Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 156 - Pengawas Akademi Kerajaan


__ADS_3

Zhe Yan “dia memang sangat


pintar…” Bai Chen “erge, apa kau yakin tidak sedang kultivasi ? kenapa aku


merasa raja itu sama sepertimu !” Bai Yi “Raja itu sangat bodoh jika tidak


memanfaatkan baik-baik waktu mereka bersama…” Zhe Yan “ah aku juga ingin


mencicipi masakan Yang Guang… sudah lama tidak memakan masakan Xiao Jiu” Hua Zi


“masak sendiri…” Zhe Yan “kenapa kau begitu picik… bukankah kau juga sama tidak


makan masakan Hong Ling” Hua Zi memainkan bibirnya.


          Segera pengumuman penerimaan terpasang di papan pengumuman


“Yang Guang Da Ren memang serba bisa…” “ah wajahnya itu sangat tampan… aku


ingin menjadi istrinya…” “cih, kau saja tidak bisa lulus, jangan terlalu banyak


bermimpi…” “ah untuk apa sekolah… aku hanya perlu di rumah merawat diri,


menunggu Yang Guang Da Ren menikahiku…” “huh apa kau kira Da Ren akan tertarik


pada gadis bodoh sepertimu !” “eh… ketujuhnya menjadi pelajar kelas Jin, masih


memiliki status sebagai wakil pengawas, mereka sungguh para pemuda berbakat”


“aku tidak muluk-muluk menginginkan Yang Guang Da Ren, menjadi istri salah satu


dari ketujuhnya juga bisa” “aku tidak pernah melihat pemuda tampan di ibukota


yang setampan mereka” “lihat wibawa mereka, pandangan mereka, ah hatiku meleleh


hanya dengan melihat wajahnya” berbagai macam gosip bermunculan dan seputar


kedelapan pemuda berbakat.


          Raja menganugerahkan gelar ‘Pengawas Akademi


Kerajaan’ pada Yang Guang “Yang Guang, aku menunggu kinerjamu… kuharap dapat


melihat kemajuan Akademi Kerajaan lebih daripada sebelum-sebelumnya” “hamba


akan berusaha Yang Mulia…” Yang Guang menjawabnya dengan lesu ‘haih… satu belum


selesai, datang lagi satu… rajaku, kau betul-betul senang mempermainkanku…’.


          Huang Guang “kau memang selalu menjadi nomor 1” memuji Yang


Guang. Lu Teng “bagaimana dengan lomba kita ?” Yang Guang “aku yang traktir…”


semua bersorak “wah Pengawas, anda benar-benar sangat baik dan tampan…” Yang


Guang memainkan bibirnya “tentu saja dan yang termuda hahaha…” Jing Guang “cih,


kita hanya beda tidak sampai 2 tahun” Yang Guang “eh 2 tahun juga tetap beda”


memeletkan lidahnya. Dari segi tubuh, Yang Guang paling terkecil terlihat


berbeda 4-5 tahun dari yang lannya. Tapi dari segi usia, perbedaan usia mereka


tidak jauh. Paling tua adalah Lu Teng yang berbeda 20 bulan dari Yang Guang dan


yang berbeda 9 bulan dari Yang Guang adalah Shui Lan. Cai Hong Huo Feng


berkultivasi setelah memastikan ketujuhnya terlahir selamat.


          Mereka berdelapan berjalan di jalanan ibukota, membuat


gempar 1 ibukota. Bahkan ada wanita dan gadis yang pingsan tidak sadarkan diri


hanya dengan melihat pesona kedelapannya. Jing Guang “Yang er, kudengar, disini


restaurant paling terkenal, ada kambing bakanya yang paling terkenal…” Yang

__ADS_1


Guang “hei selama di Desa Huo Mei, kau sangat jarang memakan kambing. Kenapa


keluar dari desa, jadi sangat menyukai kambing ? hati-hati itu lemakmu


menumpuk” Jing Guang cekikikan “ayolah Da Ren, bukankah anda mau traktir…


hari ini harus makan yang banyak hihihi…” Yang Guang “baiklah, yang mulia akan


mengabulkan permintaan kalian. Makan sepuasnya !” “yey… hahaha…” mereka


bercanda ria menuju restaurant.


          “Da Ren, silahkan masuk…” pemilik restaurant menjemput


mereka di depan pintu. “ayi, bawa semua makanan yang paling disukai disini…”


Jing Guang segera memberi pesanan “ey… segera… segera…” Shui Lan “sebaiknya


kita berhati-hati…” semua mengangguk. Ye Xing “ini masing-masing minum 1…”


memberikan pil pada tiap orang yang segera mereka telan. “Yang er, besok sudah


mulai bertugas di akademi, apa rencanamu ?” Yang Guang acuh tak acuh


“meningkatkan kemampuan semua membutuhkan usaha keras. Aku akan melihat


sistemnya beberapa hari, setelahnya akan menyesuaikan kembali. Jangan lupa yang


harus kita lakukan” Dian Lan “hah… mengawasi para tuan dan nona manja itu


sungguh melelahkan !” Yang Guang “aku masih ketambahan satu bayi tua haih…” semua


cekikikan “heran juga, kenapa beliau memiliki kesamaan denganmu yang begitu


suka makanan khas daerah !” Yang Guang mengangkat bahunya “terlalu lama


terkurung…” semua mengangguk.


          “pelanggan, pesanan kalian…” beberapa pelayan datang


pelanggan…” “wah, ini betul-betul seekor kambing muda…” “Shui Lan…” Yang Guang


melirik dan segera mendapat anggukan “tidak masalah…” semua kembali duduk dan


makan dengan santai ‘Feng Wei, jangan minum arak…’ suara Hua Zi terdengar di


telinga Yang Guang. Yang Guang tersenyum mengangguk “berhubung besok sudah ada


tugas, kita minum teh sebagai pengganti arak bagaimana ?” menyarankan pada semua


yang segera mendapat anggukan.


          ‘bagaimana ? apa mereka sudah meminumnya ?’ ‘Nona, kami


tidak tahu, mereka makan tanpa bersuara…’ tanpa sadar omongan beberapa gadis


itu terdengar di telinga kedelapannya. Ketelitian dan kewaspadaan mereka sangat


tinggi, selalu sadar akan lingkungan. Yang Guang tersenyum sinis diikuti


lainnya “mau bermain ?” Huang Guang bertanya dengan senyum sinis. Semua


mengangguk “Mei Fen” Shui Lan menggeleng “ibukota ini terlalu kuno…” Yang Guang


dengan senyum licik, mengambil botol arak, menuangnya kedalam kendi teh


“pelayan… tolong berikan arak untuk semua, aku yang traktir” “baik pelanggan”


segera pergi melakukan pesanan Yang Guang.


          Yang Guang memberi kendi teh pada Jing Guang “jangan


keterlaluan…” Jing Guang nyengir. Tian Ling “ah dia lagi yang bermain. Yang


er…” merengek. Yang Guang memainkan bibirnya “ini untukmu…” memberikan 1

__ADS_1


bungkusan pada Tian Ling yang segera berbinar “Shui Lan pergilah dengannya…”


keduanya segera bergegas. Ye Xing “Yang er…” Yang Guang mengangkat tangannya “jangan


berisik saat makan…” makan dengan santai. Huang Guang nyengir dan melanjutkan


makannya dengan tenang. Yang Guang “aku sudah kenyang, kalian lanjutkanlah…”


berkata pada ketujuhnya yang sudah berkumpul bersama.


          Lu Teng “hei bukankah itu Pangeran kedua ?” menunjuk ke


seorang pemuda yang sedang minum bersama 3 pemuda lainnya. Ye Xing “hmm bagus


sekali… coba kita dengarkan…” semua menikmati teh sambil mengamati sekitar.


‘hei ini sudah sangat lama, kenapa belum ada reaksi ?” “nona tenanglah, lihat


pintu mereka sudah terbuka…” “ah… ayo kita berjalan mendekati mereka…” dua


gadis berjalan melewati pintu ruangan Yang Guang perlahan, kedelapannya hanya


tersenyum simpul “ah senyumnya ah… mereka sangat tampan…” Yang Guang berdiri


“kalian bereskan disini, aku mau mencari cemilan malam” meninggalkan sekantung


uang dan keluar dari jendela dengan memakai topeng. Shui Lan, Dian Lan, dan Lu


Teng mengikutinya. Sedangkan keempat lainnya, berbicara dengan isyarat mata,


bergerak cepat ke beberapa tempat.


          Yang Guang dan ketiga lainnya menelusuri pasar malam “hei,


kau mencari batu lagi ?” Lu Teng bertanya, Yang Guang menggeleng “shushu, aku


mau 3 batu ini…” memberikan uang dan berlalu dari sana “ini bawalah…”


memberikan ketiga batu dalam bungkusan pada Lu Teng. “Yang er, sudah hampir


tahun baru… bagaimana kalau kali ini, kita melepas lampion ? kudengar mereka


menuliskan harapan mereka didalam lampion dan menerbangkannya setinggi mungkin,


yang paling tinggi akan terkabul” Yang Guang cekikikan “kau sudah usia berapa,


masih percaya hal beginian ?” Shui Lan “aku mau… Yang er, anggap saja perayaan


kebersamaan kita…” Yang Guang mengangkat alisnya “habis itu kau akan meminta


bermain kembang api dan mabuk semalaman hingga pergantian tahun, itu yang kau


inginkan ?” Lu Teng “boleh juga ide itu” semua cekikikan.


          “hmm aku mau membeli beberapa kain…” Yang Guang menuju toko


kain. Yang Guang membeli batu, kain, arak, garam, dan alat tulis. Semua


mengikutinya dan membawakan belanjaannya, disamping belanjaan mereka sendiri.


“wah kalian tidak menunggu kami…” empat lainnya bergabung “sudah selesai ?”


Yang Guang bertanya, keempatnya mengangguk “ayo membeli cemilan sebelum


kembali…” setelah mendapatkan beberapa benda lagi dan makanan-makanan ringan,


mereka kembali ke istana.


          “Yang Guang Da Ren, yang mulia menunggu anda !” seorang


kasim mengabarkan. Yang Guang mengangguk “aku pergi dulu, jangan habiskan


cemilanku…” lainnya tersenyum. Yue Xing gong memiliki jarak terdekat dengan


Ming Yang gong, tempat tinggal kaisar.

__ADS_1


__ADS_2