnya. Hua Zi tersenyum “Feng Wei malu kah ? aku tidak
pergi… kau ingin aku kemana ? aku tidak punya siapa-siapa… aku ke Qing Qiu untuk
mencarimu…” Feng Wei menutup dadanya “kau… kau berbalik… tutup matamu…” Hua Zi
Wei “jangan mengintip…” Hua Zi memegang tangan Feng Wei “aku tidak akan
mengintip, sampai kau mengijinkanku memilikimu, aku akan selalu menjagamu” Feng
Wei melongo “Hua Zi gege, sejak kapan kau belajar menggombal ? apa kau masih
Hua Zi gege ?” Hua Zi tersenyum “aku tidak menggombal, semua adalah kata-kata
hatiku… Feng Wei, kau belum menjawabku, apa kau menyukaiku ?” Feng Wei tersipu
malu “aku… aku tidak tahu…” Hua Zi sedih “tidak apa Feng Wei, aku bisa
menunggumu… tapi berjanjilah, kau akan belajar menyukaiku…” Feng Wei tidak tega
melihat kesedihan Hua Zi.
Beberapa hari mereka terus bersama, Hua Zi menjadi sangat
manja pada Feng Wei. Feng Wei pun dengan senang hati memanjakannya, keduanya
saling memanjakan dan menyayangi. Hua Zi merasa sangat bahagia telah menemukan
Feng Wei, mulai dari saat ini mereka tidak terpisahkan. Sepasang remaja yang
cantik dan tampan segera menjadi buah bibir di Qing Qiu, karena banyak yang
mengenal Feng Wei sebelumnya. Berita ini terdengar ke telinga Ling Ling dan
beberapa keluarga Bai. Awalnya mereka tidak memperhatikan, tapi kemudian ada
desas desus yang mengatakan remaja putri mirip dengan Bai Feng Jiu dengan tanda
fengwei hua yang sama di keningnya. Bai Chen dan Zhe Yan mulai mengamati
__ADS_1
sepasang remaja ini, termasuk mengikuti mereka ke atas gunung. Bai Chen “gadis
itu sangat mirip dengan Xiao Jiu. Zhe Yan, apa kau lihat pemuda itu ? walau
masih remaja, aku merasa dia mirip Di Jun, hanya beda rambut hitam dan tanda di
keningnya. Bahkan tanda itu adalah tanda fuling hua. Zhe Yan, ada apa ini ?”
Zhe Yan pun sudah memperhatikan sepasang remaja itu “Chen Chen, jangan
terburu-buru, kita cari tahu dahulu”
Hua Zi dan Feng Wei sudah melampaui tingkat Shan Shen,
segera mengetahui mereka yang diikuti, muncul di hadapan Bai Chen dan Zhe Yan
“shushu, anda berdua mengikuti kami dari Mo Gu Jing, apa ada sesuatu ?” Feng Wei
bertanya dengan sopan. Bai Chen dan Zhe Yan sempat terkejut “nona, tuan, aku
adalah Zhe Yan dan ini adalah Bai Chen, sishu gong Qing Qiu Nu Jun. Kami tidak
bermaksud apapun, hanya ingin mengundang nona dan tuan ke gua rubah” Hua Zi
berfikir “Bai Chen ? Bai Gun Gun adalah siapamu ?” Bai Chen “Gun Gun adalah
kemanakanku, kakak dari Qing Qiu Nu Jun – Bai Ling Ling, apa tuan mengenalnya
?” Hua Zi mengeluarkan sebuah giok memberikannya pada Bai Chen “ini adalah giok
Gun Gun… kebetulan Gun Gun juga saat ini ada di gua rubah, apa tuan dan nona
bersedia mengikuti kami ?” Hua Zi dan Feng Wei saling melihat sesaat, kemudian
mengangguk pada Bai Chen dan Zhe Yan “silahkan shushu memimpin jalan…”.
Zhe Yan “bagaimana memanggil anda berdua ?” Feng Wei
tersenyum menjawab “aku Feng Huo Cai Hong Ling dan dia Hua Zi” Hua Zi melihat
Feng Wei yang tersenyum padanya. Zhe Yan “oh aku pernah mendengar ada Dewi Hong
Ling, apakah anda mengenalnya ?” Feng Wei mengibas-ngibaskan tangan “shushu,
banyak nama yang sama…” Zhe Yan tertawa “betul-betul, banyak nama yang sama,
nona Feng, tuan Hua, anda berdua datang dari mana ?” Feng Wei “kami dari daerah
terpecil, sangat memalukan jika disebutkan” Zhe Yan ‘gadis ini sangat
berhati-hati, walau terlihat sangat ramah’ segera tiba di gua rubah “silahkan
!” mempersila Feng Wei dan Hua Zi, keduanya dengan santai duduk “Jin Ling, jika
tidak nyaman kita bisa pergi…” Feng Wei “Hua Zi gege, tidak masalah, aku juga
sebenarnya ingin melihat Qing Qiu Nu Jun seperti apa hihi…” Hua Zi memegang
tangan Feng Wei dan tersenyum.
Segera Gun Gun masuk menghampiri mereka dengan seorang
gadis berbaju biru “saudara Hua Zi, kau disini ?” keduanya segera berdiri
“saudara Gun Gun…” Gun Gun mengangguk “ini adalah adikku, Qing Qiu Nu Jun – Bai
Ling Ling” Feng Wei menunduk memberi hormat “Feng Huo Cai Hong Ling memberi
hormat pada Qing Qiu Nu Jun, yang mulia Gun Gun Xiao Di Jun” Gun Gun “kau
mengenalku ?” Feng Wei tersenyum “siapa yang tidak mengetahui nama besar anda
berdua !” Gun Gun “saudara Hua Zi, gadis ini yang ingin kau cari ?” Hua Zi
__ADS_1
mengangguk, tersenyum lembut pada Feng Wei.