
Zhe Yan “dia memang sangat
pintar…” Bai Chen “erge, apa kau yakin tidak sedang kultivasi ? kenapa aku
merasa raja itu sama sepertimu !” Bai Yi “Raja itu sangat bodoh jika tidak
memanfaatkan baik-baik waktu mereka bersama…” Zhe Yan “ah aku juga ingin
mencicipi masakan Yang Guang… sudah lama tidak memakan masakan Xiao Jiu” Hua Zi
“masak sendiri…” Zhe Yan “kenapa kau begitu picik… bukankah kau juga sama tidak
makan masakan Hong Ling” Hua Zi memainkan bibirnya.
Segera pengumuman penerimaan terpasang di papan pengumuman
“Yang Guang Da Ren memang serba bisa…” “ah wajahnya itu sangat tampan… aku
ingin menjadi istrinya…” “cih, kau saja tidak bisa lulus, jangan terlalu banyak
bermimpi…” “ah untuk apa sekolah… aku hanya perlu di rumah merawat diri,
menunggu Yang Guang Da Ren menikahiku…” “huh apa kau kira Da Ren akan tertarik
pada gadis bodoh sepertimu !” “eh… ketujuhnya menjadi pelajar kelas Jin, masih
memiliki status sebagai wakil pengawas, mereka sungguh para pemuda berbakat”
“aku tidak muluk-muluk menginginkan Yang Guang Da Ren, menjadi istri salah satu
dari ketujuhnya juga bisa” “aku tidak pernah melihat pemuda tampan di ibukota
yang setampan mereka” “lihat wibawa mereka, pandangan mereka, ah hatiku meleleh
hanya dengan melihat wajahnya” berbagai macam gosip bermunculan dan seputar
kedelapan pemuda berbakat.
Raja menganugerahkan gelar ‘Pengawas Akademi
Kerajaan’ pada Yang Guang “Yang Guang, aku menunggu kinerjamu… kuharap dapat
melihat kemajuan Akademi Kerajaan lebih daripada sebelum-sebelumnya” “hamba
akan berusaha Yang Mulia…” Yang Guang menjawabnya dengan lesu ‘haih… satu belum
selesai, datang lagi satu… rajaku, kau betul-betul senang mempermainkanku…’.
Huang Guang “kau memang selalu menjadi nomor 1” memuji Yang
Guang. Lu Teng “bagaimana dengan lomba kita ?” Yang Guang “aku yang traktir…”
semua bersorak “wah Pengawas, anda benar-benar sangat baik dan tampan…” Yang
Guang memainkan bibirnya “tentu saja dan yang termuda hahaha…” Jing Guang “cih,
kita hanya beda tidak sampai 2 tahun” Yang Guang “eh 2 tahun juga tetap beda”
memeletkan lidahnya. Dari segi tubuh, Yang Guang paling terkecil terlihat
berbeda 4-5 tahun dari yang lannya. Tapi dari segi usia, perbedaan usia mereka
tidak jauh. Paling tua adalah Lu Teng yang berbeda 20 bulan dari Yang Guang dan
yang berbeda 9 bulan dari Yang Guang adalah Shui Lan. Cai Hong Huo Feng
berkultivasi setelah memastikan ketujuhnya terlahir selamat.
Mereka berdelapan berjalan di jalanan ibukota, membuat
gempar 1 ibukota. Bahkan ada wanita dan gadis yang pingsan tidak sadarkan diri
hanya dengan melihat pesona kedelapannya. Jing Guang “Yang er, kudengar, disini
restaurant paling terkenal, ada kambing bakanya yang paling terkenal…” Yang
__ADS_1
Guang “hei selama di Desa Huo Mei, kau sangat jarang memakan kambing. Kenapa
keluar dari desa, jadi sangat menyukai kambing ? hati-hati itu lemakmu
menumpuk” Jing Guang cekikikan “ayolah Da Ren, bukankah anda mau traktir…
hari ini harus makan yang banyak hihihi…” Yang Guang “baiklah, yang mulia akan
mengabulkan permintaan kalian. Makan sepuasnya !” “yey… hahaha…” mereka
bercanda ria menuju restaurant.
“Da Ren, silahkan masuk…” pemilik restaurant menjemput
mereka di depan pintu. “ayi, bawa semua makanan yang paling disukai disini…”
Jing Guang segera memberi pesanan “ey… segera… segera…” Shui Lan “sebaiknya
kita berhati-hati…” semua mengangguk. Ye Xing “ini masing-masing minum 1…”
memberikan pil pada tiap orang yang segera mereka telan. “Yang er, besok sudah
mulai bertugas di akademi, apa rencanamu ?” Yang Guang acuh tak acuh
“meningkatkan kemampuan semua membutuhkan usaha keras. Aku akan melihat
sistemnya beberapa hari, setelahnya akan menyesuaikan kembali. Jangan lupa yang
harus kita lakukan” Dian Lan “hah… mengawasi para tuan dan nona manja itu
sungguh melelahkan !” Yang Guang “aku masih ketambahan satu bayi tua haih…” semua
cekikikan “heran juga, kenapa beliau memiliki kesamaan denganmu yang begitu
suka makanan khas daerah !” Yang Guang mengangkat bahunya “terlalu lama
terkurung…” semua mengangguk.
“pelanggan, pesanan kalian…” beberapa pelayan datang
pelanggan…” “wah, ini betul-betul seekor kambing muda…” “Shui Lan…” Yang Guang
melirik dan segera mendapat anggukan “tidak masalah…” semua kembali duduk dan
makan dengan santai ‘Feng Wei, jangan minum arak…’ suara Hua Zi terdengar di
telinga Yang Guang. Yang Guang tersenyum mengangguk “berhubung besok sudah ada
tugas, kita minum teh sebagai pengganti arak bagaimana ?” menyarankan pada semua
yang segera mendapat anggukan.
‘bagaimana ? apa mereka sudah meminumnya ?’ ‘Nona, kami
tidak tahu, mereka makan tanpa bersuara…’ tanpa sadar omongan beberapa gadis
itu terdengar di telinga kedelapannya. Ketelitian dan kewaspadaan mereka sangat
tinggi, selalu sadar akan lingkungan. Yang Guang tersenyum sinis diikuti
lainnya “mau bermain ?” Huang Guang bertanya dengan senyum sinis. Semua
mengangguk “Mei Fen” Shui Lan menggeleng “ibukota ini terlalu kuno…” Yang Guang
dengan senyum licik, mengambil botol arak, menuangnya kedalam kendi teh
“pelayan… tolong berikan arak untuk semua, aku yang traktir” “baik pelanggan”
segera pergi melakukan pesanan Yang Guang.
Yang Guang memberi kendi teh pada Jing Guang “jangan
keterlaluan…” Jing Guang nyengir. Tian Ling “ah dia lagi yang bermain. Yang
er…” merengek. Yang Guang memainkan bibirnya “ini untukmu…” memberikan 1
__ADS_1
bungkusan pada Tian Ling yang segera berbinar “Shui Lan pergilah dengannya…”
keduanya segera bergegas. Ye Xing “Yang er…” Yang Guang mengangkat tangannya “jangan
berisik saat makan…” makan dengan santai. Huang Guang nyengir dan melanjutkan
makannya dengan tenang. Yang Guang “aku sudah kenyang, kalian lanjutkanlah…”
berkata pada ketujuhnya yang sudah berkumpul bersama.
Lu Teng “hei bukankah itu Pangeran kedua ?” menunjuk ke
seorang pemuda yang sedang minum bersama 3 pemuda lainnya. Ye Xing “hmm bagus
sekali… coba kita dengarkan…” semua menikmati teh sambil mengamati sekitar.
‘hei ini sudah sangat lama, kenapa belum ada reaksi ?” “nona tenanglah, lihat
pintu mereka sudah terbuka…” “ah… ayo kita berjalan mendekati mereka…” dua
gadis berjalan melewati pintu ruangan Yang Guang perlahan, kedelapannya hanya
tersenyum simpul “ah senyumnya ah… mereka sangat tampan…” Yang Guang berdiri
“kalian bereskan disini, aku mau mencari cemilan malam” meninggalkan sekantung
uang dan keluar dari jendela dengan memakai topeng. Shui Lan, Dian Lan, dan Lu
Teng mengikutinya. Sedangkan keempat lainnya, berbicara dengan isyarat mata,
bergerak cepat ke beberapa tempat.
Yang Guang dan ketiga lainnya menelusuri pasar malam “hei,
kau mencari batu lagi ?” Lu Teng bertanya, Yang Guang menggeleng “shushu, aku
mau 3 batu ini…” memberikan uang dan berlalu dari sana “ini bawalah…”
memberikan ketiga batu dalam bungkusan pada Lu Teng. “Yang er, sudah hampir
tahun baru… bagaimana kalau kali ini, kita melepas lampion ? kudengar mereka
menuliskan harapan mereka didalam lampion dan menerbangkannya setinggi mungkin,
yang paling tinggi akan terkabul” Yang Guang cekikikan “kau sudah usia berapa,
masih percaya hal beginian ?” Shui Lan “aku mau… Yang er, anggap saja perayaan
kebersamaan kita…” Yang Guang mengangkat alisnya “habis itu kau akan meminta
bermain kembang api dan mabuk semalaman hingga pergantian tahun, itu yang kau
inginkan ?” Lu Teng “boleh juga ide itu” semua cekikikan.
“hmm aku mau membeli beberapa kain…” Yang Guang menuju toko
kain. Yang Guang membeli batu, kain, arak, garam, dan alat tulis. Semua
mengikutinya dan membawakan belanjaannya, disamping belanjaan mereka sendiri.
“wah kalian tidak menunggu kami…” empat lainnya bergabung “sudah selesai ?”
Yang Guang bertanya, keempatnya mengangguk “ayo membeli cemilan sebelum
kembali…” setelah mendapatkan beberapa benda lagi dan makanan-makanan ringan,
mereka kembali ke istana.
“Yang Guang Da Ren, yang mulia menunggu anda !” seorang
kasim mengabarkan. Yang Guang mengangguk “aku pergi dulu, jangan habiskan
cemilanku…” lainnya tersenyum. Yue Xing gong memiliki jarak terdekat dengan
Ming Yang gong, tempat tinggal kaisar.
__ADS_1